
Saat Aaron merasa keadaan Caitlin sudah cukup membaik, akhirnya ia pun mencoba untuk memejamkan kedua matanya, berharap ia akan bisa tidur nyenyak malam ini.
"Ada apa lagi dengan mu? Apa yang kau rasakan lagi?" Tanya Aaron yang melihat Caitlin duduk diatas tempat tidur dan mengikat rambut panjangnya namun rambutnya malah terikat dengan sedikit berantakan.
"Sekarang aku merasa gerah," Jawab Caitlin tak tenang.
"Aku juga ingin minum Aaron," Lanjut Caitlin, dengan langkah yang malas akhirnya Aaron segera mengambilkan segelas air putih lalu memberikan nya pada Caitlin.
"Minumlah, aku sungguh tidak mengerti lagi dengan dirimu Caitlin," Ucap Aaron yang masih bingung dengan tingkah Caitlin sejak acara tadi. Caitlin pun segera menghabiskan segelas air putih yang tadi diberikan oleh Aaron , kini ia kembali merasa gelisah dan tidak tenang, ia segera melemparkan selimut yang ia pakai yang membuat Aaro9n kembali kebingungan. Caitlin saat ini hanya menggunakan kaos ketat dan juga celana pendek yang membuat aaron tidak menyangka bahwa Caitlin memiliki tubuh yang putih dan sangat indah untuk ia pandangi. Dia bisa membuatku untuk segera menerkamnya sekarang juga, pikir Aaron.
Aaron segera menghentikan pikiran kotornya saat melihat Caitlin yang semakin tidak karuan.
"Ini kesekian kali nuya aku bertanya padamu Caitlin, sebenarnya apa yang telah terjadi kepadamu?" Tanya Aaron semakin bingung karena tidak pernah melihat Caitlin seperti ini.
"Aku semakin merasakan panas Aaron!" Jawab Caitlin
"Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Aaron kepada Caitlin. Namun Caitlin tidak menjawab pertanyaan dari Aaron.
Aaron semakin dibuat bingung saat Caitlin sudah tidak bisa di ajak berbicara dengan baik, Aaron semakin kesal dan mengacak asal rambutnya.
Aaron dengan malas mengambil selimut yang tadi dibuang oleh Caitlin, dan menyelimuti kembali tubuh Caitlin. Namun Caitlin kembali membuat selimut tebal itu, dan menarik tubuh Aaron yang membuat Aaron terkejut dengan apa yang dilakukan Caitlin.
"Stop Caitlin!" protes Aaron. Namun tangan Caitlin kini mulai meraih leher Aaron dan mendekatkan wajahnya kepada wajah Aaron. Kini wajah mereka saling berdekatan tanpa adanya jarak. Entah datang angin dari mana Caitlin menempelkan bibirnya kepada bibir Aaron. Namun Aaron tidak menolak apa yang telah Caitlin lakukan padanya.
__ADS_1
"Ayo Aaron!" bisik Caitlin ke telinga Aaron kini Caitlin sudah tak sabar. Aaron tersenyum dan berdiri dari ranjang, Aaron menarik dan membuang selimut yang menutupi tubuh Caitlin.
"Iya sayang," Jawab Aaron sambil melepaskan pakaiannya satu persatu.
Aaron sangat tidak sabar Ia pun langsung melepas paksa baju yang dipakai Caitlin, kini Caitlin hanya terbalut pakaian dalam yang memperlihatkan tubuh indah Caitlin, Aaron tersenyum puas menyaksikan keindahan yang kini berada di depan matanya.Caitlin langsung memeluk tubuh Aaron dengan tidak sabar dan memberikan sensasi geli, dan membangkitkan api-api yang membakar Aaron. Kini posisi Aaron berada tepat di bawah Caitlin dan membiarkan wanita itu yang memegang kendali, Ia ingin melihat seberapa keras Caitlin diatas ranjang.
Caitlin yang semakin panas mulai menelusuri dan menciumnya roti sobek yang berada didada bidang milik Aaron, dan membuat Aaron semakin terbakar dan tak bisa menahannya lagi.
Aaron yang kini sudah tak sabar mengubah posisi untuk mengendalikan permainan itu. Ketika Aaron memasuki Caitlin, Milik Caitlin memang sangatlah sempit yang membutuhkan waktu yang lama bagi Aaron untuk dapat lolos sempurna masuk ke dalam Caitlin.
Aaron semakin mempercepat gerakannya yang membuat Caitlin meracau tak jelas, Ia pun mempercepat ritme dan mengejar titik yang sudah hampir Ia capai. Tanpa berpikir panjang Aaron pun melepaskan cairan milikntya ke dalam milik wanita itu, kini Caitlin mulai memejamkan matanya.
