
" Apa kau tau, cara keluar dari sini? " Tanyaku pada sosok setia di depanku.
" Oh begitu. Baiklah, sekarang kau harus menghubungkan aku dengan kedua sahabatku. Malam ini kita harus memberi tahukan posisi kita pada mereka. " Pungkasku.
Kami berdua sepakat untuk melakukan sedikit ritual kecil. Di ruangan yang seluas ini, serta penjagaan yang kurang ketat disini, memberi ku sedikit peluang untuk melakukan komunikasi batin pada kedua sahabatku.
Aku mulai duduk bersila di atas ranjang ku, berhadapan dengan sosok setia di depan ku dengan posisi yang sama. Kami menutup mata, berusaha untuk tetap fokus pada titik gelap dalam pejaman kami.
" Tidak biasanya, mengapa aku seperti susah mendapatkan titik fokusku?! " Batin penuh kegelisahan.
Kesal rasanya, ini bukanlah diriku yang biasanya! Hal yang mendasar seperti ini saja tak mampu aku lakukan dengan benar. Dalam pejamanku aku terus mencari titik fokusku, akan tetapi terus di halangi oleh beberapa bayang merah yang mengacaukan setiap titik tumpu konsentrasi ku. Alhasil mau tak mau, aku harus menghentikan kegiatan astral ini.
" Virgo? Putuskan penghalang itu sekarang! " Kesalku
" .... " Menunduk hormat.
Ia menghilang dan hanya menyisahkan gumpalan-gumpalan asap di tempat ia duduk.
" Ini pasti ulahnya! " Guman Kesalku.
" Huh!!! " Tampa sadar aku melempar bantal persegi panjangku.
" Kurang Ajar!!! " Teriakku.
Sebenarnya ada apa dengan situasi saat ini?! Mengapa aku malah terjebak di istana asing seperti ini?! Semuanya membuat ku menjadi sangat emosi. Nazume dan Ken, mengapa juga mereka tidak berusaha untuk mencariku?
" Tidak, tidak, tidak. Aku percaya Nazume dan Ken. Mereka pasti sedang kebingungan dengan hilangnya diriku ini. " Pikirku berguman kecil.
Tak lama kemudia, Virgo pun datang menemui ku.
" Bagaimana? Apakah bisa di singkirkan? " Tanyaku kala melihat sosok Berjubah hitam dengan kupluk yang menutup seluruh wajahnya.
" .... " Komunikasi batinnya padaku.
" Oh, Jadi dia ingin bermain-main dengan Angela yah? Hemp! Baiklah. Virgo!? Segera ambilkan aku daun Bidara di depan sana, serta 3 gelas air. " Pungkasku mulai geram dengan Pak tua.
" Baik, putri. " Batin Virgo padaku
Kepergian Virgo, lagi-lagi meninggalkan beberapa gumpalan asap.
" Darah kecantikan terkutuk. Sebuah julukan mulia di alam Panca astralo dan julukan mengerikan di alam dunia manusia. Sesungguhnya aku sudah cukup menderita dengan sikap manusia padaku selama ini, mereka terus memperlakukanku dengan tidak pantas. Bahkan mengolok-olok diriku di depan guruku. Namun, untung saja tidak semuanya bertindak seperti manusia sampah seperti mereka. Aku harus menemukan Bapak dan Ibuku. " Gumanku mulai memikirkan beberapa kejadian yang perna ku alami.
" Tok! Tok! Tok! " Suara ketukan pintu kamarku
" Putri Ayu? Raja Ayahanda ingin bertemu denganmu. " Seru pelayan di luar kamarku.
" Ayahanda? ingin bertemu? mendadak sekali, bukankah ini sudah lewat tengah malam? " Guamnku berpikir.
" Baiklah! Katakan pada Ayahanda, Ayu akan segera menemuinya di ruangannya!! " Balasku berseru keras pada pelayan itu.
" Baik, Putri Ayu. " Singkatnya.
"Wusshh!!" Angin kecil berwarna kelabu seketika muncul di hadapanku.
" ... " Mengontak batin padaku.
" Baiklah, Kita tak perlu lanjutkan lagi " Gumanku menatap matanya.
Dan aku pun beranjak dari ranjang ku untuk menemui Ayahanda.
" Tuk! Tuk! Tuk! " Langkah kakiku.
Aku melewati beberapa lorong yang begitu besar, rasanya area di istana ini tidaklah asing bagiku. Akan tetapi bagaimana bisa? sedangkan aku selalu berada di dunia manusia kan?!
Langkah kakiku terhenti di ujung jalan menuju ruang singgasana Ayahanda, ada 2 suara wanita yang sedang membicarakan tentang kejadian di istana ini. Aku awalnya tidak begitu memperdulikan pembicaraan itu, namun mereka tiba-tiba menyebutkan namaku sehingga akhirnya aku pun memutuskan untuk menguping pembicaraan mereka dari balik pilar besar.
