Crazy Eros

Crazy Eros
Gagal Pergi


__ADS_3

Terhitung sudah 2 bulan semenjak Jingga berpura-pura menjadi pacar Eros atas imbalan sebagai ucapan rasa terima kasih, karena Eros yang sudah menyelamatkannya dari kecelakaan 2 bulan lalu, kecelakaan yang membuat Eros kehilangan sebagian ingatannya--ah ralat pura-pura kehilangan sebagian ingatannya.


Semakin hari Eros pun semakin lengket dengan Jingga, bahkan laki-laki itu selalu mengikuti kemanapun Jingga pergi. Tentu kalian pasti tau, Jingga tetaplah Jingga yang sangat membenci Eros, maka dari itu Jingga selalu menolak di saat Eros selalu mengikutinya kemanapun dia pergi.


Seperti malam ini, Jingga yang sudah bersiap-siap ingin pergi menemui Raka, tetapi harus terpaksa mengurungkan niatnya karena Eros yang tiba-tiba saja datang ke rumahnya.


"Udah oke ni gue, pasti Raka makin cinta deh sama gue." Ucap Jingga sembari tersenyum. Saat ini gadis itu sudah rapi dengan dress selutut yang melekat di tubuhnya. Bisa di jamin semua laki-laki pasti akan terpana melihat Jingga saat ini.


"Saatnya pergi." Ucapnya riang sembari membuka pintu rumahnya.


Gadis itu tampak terkejut, karena ketika dia sudah membuka pintu rumahnya, ternyata di luar pintu tersebut sudah ada Eros yang berdiri tegak sembari menatapnya.


"Eros." Panggilnya lirih.


'mati gue mati' Batinnya berteriak.


"Mau kemana, sayang?" Tanyanya sembari meneliti penampilan Jingga dari atas sampah bawah.


Jingga gugup, dia benar-benar panik sekarang. Dia juga merasa saat ini dia sedang ketahuan berselingkuh.


"Jingga?" Panggil ulang Eros dengan nada mengintimidasi.


"A--aku mau pergi, Eros." Jawab Jingga dengan gugup. Sial, umpat Jingga di dalam hati. Dia merutuki mulutnya yang seperti terkena stroke apabila sedang berhadapan dengan Eros


"Kemana? Kenapa gak izin?" Tanya Eros sembari bersedekap dada.


"Aku mau ketemu sama Raka. Aku tadi udah mau hubungin kamu, tapi tiba-tiba aja baterai aku habis, dan aku isi dulu deh. Tapi ternyata setelah itu aku malah lupa lagi buat hubungin kamu." Jawabnya dengan suara yang sudah sedikit tenang.


Eros menatap Jingga penuh selidik. Sedangkan Jingga yang di tatap oleh Eros seperti itupun mulai gelisah.


Seharusnya Jingga tidak perlu takut bukan? Karena kan mereka tidak ada hubungan apa-apa. Tetapi entah mengapa di dalam hatinya terbesit rasa bersalah apabila dia melawan Eros. Entalah, Jingga sendiri juga bingung ada apa dengan hatinya.


"Kenapa pengen ketemu Raka? Dan juga kenapa gak Raka aja yang jemput kamu?" Tanya Eros lagi.


"Gak ada si, cuman pengen main aja bareng Raka. Gapapa kan, Ros? Ujarnya. Jingga berharap Eros mengizinkannya, ya walaupun itu terdengar tidak mungkin. "Raka gak jemput aku ke rumah, karena tempat yang mau kami datangin ini dekat sama rumahnya, jadinya kan aku kasihan liat dia kalau harus bolak balik buat jemput aku." Bohongnya.


Eros menghela nafas berat. "Gak usah pergi ya, disini aja sama aku. Lagian gak baik perempuan keluar malam-malam." Tutur Eros sembari menyelipkan anak rambut Jingga ke belakang telinga gadis itu.


'Lo lupa? Lo aja sering ngajak gue ke luar bangsat' Sayangnya kata-kata itu hanya bisa Jingga ungkapkan di dalam hatinya saja.


"Tapi aku udah janji sama Raka, Ros. Aku yakin dia pasti udah nunggu aku disana, please! izinin aku untuk kali ini aja. Lagian kamu juga sering ngajak aku keluar malam, berarti selama ini aku gadis gak baik dong?" Ujar Jingga dengan kesal.


"Itu beda, sayang. Kan kamu perginya sama aku, kalau pergi sama laki-laki lain baru."

__ADS_1


"Tapi kan Raka itu sepupu aku, Ros. Apa salahnya si? Aku gak suka ya di kekang gini sama kamu, aku capek harus nurutin semua kemauan kamu. Kamu juga selalu ngelarang aku ini itu. Aku juga butuh kebebasan, Ros." Teriak Jingga dengan kesal sembari melepakan paksa tangan Eros yang sedang memegangi rambutnya.


