Darah Kecantikan Terkutuk

Darah Kecantikan Terkutuk
Episode. 25 (Cermin Sakral)


__ADS_3

" Mimpi yang aneh! Aku yakin itu pasti bukan sebuah mimpi! Hump! Mari kita lihat, siapa yang sedang mengendalikan siapa? " Gumanku menyeringai.


" Duh senangnya lihat anak mama sudah seperti dahulu, Masyah Allah. Kamu lagi gambar apa, Nak? " Puji Mama yang tiba-tiba datang tanpa sepengetahuan ku.


" Eh? inih lagi gambalr yang di mimpi Afika, Mah! " Jawabku lalu menunjukkan hasil gambarku.



" Ini! " Guman mama kali pertama melihat hasil gambarku.


" Kamu yakin ini di mimpimu, Nak?! " Tanya mama dengan wajah yang memucat.


" Iyah kenapa? " Heranku.


" Apa kamu masuk di sana? " Lagi mama semakin khawatir.


" Tentu saja! dalri lualr kelihatan sepelrti kastil di istana pultri-pultri Disney, tapi di dalamnya itu lebih lualr biasa! banyaaaaakk banget ukilran batik-batik! pokonya itu kelren mah!!! " Pungkasku mengacungkan dua jempolku.


" Afika! kamu dengerin mama! Apapun yang membuatmu memimpikan ini, bagaimana pun caranya, kamu harus keluar!!! lebih cepat lebih baik!!! Kamu ngerti kan??!!! Sekarang buang itu! itu hanya akan menjadi jalan buat kamu memikirkannya!! " Omongan aneh itu keluar mulus dari mulut Mama.


Ia begitu ketakutan, entah apa yang sedang mengganggu pikirannya sehingga malah membuatku tak dapat berkata-kata.


Singkat cerita, Rumah Ken.


" Ini, silahkan di nikmati. " Timbal Ken seraya meletakkan beberapa jus beserta cemilan kecil.


" Apa kamu yakin? Mama kamu berkata seperti itu? " Tanya Nazume memastikan.


" Ya! Aku yakin! Nazume? Ayok kita tanyakan ini pada Gara. " Ucapku mengajukan.


" Afika? sebetulnya Bu Wiwi itu bukanlah guru kita. " Guman Ken lirih.


" !? " Kaget kami.


" Maksud kamu apa Ken?! " Saut Kak Putri.


" Dia bukan Guru di sekolah kita, ia memalsukan identitas guru yang sebenarnya, yang aku takutkan dia pasti memiliki niat jahat, atau sebuah rencana dibalik semua ini. Terutama kertas ujianmu itu. " Jelas Ken dengan serius.


" Aku ngak paham! " Ucapku.


" Pakkcc!!! " Kak Feby memukul meja dengan kedua tangannya lalu berdiri tegak.


Kami kembali di buat kaget, namun kali ini adalah perbuatan Kak Feby yang secara mendadak memukul meja dengan keras.


" Kayaknya aku mulai paham deh ama situasi ini!! Jadi maksud kalian Bu Wiwi itu adalah wanita pembohong?!! Aku benarkan?!! Dan kesimpulannya itu bisa jadi bahwa Bu Wiwi sedang terlilit hutang, lalu ia menyamar sebagai guru di sekolah kita, dan ia juga pasti telah lama mempersiapkan identitas palsu sebelum para rentenir memerasnya habis-habisan, Jadi dengan terpaksa ia bekerja sebagai guru agar ia bisa mengambil gajinya sebagai guru untuk membayar sisa hutangnya. Tapi kok dia ngak minjem di bank aja yah? apa dia berhutang di bank itu makanya ia terpaksa harus menyamar jadi guru di sekolah kita? Iyahkan?!!! " Tebak Kak Feby dengan wajah serius.


Duar!!!!!!


Bagai mendapat petir di siang bolong, Kak Feby mengambil kesimpulan yang sangat Ambigu.


" !? " Kami semua tercengang mendengar kesimpulannya.


" Feby!!! " Koor Nezume dan Putri meneriaki nama Kak Feby dengan Kesal.


" Sebetulnya dia ini sedang berbicara apa sih?! Mengapa bisa diluar topik?" Gumanku pasrah dengan suara pelan.


" Loh? Kenapa? Perkataanku itu benar kan??! " Wajahnya terlihat tidak meyakinkan.


" Hohoho.. Sepertinya otak cemerlang ku sudah mulai bekerja yah!!? Setelah kalian mendengar kesimpulanku, kalian merasa itu benar dan akhirnya tidak dapat berkata-kata lagi. Iyahkan!!? " Lagi Kak Feby dengan Diplomatis.


Kak Feby bergaya dengan penuh percaya diri di depan kami, ia terus memuji dirinya dengan sebutan Otak Cemerlang.


" Haiyahhh.... " Lirihku menghebus nafas.


" Kalian berdua ikut aku sekarang!! " Saut Ken menarik tanganku dan Nezume.

