Crazy Agreement

Crazy Agreement
Bab 10 : Kembalinya Evan


__ADS_3

Caitlin bersama sahabatnya pun menutuskan untuk pulang karena langit kini sudah gelap, ketika Caitlin akan segera masuk ke dalam mobilnya terhenti karena tangan nya ditarik oleh Noah. Ia merasa bahwa Noah masih saja mengkhawatirkan nya, sangat terlihat dari tatapan Noah yang seakan tidak mempercayai dirinya ketika ia mengatakan bahwa dirinya baik-baik saja.


"Noah, sungguh aku baik-baik saja," Ucap Caitlin tersenyum ramah kepada Noah.


"Kau harus berjanji untuk menghubungiku jika sesuatu terjadi pada dirimu, kau paham?" Pinta Noah dengan wajah tulus nya yang memperlihatkan betapa peduli nya Noah kepada Caitlin.


Caitlin pun mengangguk paham dengan apa yang sahabatnya itu katakan, sejujurnya hari ini Caitlin merasa sangat bersalah karena memilih bertemu dengan sahabatnya, ia merasa bersalah karena ia membuat kedua sahabatnya itu menjadi sangat khawatir.


"Aku mengerti Noah, terima kasih kau dan Kylie selalu peduli padaku," Ucap Caitlin tersenyum dan memeluk sahabatnya itu.


"Baiklah aku pulang ya," Lanjut Caitlin masuk kedalam mobil dan segera melaju pergi meninggalkan Noah yang kini masih melihat mobil Caitlin yang semakin menjauh.


"Aku tidak akan pernah membuatmu bersedih Caitlin, aku tidak akan membiarkan siapa pun untuk menyakiti dirimu," Ucap Noah tetap memandangi mobil Caitlin yang semakin tidak terlihat. Tak lama pun Kylie yang baru saja pergi ke toilet datang menghampiri Noah dan mengajak pria itu untuk pulang.


***


Aaron kini pulang lebih awal dari biasanya, pekerjaan yangn menumpuk tadi sudah ia selesaikan dengan sangat cepat. Tidak sulit bagi Aaron untuk menyelesaikan pekerjannya meskipun itu sangat banyak. Aaron sudah sangat terbiasa, karena ia adalah seorang yang sangat pekerja keras.


Saat Aaron memasuki rumah mewah itu, ia sama sekali tidak melihat keberadaan Caitlin. Biasanya ketika Aaron pulang dari kantor Caitlin selalu terlihat sibuk dengan aktivitasnya di dapur dan selalu bersemangat untuk menghidangkan makan malam untuknya, namun kini ia tidak melihat wanita itu disana.


Aaron pun memilih untuk langsung naik keatas menuju kamarnya, dilihat pun tidak ada Caitlin disana. Ia melirik sekilas toilet dikamar itu pun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Caitlin didalam sana. Kemana wanita itu? Pikir Aaron


Namun Aaron segera membuang pikiran tentang Caitlin, dan langsung bergegas untuk membersihkan diri. Hari yang sangat melelahkan, pikirnya.


Setelah Aaron selesai membersihkan diri, perut nya terasa sangat lapar, dan ia segera bergegas menuju dapur. Namun lagi-lagi ia tak melihat Caitlin disana, ia pun langsung membuka kulkas dan mengambil beberapa bahan yang bisa ia gunakan untuk memasak.


Suara pintu utama rumah mewah itu pun terbuka, dan dilihatlah Caitlin yang berjalan masuk ke dalam, namun setelah Caitlin menutup pintu itu Caitlin langsung segera naik untuk masuk ke kamarnya, Aaron yang semakin bingung dengan Caitlin, namun tidak peduli juga terhadap wanita itu. Ia pun lanjut memasak karena bunyi perutnya yang semakin keras.


***


Caitlin pun beristirahat sejenak di balkon luar kamarnya. Ia masih terlihat seperti tadi pagi, menatap pemandangan yang ada diluar balkon itu namun dengan tatapan kosongnya. Jujur ia sebenarnya tidak ingin berlarut dalam pikirannya tentang apa yang terjadi pada dirinya.


"Lebih baik aku mandi dan membersihkan diri agar merasa lebih segar," Ucap Caitlin dan bergegas menuju kamar mandi.


Aaron pun masuk ke dalam kamar ketika Caitlin sedang mandi, ia duduk disofa kamarnya dan mulai menyalakan sebuah televisi berukuran besar yang ada didalam kamarnya itu. Caitlin yang sedang sibuk membersihkan diri itu menyadari bahwa Aaron sekarang sudah berada didalam kamar, dan lagi-lagi membuatnya berpikir harus bagaimana ia nanti.

__ADS_1


Caitlin pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan piyama panjang berwarna hijau sage, wanita itu terlihat sangat cantik dengan wajahnya yang kini polos tanpa make up. Dilihatnya Aaron yang kini sedang memainkan ponselnya diatas kasur. Caitlin pun yang merasa tubuhnya sangat tidak enak pun ikut membaringkan tubuhnya disamping Aaron dengan dikasih pembatas guling.


Tidak ada perbincangan yang terjadi diantara mereka, hanya terdengar suara televisi yang tadi dihidupkan oleh Aaron. Caitlin pun mencoba untuk memejamkan matanya, namun suara ponsel Caitlin terdengar sangat keras ia pun beranjak dan segera melihat siapa yang menelpon di malam hari seperti ini.


"Hallo!" Ucap Caitlin kepada seseorang yang menelponnya itu.


"Hallo selamat malam sayang, apa papah menganggumu?" Tanya seorang pria didalam ponsel itu.


