Crazy Agreement

Crazy Agreement
Bab 11 : Mencoba Meluluhkan Es


__ADS_3

Caitlin yang masih nyaman dengan mimpi nya terkejut mendengar suara arloji yang begitu keras, ia langsung bergegas dari ranjang bersiap-siap membuatkan sarapan untuk suami nya yang masih tertidur lelap. Hari ini adalah hari minggu, jadi Aaron tidak pergi bekerja.


Caitlin yang sudah tidak ingin memikirkan kembali dengan yang terjadi pada dirinya, kini ia memulai kembali dengan dirinya yang selalu ceria seperti biasanya. Ia yang sibuk dengan peralatan masak nya, sambil sesekali ia bernyanyi lagu-lagu favoritnya semasa ia belum menikah dulu.


"I'd climb every mountain And swim every ocean just to be with you and fix what i've broken. Oh, cause I need you to see that you are the reason," sedikit lirik yang ia nyanyikan, sejak dulu ia sangat menyukai lagu You're The Reason ini yang dipopulerkan oleh penyanyi terkenal Calum Scott.


Menu hidangan yang Caitlin siapkan untuk Aaron pagi ini adalah sayur asam, ayam goreng, dan juga ada tahu tempe yang lengkap dengan sambal khas buatan nya. Caitlin yang sudah merasa pekerjaan di dapur telah selesai, ia berlanjut untuk membersihkan pekerjaan rumah lainnya.


Aaron yang mulai terbangun dari tidur nya, mencari sosok Caitlin yang sudah tidak ada disampingnya, mungkin ia sudah dibawah, pikirnya. Aaron pun segera bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah Aaron sudah selesai membersihkan diri, ia bersantai sejenak dengan menggunakan kaos polos berwarna hitam dengan celana jeans selutut, yang membuat badan kekarnya nampak terlihat jelas. Ia mulai membuka ponsel dan mengecek ponselnya ternyata banyak pesan dari Grace.


[Aaron, Daniel kembali berbuat kasar padaku] Ucap Grace dalam pesan singkat itu. Aaron yang malas untuk membalas pesan dari Grace itu memilih untuk langsung menghapus pesan tersebut.


Dulu Aaron sangat mencintai Grace dengan sangat tulus, selalu memberi apa yang dibutuhkan oleh Grace. Dia selalu menganggap jika Grace adalah wanita terbaik yang dikirimkan Tuhan untuknya, namun apa yang dianggap oleh Aaron berbalik 90 derajat. Grace tega mengkhianati cinta tulus Aaron  berselingkuh dengan lelaki brandalan seperti Daniel. Oleh sebab itu ia tidak ingin lagi membuka hati nya untuk Grace walaupun rasa cinta untuk Caitlin belum tumbuh sedikit pun.


*** 


Caitlin yang kini sedang duduk santai di sofa ruang tengah sedang memikirkan bagaimana cara untuk mendapatkan rumah tangga yang normal seperti diluar sana.Ia yang merasa lelah terus menerus di acuhkan oleh Aaron mulai berpikir untuk dirinya memulai lebih dahulu untuk sering membuka percakapan dengan suami nya yang seperti es itu. Meskipun ia tahu apa respon dari Aaron nanti nya tidak akan membuat Caitlin menyerah. Ia harus mendapatkan hati Aaron sepenuhnya walaupun ia juga masih belum mempunyai perasaan kepada pria yang kini menjadi suami nya itu.


Caitlin pun bergegas kembali menuju kamar, karena ia rasa tubuh nya sudah sangat kucel dan butuh membersihkan diri sebelum memulai aksi nya untuk mendekati Aaron. Saat Caitlin masuk kedalam kamar, ia tidak melihat Aaron diranjang. Mungkin dia di balkon, pikirnya.


Caitlin yang sudah selesai membersihkan diri, keluar mengenakan kaos ketat berwarna hitam dan celana pendek berwarna putih, rambutnya yang ia cepol asal dengan wajah yang sedikit menggunakan make up agar tidak terlihat pucat.


Aaron yang masih saja sibuk dengan ponselnya terkejut dengan kedatangan Caitlin secara tiba-tiba. Aaron hanya mendengus kesal.


"Ternyata kau disini, tadi aku sudah membuatkan sarapan untukmu," Ucap Caitlin mencoba membuka percakapan dengan tersenyum sangat manis. Namun lagi-lagi Aaron hanya mengangguk malas.


"Ayolah pergi sarapan bersamaku Aaron," Lanjut Caitlin sambil menarik paksa lengan Aaron untuk membawa suami nya itu ke meja makan. Aaron pun yang kesal tapi tidak membanta pun menuruti keinginan istrinya itu.


Sesampainya mereka di meja makan, Caitlin langsung sigap mengambil nasi dan beberapa lauk yang telah ia buat ke piring milik Aaron dan piring miliknya.


"Ini terlalu banyak untukku Caitlin," Ucap Aaron dengan dingin dengan wajah datarnya.

__ADS_1


"Kau perlu makan yang banyak suamiku, kau butuh tenaga untuk bekerja keras membahagiakan ku bukan?" Kekeh Caitlin, namun Aaron hanya menggelengkan kepala nya malas menanggapi Caitlin.