__ADS_1


" Eh? Hah! " Kor kami berdua.


" Hei kalian mau kemana?!! " Teriak Kak Feby.


" Putri?! Tolong yah!! " Seru Nazume yang ikut terseret bersamaku.


" Hei????!! Kalian mau main rahasia-rahasiaan yah?!!! Tidak akan ku biarkan!!! " Teriak Feby di belakang kami.


" Hei wanita Gila!! Diamlah disini! apa kau sadar dengan kesimpulanmu itu apa?! " Suara Kak Putri yang sedang berusaha menahan pergerakan Kak Feby yang mungkin akan mengejar kami.


" Lepaskan aku!! Aku sudah susah payah mengeluarkan kesimpulan itu dengan otak cemerlang ku, tapi malah di anggap angin lalu?!! Heii!! Kalian!!! Arggg!! " Ronta Feby yang kesal.


Aku, Ken, Nazume tidak begitu menghiraukan adu argumen keduanya di belakang kami. Wajah Ken begitu serius, ia terus menarikku dan Nazume untuk mengikutinya.


Tibanya kami di suatu ruangan.


" Ken?! Kau mau seret kita sampai kemana lagi?? Tanganku sudah sesakit ini. " Kesal Nazume menarik kembali tangannya.


" Kita sudah sampai. " Datar Ken.


" Kak Ken? Kenapa kita kesini? " Tanyaku saat menyadari rupanya kami dibawa ke suatu ruangan yang aneh.


" Ken!!! Apa Kau tidak Warass!!!! " Teriak Nazume dengan emosi.


" Apa kau mau mencelakai Angela!!?? Kau gila yah?!! " Lagi Nazume memarahi.


Aku tersentak melihat emosi Nazume secara alami darinya, keduanya memeng rada memiliki sifat yang sama, namun Nazume tidak sedingin Ken yang setiap saat begitu susah untuk berkata-kata.


" Ken?!!! Jawab!!! Apa kau mau Angela mati!!! Apa kau tidak perna berpikir bagaimana cara kita lepaskan diri dari kejaran mereka selama ini?!!! Jawab Ken!! Jawab!!! " Lagi Teriak Nazume pada Ken.


Ken tidak begitu memperdulikan perkataan Nezume padanya. Ia masih bungkam dengan segala tuduhan yang tertuju padanya.


" Angela? Kau harus melihat ini. " Seru Ken yang mulai menarikku kembali ke arah lain.


" Ken?!! Kau benar-benar Gila!!! " Nazume menarik kembali tanganku yang di genggam Ken.


Aku menatap mata Ken, Mata itu bersinar di ruangan ini. Ada secercah harapan kecil yang bisa ku rasakan dari pancaran tersebut.


" Ken? Tunjukkan saja padaku. " Ucapku mempercayainya.


" Tidak, Angela!!! Kau bisa mati jika mengikuti keinginan Ken!! " Lagi Nazume yang kini wajahnya telah memucat.


" Hem " Aku tersenyum pada Nazume.


" Nazume? Aku berhak tau apa yang terjadi pada kita sebenarnya. " Aku berusaha memberinya rasa aman.


" Angela apa kau yakin?! " Nazume terus menahanku.


Aku menatap mata Nazume dengan dalam, berharap agar ia mempercayaiku sepenuhnya.


" Terserah padamu!!! " Kesal Nazume lalu pergi begitu saja.


Aku juga Ken hanya melihat punggung itu berjalan menjauh, lalu menghilang di balik pintu di depan sana.


" Angela? Sekarang kau sudah bisa melihat ke sana. " Tunjuk Ken pada Benda besar yang tertutup oleh kain hitam yang berdebu.


Aku melangkah perlahan-lahan menuju tempat yang telah di tunjuk oleh Ken padaku. Tibanya tubuhku di depan benda tersebut, aku menarik pelan kain hitam disana.


Syuut.


Kain terjatuh ke lantai.


" Cermin? " Batinku.


" Ini hanya cermin, apa yang perlu Nazume takutkan? " Lirihku lalu menghadap pada Ken sebab aku merasa ada yang aneh dengan Cermin ini.

__ADS_1


" Terus tetap wajah disana. " Lagi Ken.


Aku berbalik menghadap cermin itu lagi, ku tatap dalam wajahku didalamnya. Hingga tiba-tiba saja...



Cermin tersebut mendadak menunjukkan seorang anak perempuan dengan sosok hitam yang tengah berdiri di belakangnya, Anak perempuan itu sangat terlihat mirip dengan diriku saat ini, dan sosok di belakangku adalah sosok yang juga selama ini mengikutiku.


" Hah?!! " Spontan ku terkejut.


" Apa yang kau lihat, Angela? " Tanya Ken.


" Aku melihat diriku saat ini, sedang bersama dengan sosok yang juga selama ini menemaniku. " Pungkasku menjelaskan.


