Curved Irregular

Curved Irregular
Chapter 17 : Penginapan


__ADS_3

Kota ini... benar-benar tidak berubah.


Kegelapan menyelimuti langit ibukota. Tampak jernih tanpa keberadaan awan, suasana musim semi begitu mendukung aktivitas perekonomian masyarakat ibukota bahkan pada saat dimana matahari telah terbenam.


Mengendap-endap berbalut tudung. Light berada di tengah-tengah keramaian, mencari sesuatu untuk dimakan menggunakan uang yang berhasil dia sembunyikan dari ayahnya saat mengambil harta rampasan perang.


Sekarang, apa yang harus aku lakukan?


Aku tidak mungkin kembali ke kamar asramaku untuk saat ini.


Sembari memakan tusuk daging sebagai penahan lapar, Light mempertimbangkan keputusan yang harus dia ambil untuk saat ini.


Sebagai siswa akademi, sebenarnya Light mendapat sebuah kamar privat yang merupakan fasilitas yang dia dapatkan dari akademi. Akan tetapi, setiap Light memasuki kamarnya, itu selalu berada dalam keadaan kacau.


Dinding penuh coretan berupa hinaan dan umpatan, perabotan serta barang-barang pribadinya tidak luput menjadi korban keganasan tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Hanya karena Light tidak disukai oleh para pangeran—termasuk pangeran kedua yang berada pada angkatan yang sama dengan Light dan Selene—akibat dia adalah keturunan Renesse, hampir semua siswa berbalik tidak menyukainya.


Satu-satunya tempat pelariannya selama belajar di akademi hanyalah perpustakaan serta gedung belakang akademi yang sudah lama tidak digunakan.


Light menjalani hari-harinya dengan situasi buruk dan memilih untuk tetap bungkam. Jika dia melantangkan suara, Light tahu tidak ada seorangpun yang akan datang membantunya. Untuk itu, dia memilih merendah, bersyukur karena pilihannya tidak menyebabkan para siswa mengganggunya lebih dari ini.


Tepat setelah berpisah dengan Jade dan Colin, Light tidak diberikan sepeserpun uang untuk menanggung biaya hidup dirinya sendiri. Light hanya mengandalkan makanan yang disediakan oleh asrama, dia sendiri sudah cukup puas dengan hal itu.


Namun, upacara kelulusan kini hanya menghitung hari. Light harus mencari sumber pemasukan lain, tidak mungkin dia terus mengandalkan akademi untuk menanggung kebutuhan dirinya sehari-hari.


Dengan sejumlah uang yang bernilai sepuluh emas kiris kekaisaran di tangan, setidaknya itu akan cukup menanggung biaya hidup Light selama empat hingga enam bulan bergantung dari bagaimana dia membelanjakan uang tersebut.


"Hei, apakah kau tahu dimana penginapan murah di sekitar sini?" Penjual daging tusuk bakar menatap heran kepada Light atas pertanyaan yang baru saja dia ajukan.

__ADS_1


"Apakah kamu pelancong dari seberang laut, Tuan?" Sembari menanggapi Light, tangan penjual itu tetap tidak berhenti bergerak, "Jika kamu mencari penginapan 'normal' di sekitar sini, kamu membutuhkan identitas atau tanda pengenal asli yang diberikan oleh ksatria penjaga."


Light kini berada di distrik perdagangan ibukota. Berbeda dengan distrik atas dimana perumahan para bangsawan dan ksatria berada, distrik perdagangan memiliki banyak ras yang berlalu lalang di dalamnya.


Meski kekaisaran adalah negara yang menganut paham supermasi manusia, itu mungkin hanya berlaku dalam jargon. Para bangsawan tidaklah dapat menutup mata pada keahlian-keahlian yang dimiliki ras lain yang berpotensi tinggi dapat meningkatkan perekonomian negara secara signifikan.


"Aku tidak memiliki masalah dengan itu." Penampilan Light begitu mencurigakan, sampai-sampai penjual daging salah mengira Light berasal dari benua lain.


"Jika begitu, datanglah ke Penginapan 'Cresent Moon.' Itu adalah penginapan terbaik di sekitar sini dengan harga yang lumayan terjangkau. Makanannya enak, mereka juga tidak membeda-bedakan ras lain." Penjual daging tersenyum ramah kepada Light, teringat kembali dengan kebaikan pemilik penginapan tersebut.