__ADS_1
" Apakah dia adalah Calon Maharani dinegri ini? " Pungkas Dayang 1 istana Ayahanda.
" Tentu saja! apakah kau tak melihatnya? Yang mulia begitu menghormati wanita asing itu, dan lagi kami harus memanggilnya dengan sebutan Putri Ayu kan? " Jawab Dayang 2.
" Bukankah itu akan membahayakan Sang Yang mulia kelak? Bukankah ia sudah bersusah payah merebut tahta Raden waktu itu? Mengapa sekarang ia ingin Putri Raden berada di istana ini? " Ucap Dayang 1 seraya menggosok Guci dengan sebuah kain putih.
" Hei jangan sebut nama Raja terdahulu, apakah kau ingin kepala mu di penggal oleh Yang Mulia?! " Tegur Dayang 2 yang hanya memerhatikan pekerjaan Dayang 1.
" Raden? Bukankah itu nama lain Bapakku?! " Pikirku setelah mendengar percakapan itu.
" Sudah, sudah, Jangan membicarakan mereka lagi. Aku takut dengan tindakan Yang Mulia selama ini akan terjadi juga pada kita berdua. " Guman pelan Dayang 2 pada Dayang 1.
" Yah sudah, kita pergi ke ruang pemandian Yang Mulia saja, tak lama lagi ia akan menjalankan ritualnya. Ini adalah bulan purnama, setelah ia mendapatkan Darah yang ia cari. Kita akan semakin tunduk padanya, jadi sebaiknya kita harus lebih berhati-hati lagi terhadapnya " Jawab Dayang 1 lalu mengajak pergi.
Aku pun berjalan keluar dari balik pilar dan menatap kedua punggung Dayang tersebut. Otakku penuh dengan pembicaraan tadi, mengapa Lelaki tua itu ingin Darah?
" Tunggu! Darah? Apa ini ada kaitannya denganku? " Batinku mulai merasa khawatir.
" Virgo?! Segera cari tahu kebenaran mengenai Raja terdahulu. Kumpulkan bangsa Jinry untuk membantumu dalam melaksanakan tugas ini. " Pungkasku memerintah Virgo yang tengah bersembunyi di balik pilar-pilar istana.
" ... " Menunduk hormat.
Ia menghilang bersama hembusan angin yang mendadak datang.
" Ayu?! " Suara yang Familiar itu mengagetkan ku.
" Hah?! " Terkejut.
" Ayahanda?! " Gumanku tanpa sadar.
" Apakah ia telah mendengarnya?! " Batinku semakin lebih khawatir.
" Mengapa kau tidak segera menemui Ayahanda, Siapa yang mengganggumu? sehingga kau terpaksa membuatku menuggu kedatanganmu? " Pungkas Ayahanda dengan mimik keheranan
" Mengapa begitu buru-buru? Apakah karena ini bulan purnama jadi Ayahanda begitu bersemangat untuk menemui ku? " Ucapku mencoba menyindirnya.
" Hahhaha.. Ayahanda? Putri Ayu hanya bergurau, mohon untuk tidak tersinggung Ayahanda. " Sautku menyelah agar tidak ketahuan.
Aku pun memberi hormat kecil padanya, dengan menekukkan salah satu kakiku kebelakang lalu mulai menunduk kemayu dan anggun di depannya agar kecurigaannya tidak akan tumbuh begitu saja padaku.
" Selamat Malam Ayahanda? " Salamku dan berusaha seanggun mungkin dihadapannya.
" Hahah... Anakku. Baiklah mari kita pergi menyapa para Rakyat di luar. " Senangnya lalu mengajakku pergi menuju Balkon besar yang berada di dalam Ruangan Singgasananya.
" Ayahanda? Apakah Ayah yakin, seluruh Rakyat akan menerima sapaanku? Bukankah mereka telah lama tidak bertemu dengan sang Putri? " Ucapku bertanya pada sosok lelaki paruh baya di depanku.
Ia tersenyum lembut seraya berkata.
" Tentu saja! Ayahanda akan menghukum mereka jika tidak ada yang ingin menerimamu. Katakan saja pada Ayahanda, siapa yang ingin menentangmu berarti telah menentang sang Raja Prinfasiuz. " Pungkasnya dengan lantang dan tegap.
" Ayahanda? Kau yang terbaik!!! heheh. " Seru kerasku berpura-pura sangat bahagia.
" Hahahah.. Ya, ya, ya. Ayo segera sapa seluruh Rakyat di sana " Tangannya menganyun mengarah pada balkon besar nan megah di depanku.