"Aku tak menyangka sebelumnya bahwa pria yang pertama kali memasukinya adalah aku," Ucap Aaron tersenyum seolah ia telah mendapatkan ketenangan.
"Peluk tubuhku suamiku," Pinta Caitlin dengan manjanya, membuat Aaron langsung meraih tubuh langsing miliknya itu. Namun Caitlin masih saja belum tertidur.
"Aku sangat lapar sayang," Ucap Caitlin melepaskan pelukan Aaron dan mengubah posisinya menjadi duduk di atas ranjang.
Tanpa berpikir panjang, Caitlin pun segera beranjak dari ranjang dan berjalan keluar menuju dapur. Diambilnya satu bungkus mie instan, lalu ia segera memasaknya. Aaron pun yang terlihat sangat kesal pun segera pergi menyusul kemana Caitlin pergi. Sungguh menyebalkan, pikir Aaron.
Aaron yang melihat Caitlin sangat lahap makan mie instan pun semakin bingung, apa yang sebenarnya terjadi pada wanita itu. Caitlin berperilaku sangat aneh sejak mereka menghadiri acara tadi. Lalu Aaron berpikir apakah itu ulah Grace, karena tadi Grace sempat menghampiri dan mengajak ngobrol caitlin. Namun ia membuang pikiran negatif nya itu, lagian apa untung nya bagi Grace melakukan hal yang aneh kepada Caitlin.
Kini yang terlintas di pikiran Aaron adalah mengapa Caitlin dengan beraninya memancing dan memulai kegiatan panas yang tadi mereka lakukan.
__ADS_1
Caitlin yang terlihat sudah selesai menghabiskan makanan nya itu, kini menghampiri Aaron yang sedang duduk di sofa ruang tengah. Kemudian Caitlin menaiki Aaron dan duduk dipangkuan Aaron sambil memeluk Aaron dengan sangat erat.Sebenarnya Aaron sangat risih dengan tingkah laku Caitlin yang semakin aneh dan agresif ini, namun ia tidak dapat menolaknya, ia pun langsung membalas pelukan Caitlin.
Tanpa berpikir lama Aaron pun segera membawa Caitlin kembali ke kamar mereka. Dan membaringkan tubuh Caitlin di atas ranjang.
"Apa kau ingin melakukan nya lagi?" Goda Aaron. Caitlin pun hanya mengangguk tak sabar.
"Cepatlah Aaron, aku tak mau menunggu lama," pinta Caitlin.
Aaron pun kembali melepaskan semua pakain nya, dan melepaskan juga semua pakaian yang digunakan Caitlin. Kini pemandangan indah itu muncul kembali di hadapan Aaron. Kini Aaron terlihat seperti harimau yang akan menerkam mangsa yang ada di hadapan nya.
Aaron segra mengambil kendali atas Caitlin, bibir nya yang kini tengah menelusuri setiap inci tubuh indah Caitlin, yang membuat Caitlin semakin meracau tak jelas dan tak sabar menunggu Aaron.
Aaron pun tersenyum ketika berhasil memasuki Caitlin yang masih sangat terasa sempit itu. Aaron mulai memainkan ritme dan mempercepat gerakan nya. Saat Aaron sedang menikmati permainan itu terdengar ponselnya berbunyi. "Sial!" Protes Aaron, tidak peduli pada ponsel nya yang terus saja berbunyi.
Aaron yang cukup lelah dengan kegiatan yang ia lakukan bersama dengan Caitlan langsung membaringkan tubuhnya di samping Caitlin yang mencoba untuk memejamkan matanya.
"Tidurlah, ini sudah sangat larut aku besok harus bekerja dan kau harus istirahat agar tubuhmu lebih baik besok," Ucap Aaron mearik selimut tebal dan menyelimuti tubuh mereka.
"Peluklah aku Aaron," Pinta Caitlin, Aaron pun segera meraih pinggang Caitlin dan memeluk tubuh wanita itu.
Ternyata Aaron belum memejamkan mata nya, ia tengah memandangi wajah cantik milik istrinya itu yang kini berada tepat didepan wajah Aaron.
"Kau adalah wanita baik, kau juga wanita yang cantik. Tapi jangan lah kau berharap untuk aku mencintaimu Caitlin, tak akan ku biarkan itu terjadi," Ucap Aaron dalam hatinya, ia berharap diantara mereka berdua tidak akan tumbuh perasaan cinta.
__ADS_1