Darah Kecantikan Terkutuk

Darah Kecantikan Terkutuk
Episode. 28 (Koma selama 7 tahun?!)


__ADS_3

" Hu! Uh! " Lirihku.


Aku akhirnya tersadar dari tidur siangku, tubuhku kelelahan, bahkan sedikit terasa sakit pada bagian punggung juga kepalaku.


" Uh?! Aku? " Lirihku kala masih mencari sesuatu.


Aku memaksakan mataku untuk melihat jelas di sekililingku, dan ternyata ada seseorang yang tengah menjagaku. Sosok anak lelaki, namun lebih dewasa dari pada Ken temanku. Wajahnya begitu lembut saat matahari menyambarnya, rambutnya berkilau karena pantulan cahaya matahari. Begitu tampan untuk anak kecil sepertiku. Akan tetapi aku akhirnya menyadari sesuatu dari wajah yang tak asing ini.


" Ken!? " Gumanku menyadari sosoknya tengah tertidur di sampingku.


" Uh? " Lirihnya mulai sadar.


" Ken? " Panggilku.


" Angela!! Kau? Kau sadar!!! " Serunya lalu berdiri tegak.


" Tunggu!! Aku akan memanggilkan dokter untukmu! " Ucapnya lalu berlari keluar melewati pintu di depan sana.


Aku mengangkat tanganku ke atas. ku lihat ada sedikit perubahan yang telah terjadi, seperti ada pertumbuhan pada tubuhku selama aku tak sadarkan diri.


" Tanganku? Ini lebih besar dari sebelumnya? " Gumanku saat melihat tanganku.


Tak lama kemudian, Ken pun datang dengan membawa beberapa orang medis.


" Halo Nona. Afika? Bagaimana keadaanmu? Apakah ada yang mengganjal? " Tanya seorang dokter tampan.


" ... " Aku menggeleng kepalaku.


" Baiklah kita akan memeriksa denyut nadimu dahulu. " Ucapnya lalu menarik tanganku.


Ia melakukan beberapa tes padaku, mulai dari denyut nadi, memeriksa mata, lidahku, dan lain-lain.


" Luar biasa!!! ini suatu mukjizat. Dia seperti telah sembuh total selama masa komanya beberapa tahun ini. Ia akan segera pulih setelah di rawat selama beberapa hari lagi untuk pengecekkan yang akurat! " jelas Sang Dokter pada Ken.


" Benarkah?! Syukurlah!! Angela? Aku sangat khawatir denganmu. " Pungkas Ken lega.


" Baiklah, jika tidak ada yang diperlukan lagi, Saya permisi dulu. " Pamit sang dokter lalu di ikuti oleh dua suster pembantu.


" Ken? Apa aku salah dengar? Koma? Beberapa Tahun? " Ucapku tak paham pada situasi ini.


" Ken? berapa lama aku koma? " Tanyaku pada sosok Ken.


" Bisakah kita membahasnya nanti saja? kau harus pulih total dulu, dan aku akan memberi tahukan segalanya padamu nanti. sekarang kau ingin makan apa? aku akan segera membelikannya untukmu. " Pungkas Ken dengan lembut.


" Aku sedang tidak lapar. " Jawabku.


" Baiklah, sekarang kau ingin apa? aku akan menuruti permintaanmu. " Senyumannya menghangatkan suasanku saat itu.


" Ken? Aku tak ingin apapun. Tapi aku justru yang ingin bertanya padamu. " Ucapku menatapnya dengan bimbang.


Ia menatap mataku sambil memperlihatkan senyumannya yang belum perna ku lihat dari kali pertama bertemu, ia seperti tak ada beban saat ini untuk di tunjukkan.


" Ken? Aku telah mengetahui sedikit cerita masa laluku. " Ucapku lalu mulai memberikan suasana menyedihkan.


" Ibu dan Bapak ku? Mereka? Rupanya? " Mulutku seakan tak ingin berucap apapun.


" Ken? Mengapa kau melakukan itu?? " Lanjutku lalu menatap serius padanya.


" Melakukan apa? Aku tidak melakukan apa-apa. " Lugasnya tanpa ragu.


