
Suara kicauan burung di pagi hari ini terdengar sangat merdu ditambah dengan cuaca pagi yang sangat cerah membuat Caitlin dan Aaron yang sedang berada di halaman rumah nya tersenyum ceria.
Caitlin dan Aaron ingin melupakan sejenak kejadian yang terjadi beberapa waktu lalu. Aaron telah menyerahkan kasus itu kepada kepolisian, jadi Aaron dan Caitlin tinggal menunggu perkembangan kasus itu.
Dengan dua buah gelas yang berisi teh, dua insan itu sangat menikmati pagi yang sangat indah ini. Perut Caitlin yang sudah sangat membesar membuat mereka sangat tidak sabar menantikan kelahiran buah hati mereka.
"Mas, kau sudah menyiapkan nama untuk anak kita nanti?" Tanya Caitlin sambil menyeruput segelas teh yang ada dihadapan nya.
"Belum sayang, aku serahkan semuanya kepadamu. Aku ingin kau yang memberikan nama untuk anak kita," Ucap Aaron meraih tangan Caitlin.
"Baiklah, aku pun belum menyiapkan nama untuk anak kita. Nanti saja kalau anak kita sudah lahir," Ucap Caitlin tersenyum dengan sangat manis membuat Aaron sangat gemas kepada Caitlin.
__ADS_1
"Kau terlihat sangat cantik sayang, aku sangat beruntung memiliki istri sepertimu. Kau bukan hanya cantik di wajah saja tapi hatimu juga sangat cantik," Ucap Aaron membuat Caitlin menjadi salah tingkah.
"Kau ini bisa saja mas," Ucap Caitlin sambil salah tingkah.
Caitlin tak henti memandang suaminya itu, ia masih tidak percaya jika kini Aaron benar-benar mencintai nya. Dia sangat berterima kasih kepada Tuhan karena telah mengabulkan doa-doa nya selama ini.
Semesta pun seperti mengetahui apa yang dirasakan oleh Caitlin, kebahagiaan lah yang kini mengiringi setiap hari nya. Walaupun masih tersimpan rasa cemas dan khawatir karena Evan masih belum ditemukan sampai saat ini.
"Aku sangat tidak sabar menantikan anak kita lahir sayang," Ucap Aaron mengelus perut besar milik Caitlin.
"Aku juga mas, aku yang lebih tidak sabar," Ucap Caitlin tersenyum dan menyimpan tangan nya diatas tangan Aaron yang masih mengelus perut besar nya.
__ADS_1
"Nanti jarak antara anak pertama dan kedua kita jangan terlalu jauh ya sayang," Kekeh Aaron membuat Caitlin tertawa sangat kencang.
"Kau ini, anak pertama saja belum lahir sudah minta anak kedua mas," Ucap Caitlin memukul pelan tubuh Aaron.
"Tidak apa-apa lah, justru itu bagus. Cita-citaku kan punya anak 11 biar kita bisa buat tim sepak bola sendiri," Ucap Aaron yang tidak bisa berhenti tertawa itu.
"Kau ini! Baiklah kalau begitu kau yang mengandung 10 anak kita selanjutnya ya," Kekeh Caitlin.
Mereka terlihat sangat bahagia, hari-hari mereka kini selalu di iringi dengan canda tawa. Tidak ada lagi suasana dingin di rumah mewah itu. Yang Caitlin rasakan hanyalah kehangatan dan kenyamanan semenjak Aaron mencintainya.
Ucapan Aaron tentang mempunyai 11 anak terngiang di pikiran Caitlin, ia membayangkan betapa ramai nya rumah ini jika benar mempunyai 11 anak. Caitlin langsung membuang pikiran nya itu, melahirkan saja belum tahu rasa nya seperti apa, tapi sudah memikirkan mempunyai 11 anak.
__ADS_1
Ya Tuhan aku tidak pernah berhenti untuk meminta kepadamu! Jagalah selalu keluarga kami dari segala hal yang tidak baik, izinkanlah kami untuk selalu bahagia tanpa ada satu air mata pun yang menetes.