Crazy Agreement

Crazy Agreement
Bab 16 : Hamil


__ADS_3

Suara alarm dari jam arloji yang berada dikamar mewah itu berhasil membangunkan wanita cantik yang sedang tertidur lelap disamping suami nya yang sangat tampan. Ya Caitlin lah yang kini terbangun karena suara alarm yang sangat keras itu.


Caitlin mulai beranjak dari tidur nya, tidak lupa ia pun mengecek kondisi suami nya yang beberapa hari kemarin demam tinggi.


Caitlin kembali meletakkan tangan nya di dahi Aaron, dan Caitlin merasa lega karena suhu tubuh Aaron kini sudah kembali normal. Ia tersenyum karena kini suami nya sudah sembuh, dan tidak membuatnya khawatir lagi.


"Mas bangun!" Ucap Caitlin lembut sambil membangunkan Aaron yang masih nyaman dengan tidur nya.


Aaron menggeliatkan badan nya, tidak berselang lama pun Aaron mulai membuka mata nya perlahan. Caitlin yang melihat suami nya sudah terbangun pun memberikan sebuah senyuman yang sangat manis.


"Kondisi mu sudah normal kembali mas, tadi aku mengecek tubuh mu sudah sangat membaik dari hari-hari kemarin," Ucap Caitlin sambil membantu Aaron yang mulai bangkit dari tidur nya.


"Terima kasih!" Ucap Aaron. "Hari ini aku akan mulai bekerja lagi, karena sudah terlalu lama aku libur," Ucap Aaron dan bergegas untuk membersihkan diri nya.


Caitlin hanya mengangguk, dan mulai membereskan tempat tidur itu. Setelah selesai membereskan tempat tidur, Caitlin turun ke bawah menuju dapur.


Dengan wajah yang terlihat sangat ceria pun Caitlin memulai kesibukan nya dengan beberapa peralatan dapur yang tersedia di rumah mewah itu.


"Masak apa kali ini?" Tanya Caitlin sambil membuka kulkas besar yang berada di dapur itu.


Caitlin pun mengambil beberapa bahan yang ada di kulkas itu dan mulai memasak dengan senyuman yang tidak luntur sejak ia bangun tadi.


Aroma sedap yang berasal dari dapur membuat Aaron bergegas untuk segera mendatangi aroma sedap itu. Caitlin yang melihat Aaron turun dengan buru-buru hanya tersenyum.


"Hati-hati mas!" Ucap Caitlin sambil menuangkan sayur sop ke dalam sebuah mangkok yang sudah berisikan nasi untuk Aaron.


"Pagi ini aku membuatkanmu sayur sop untuk mu sarapan mas," Ucap Caitlin sambil membantu Aaron untuk duduk di meja makan.


Aaron hanya tersenyum dengan perlakuan manis istri nya itu. Caitlin kembali membuat Aaron luluh dengan perlakuan nya.


"Terima kasih!" Ucap Aaron dan mulai melahap hidangan yang ada di depan nya.


Caitlin duduk tepat di hadapan Aaron, ia yang sibuk memperhatikan Aaron sambil di iringi dengan senyuman manis nya.


"Kenapa kau melihatku dengan tatapan seperti itu?" Tanya Aaron yang mulai salah tingkah. Terlihat jelas wajah pria dingin itu kini menjadi merah.


Caitlin hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala nya. Kemudian ia beranjak dan mengambil tas kerja Aaron, itu lah yang menjadi kebiasaan Caitlin sekarang mencoba untuk memberikan perlakuan yang baik untuk suami nya.


Aaron hanya tersenyum dan segera menyusul Caitlin.


"Ini mas tas kerja mu!" Ucap Caitlin tersenyum.


Namun kali ini ada yang berbeda, Aaron lah yang lebih dulu memberikan tangan nya kepada Caitlin.

__ADS_1


"Hmm suami ku sudah mengerti sekarang," Ucap Caitlin mencium punggung tangan suami nya dan menunjukkan deretan gigi putih nya.


Aaron yang berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak terlalu bersikap dingin kepada Caitlin pun tersenyum dengan tingkah istri nya itu.


"Aku berangkat!" Ucap Aaron.


Caitlin hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya kepada mobil Aaron yang mulai melaju itu.


***


Benar saja setelah hampir seminggu Aaron tidak masuk kerja, banyak kerjaan yang kini terlantar tidak ada seorang pun yang berani menghandle pekerjaan Aaron.


"Kau adalah seorang pekerja keras Aaron, kau pasti mampu menyelesaikan ini semua dengan waktu yang cepat!" Ucap Aaron pada dirinya sendiri dan mulai sibuk mengerjakan pekerjaan nya satu persatu.


Pintu ruangan Aaron terbuka, dan Grace lah yang kini datang menghampiri Aaron. Dengan senyuman yang kini terukir di wajah cantik Grace. Namun tidak berhasil membuat Aaron membalas senyuman nya.


"Aku sedang sibuk! Jika kau datang kemari hanya untuk membicarakan hal yang tidak penting keluarlah!" Ucap Aaron dingin, malas untuk berhadapan dengan mantan kekasih nya itu.


