
Pagi ini suasana rumah mewah itu sudah dihadiri keluarga besar Caitlin dan juga Aaron. Mereka yang mendengar bahwa ada seseorang yang ingin mencelakai Caitlin dengan cepat datang untuk menemui dan memastikan keadaan Caitlin.
Caitlin yang sedang berada didalam pelukan seorang wanita paruh baya yang tak lain adalah Natalie ibu nya. Ibu nya tak henti menangis sambil memeluk erat anaknya itu.
"Aku sangat heran kenapa ada seseorang yang berniat jahat kepadamu sayang," Ucap Natalie menangis dengan sangat kencang.
Simon, ayah Caitlin segera menghampiri kedua wanita yang sangat di cintainya. Mencoba menenangkan Natalie dan Caitlin yang masih saja menangis.
"Sudahlah sayang kau jangan membuat anak kita semakin bersedih!" Ucap Simon mengelus lembut punggung istri nya itu.
"Apa kau sudah menemukan pelakunya Aaron?" Tanya Philips ayah Aaron.
"Aku sudah memeriksa CCTV disekitar tempat kejadian itu dan aku sudah mendapatkan nomor polisi mobil pelaku itu," Jawab Aaron.
__ADS_1
"Kau harus segera mencari tahu siapa dia, berani-berani nya dia menyakiti menantu kesayanganku!" Ucap Philips tidak bisa lagi menahan amarahnya.
Sarah ibu Aaron mencoba untuk menenangkan suami nya yang sudah sangat emosi itu. Sarah sudah sangat mengerti dengan sikap suami nya, jika suami nya sudah marah bisa hancur dunia ini.
"Sudahlah sayang kau jangan terlalu emosi, aku yakin pelaku itu akan segera ditemukan," Ucap Sarah mencoba untuk menenangkan Philips.
Suasana dirumah mewah itu kini menjadi sangat tegang, banyak kekhawatiran dan rasa emosi didalamnya. Orang-orang yang berada di rumah itu seolah mengutuki siapa yang tega berbuat perilaku keji itu.
***
Evan, itu nama yang keluar ketika Noah mencari nomor polisi mobil yang mencelakai Caitlin. Noah seakan dilanda kebingungan, hati dan pikiran nya bertanya-tanya. Siapakah Evan dan dengan motif apakah orang itu ingin mencelakai Caitlin.
"Aku bingung Kylie. Siapa orang ini, kenapa ia tega melakukan hal keji ini?" Tanya Noah yang masih fokus kepada layar laptop yang ada dihadapan nya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu, bahkan aku tidak mengenali siapa pria itu. Aku tidak pernah mendengar Caitlin bercerita tentang pria yang bernama Evan ini," Jawab Kylie menatap serius Noah.
"Kita harus segera memberitahu bukti ini kepada Caitlin dan juga Aaron. Mungkin mereka mengenali siapa pria ini," Ucap Noah sambil menutup keras laptop nya.
"Kau benar, ayo!" Ucap Kylie beranjak dari duduk nya.
Mereka pun segera bergegas menuju rumah Caitlin, bukti yang mereka dapat ini sudah sangat akurat. Mereka sudah sangat bersemangat untuk mencari keberadaan pria itu.
***
Disisi lain, Evan yang masih saja setia dengan lamunan nya. Pandangan nya sangat kosong seperti banyak sekali beban yang sedang ia pikirkan. Rasa bersalah kini mulai menghantuinya, hanya demi uang ia rela mencelakai adik ipar nya sendiri.
Evan merasa dirinya benar-benar sudah dikuasai oleh Grace, ia tak habis pikir mengapa Grace bisa berpikiran untuk melibatkan dirinya untuk melakukan kejahatan itu.
__ADS_1
Yang membuat Evan sangat takut sekarang adalah Aaron berada ditempat kejadian itu, ia tahu bahwa adiknya bukanlah orang yang bodoh. Evan sangat tahu bahwa adiknya itu seorang yang pintar dan tidak akan tinggal diam dengan masalah ini. Hancur sudah jika Aaron sampai mengetahui bahwa dirinya lah yang berniat untuk mencelakai Caitlin.
"Arghhhh ini semua gara-gara kau Grace!" Teriak Evan sangat frustasi.