
Saat Caitlin sedang menunggu Aaron dan Alice, tiba-tiba ada seorang pria yang menghampiri dirinya. Ia yang merasa sudah tidak kuat dengan tubuhnya lebih memilih untuk tidak menghiraukan pria tersebut.
"Hai nona cantik," Ucap pria itu mencoba untuk menggoda Caitlin. Namun Caitlin sama sekali tidak menghiraukan pria tersebut. Saat ini yang ia butuhkan adalah Aaron suaminya.
"Ayolah nona manis berkenalan denganku, jangan sombong seperti itu nona cantik," Lanjut pria itu yang membuat Caitlin semakin pusing.
Disisi lain, Aaron yang mendengarkan cerita dari Alice langsung bergegas mencari keberadaan Caitlin. Ada rasa khawatir dalam diri Aaron kepada Caitlin. Ia terus berlari mencari tanpa menghiraukan orang-orang yang menyapanya, karena Caitlin lah yang kini ada dalam pikirannya.
Grace yang masih sibuk memperhatikan Caitlin lagi-lagi tersenyum melihat pria suruhan nya mulai mendekati Caitlin. Grace merasa sedang menyaksikan drama yang begitu seru. Sesekali ia tertawa tanpa mempedulikan orang-orang yang memperhatikannya.
Aaron yang terus berlari masih saja tidak dapat menemukan keberadaan istri nya itu. Akhirnya ia berlari menuju taman yang berada dibelakang hotel tersebut, dan ia menemukan Caitlin yang sedang berdiri dengan seorang pria yang bahkan tidak ia kenali itu.
"Kurang ajar," ucap Aaron segera menghampiri Caitlin dan pria asing tersebut.
Caitlin yang mulai menyadari dengan kedatangan Aaron merasa lega karena ia benar-benar membutuhkan Aaron untuk membantunya saat ini. Meskipun mereka menikah karena terpaksa, namun tetap ada rasa saling membutuhkan didalamnya. Caitlin benar-benar merasa lega karena Aaron mulai meraih tubuhnya yang terasa semakin tidak enak.
"Caitlin kau tidak apa-apa?" Tanya Aaron khawatir namun tetap dengan wajah datarnya.
"Aku hanya merasa sedikit pusing dan tubuhku serasa resah dan juga lemas Aaron," Ucap Caitlin menggenggam tangan Aaron. Aaron yang sebenarnya tidak nyaman dengan Caitlin yang memegang tangannya, namun kini Caitlin lebih penting.
"Tapi siapa pria ini? Mengapa kau berada disini bersamanya?" Tanya Aaron sambil melihat pria asing itu dengan sangat sinis.
"Aku pun tidak tahu Aaron, tiba-tiba ia datang menghampiriku tadi," jawab Caitlin jujur
"Bukan nya tadi kau bersedia berkenalan denganku nona cantik?" Bohong pria asing itu.
__ADS_1
"Apa maksudmu? jangan kau berani menggoda istriku!" Ucap Aaron dengan nada yang sedikit dinaikan kepada pria asing tersebut. "Pergi kau dari hadapanku!" Lanjut Aaron mendorong pria asing tersebut.
Saat Aaron akan memarahi Caitlin Ia melihat wajah Caitlin yang mulai keluar bintik-bintik merah. Lalu Aaron meletakan telapak tangannya di dahi Caitlin, dan ternyata suhu tubuh Caitlin semakin panas. Dan itu berhasil membuat Aaron semakin khawatir dengan keadaannya dan mengurungi niat untuk memarahi istrinya itu. Tanpa berpikir lama Aaron segera membawa Caitlin dengan menggendong tubuh kecil istrinya itu menuju mobil untuk pulang ke rumah mereka.
Hanya keheningan yang berada di dalam mobil tersebut, Aaron yang fokus mengemudi dan Caitlin yang memilih untuk tertidur sebentar untuk mengurangi rasa resah gelisah dan pusing di kepalanya. Sesekali Aaron melirik istrinya yang kini terlelap, Aaron semakin khawatir saat melihat istrinya yang kini tubuhnya mulai bergetar. Aaron memutuskan untuk melipir ke pinggir jalan dan berhenti sejenak untuk memastikan keadaan Caitlin.
"Sebenarnya apa yang kau rasakan Caitlin?" Ucap Aaron menggengam tangan istrinya, namun tetap dengan ekspresi datarnya itu. Namun Caitlin sama sekali tidak merespon pertanyaan dari Aaron. Dan membuat Aaron semakin kebingungan. Akhirnya Aaron memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah.
