Crazy Agreement

Crazy Agreement
Bab 6 : Rencana Jahat Grace


__ADS_3

Grace semakin membenci Caitlin, karena Caitlin lah Aaron menjadi berbeda dari Aaron yang dulu selalu mengutamakan dirinya. Rasa dendam terhadap Caitlin semakin membara dalam diri Grace. Grace tidak akan membuat Caitlin bahagia, jika ia tidak bisa mendapatkan Aaron kembali maka semua wanita manapun juga tidak boleh mendapatkan Aaron, pikirnya.


Genggaman tangan yang tidak pernah Aaron lepaskan membuat jantung Caitlin semakin berdebar kencang, walaupun tetap dengan wajah datarnya namun ia bisa merasakan bahwa Aaron itu sebetulnya pria yang sangat lembut dan baik. Entah apa yang membuat pria itu menjadi pria yang sedingin es sekarang. Caitlin masih saja kepikiran dengan kata-kata Grace bahwa Aaron adalah pria yang tidak baik, namun ia tepis itu semua. Mana mungkin Caitlin harus percaya kepada orang asing yang baru ia temui.


Sampailah mereka ke suatu meja yang dimana disana terdapat seorang wanita yang sangat cantik. Tubuhnya yang tinggi dan langsing, kulit putih mulus, hidung mancung dan bibirnya yang sangat cantik ditambah rambutnya yang terikat membuat Caitlin kagum melihatnya.


"Alicia!" Sapa Aaron kepada


"Aaron!" Jawab wanita cantik tersebut tersenyum kepada Aaron dan Caitlin. Yang membuat Caitlin semakin kagum dengan wanita tersebut.


"Bagaimana kabarmu Alice?" Tanya Aaron.


"Seperti yang kau lihat sekarang, aku sangat baik hari ini. Oh itu istrimu ya? Cantik sekali, hai aku Alicia rekan bisnis suamimu, kalau kau susah menyebut namaku panggil saja aku Alice ," Ucap Alice memberikan tangan nya kepada Caitlin.


"Hai, aku Caitlin! Senang bertemu denganmu Alice," Jawab Caitlin tersenyum ramah.


"Maaf saat kalian menikah aku tidak bisa datang, karena aku harus mengurus perusahaanku yang sedikit ada masalah di Singapur," Ucap Grace.


Aaron pun membiarkan kedua wanita tersebut mengobrol berdua, ia memilih untuk menghampiri klien lainnya.


"Tidak apa-apa Alice, aku tau kau wanita yang sangat sibuk jadi aku memakluminya," ucap Caitlin tersenyum ramah.


"Kau ini bisa saja Caitlin, bagaimana kau bisa mencairkan pria es dan kaku itu Caitlin?" Tanya Alice tertawa.


"Terlalu panjang ceritanya, aku pun tidak mempercayainya," Respon Caitlin yang juga ikut tertawa.


Disisi lain ada seseorang yang tidak suka melihat kedekatan Caitlin dengan rekan bisnis Aaron. Perasaan dendam yang semakin menggebu, dia terus memperhatikan setiap kegiatan yang dilakukan oleh Caitlin. "Harusnya aku yang berada diposisi itu, yang dikenalkan kepada banyak rekan bisnismu Aaron, bukan wanita sialan itu," Ucap Grace pada dirinya sendiri.


Perasaan bersalahnya kini semakin terasa, ia menyeseal sudah mengkhianati pria sebaik Aaron dulu dan memilih pria yang seburuk Daniel. Ya, Daniel adalah pria selingkuhannya dulu. Ia lebih memilih Daniel dibanding Aaron, karena menurut Grace Daniel lah yang mampu membuatnya bahagia sedangkan Aaron terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Namun itu semua salah besar, Daniel bukanlah pria yang baik, ia selalu meniduri banyak wanita. Dan kini Grace selalu ingin mendapatkan Aaron kembali.

__ADS_1


Disisi lain, Aaron sedang mengobrol dengan klien lainnya yang terjun dibidang properti. Jadi sebenarnya Perusahaan Aaron ini terdiri dari banyak bidang didalamnya, jadi tidak salah jika ia memiliki banyak klien dari bidang yang berbeda.


"Aaron kalau ku lihat istrimu sangat sempurna, kau beruntung mendapatkannya," Ujar Dave salah satu klien nya. Namun Dave juga adalah temannya sejak kecil.


"Hahaha... Kau ini bisa saja Dave! Ya begitulah," Jawab Aaron tertawa.


"Apa kau tidak khawatir jika istrimu dilihat banyak pria hidung belang?" Goda Dave yang membuat Aaron semakin tertawa.


