Crazy Agreement

Crazy Agreement
Bab 9 : Dingin


__ADS_3

Cahaya matahari menembus jendela kamar yang membuat Caitlin segera terbangun dari mimpi nya, saat ia melepaskan selimut tebal yang di gunakan nya ia terkejut melihat tubuh nya yang polos hanya tertutup oleh selimut tebal itu, Caitlin bingung apa yang terjadi pada nya. Tak lama pun Aaron ikut terbangun, dan melihat Caitlin seperti orang yang kebingungan.


Aaron pun beranjak dari ranjang dengan menggunakan celana pendek ketat saja, berlalu melewati Caitlin tanpa menghiraukan wanita di samping nya itu yang masih saja dengan wajah kebingungan nya itu. 


Caitlin semakin kebingungan, dirinya yang tidak menggunakan sehelai pakaian pun dan Aaron yang hanya menggunakan celana pendek saja, apa yang sebenarnya terjadi? Pikir Caitlin


Setelah Aaron selesai membersihkan diri di toilet, ia langsung bergegas untuk berangkat kerja. Namun Aaron melihat Caitlin yang masih setia dengan posisi nya tadi, wajah Caitlin yang masih saja kebingungan, namun Aaron lagi-lagi tak menghiraukan nya, dan langsung pergi meninggalkan Caitlin.


Caitlin seperti kehilangan mood untuk melakukan segala kegiatan yang biasa nya selalu ia lakukan, biasa nya ia selalu membuatkan sarapan untuk Aaron sebelum suami nya itu berangkat kerja, namun pagi ini Caitlin sama sekali tidak menyiapkan menu sarapan untuk suami nya itu.


Aaron pun mengerti dengan keadaan Caitlin sekarang, mungkin Caitlin masih belum mengetahui apa yang terjadi semalam bersama Aaron, namun Aaron memilih untuk tidak memberitahu nya ia akan memberitahu jika Caitlin bertanya pada nya. Aaron pun segera membuka pintu kulkas, diambil nya dua buah roti tawar dan selai cokelat lalu ia mengoleskan roti itu dengan selai cokelat yang dibawa nya. Sarapan roti saja tidak membuat perutku kenyang, pikir Aaron.


Caitlin yang baru saja selesai membersihkan dirinya, ia segera mengenakan pakaian yang telah dipilih nya, dress cantik berwarna hitam dengan lengan panjang, kemudian ia menambah sedikit aksesoris jepit di rambut hitam nya yang ia biarkan tergerai dengan sangat cantik, Caitlin pun melangkah menuju meja rias untuk memoleskan sedikit make up di wajahnya agar tidak terlihat begitu pucat, dengan lipstik berwarna merah membuat Caitlin terlihat sangat cantik dan sempurna.


Caitlin berencana untuk menemui sahabat nya, walaupun masih dengan perasaan yang penuh dengan tanda tanya, jika ia hanya termenung di rumah mewah itu semakin membuatnya bingung dan bertanya-tanya dengan apa yang terjadi pada dirinya semalam. Caitlin pun langsung mengambil kunci yang tersimpan rapih diatas lemari, tanpa berlama-lama Caitlin pun bergegas keluar menuju mobil.


Saat di perjalanan Caitlin mendengarkan sebuah lagu yang diputar di radio mobilnya, lagu itu berjudul Versace On The Floor milik penyanyi yang sangat terkenal yaitu Bruno Mars. Saat mendengarkan lagu tersebut  Caitlin pun berpikir apa yang terjadi dengan dirinya dan Aaron, Caitlin langsung membuang pikiran gila nya itu, tidak mungkin dia dan Aaron melakukan nya.


Terlihat lah kedua sahanat nya itu sudah menunggu Caitlin, Caitlin pun langsung bergegas menghampiri kedua sahabat nya itu.


"Maaf aku sudah membuat kalian menunggu lama," Ucap Caitlin lemah dan duduk di sebelah Kylie.


"Tidak apa-apa Caitlin santai saja, tumben sekali kau mengajak kita keluar?" Tanya Kylie.

__ADS_1


"Aku hanya jenuh di rumah dan butuh teman saja," Ucap Caitlin dingin.


Noah dan Kylie saling menatap, ada yang aneh dengan Caitlin hari ini. Tidak biasanya Caitlin menjadi lebih murung seperti sekarang, biasanya ia yang selalu ceria dan saling becanda dengan kedua sahabat nya itu. Ada apa sebenarnya dengan Caitlin? Pikir Noah.


"Apa kau baik-baik saja Caitlin?" Tanya Noah yang semakin penasaran dengan apa yang terjadi pada Caitlin. Caitlin hanya menggelengkan kepala nya saja, seperti enggan untuk berbicara.


Caitlin kembali mengingat apa yang terjadi pada dirinya, sejak pulang dari acara pertemuan dengan klien Aaron, ia sudah tak bisa mengingat apapun. Ditambah kejadian tadi pagi yang membuat nya semakin bingung ketika ia terbangun dari tidur nya tidak menggunakan busana yang hanya ditutupi oleh selimut tebal.