***
Disisi lain Grace nampak sangat marah dan kesal karena rencana yang telah Ia buat gagal. Dia kesal karena tidak berhasil membuat Aaron marah kepada Caitlin dan membuat Caitlin malu. Kini Ia berjalan menghampiri pria suruhannya tadi.
"Hey Kau tunggu!" Ucap Grace berlari mengejar pria asing itu yang mencoba lari dari Grace.
"Aku sudah membayarmu dengan sangat mahal, namun kau tidak becus melakukannya. Dasar tidak berguna!" Ucap Grace meluapkan seluruh emosi yang ada pada dirinya.
"Aku tidak akan pernah menyerah, kali ini memang gagal; karena pria tidak berguna itu. Namun akan ku pastikan rencanaku selanjutnya akan berhasil membuatmu hancur Caitlin!" ucap Grace pada dirinya sendiri.
***
Kini Caitlin dan Aaron sudah samapi dirumah mewah mereka. Namun Caitlin masih sama semenjak acara tadi, Caitlin merasakan tubuhnya semakin gelisah dan juga ia merasa tubuhnya semakin menggigil. Aaron yang kini sibuk menyiapkan teh hangat untuk membuat Caitlin merasa lebih hangat.
"Minumlah, aku buatkan kau teh hangat. Supaya kau tidak terlalu menggigil seperti itu," Ucap Aaron memberikan secangkir teh hangat kepada Caitlin.
"Terima kasih Aaron, maafkan aku sudah merepotkanmu," Ucap Caitlin menerima cangkir yang diberikan Aaron, namun seperti biasa aaron tidak menghiraukan perkataan Caitlin. Aaron lebih memilih untuk naik keatas menuju kamarnya dan meninggalkan Caitlin.
__ADS_1
Caitlin meminum teh hangat yang diberikan Aaron sambil menonton televisi, walaupun Aaron selalu dingin dan berbicara seadanya tapi tadi memperlihatkan sisi lembut yang tidak pernah Caitlin lihat sebelumnya. Dan Caitlin sedikit merasakan lega karena ternyata suaminya bisa berbuat baik juga terhadap dirinya.
***
Aaron yang kini berada dibalkon luar kamarnya, tengah memikirkan sebenarnya apa yang terjadi kepada istrinya di acara tadi sampai membuat istrinya seperti itu. Dan jujur dalam hatinya ia merasa sangat khawatir dengan keadaan Caitlin. Aaron selalu membatasi dirinya kepada Caitlin karena ia tidak ingin salah satu diantara mereka mulai menaruh perasaan, karena itu hal yang tidak Aaron inginkan.
Ponsel Aaron pun berdering, ada panggilan masuk dari orang yang tidak Aaron kenal. Aaron akhirnya memutuskan untuk menjawab panggilan tersebut.
"Halo! Maaf ini dengan siapa? Nomormu tidak tersimpan diponselku," Ucap Aaron dingin.
"Apa kau benar-benar sudah melupakanku Aaron?" tanya seorang wanita ditelepon tersebut.
"Sekarang aku tahu siapa kau! Mau apa lagi kau menghubungiku? Dengarkan Grace mau seperti apapun kau beusaha untuk menarik perhatianku lagi, jangan pernah berharap Grace. Hatiku sudah benar-benar tertutup untukmu," Ucap Aaron tegas.
"Tapi Aaron, ku mohon maafkanlah semua kesalahanku dulu," Pinta Grace memohon.
"Aku sudah memafkanmu sejak lama, tapi kesalahanmu akan aku ingat sampai kapanpun," Jawab Aaron dan mematikan telepon itu.
***
Caitlin melangkah masuk ke dalam kamar dan mulai mencoba membaringkan tubuhnya diatas kasur. Sesekali ia melihat ke arah balkon terlihat suaminya yang sibuk dengan ponselnya. Ia pun mencoba untuk memejamkan matanya, namun usaha nya itu tidah berhasil. ia kembali merasakan gelisah pada tubuhnya.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepadaku? Mengapa aku menjadi gelisah seperti ini?" ucap Caitlin dengan suara yang cukup keras sehingga membuat Aaron segera menghampiri dirinya.
"Apa yang terjadi? Kau tidak apa-apa?" tanya Aaron.
__ADS_1
"Aku hanya bingung mengapa aku seperti ini Aaron? Aku sangat gelisah tubuhku terasa sangat dingin," Ucap Caitlin menggigil. Aaron pun menarik selimut dan mulai menutupi tubuh Caitlin yang semakin kedinginan, ia pun naik ke atas kasur dan mulai membaringkan tubuhnya disamping Caitlin.