" Sekarang tatap mata sosok di belakangmu. " Lagi Ken memerintahku.


Aku mengikuti perintah Ken, Aku menatap dalam mata sosok di belakangnya. Akan tetapi sesaat aku melihat matanya, sosok tersebut berbicara.


" Putri? jangan lihat mataku lebih lama lagi. Ada yang sedang mengawasimu saat ini. " Seru sosok itu padaku.


Tling!!


Aku tersadar, seakan habis kesurupan oleh setan. Aku menggelengkan kepalaku beberapa kali untuk menjernihkan kesadaranku.


" Ken? Apa maksudmu menyuruhku seperti ini?!! " Kesalku bertanya sambil menunjuk cermin tersebut.


" Angela? Sudah hampir tiba waktunya darah kecantikanmu akan aktif, saat kau duduk di bangku SMA nanti Kau akan melihat semua orang akan semakin membencimu karena kecantikanmu saat ini. Dan semakin kau bertambah usia, kecantikan itu juga akan semakin meningkat. " Jelas Ken tanpa ekspresi sama Skali.


" Ken? Apa kau tahu semua ini sejak dulu? " Tanyaku memastikannya.


" Aku juga Nazume adalah salah satu Utusan Raden untuk terus menjagamu, akan tetapi setelah ayahku tertembak pada malam dimana kita bertiga di kejar oleh musuh kita, Sejak saat itulah aku juga Nazume memutuskan akan menghindarimu selama beberapa tahun hingga takdir sendiri yang mempertemukan kita. " Jelasnya.


" Angela? Apa kau ingat anak yang bernama Noval itu? " Laginya padaku.


Seketika aku mengingat memori bersama Noval.


" Dia adalah sosok menguji kesadaranmu, ini bertujuan untuk mengulur waktu kutukan di dalam dirimu lebih lama. Kami semua takut jika ketukan tersebut telah aktif, dan sosok dirimu yang sebenarnya telah kembali, maka semua usaha kami selama berabad-abad akan sia-sia. Kami bahkan menyesal karena tidak menemanimu pada masa sulitmu, Sebab luka yang kami dapat pada malam itu, telah menyiksa kami selama beberapa tahun belakangan ini juga. Kau telah melihatkan? luka-luka kami saat di rumah sakit waktu itu? Sudah hampir 10 tahun dan luka kami belum kunjung sembuh total, apa menurutmu itu hanya bom biasa? Bahkan setelah itu, tak ada satupun berita yang menyiarkan tragedi Malam itu. Apa kau tidak ingin mengetahui semua itu? Apa kau ingin terus di bohongi oleh perbuatan mereka selama ini? Aku sengaja membawamu dan memperlihatkan cermin ini padamu, karena beberapa hari yang lalu kau tidak berada di tempatmu. Sebetulnya kemana saja kau pergi?!!! " Jelas Ken lalu berteriak padaku di kalimat terakhirnya.


" A?! " Aku tak dapat berkata-kata.


" Angela?!! Apa kau tahu?!! Kau hampir saja telah membuka portal waktu itu! Dan selama itu! kau sangat susah di hubungi oleh kami, Kami begitu khawatir denganmu, kami takut bahwa alam tidak akan seimbang jika kau tidak ada?!! " Lagi Ken tampak sangat Kesal denganku.


" Kak Ken? Apa kau sedang berteriak padaku? " Tanyaku lirih sambil menundukkan kepalaku dengan geram.


" !? " Ia tersentak akan perkataanku.


" Terserah padamu? " Ucapnya lalu melangkah pergi.


" Ken? Berikan aku kapsul itu. Aku akan kembali pada jati diri ku yang seharusnya bukan? " Lagiku berbicara padanya.


" Tunggu hingga saat itu tiba, maka aku akan memberikannya langsung padamu, sebaiknya kau terus menahan diri, jangan sampai kau termakan oleh amarah itu dan malah membangkitkan kutukan didalam dirimu. Kami akan terus melindungi mu, dan lagi! Jauhi sosok yang bernama Rizky itu! Kau sama Skali tidak tahu niatnya padamu kan? Aku ingin meyusul Nazume di depan, pikirkan baik-baik disini. " Pungkas Ken kala melirikku dengan tajam.


Begitu arogan saat tengah berbicara serius dengan Ken, suasana menakutkan itu terus menghantui pikiranku.


" Ya, Allah? Sebenarnya siapa diriku ini?!! " Batinku mencoba mengubur amarah yang tertahan.


" Apa maksud semua ini, mengapa ada banyak kejadian yang malah tidak bisa ku ingat sama Skali?!! Apa yang sedang terjadi pada kehidupanku selama ini?!! Raden?? Siapa itu Raden??? Bahkan mimpi yang ku dapat pagi ini juga sama Skali tidak bisa ku ingat selain Istananya, dan beberapa orang di sana termasuk Kak Rizky. " Lagiku mencoba berpikir hal yang telah ku lewatkan.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2