"Ini sangat penting Aaron, ini tentang Caitlin istrimu!" Ucap Grace duduk dihadapan Aaron.


Aaron penasaran dengan apa yang diucapkan oleh Grace. Caitlin yang kini akan dibicarakan oleh Grace. Ada apa dengan Caitlin? Pikir Aaron.


"Ada apa dengan Caitlin?" Tanya Aaron langsung ke inti pembicaraan.


Sialan! Pria itu. Siapa pria itu sebenarnya? Apa pria itu adalah kekasih Caitlin? Lantas kenapa Caitlin memperlakukan ku dengan sangat manis jika ia mempunyai seorang kekasih. Pikir Aaron, Aaron yang mulai kesal mulai mengepalkan kedua tangan nya.


"Lihat lah siapa yang ada di foto ini Aaron?" Ucap Grace sambil menunjuk salah satu foto yang ia berikan kepada Aaron.


"Keluarlah!" Bentak Aaron kepada Grace.


Grace pun beranjak keluar dari ruangan Aaron, Grace terlihat sangat bahagia dengan reaksi yang Aaron berikan.


"Aaron terlihat sangat marah, dan kau Caitlin lihat saja apa yang akan terjadi padamu!" Ucap Grace sambil berjalan meninggalkan kantor Aaron.


***


Huek huek huek


Caitlin yang merasakan perut nya tidak enak sejak tadi, sudah berapa kali ia bulak-balik ke toilet untuk muntah. Kepala nya yang mulai pusing dan juga tubuh nya yang mulai melemas.


"Kenapa aku ini? Perasaan tadi pagi aku baik-baik saja," Ucap Caitlin keluar toilet setelah mengeluarkan cairan bening.


Caitlin pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit, untuk mengecek dirinya. Ia takut jika ia harus sakit dan tidak bisa membantu semua keperluan Aaron.

__ADS_1


"Nyonya Caitlin! Dokter sudah menunggumu didalam!" Ucap salah satu perawat yang berada di rumah sakit ternama di kota Jakarta itu.


Caitlin pun segera masuk ke dalam ruangan dokter itu dan menceritakan semua keluhan nya kepada dokter yang cantik itu.


"Selamat! Kau hamil," Ucap dokter cantik itu sambil memberikan surat keterangan kehamilan itu kepada Caitlin.


Caitlin yang masih tidak percaya hanya diam dan tidak bergutik, ternyata benar apa yang sempat ia pikirkan beberapa waktu lalu bahwa ia sudah melakukan nya dengan Aaron.


"Terima kasih dok!" Ucap Caitlin tersenyum dan meraih surat yang diberikan dokter itu.


Saat perjalanan menuju rumah, Caitlin tidak lepas dengan senyuman manis nya. Kini ia mulai mengerti kenapa dari tadi pagi ia terus menerus muntah dan badan nya begitu sangat lemas karena ia sedang mengandung anak nya dan Aaron.


***


Sesampai nya dirumah, ia segera menghubungi orang tua nya dan juga orang tua Aaron. Dan mereka semua sangat bahagia dengan berita kehamilan Caitlin.


Caitlin memilih untuk memberitahu Aaron setelah Aaron dirumah saja, karena berita kehamilan nya ini sangat penting untuk dirinya dan juga Aaron.


Caitlin yang sedang berbaring sambil menonton televisi itu langsung beranjak setelah mendengar suara mobil Aaron yang kini sudah tiba.


"Mass!" Teriak Caitlin berhambur menuju Aaron.


Kemudian Caitlin menarik tubuh Aaron untuk segera masuk ke dalam, Caitlin yang sangat sudah tidak sabar untuk memberitahu Aaron tentang kehamilan nya.


Aaron yang masih malas dengan Caitlin karena foto yang Grace berikan hanya mengikuti istri nya itu dengan sangat malas, ditambah wajah nya kini yang kembali dingin.


"Ada apa?" Tanya Aaron dingin.


"Tebak apa yang ada didalam amplop ini?" Ucap Caitlin tersenyum sambil memberikan amplop itu.


"Tidak tahu!" Ucap Aaron dingin dan membuka amplop yang telah diberikan Caitlin.


Hanya ekspresi datar Aaron yang kini terpancar pada wajah Aaron setelah membaca amplop yang diberikan oleh Caitlin.


"Kau hamil?" Tanya Aaron dingin.


Caitlin hanya mengangguk dan tersenyum.


"Anak siapa yang kau kandung itu?" Tanya Aaron sambil beranjak dan meninggalkan Caitlin sendiri.


"Apa maksudmu mas?" Teriak Caitlin yang melihat Aaron meninggalkan nya.


Air mata nya mengalir deras di pipi mulus Caitlin untuk kesekian kalinya. Apa yang diucapkan Aaron sangat membuat hati nya hancur.

__ADS_1


Kenapa kau berkata seperti itu mas? Apa kau berpikir bahwa ini bukan anakmu mas? Kau benar-benar tega! Ucap Caitlin dalam hati dan membiarkan air mata nya lolos dan mengalir begitu deras.


__ADS_2