Crazy Eros

Crazy Eros
Perjanjian


__ADS_3

Sudah 4 hari Eros di rawat di rumah sakit, dan hari ini dokter pun sudah memperbolehkan Eros untuk pulang.


"Ma, aku pulang sama Jingga aja ya! Soalnya pengen berduaan doang." Katanya kepada Dara yang sedang memasukkan barang-barang Eros ke dalam tas.


Dara menoleh ke arah sang anak, kemudian menjawab. "Kamu kan belum enakan banget, sayang. Gak boleh nyetir dulu!" Ujar Dara.


"Aku udah sembuh kok, ma." Balas Eros tak mau kalah.


"Udah kasih ajalah, sayang! Kamu kan tau anak kita itu kuat." Sahut Kenan membela putranya.


Eros yang di bela pun tersenyum ke arah Kenan.


"Kamu apaansih, mas. Walaupun Eros anak kuat, tapi aku tetap gak ngasih izin, karena dia baru aja siuman." Ujar Dara.


Kenan yang tak mau membuat istrinya marah kepadanya pun akhirnya diam.


"Please, ma! Aku janji deh bawanya bakalan pelan-pelan." Mohon Eros.


"Gak boleh, sayang! Tapi kalau kamu pulangnya bawa supir baru mama bolehin." Kata Dara.


"Yaudah deh gapapa, ma. Yang penting Jingga sama aku bisa berduaan." Ujarnya yang akhirnya mengalah.


"Nah, gitu dong! Kalau gitu baru mama setuju." Kata Dara sembari tersenyum. Dan di balas senyuman juga oleh sang anak.


Ceklek


"Pagi, om, tante." Sapa Jingga yang baru saja datang. Kemudian gadis itu menyalami kedua orang tua Eros secara bergantian.


"Pagi, sayang." Sahut Dara.


"Pagi." Balas Kenan.


"Mau Jingga bantu gak, tante?" Tawar Jingga.


Dara menggeleng sembari tersenyum. "Gak usah, Jingga! Tante bisa sendiri kok, kamu temenin aja Eros sana!" Jawab Dara sembari menunjuk Eros.


"Oh, oke, tante." Ujar Jingga, kemudian gadis itupun melangkahkan kakinya untuk mendekati Eros yang sedang duduk di sofa sembari sembari tersenyum ke arahnya.


"Kok lama banget datangnya?" Tanya Eros ketika Jingga sudah sampai di hadapannya.


"Iya, tadi nunggu taksinya lama banget datangnya." Jawab Jingga sembari mendaratkan pantatnya di samping Eros.


Eros mengangguk. "Kamu kesini naik taksi?" Tanya Eros lagi.


"Iya." Jawab Jingga.


"Kenapa naik taksi? Pak mamat kemana emangnya?"


"Tadi pak mamat nganter mama ke kantor papa."


"Supir taksinya ganteng gak?" Pertanyaan Eros yang tak jelas membuat Jingga mengeryitkan dahinya bingung.


"Pertanyaan kamu apaansih, gak jelas banget." Ujar Jingga sembari memutar bola matanya malas.


"Tinggal jawab apa susahnya, sayang?"

__ADS_1


"Ya kamu aneh, masak ngasih pertanyaan yang kayak gitu." Ucap Jingga.


"Aku cuman takut yang nyupir ganteng, terus kamunya kepincut sama dia, ya walaupun kemungkinan pasti tetap gantengan aku." Tutur Eros percaya diri.


"Gak jelas banget, lagian yang nyupir udah tua kok, mana mungkin aku kepincut."


"Syukur deh, aku jadi tenang sekarang." Ujar Eros sembari tersenyum.


Gila, maki Jingga di dalam hati.


"Lain kali jangan naik taksi! kabarin aku aja, biar nanti supir aku yang jemput." Pintanya tegas, seolah tidak ingin di bantah.


"Iya." Jawab Jingga malas.


"Good girl." Ujar Eros sembari mengacak rambut Jingga.


"Iss, jangan di gituin dong! Kan jadi berantakan." Ucap Jingga kesal.


"Yaudah, maaf. Sini biar aku rapihin ulang!" Kata Eros sembari menata kembali rambut Jingga.


"Kamu pake shampo apaan? Kok wangi gini?" Tanya Eros sembari mencium satu helai rambut gadisnya.


"Is jangan dicium!" Pinta Jingga sembari menjauhkan rambutnya dari Eros.