"Terima kasih." Light meletakkan koin perunggu sebagai rasa terima kasih, dia bergegas untuk menemukan lokasi tersebut sesuai dengan ingatannya selama menyamar di ibukota beberapa tahun yang lalu.


Light melakukan pencarian setelah beberapa saat. Penginapan yang hanya menunjukkan tanda bulan sabit yang tergantung di atas pintu masuk, Light yakin jika ini adalah penginapan yang pedagang daging tusuk itu rekomendasikan kepadanya.


Cklang!


Suara bel aneh menyambut kedatangan Light. Jauh dari bayangan, bar yang merangkap aula makan merupakan ruangan yang pertama kali dia jumpai.


"Selamat datang di Penginapan Cresent Moon!" Gadis beastman kucing menyambut Light dan menghampirinya setelah dia menyajikan makan malam seorang pelanggan, "Perkenalkan, namaku adalah Selka! Adakah yang bisa aku bantu, Tuan?"


Selka menyembunyikan nampan piring di balik punggungnya. Senyuman yang dia tampakkan di atas wajahnya begitu imut, perawakannya yang kecil menambah kesan jika dia adalah salah satu gadis promosi.


"Aku membutuhkan sebuah kamar kosong untuk satu bulan ke depan." Bersamaan dengan percakapan keduanya, Light dibimbing menuju konter.


Selka mencari ketersediaan kamar dalam daftar, "Jika Anda tidak keberatan, apakah kamar tersebut hanya untuk Anda sendiri, Tuan?"


"Benar."

__ADS_1


"Bingo! Satu kamar dengan satu kasur masih tersedia, Tuan!" Selka merogoh kunci di bawah meja konter, pelayanan yang dia tunjukkan sangat menggemaskan meski itu tidak berefek apapun kepada Light, "Tapi, Anda diharuskan untuk memberikan identi—"


"Tidak masalah." Light memberikan identitas akademinya.


Bukan berarti Light saat ini hidup dalam pelarian. Light tidak berpikir jika identitas palsu merupakan sebuah kebutuhan. Jadi, tidak masalah apabila Light terang-terangan menunjukkan identitas serta data dirinya.


Sekujur tubuh Selka seketika gemetaran, melihat keberadaan seorang bangsawan tepat di hadapannya benar-benar membuat mentalnya jatuh ke dasar jurang. Kenangan pahit Selka dengan seorang bangsawan pada masa lampau ternyata tidak dapat dilupakan begitu saja.


"Aku harap kau tidak mengatakan hal-hal yang tidak perlu." Light memperingatkan Selka agar dia kembali bertugas dengan serius.


"La—lalu... a—apakah saya harus menyembunyikan identitas Anda, Tuan?" Selka terbata-bata, ketakutannya yang berlebih serta keinginan untuk memanggil atasannya menjadi alasan utama kegugupan dirinya.


"Yah, bukan berarti aku berniat menyembunyikannya. Jadi kau bebas untuk mengatakan keberadaanku jika kau diminta atau bahkan berada dalam bahaya." Light memberi jawaban penyelamat.


"Ba—Baik... Yang Mu—"


"Tuan atau pelanggan, itu sudah cukup." Light memotong kata-kata Selka.


"B—baik, Tuan... La—lalu... tagihan yang dibebankan adalah 2 koin emas apabila Anda memesan sarapan dan makan malam. Ka—kami mematok tarif hanya 5 perak besar jika Anda bermaksud menyewanya tanpa mendapatkan hidangan."


Light merogoh kantong kulitnya dan mengeluarkan 2 koin emas kiris di atas meja, "Cukup?"


"I—iya... terima kasih... Tuan..." Light pergi meninggalkan Selka yang masih sedikit takut begitu saja tepat setelah kunci kamar diberikan kepadanya.


"Tuan pemilik! Nyonya!" Selka bergegas masuk untuk menemui para pemilik penginapan yang sejak dahulu telah merawatnya tepat setelah Light yang menaiki tangga tidak lagi terlihat.


Light menggenggam pegangan pedang dengan tangan kanannya saat menaiki tangga, merasa membutuhkan perlengkapan baru setelah semua senjata yang dia miliki rusak berat.

__ADS_1


Kurasa, aku membutuhkan pedang untuk sekarang... Bagaimanapun, aku tidak bisa menghadiri kelas dengan pedang hancur ini.


......................


__ADS_2