
Keesokan harinya, seperti biasa Caitlin bangun lebih dulu dibandingkan Aaron. Ucapan Aaron semalam masih terlintas dipikiran Caitlin. Setelah pekerjaan rumah dirasa sudah selesai ia kerjakan, ia bergegas ke kamar mandi untuk membersiihkan diri.
Caitlin melihat Aaron yang sudah siap dengan baju kerjanya, dalam hati ia ingin sekali menyapa suami nya itu. Namun ia sudah tahu yang akan terjadi. Akhirnya ia pun turun ke dapur untuk menyiapkan menu sarapan untuk Aaron, tapi kali ini ia sangat malas untuk memasak jadi ia memilih untuk menyediakan dua buah roti tawar yang diolesi selai kacang, dan juga segelas susu untuk Aaron.
"Mas, ini roti nya dimakan dulu. Hari ini aku tidak memasak karena kurang enak badan," Ucap Caitlin yang melihat suaminya turun dari tangga.
Mas? Sekarang wanita itu memanggilku dengan sebutan mas? Aneh! Pikir Aaron.
Tanpa menghiraukan ucapan Caitlin, Aaron pun segera melangkah dan duduk dikursi meja makan. Tanpa protes ia pun langsung menghabiskan roti yang telah disiapkan oleh Caitlin.
"Mas! Ya mulai hari ini aku akan memanggilmu dengan sebutan mas, apa kau keberatan?" Tanya Caitlin sambil tersenyum memperlihatkan jajaran gigi putihnya.
"Terserah kau saja!" Ucap Aaron masih dengan nada dingin nya.
Caitlin hanya tersenyum mendengar jawaban Aaron, karena kini ia mulai terbiasa dengan sikap dingin suaminya itu. Caitlin pun langsung mengambil tas kerja Aaron dan membawanya ke depan pintu utama rumah itu.
Aaron hanya menggelengkan kepalanya, kini istrinya sudah mulai berani untuk mendekati nya. Aaron pun segera menyusul Caitlin kedepan pintu.
"Ini tas kerjanya mas, hati-hati dijalan ya dan jangan lupa untuk makan siang. Semangat!" Ucap Caitlin memberikan tas kerja milik Aaron, dan mengambil tangan kanan Aaron lalu mencium punggung tangan suaminya itu.
"Terima kasih!" Ucap Aaron dan bergegas menuju mobil.
"Bye mas Aaron suamiku!" Teriak Caitlin saat mobil Aaron mulai melaju.
Aaron yang melihat dari kaca spion mobilnya itu langsung menggelengkan kepalanya, beberapa hari ini Caitlin terlihat berbeda dalam memperlakukan nya.
***
Setelah mengantar Aaron kedepan, Caitlin memilih untuk bersantai disofa mewah yang berada dirumah itu. Ia membayangkan jika nanti ia dan Aaron sudah saling mencintai, mungkin rumah mewah ini tidak akan sehening sekarang, Caitlin selalu berharap suatu saat nanti akan ada canda tawa yang terjadi antara dirinya dan juga Aaron. Caitlin pun tersenyum dengan membayangkan nya saja, apalagi jika hal itu memang terjadi.
"Aaah andai saja, meskipun sekarang aku pun belum punya rasa sayang ke Mas Aaron, tapi aku sangat yakin rasa sayang itu akan muncul dengan sendiri nya, dan Mas Aaron pasti akan lupa dengan perjanjian gila nya itu," Ucap Caitlin sambil memeluk bantal sofa.
Caitlin yang merasa cukup bosan pun ia menghubungi mamah nya. Karena kemarin saat papah nya menghubungi nya mamah nya sudah tertidur.
"Hallo sayang," Ucap Natalie disebrang sana.
"Hai mah, bagaimana kabarmu?" Tanya Caitlin yang penuh dengan antusias.
__ADS_1
"Mamah baik-baik saja sayang, bagaimana denganmu?" Tanya Natalie.
"Aku juga sangat baik mah, aku baru saja menyelesaikan pekerjaan rumah mewah ini," Cerita Caitlin kepada mamah nya.
"Loh memang nya tidak ada ART disana sayang? Memang nya kamu tidak capek apa?" Tanya Natalie khawatir dengan anak gadis satu-satu nya itu.
"Aku menyuruh Mas Aaron untuk tidak perlu menggunakan ART dirumah ini mah, aku ingin menjadi istri yang baik untuk suamiku," Ucap Caitlin dengan sangat lembut.
"Wah mamah terharu mendengarnya sayang, yasudah kamu baik-baik disana ya! Percaya lah mamah selalu merindukanmu Caitlin," Ucap Natalie dengan suara yang sedikit bergetar, Caitlin paham mamah nya kini tengah menahan rindu untuknya.
"Ya mah, mamah dan papah juga baik-baik disana ya! Caitlin juga selalu merindukan kalian, bye mah love you!" Ucap caitlin dan langsung mematikan ponselnya.
***
Aaron yang tengah sibuk dengan pekerjaan nya, kini mendengar ponsel nya yang berbunyi karena ada sebuah notif pesan. Aaron pun langsung mengecek siapa yang mengirimnya pesan disaat ia sedang sibuk dengan pekerjaan nya.
[Mas, aku izin pergi ke Cafe ya. Aku merasa sangat jenuh dirumah.] Tulis Caitlin. Aaron hanya membaca pesan itu, kemudian ada lagi pesan yang tak lain dari Caitlin.