Tak perlu khawatir kalau orang tua Jingga mendengar teriakkan gadis itu, karena pada dasarnya orang tua gadis itu sedang tidak ada di rumah, mereka sedang pergi melakukan bisnis ke luar kota.


Eros yang mendengar teriakkan Jingga pun mengeraskan rahangnya. "Kamu berani ngelawan aku sekarang?" Tanya Eros sembari tersenyum sinis. "Semenjak ketemu Raka kamu udah makin berani ya sama aku? Apa perlu aku singkirin aja dia?" Ancam Eros sembari menyeringai.


Jingga yang mendengar itu mematung. Hell! Mengapa Eros sangat menyeramkan sekarang? Apa hilang ingatan membuatnya juga berubah seperti monster?


"Kamu gila, tau gak! Oke fine, aku gak jadi pergi." Katanya sembari masuk ke dalam rumah. Dan meninggalkan Eros sendirian di luar. Saat ini laki-laki itu tersenyum senang, karena Jingga menurutinya walau harus dengan ancaman.


"I love you, Jingga." Desisnya sembari tersenyum manis.


***


Sedangkan di kamar Jingga. Gadis itu sedang menghentak-hentakkan kakinya kesal.


"Kenapa si gue harus takut sama dia? Harusnya gue gak usah takut sama ancaman dia tadi. Dia kan bukan siapa-siapa gue." Monolognya dengan kesal. Bahkan nafas gadis itu saat ini tak beraturan karena Emosinya yang memuncak.


"Lagian kenapa Eros jadi seram gitu si. Ahh, dasar Eros monyet, tai." Umpatnya seraya melempar kesal tasnya ke tempat tidur. Kemudian gadis itu pun mendudukkan dirinya di sofa yang ada di kamarnya.


Setelah selesai mendumel, gadis itu pun teringat sesuatu. "Ohiya, gue sampai lupa kalau harus ngabarin Raka, buat bilang kalau gue gak jadi kesana." Ujarnya sembari mengetikkan pesan kepada kekasihnya.


Me:


Sayang, maaf ya, kayaknya rencana kita untuk ketemu malam ini kita batalin aja deh


Rakađź–¤:


Me:


Eros tiba-tiba aja datang ke rumah aku, dan ngelarang aku buat keluar rumah


Rakađź–¤:


Pantasan aja aku tungguin dari tadi kamu gak datang-datang. Yaudah deh gapapa, kamu turutin aja dia untuk saat ini, kan tinggal sebentar lagi


Me:


Maaf ya Rak, aku benar-benar gak bermaksud buat mainin kamu


Rakađź–¤:


Iya sayang gapapa, aku ngerti kok. Lagian ini bukan salah kamu, ini salah si brengsek itu, aku gak suka lama-lama sama dia yang makin berlaku sesukanya sama kamu

__ADS_1


Me:


Aku juga capek, Rak. Btw, ini kamu udah sampai tempat yang mau kita datangin itu?


Rakađź–¤:


Udah sayang, tapi gapapa kok, aku juga belum terlalu lama nyampenya


Me:


Sekali lagi maaf by, aku janji deh next time kita atur waktu buat main bareng


Rakađź–¤:


Iya sayang iya<3


Me:


Yaudah deh sayang, entaran lagi ya kita sambung, soalnya Eros masih di rumah aku. Sekali lagi maaf ya, love youđź’—


Rakađź–¤:


Iya sayangku, love you to baby


Read.


Setelah itu Jingga pun hanya membaca saja isi dari pesan tersebut.


Walaupun Raka berkata tidak apa-apa, Jingga tau betul kalau kekasihnya itu menahan rasa kecewa. Huu, Jingga jadi semakin merasa bersalah sama Raka.


Tok tok tok


"Nona."


Masih asik melamun, Jingga pun terkejut karena mendengar ketukan pintu beserta suara sang maid yang sedang memanggilnya.


Jingga pun segera beranjak dari duduknya untuk membuka pintu kamarnya.


Ceklek


"Kenapa, bi?" Tanya Jingga ketika sudah di hadapan sang maid.


"Maaf mengganggu, nona. Tapi saya kesini di minta oleh tuan muda Eros untuk memanggil, nona. Karena saat ini tuan muda sedang menunggu nona di bawah." Kata sang maid dengan hati-hati.

__ADS_1


Jingga yang mendengar itu menghela nafas pelan. "Bilang sama dia, sebentar! Aku mau ganti baju dulu." Ujar Jingga yang langsung di jawab anggukan oleh maid tersebut. Setelah itu sang maid pun pergi untuk kembali menemui Eros.


Jingga yang masih di depan pintu pun memutar bola matanya malas. "Dasar cowok sialan, gara-gara dia semua rencana gue jadi berantakan." Ujarnya marah. "Kapan ini berakhir si, Tuhan? Kenapa tu cowok lama banget sembuhnya." Lanjutnya yang terlihat frustrasi.


__ADS_2