Aaron yang sudah selesai dengan sarapan nya memutuskan untuk bergegas keluar dan mengambil kunci mobil yang tersimpan rapi diatas lemari, Caitlin yang masih belum selesai menghabiskan sarapannya itu langsung berlari mengejar Aaron.


"Hei tunggu! Kau mau kemana? Bukan nya hari ini hari Minggu dan kau libur bekerja?" Tanya Caitlin cerewet.


"Bukan urusanmu!" Ucap Aaron meninggalkan Caitlin.


Caitlin mendengus kesal.


***


Aaron mulai menjalankan mobilnya, sebetulnya ia pun tidak tahu akan pergi kemana. Namun jika ia diam dirumah, ia akan merasa semakin pusing dengan tingkah laku istrinya itu. Karena jujur Aaron sangat risih dengan wanita yang agresif, dan sekarang Caitlin berubah menjadi istri yang sangat agresif.


"Kenapa dia berperilaku seperti itu sekarang setelah seharian kemarin dia diam saja," Ucap Aaron sambil melanjutkan perjalannya yang tidak tahu akan kemana.


"Lagian pula kenapa aku memikirkan dia," Lanjut Aaron.


"Hallo Aaron kau ini kemana sebenarnya?" Ucap Caitlin cerewet.


"Kau lupa, kau jangan pernah mencampuri urusanku karena aku pun tidak pernah mencampuri urusanmu," Ucap Aaron ketus.


"Tapi, " Lanjut Caitlin belum beres melanjutkan ucapan nya Aaron sudah terlebih dulu mematikan panggilan tersebut.


Mengganggu saja, pikir Aaron.


***


Caitlin yang sangat kesal dengan Aaron yang langsung mematikan panggilan nya saat ia belum selesai berbicara. Namun Caitlin tidak akan menyerah sampai disini, ia akan berusaha lebih keras lagi untuk mencairkan suami nya yang dingin itu.


Caitlin pun segera mengambil kembali ponsel nya dan langsung membuka browser, ia mencari "Bagaimana cara meluluhkan pria yang dingin seperti es", ia pun tertawa dengan apa yang dilakukan nya, sampai mencari cara melalui internet untuk mencari cara agar suami nya itu luluh kepadanya.


"Oh seperti itu caranya, akan ku coba!" Ucap Caitlin

__ADS_1


Caitlin yang bosan menunggu kedatangan Aaron pun memutuskan untuk menghubungi kylie sahabatnya.


"Hai Cait, ada apa? tumben sekali kau menghubungiku," Ucap Kylie .


"Ah biasa lah aku butuh teman yang bisa ku ajak bicara sekarang," Jawab Caitlin.


"Kemana suamimu?" Tanya Kylie.


"Biasalah ada urusan pekerjaan yang harus dia selesaikan," Bohong Caitlin.


"Wah kau sangat beruntung memiliki suami seperti dia, pria yang sangat pekerja keras yang tentunya untuk membahagiakan kau istrinya bukan begitu?" Tanya Kylie tertawa.


"Kau bisa saja," Jawab Caitlin. Saat Caitlin sedang asik mengobrol dengan Kylie, terdengar suara mobil Aaron yang terdengar sudah tiba di halaman rumah nya. "Eh kylie sepertinya suamiku sudah datang aku matikan ya, bye!" Lanjut Caitlin mematikan panggilan itu.


Dengan mempercepat langkahmya, Ia segera menghampiri Aaron yang baru saja turun dari mobil, Aaron yang melihatnya langsung mendengus kesal . Aaron pun melangkah langsung melewati Caitlin yang berdiri di depan mobilnya itu.


"Aaron tunggulah sebentar!" Ucap Caitlin yang mencoba mengejar Aaron masuk kedalam rumah.


"Ada apa lagi?" Tanya Aaron menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya menghadap ke Caitlin. 


"Duduklah dulu, ada yang ingin aku bicarakan," Jawab Caitlin langsung bergegas dan duduk disofa ruang tengah. Aaron pun tidak bisa menolak dan mengikuti permintaan Caitlin.


"Apa yang ingin kau bicarakan? Apa uang bulanan yang ku berikan kepadamu tidak cukup? Kalau tidak cukup akan ku tambahkan lagi jumlah uang bulananmu," Ucap Aaron.


"Bukan itu, kalau masalah uang bulanan darimu itu sudah sangat cukup bagiku," Jawab Caitlin.


"Lalu apa?" Tanya Aaron malas.


"Aku tahu kita menikah karena terpaksa, dan aku tahu kau sangat tidak peduli denganku. Tapi ku mohon Aaron, jika memang diantara kita tidak ada perasaan cinta sedikitpun setidaknya kita bisa menjadi teman dirumah ini," Pinta Caitlin meraih tangan Aaron.


"Apa menjadi temanmu? Caitlin kau itu adalah istriku, tapi bukan istri yang ku harapkan. Jadi tolong kau dengar, aku tidak ingin sama sekali menjadi temanmu! Kau paham?" Ucap Aaron dingin dan melangkah pergi meninggalkan Caitlin sendirian.


Tanpa Caitlin sadari air matanya kini kembali turun, sungguh hatinya sangat sakit mendengar ucapan dari suaminya itu. Apakah Aaron sama sekali tidak mengharapkannya?  

__ADS_1


__ADS_2