[Semangat bekerja nya mas!] Lanjut Caitlin dalam pesan singkat itu. Aaron pun masih tidak peduli dengan pesan dari Caitlin itu.
Kenapa dia sekarang seperti ini? Kalau terus-terusan seperti ini bagaimana kalau aku sampai luluh dengan nya? Pikir Aaron.
***
Caitlin yang sedikit kesal karena Aaron hanya membaca saja tanpa membalas pesan darinya mulai meracau.
"Samapai kapan sih dia harus seperti es? Dasar pria dingin, jutek tapi ya dia sangat tampan," Ucap Caitlin sambil tersenyum membayangkan wajah tampan milik suami nya itu.
Caitlin mulai mengabadikan momen yang ada di hadapan nya, ya sesekali dia memotret beberapa macam makanan dan minuman yang ada di hadapan nya dan mempostingnya di sosial media miliknya.
"Bagus, pasti banyak yang menyukai foto ini!" Ucap Caitlin tersenyum menyimpan kembali ponselnya ke dalam tas, dan mulai memakan satu persatu hidangan yang telah di pesan nya.
Saat Caitlin tengah sibuk dengan makanan yang ada dihadapan nya, tiba-tiba seorang pria tampan dengan perwakan tinggi, badan nya yang kekar menghampirinya. Caitlin sangat tidak asing dengan pria itu.
Evan. Pria itu adalah Evan, calon suaminya yang memilih kabur di hari pernikahan nya. Meskipun Caitlin tidak pernah melihat Evan secara langsung karena Evan memilih kabur pada saat itu, namun Caitlin pernah melihat Evan di foto yang terpanjang dirumah Aaron. Evan terlihat sangat mirip dengan Aaron suaminya itu.
"Caitlin," Ucap Aaron menghampiri dan duduk dihadapan Caitlin.
__ADS_1
"Ya? Kau Evan kan?" Tanya Caitlin yang masih tidak percaya dengan apa yang dilihat nya.
"Kau masih mengenali aku?" Tanya Evan.
"Ya jelas aku mengenali dirimu, kau calon suamiku yang memilih pergi bersama kekasihmu dihari pernikahan kita kan?" Tanya Caitlin dengan nada yang mulai ia naik kan.
"Ya benar! Aku minta maaf tentang kejadian pernikahan kita waktu itu Caitlin," Ucap Evan dengan nada lembutnya.
"Aku tak tahu aku memaafkan mu atau tidak, tapi kau sungguh membuat aku dan keluargaku malu saat itu. Kalau saja Aaron adikmu tidak bersedia menggantikan posisi mu sebagai mempelai pria orang-orang akan semakin mengutuk ku dan keluargaku," Ucap Caitlin yang terdengar sedikit marah.
Evan pun terkejut dengan ucapan Caitlin, Aaron sang adik nya menggantikan posisi ia untuk menjadi suami Caitlin
"Aaron yang menjadi suami mu sekarang?" Tanya Evan, Caitlin hanya mengangguk dan sesekali meminum jus yang telah di pesannya tadi.
"Aku sungguh menyesal Caitlin, sekali lagi aku minta maaf kepadamu. Andai saja pada saat itu aku tidak menjadi buronan, mungkin aku tidak akan meninggalkan acara pernikahan kita," Bohong Evan.
"Kau seorang buronan? Apa kau seorang penjahat?" Tanya Caitlin terkejut dengan menutup mulut dengan kedua tangan nya seolah tidak percaya dengan apa yang didengar nya.
"Ya, aku seorang buronan karena pada saat itu aku menabrak seseorang. Tapi kau janji jangan beritahu keluarga ku soal ini," Ucap Evan. Caitlin pun mengangguk.
"Kalau begitu aku pergi ya Caitlin. Sampai jumpa!" Ucap Evan beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Caitlin yang masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Evan.
Caitlin pun segera bergegas menuju mobilnya dan pergi dari cafe itu. Sungguh bertemu dengan Evan setelah mereka gagal menikah tidak pernah terlintas dipikiran Caitlin. Lalu untuk apa dia kembali dan menemui Caitlin.
***
Aaron masuk dan menutup kembali pintu rumah, segera melangkah menuju kamarnya. Namun, ia tidak sengaja melihat Caitlin yang sedang melamun di dapur. Aaron yang khawatir jika terjadi hal yang buruk karena kecerobohan Caitlin yang melamun saat ia memasak.
"Kau ingin membakar rumah ku ini?" Tanya Aaron dan langsung mematikan kompor.
Caitlin terkejut, dilihat nya masakan nya yang kini gosong. Ia merasa sangat tidak enak dengan Aaron, ia mengutuki dirinya karena kecerobohan nya.
Aduh kenapa sih aku sampai ceroboh begini. Jadi gosong kan. Ini semua gara-gara Evan! Pikir Caitlin.
"Kenapa kau sangat ceroboh sekali?" Bentak Aaron. Dan Caitlin yang perasaan nya kini sedang tidak baik-baik saja mulai menangis.
"Kau ini ku beri tahu malah menangis seperti anak kecil," Ucap Aaron yang memilih pergi meninggalkan Caitlin yang masih menangis sendirian di dapur.
__ADS_1
Sebenarnya apa yang terjadi dengan wanita itu? Pikir Aaron sambil berjalan menuju kamarnya