"Papah, Caitlin kira siapa yang menelpon," Ucap Caitlin tersenyum, ia sangat bahagia karena semenjak ia menikah dengan Aaron baru kali ini ayahnya menghubunginya lagi.


"Iya sayang, papah rindu sekali kepada putri papah yangn cantik ini," Ucap Simon dan membuat Caitlin tersenyum.


"Papah ini, Caitlin juga sangat merindukan mamah dan papah, kalian baik-baik saja kan?" Tanya Caitlin.


"Kau tidak perlu mengkhawatirkan kami nak, kami baik-baik saja. Bagaimana kabarmu dan apa pernikahanmu dengan Aaron baik-baik saja?" Tanya Simon.


Caitlin yang mendengar pertanyaan ayahnya kini melirik Aaron namun pria itu masih sibuk dengan ponselnya tanpa menghiraukan Caitlin.


"Caitlin baik-baik saja pah, dan pernikahan kami pun sangat bahagia," Jawab Caitlin melirik kembali Aaron yang masih tidak memperdulikannya.


Caitlin membaringkan kembali tubuhnya disamping Aaron.


"Tadi papahku yang menelepon," Ucap Caitlin kepada Aaron, namun sesuai ekspetasi Caitlin Aaron hanya mengangguk.


Caitlin pun segera memejamkan matanya, dan berharap dapat mimpi indah malam ini. Tak lama kemudian Aaron pun menyusul untuk memejamkan matanya juga.


***


Terlihat seorang pria yang sedang berjalan, pria itu nampak seperti orang yang sedang kebingungan. Ia berjalan menuju sebuh Club yang berada di kota Jakarta ini. Evan, ya pria itu adalah Evan calon suami Caitlin yang memilih kabur saat pernikahannya dan Caitlin dimulai.


Saat memasuki sebuah club ia langsung menghampiri teman nya yang bernama James. James adalah seorang pengusaha kaya raya yang bergerak di bidang properti. Kini Evan sedang duduk berdua bersama teman nya itu.


"Evan, bagaimana kabarmu?" Tanya James sambil memberikan sebotol minuman kepada Evan.


"Aku sedang tidak baik-baik saja James, aku datang kesini karena aku membutuhkanmu," Jawab Evan sambil menerima botol minuman yang diberikan James kepadanya.

__ADS_1


"Kau membutuhkan bantuanku? Apa aku tidak salah mendengar Van?" Tanya James dengan wajah bingungnya.


"Tidak! Kau tidak salah mendengar James. Aku sangat membutuhkan bantuanmu kali ini," Ucap Evan sambil meneguk segelas minuman.


"Apa yang sebenarnya terjadi kepadamu Evan?" Tanya James yang semakin bingung, karena sebelumnya Evan tidak pernah meminta bantuan darinya.


"Orang tuaku memblokir semua kartu kredit ku James, hingga kini aku sama sekali tidak mempunyai uang," Ucap Evan.


"Bagaimana bisa?" Tanya James


"Kau tahu bukan aku dijodohkan dan dipaksa menikah dengan wanita yang tidak ku ketahui?" Tanya Evan, James hanya mengangguk. "Tepat dihari pernikahanku dengan wanita itu, aku memilih untuk kabur bersama kekasihku. Dan semenjak itu orang tuaku mulai memblokir semua kartu kredit dan segala fasilitas yang ku punya," Evan menjelaskan dengan sangat detail kepada James.


"Terus apa yang bisa kulakukan untuk membantumu?" Tanya James


"Bisakah kau memberikanku pinjaman uang?" Tanya Evan kepada James. "Lima Puluh Juta saja, aku berjanji untuk segera mengembalikannya padamu," Lanjut Evan.


"Sebelumnya aku minta maaf Van, perusahaanku sekarang ini sedang terpuruk dan tidak berjalan lancar. Sepertinya aku tidak bisa membantumu kali ini," Ucap James menepuk bahu Evan.


Evan pun mengangguk dan beranjak pergi meninggalkan James dan keluar dari Club itu. Saat Evan sedang berjalan di parkiran mobil, tiba-tiba ia menabrak seorang wanita cantik. Ketika Evan melihat dan berniat meminta maaf kepada wanita itu, Evan langsung kabur dari hadapan wanita itu, namun niatnya itu digagalkan oleh wanita itu. Ya, wanita itu adalah Grace mantan kekasih adiknya, Evan kaget saat melihat Grace karena ia takut Grace memberitahukan keberadaannya kepada orang tua Evan ataupun kepada Aaron.


"Kau tidak perlu takut kepadaku Evan!" Ucap Grace."Aku tidak akan memberitahukan keberadaanmu ini," Lanjut Grace.


"Apa kau benar tidak akan memberitahukannya kepada keluargaku Grace?" Tanya Evan panik.


Grace hanya mengangguk. "Mengapa kau disini tapi tidak membawa mobil mewahmu Evan?" Tanya Grace.


"Semua fasilitas dan semua kartu kreditku sudah diblokir oleh orang tuaku, maka dari itu aku tidak mempunyai apa-apa sekarang," Jawab Evan.


Evan pun menceritakan semua yang terjadi kepada Grace secara detail tanpa ada sedikit pun yang terlewat. Grace pun tersenyum lalu membisikan sesuatu ditelinga Evan. Evan pun hanya mengangguk.


"Jika kau berhasil, aku akan memberikanmu uang yang sangat banyak," Ucap Grace tersenyum penuh kemenangan.


"Baiklah," Jawab Evan menyetujui.


Evan dan Grace pun berpisah dan meninggalkan club itu.

__ADS_1


__ADS_2