"Caitlin kau mengajak kita kesini hanya untuk menyaksikan kau yang sibuk melamun itu?" Tanya Kylie yang membuat Caitlin terkejut dengan suara keras Kylie.


"Stop Kylie jangan berbicara seperti itu, mungkin Caitlin sedang ada sedikit masalah. Apa yang terjadi denganmu Caitlin? Apa suami mu menyakitimu?" Tanya Noah mengelus punggung Caitlin. Namun Caitlin lagi-lagi hanya menggelengkan kepala  nya, ia masih enggan untuk bercerita kepada kedua sahabat nya itu. Lagian pula ia bingung harus menceritakan apa yang sebenarnya ia pun tak tahu apa yang terjadi.


"Caitlin?" Lanjut Noah dengan lembut.


Kylie hanya menggelengkan kepala nya, ia nampak sangat bingung dengan tingkah laku sahabat nya itu yang berbeda dari biasanya. Kylie mencoba untuk memeluk Caitlin bertujuan untuk membuat Caitlin jauh lebih tenang.


"Kylie benar Caitlin, kau jangan sungkan untuk bercerita ke kita, kita pasti akan mendengarkan nya dengan sangat baik," Ucap Noah tersenyum dan memeluk kedua sahabat nya itu.


Caitlin merasa sangat beruntung memiliki sahabat seperti Kylie dan Noah, ketika Ia mempunyai suami seperti Aaron yang dingin bahkan tidak pernah memperdulikan nya. Namun kedua sahabatnya lah yang selalu peduli dari setiap hal kecil yang terjadi pada dirinya. Kini Caitlin tidak bisa menahan air matanya lagi dan memeluk kedua sahabatnya itu.


"Aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti kalian," Ucap Caitlin melepaskan pelukannya.


"Jadi sebenarnya apa yang terjadi padamu?" Tanya Noah menatap tajam mata Caitlin.

__ADS_1


"Kalian tidak perlu khawatir karena tidak terjadi apapun padaku," Ucap Caitlin tersenyum.


"Lain waktu kau jangan membuat kita khawatir dan bingung seperti tadi. Jika Aaron berani menyakitimu aku tidak akan tinggal diam!" Lanjut Noah. Caitlin mengangguk seraya mengiyakan apa yang diucapkan Noah.


"Kau jangan bersedih lagi Caitlin," Ucap Kylie memeluk kembali Caitlin. Caitlin pun tersenyum dan membalas pelukan Kylie.


Noah tersenyum melihat kedua sahabatnya yang sedang berpelukan, Ia sangat menyayangi kedua sahabatnya itu dan Noah berjanji pada dirinya sendiri jika Ia tidak akan tinggal diam jika salah satu diantara sahabatnya itu ada yang tersakiti.


***


Aaron tengah sibuk dengan beberapa file pekerjaan yang kini menumpuk karena kemarin Ia memilih untuk tidak bekerja. Kini, Ia mulai menyelesaikan pekerjaannya satu persatu.


Saat Aaron tengah sibuk dengan pekerjaannya tiba-tiba pintu ruangannya terbuka lebar dan terlihatlah seorang wanita yang langsung menghampirinya dan memeluk Aaron dengan tidak terduga.


"Apa yang kau lakukan Grace?" Tanya Aaron dan melepas paksa pelukan Grace.


Grace menangis menjadi-jadi membuat Aaron kebingungan dan risih akan tingkah wanita itu.


"Tolong aku Aaron, Aku tidak tau lagi harus berlari kepada siapa selain kepada mu?" Ucap Grace dengan suara yang tersedu-sedu.


"Apa masalahmu?" Ucap Aaron dengan ketus dan kembali sibuk mengurus pekerjaannya.


"Daniel menamparku Aaron, padahal aku tidak memiliki salah kepadanya. Dia selalu berbuat kasar kepadaku, tolonglah aku Aaron!" Pinta Grace meraih tangan kekar Aaron.

__ADS_1


"Lalu apa urusannya denganku?, Daniel itu kekasihmu bukan? Lantas mengapa kau malah menemui ku? mengapa kau tidak menyelesaikan masalahmu baik-baik bersamanya?, mengapa kau malah datang ke pria yang telah beristri? Apa kau tidak malu Grace?" Ucap Aaron menepis tangan yang dipegang oleh Grace. "Keluarlah dari ruanganku!" Lanjut Aaron dan kembali menyelesaikan pekerjaannya.


Grace pun yang merasa terhina langsung keluar dari ruangan Aaron sambil menangis sangat kencang dan menjadi pusat perhatian dari para karyawan yang bekerja di perusahaan Aaron. Tapi Grace tidak peduli dengan orang-orang disekitarnya yang kini sibuk memperhatikannya, Ia langsung bergegas keluar dari perusahaan itu. Kau lihat saja Aaron aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkanmu kembali, Caitlin berbicara pada dirinya.


__ADS_2