"Why? I like the smell." Ujar Eros.


'Gue jantungan, goblok!' Batin Jingga.


"A-Aku b-belum k-keramas. Ha, iya, aku belum keramas." Ujar Jingga dengan gugup.


"Eros? Jingga? Ayok kita pulang! Mama udah siap beresinnya." Panggilan dari Dara membuat keduanya menolah ke arah wanita paruh baya itu.


"Iya, ma."


"Iya, tan."


***


Setelah melakukan 30 menit perjalanan, kini mereka pun sudah sampai di mansion milik keluarga Miguel.


"Jingga, tolong antarkan Eros ke kamarnya ya!" Pinta Dara yang di jawab anggukan oleh Jingga.


Sesudah sampai di kamar laki-laki itu, Jingga pun membantu Eros untuk merebahkan badannya di kasur milik laki-laki itu.


"Kamu mau makan apa? Biar aku ambilin." Tanya Jingga.


"Apa aja, asalkan kamu yang nyiapin." Jawab Eros dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Oke, kalau gitu aku ambil dulu." Ujar Jingga yang di jawab anggukan oleh Eros.


Setelah kepergian Jingga, Eros pun membentuk bibirnya sebuah seringai.


"Gak sia-sia aku hampir mati, dan sekarang kamu udah balik lagi ke aku."


Ya, itu semua memang rencana Eros, dari kecelakaan, kemudian orang tuanya yang meminta bantuan Jingga agar mau menjadi pacar pura-pura Eros, itu semua rencananya. Manusia licik, itulah sebutan yang pantas untuk Eros.

__ADS_1


***


Sedangkan di lain sisi.


Jingga yang sedang menyiapkan makanan untuk Eros tiba-tiba saja di panggil oleh Dara, dan kemudian Dara menyuruh Jingga mengikutinya


Di sinilah Jingga sekarang, di ruang kerja Kenan.


"Ada apa, om, sama tante nyuruh Jingga kesini?" Tanya Jingga dengan hati-hati.


Tanpa di ketahui, tiba-tiba saja Kenan memberinya sebuah surat.


"Surat apa ini, om?"


"Baca saja, setelah itu kamu tanda tanganin." Sahut Kenan.


Jingga mengangguk. Setelah itu gadis itu pun mulai membaca surat yang tadi di berikan oleh Kenan.


"Surat perjanjian?" Tanya Jingga ketika sudah selesai membaca. "Maksudnya gimana, om, tante?" Sambungnya.


"Kamu sudah baca kan tadi? Saya rasa kamu pasti sudah mengerti." Ujar Kenan datar.


Jingga meringis mendengar jawaban dingin Kenan.


"Biar tante jelasin, tante sama om nyiapin surat perjanjian itu, supaya kita saling menguntungkan. Kami sudah tau mengenai perusahaan keluarga kamu yang sedang bangkrut, dan seperti yang sudah di jelasin di situ, kami bakalan bantu perusahaan keluarga kamu sebagai imbalan karena kamu sudah mau membantu kami." Jelas Dara.


"Tante serius? Mau bantu perusahaan keluarga aku?" Tanya Jingga antusias.


"Iya. Gimana kamu setuju? Kalau setuju kamu bisa tanda tangan di surat itu." Jawab Dara sembari tersenyum.


Tanpa memikir lama, Jingga pun menganggukkan kepalanya. Yang di pikirannya hanya satu sekarang, perusahaan keluarganya tidak akan bangkrut lagi. "Oke, Jingga bakalan tanda tangan di situ." Katanya dengan semangat. Tanpa tau jika akan badai datang setelah ini.


Setelah itu, Jingga pun mulai menandatangani surat itu.


Kenan dan Dara yang melihat itupun menatap satu sama lain sembari tersenyum tipis.


***


Sedangkan di kamar, Eros yang tadinya sedang tersenyum-senyum sendiri pun seketika menghentikan senyumannya karena bunyi pesan masuk yang berasal dari handphone gadisnya.


Ting


Dengan segera Eros mengambil handphone milik Jingga yang kebetulan berada di atas nakas samping tempat tidur Eros.


Raka🖤


{ Sayang }


{Aku bakal balik besok, aku benar-benar gak sabar buat ketemu sama kamu ❤️ }


{Kamu kangen gak sama aku?}


Setelah melihat isi pesan tersebut Eros pun mengeraskan rahangnya.


"Siapa Raka?" Tanya Eros bingung.

__ADS_1


__ADS_2