Aku melangkah maju bersama Ayahanda, kedua kakiku begitu lancar kala berpijak. Ku lukiskan wajah paling ramah dan anggun untuk menyapa seluruh rakyatku, setidaknya mereka tentu sudah banyak menderita bukan, saat berada dibawah pemerintahan lelaki tua ini selama masa jabatannya.
" Ayahanda? mohon izinkan Putri untuk memakai Cadar ini, Putri hanya ingin menghindar dari niat buruk para musuh kita, jika mereka tahu bahwa sang Putri, Calon Maharani bagi negeri PRINFASIUZ telah datang menjenguk Ayahanda?! Putri takut akan ada celah untuk memberontak pemerintahan kita?!! " Pungkasku berusaha menghindar dari masalah Politik Raja Iblis ini.
Ia tampak menimbang-nimbang ajuanku, hingga suara batinnya pun terdengar juga.
" Hem? benar! Anak ingusan ini cukup pandai juga dalam menyusun siasat kecil seperti ini , dengan begini ia akan terus menjadi salur darah untukku seorang. " Suara batin Raja Iblis yang terdengar oleh ku.
" Baiklah, Ayahanda akan menuruti segala permintaan darimu. " Pungkasnya lalu kembali tersenyum.
" Terima kasih Ayahanda!! " Semangatku melompat kegirangan.
__ADS_1
"Berhasil!! " Batinku berseru keras..
Aku mengeluarkan kain merah yang transparan dari lipatan kain rokku, lalu mengikatnya sebagai cadar di wajahku. Hal ini bertujuan agar aku akan lebih mudah jika aku terpaksa harus menemui seluruh rakyatku dalam kondisi genting. Ini juga akan berguna pada rencana ku selanjutnya.
Kini tibalah kami di ujung balkon dengan pagarnya yang masih kental akan budaya adat Jawa kraton. Begitu berkesan di hatiku. Aku mulai mengalihkan pandanganku pada sekumpulan orang-orang yang berada di bawah kami.
" Masyah Allah! betapa banyaknya Rakyatku?! Ya Allah? Aku harap mereka semua tidak menderita karena keserakahan sang Iblis ini. " Doaku dalam batin kala mengagumi banyaknya rakyatku yang telah menanti sapaan kecil dariku.
" Raja Prinfazius dan Putri Ayu telah tiba!!! " Seru keras salah satu pengawal yang berada di ujung balkon.
" Salam abadi kepada Sinar Kebaikan Raja Prinfasiuz, Salam abadi kepada Sinar Negeri Prinfasiuz Putri Ayu!!!! " Sorak- Sorakan itu terus berulang berkali-kali.
Tak lama menikmati sorak gembira seluruh Rakyat, Sang Raja Iblis pun mengangkat kedua tangannya dan seketika suara-suara indah itu pun terhenti dengan cepat.
" Selamat malam Rakyat Prinfasiuz!!!! Malam ini, Aku Raja kalian!! Akan mengumumkan!! bahwa pada malam ini, Sang Putri Ayu! Yakni, Calon Maharani Negeri Prinfasiuz akan menunjukkan kesan baik pada kalian semua!!! " Seru kerasnya di tengah kesunyian yang padam.
" WOO!!! huh!!! Yeee!!!! " Sorak gembira seluruh Rakyat.
" Selamat malam Rakyat Prinfasiuz, Terang abadi sinar negri Prinfasiuz bagi kalian semua!! " Pungkasku secara tanpa sadar langsung terucap begitu saja.
" Saya adalah Putri dari Raja Prinfasiuz, Calon Maharani bagi negeri ini!! Pada malam ini, kedatangan kalian sungguh membuat saya begitu terharu akan rasa hormat kalian pada kami keluarga kerajaan!!! Saya hanya berpikir untuk menyapa kalian dengan singkat, akan tetapi setelah melihat reaksi kalian semua, seketika telah membuat saya merasa bahwa saya harus menyapa kalian dengan sebaik cara kalian menghormati kami!! " Lagiku tanpa sadar telah berucap dengan lancarnya.
Sesaat semua orang sedikit tercengang dengan Kalimat yang ku ucapkan di depan semua orang, bahkan Sang Raja Iblis pun menatap dalam wajahku kala aku tengah memberikan beberapa sapaan singkat pada Rakyatku.
" Wanita ini!! ia merendah didepan Rakyat sampah??!! Apakah dia tahu, bahwa itu bukanlah tindakan seorang Calon Maharani ?!! " Suara batinnya lagi-lagi terdengar olehku.
" Hump!! " Aku tersenyum kecil.