"Kau ini, dia itu wanita yang baik jadi tidak mungkin dia merespon pria hidung belang diluar sana," Ucap Aaron.


"Baiklah," sambung Dave.


Terlihat seorang waiters yang membawa 2 gelas minuman yang menuju kearah Caitllin dan Alice. Grace yang melihat itu pun mempunyai rencana untuk membuat malu Caitlin, ia pun berjalan cepat menghampiri waiters itu.


"Tunggu!" Ucap Grace memberhentikan waiters itu.


"Tidak! aku hanya ingin memasukan ini ke salah satu gelas ini," Ucap Grace memperlihatkan plastik yang isinya serbuk berwarna putih.


"Apa itu nona?" Tanya waiters itu kebingungan.


"Sudah kau jangan banyak tanya, tolong berikan minum yang berisikan serbuk ini kepada wanita yang menggunakan gaun merah itu ya. Kau paham?" Ucap Grace kepada waiters itu sambil memasukan serbuk itu ke salah satu gelas yang dibawa waiter tersebut.


"Baiklah!" ucap waiters itu dan melangkah menjauhi Grace dan menuju ke tempat dimana Caitlin dan Alice berdiri.


"Kau lihat saja Caitlin, kau sudah berani mengambil Aaron dariku maka kau harus terima akibatnya," ucap Grace sendiri dengan senyuman sinisnya.


Caitlin dan Alice yang masih saja asyik mengobrol,melihat seorang waiters menghampiri mereka dengan membawakan 2 gelas jus. Dan benar saja Caitlin dengan polosnya  mengambil gelas yang telah diisi serbuk yang tadi Grace masukan. Grace yang melihat itu merasa puas karena rencananya berhasil untuk membuat Caitlin malu didepan banyak klien besar Aaron, dan tentunya Aaron akan marah besar kepada Caitlin.


Grace menghampiri salah satu pria yang ada didekatnya, ya dia akan menyusun rencana selanjutnya yang bertujuan membuat Caitlin semakin hancur. Pria itu pun terkejut dengan kedatangan wanita asing yang tidak ia kenali itu.

__ADS_1


"Hai!" Ucap Grace kepada pria itu.


"Iya cantik, ada perlu apa?" Goda pria tersebut.


"Ish kau jangan coba untuk menggodaku ya!" Tegur Grace kepada pria itu. "Aku punya kerjaan tambahan untukmu, dan aku akan membayarmu dengan sangat mahal jika kau berhasil," lanjut Grace to the point. Karena sejujurnya ia malas berhadapan dengan pria hidung belang ini jika bukan karena ingin membuat Caitlin hancur.


"Apa itu?" Tanya pria itu.


Grace berbisik kepada pria itu, dan pria itu mengangguk seakan mengerti dengan apa yang diucapkan Grace. Grace pun tersenyum melihat pria itu mengerti dengan apa yang disampaikannya. "Aku akan kirimkan dulu setengahnya, jika kau berhasil akan ku tambahkan sejumlah uang lagi," Ucap Grace dan berlalu pergi.


"Baiklah nona cantik," Ucap pria itu tersenyum.


Caitlin yang masih asyik mengobrol dengan Alice mulai meminum jus yang diberikan waiters tadi. "Cheerss," Mereka saling mengadukan gelas mereka dan tertawa.


"Hidangan disini tuh memang tidak pernah gagal, aku selalu menyukai tempat ini," ucap Alice.


Namun Alice merasa Caitlin berbeda tidak seceria sebelumnya. "Ada apa Caitlin?" Tanya Alice.


"Tidak, aku hanya tiba-tiba merasa sedikit pusing dan merasa ada yang aneh ditubuhku Alice," Jawab Caitlin yang seperti resah itu semakin membuat Alice khawatir.


"Apa yang harus aku lakukan Caitlin?" Tanya Alice yang semakin khawatir dengan keadaan Caitlin.


"Apa boleh aku minta tolong untukmu mencarikan suamiku Alice?" pinta Caitlin.


"Baiklah tunggu sebentar," Ucap Alice sambil berlari mulai mencari Aaron.


Grace yang melihat dari kejauhan tersenyum sangat puas, rencananya kini berhasil dan dilihatnya Caitlin sangat gelisah. "Kau masuk perangkapku Caitlin!" Ucap Grace yang masih memperhatikan Caitlin dari jauh.


Alice terus mencari keberadaan Aaron, ia semakin khawatir dengan keadaan Caitlin yang semakin melemah. Dan akhirnya Alice menemukan Aaron yang sedang mengobrol, ia langsung lari menghampiri Aaron

__ADS_1


__ADS_2