
Terlihat sepasang kekasih yang sedang menikmati suasana sore yang sangat indah, mereka sangat menyukai pemandangan menjelang senja. Karena bagi mereka senja adalah suasana yang paling indah dan juga romantis.
Dengan sesekali mereka mengabadikan kebersamaan mereka dengan berfoto. Noah dan Kylie lah yang kini sedang menikmati sore hari yang indah itu.
Noah menatap Kylie tanpa berkedip sedikit pun, ia benar-benar merasa sangat bahagia memiliki Kylie, wanita yang dengan sabar menunggu nya dan selalu mencoba untuk menyembuhkan luka di masa lalunya. Hanya Kylie lah wanita yang kini sangat ia cintai.
"Berhentilah memandangiku seperti itu Noah!" Ucap Kylie menutup mata Noah dengan kedua tangan kecil nya.
"Kenapa aku harus berhenti memandangi wajah kekasihku?" Tanya Noah sambil mengacak lembut rambut panjang hitam milik Kylie.
"Bukan tidak boleh, kau membuatku malu dengan memandangiku seperti itu," Ucap Kylie tersenyum terlihat jika Kylie salah tingkah.
"Kau harus terbiasa karena aku akan selalu memandangi wajah wanita yang ku cintai," Ucap Noah tertawa kecil.
__ADS_1
Kylie hanya tersenyum dengan sangat manis. Sangat terlihat jika ia bahagia bersama dengan Noah.
Aku masih tidak percaya bahwa kini aku dan kau menjadi sepasang kekasih. Aku sudah mencintaimu sejak kita kuliah dulu, tapi aku tahu dulu kau sangat mencintai Caitlin, tapi kini aku bahagia karena kau sudah mencintaiku, Noah! Pikir Kylie.
***
Kandungan Caitlin yang sudah memasuki bulan ke 9 ini terlihat semakin membesar. Caitlin selalu tertawa jika ia melihat perutnya yang besar itu, ia selalu berpikiran bahwa perutnya itu akan meledak.
Aaron yang baru saja menyelesaikan pekerjaan nya segera menghampiri Caitlin yang sedang berbaring sambil menonton televisi besar yang berada dikamar nya itu.
"Mas aku ingat dulu Evan mengatakan bahwa dirinya adalah seorang buronan oleh sebab itu ia meninggalkan pernikahanku dengan nya dulu," Ucap Caitlin membuat Aaron terkejut.
"Apa? Dia mengatakan itu? Tidak, ia memilih kabur di pernikahan kalian dulu bukan karena dia seorang buronan, tapi memang dia selalu saja menolak tentang perjodohan kalian saat itu, itu lah sebab nya dia memilih kabur bersama kekasih nya," Ucap Aaron sambil mengelus perut besar Caitlin.
__ADS_1
"Apa yang Evan katakan dulu kepadaku kini menjadi kenyataan ya mas, kini ia benar-benar menjadi seorang buronan," Ucap Caitlin dengan nada pelan nya.
"Begitulah hidup, kita tidak pernah tahu kedepan nya seperti apa. Tapi semoga saja Kak Evan ditemukan secepatnya untuk mempertanggung jawabkan perbuatan nya dan juga agar kita tahu apa motif dia sebenarnya," Ucap Aaron meraih kedalam pelukan nya.
***
Caitlin merasakan perutnya sangat mulas, ia segera beranjak ke toilet. Namun mulas nya itu bukan mulas seperti orang mau buang air, ia benar-benar tidak kuat menahan perut nya yang semakin mulas.
"Mas aku tidak kuat mas, perutku mulas sekali!" Ucap Caitlin sambil memegang perut besar nya itu.
"Mungkin kau sudah akan melahirkan sayang, kita siap-siap untuk berangkat ke rumah sakit ya!" Ucap Aaron membantu Caitlin menuju mobil.
Selama di perjalanan Caitlin semakin menangis karena tidak kuat dengan rasa mulas nya itu. Aaron melajukan mobil nya dengan sangat kencang.
__ADS_1
Setibanya di rumah sakit, Caitlin langsung dibawa ke ruang bersalin. Dan Aaron di suruh menunggu diluar oleh perawat rumah sakit itu. Tak lupa Aaron pun segera menghubungi orang tua nya dan juga orang tua Caitlin.
Ya Tuhan berikanlah kekuatan dan kelancaran pada istriku. Jagoan papa kau jangan membuat mama mu kesakitan ya, kau anak hebat papa yakin! Pikir Aaron sambil gelisah tidak karuan.