" Aku akan mengadakan pesta besar di halaman istana dan juga di dalam istana!!! Saya harap!! Kalian semua ikut serta dalam acara penyambutan ku dengan kemeriahan selama pesta berlangsung!! Kalian bebas memasuki Istana Prinfasiuz !! Sayalah yang akan menuntun kalian selama acara penyambutan ku berlangsung!!! Jadi, bersenang-senanglah!!!!" Lagiku kembali berucap dengan bangga seraya mengangkat kedua tanganku dengan gembira.
" WWO!!!! YEE!!!! HUUU!! ZHSHSKBZTSTRW!!! " Sorak kegembiraan pun kembali bergema bersama hembusan angin.
Suasana ini seperti hal yang sangat jarang ku temui di mana pun. Aku tersenyum puas, namun Raja iblis itu malah tercengang dengan tindakanku.
" KURANG AJAR!! Lancang sekali wanita sampah ini!? ia memutuskannya tanpa meminta persetujuan ku terlebih dahulu!?, apakah dia akan menjadi ancaman bagiku Kelak?! " Suara batin Raja Iblis terdengar sangat kesal dengan keputusanku.
" Ada apa Ayahanda, apakah kau mengkhawatirkan pesta ini? " Tanyaku kala melihat tubuhnya menjadi kaku.
" ... " Tak merespon selain terus menatapku dengan wajah aneh.
" Ayahanda? kau tenang saja! Aku sengaja membuat pesta ini untuk menunjukkan betapa baiknya calon Maharani mereka, sehingga peluang para pemberontak untuk mengusirku dari sini akan menciut bersama mental mereka, Aku pun telah memerintahkan beberapa pengawal pribadiku untuk mengawasi seluruh orang yang terlibat di dalam mau pun di luar istana selama pesta ini berlangsung. Apa kau tahu apa keuntungan dari sebuah pesta meriah ini?! " Aku mulai membicarakan rencana licik bersamanya.
" Apa maksudmu Putri Ayu? " Gumannya masih dengan mimik yang sama.
" Aku telah menemukan sosok mata-mata di antara kerumunan rakyat sampah disana! Dan dia sama Skali tidak bereaksi sedikit ku sejak kedatangan kita. Dan setelah mendengar berita pesta ini, ia pun tersenyum padaku dengan tatapan sinis. Aku yakin orang itu adalah kunci bagi kita untuk mengetahui, kerajaan mana yang ingin memata-matai negeri kita. Tentu saja keuntungannya kita bisa kembali menggunakan orang itu sebagai mata-mata kita untuk di negerinya sendiri bukan?! " Panjang lebarkan menyiapkan siasat licik baginya.
" Kita bisa menguasai Kerajaan tersebut, dan menambah aset kekayaan bagi kita. Serta, bukankah setiap kerajaan akan selalu memiliki Seorang anak Darah terkutuk?! Ayahanda? Aku ingin mencicipi Darah segar merekaa.. aku ingin agar kekuatan mereka menjadi milikku dan milikmu, Ayahanda. Ayah tenang saja, semua berada di dalam genggamanku. tak ada satu pun yang boleh membuatku Tun-duk ! " Ucapku lalu pergi meninggalkannya yang masih terlihat membeku disana.
" Hump! Sebentar lagi permainanmu akan ku gantikan dengan permainanku. Hahah " Batinku menyeringai senang.
Aku terhenti disalah satu sisi depan pintu ruangan tersebut, mungkin saja ia akan kembali berguman dalam batinnya sehingga aku jadi bisa mengetahui pendapatnya mengenai keputusan ku.
" Ha? Hahahha!!! Aku kira Wanita itu akan menyusahkan ku, rupanya dia begitu membantuku dalam banyak hal!! Hahahahah!!! Setelah ku sedot habis darahnya maka aku akan bisa hidup paling lama 100.000 abad lagi. Darahnya begitu istimewa, berbeda dengan Darah terkutuk lainnya yang hanya bisa memberiku kehidupan selama 100 abad saja. Hahaha.... Wanita sampah tetaplah wanita sampah!! Seberguna apapun kau padaku, aku hanya akan lebih menyukai Darah di tubuhmu. Dan hari itu akan tiba sebentar lagi!! Buahahaha!!! " Serunya dengan lantang dan penuh emosi yang menggebu-gebu di dalam dirinya.
Keserakahannya, sangat mendarah daging! Semua itu hanya demi menikmati hidup dengan segala kesenangan yang ia rampas.
" Heh???? Wanita sampah?? Hump!! Justru kau lah yang sampah!! Kau lupa bahwa ini malam bulan purnama, hasrat akan darahku akan menyiksamu di kamarmu, dan dengan begitu usiamu akan berkurang setidaknya sebanyak 50 Abad mendatang. Aku begitu Cerdas untuk kau yang pandai. " Gumanku merasa puas akan rencana yang sesuai ekspektasi ku.
.
.
.
" Karma akan selalu adil pada semua orang. " Note.
__ADS_1
.
.