" Bohong!! Kau merelakan kekuatanmu demi menyerap mantra itu dari ku kan??!! Jawab aku Ken!! Hari itu aku mengetahui mengapa Nazume begitu takut aku akan mati. Rupanya karena ia takut aku akan di temukan oleh pamanku, dan akhirnya perjuangan kita selama ini akan berakhir sia-sia, bukan?!! " Jelasku berharap mendapat jawaban yang setimpal.


" Angela?? Apa yang kau bicarakan? aku tak paham? " Ia tersenyum sambil menggaruk kepalanya.


" Ken?? Aku butuh kau jujur saja padaku " Aku mencoba untuk berkata lembut padanya.

__ADS_1


Ia manarik nafas yang panjang sebelum akhirnya ia menjawab.


" Angela? bisa kah kau menghentikan ini? itu adalah kenangan yang paling ku benci untuk aku sebut sebagai kenangan. Aku mohon, Angela? Jangan sekarang, Yah?! " Pungkasnya dengan lembut.


Dia bukanlah Ken pada biasanya yang slalu memberikan hawa suram setiap kali bertemu. Dan hari ini mendadak setiap perkataannya begitu lembut padaku, bahkan ia tersenyum seperti itu tadi. Kecurigaan ku semakin besar dengan Sagala tindakannya, sebetulnya apa yang telah terjadi selama ini?


" Ken? Setidaknya jawab aku? barapa lama aku koma? " Tanyaku saat mengalihkan pandangan ku ke tempat lain.


" Angela?.. " Lirihnya.


" Baiklah, aku akan menunggu hingga aku sembuh total. " Ucapku memahami maksudnya.


Tak lama kemudian.


" Assalammualaikum!! " Seru beberapa orang yang memasuki ruanganku.


" Afika!!! Kamu sudah sadar!!!! " Seru keras beberapa wanita yang hampir tidak dapat ku kenali.


" Hehe Iyah.. " Sautku Berpura-pura senang.


" Angela? Kau pasti telah melupakan mereka kan? biar ku kenalkan! ini adalah Feby. " Di tunjuknya wanita imut yang tersenyum manis padaku.


" Ini adalah Putri. " Ken menunjuk Wanita Dengan pakaian Formal.


" Dan ini adalah Nazume. " Terakhir ditunjuknya wanita berwajah datar yang juga tampak cantik seperti Dewi.


" Maafkan aku. Aku begitu bodoh tidak mengenali kalian. " Sedihku.


" Hei!!! Jangan begitu... kau kan telah koma selama 7 Tahun! jadi wajar saja. " Ceplos Feby tanpa beban.


" UPS!! " Sadarnya lalu menutup mulutnya.


" !? " Kagetku.


" Tu-tujuh tahun?! " Gumanku tak percaya dengan apa yang ku dengar barusan.


" Feby!!!! " Kor Nazume dan Putri.


" Maaf, aku tidak sengaja, A-aku sangat bahagia karena ia telah siuman. " Ucap Feby tertunduk sedih.


Aku begitu tak tega melihat Kak Feby yang telah di sudutkan karena kebiasaannya yang slalu ceroboh itu.


" Hahha.. Tak apa! aku juga memakluminya kok! kan Kak Feby sedang berbahagia karena aku telah siuman! Hihihi. " ucapku berusaha melindungi kak Feby.


" Yah!! Tentu saja!! Afika? Kau yang terbaik!!! " Ucapnya senang lalu memelukku.


" Akh! " Keluhku saat mendapat pelukan dadakan.


" Febyy!!!! " Kali ini Semuanya meneriaki nama Feby seorang.


" Ah!! Maafkan aku!!!! " Teriaknya melepaskan pelukannya dengan cepat karena telah menyadari akan kecerobohannya lagi.


Singkat cerita.


Di taman Rumah sakit.


" Ken? apa kau tidak bekerja? " Tanyaku saat sedang duduk berdua dengan Ken.


" Aku mengambil cuti hari ini, lagian ini adalah giliranku untuk menjagamu selama beberapa hari ini. " Jawabnya sambil memandangi beberapa pasien di depan kami yang juga tengah mencari udara segar.


" Ohh " Singkatku.


" Ken? " Lagiku berseru padanya.


" Hem? " dengungnya.

__ADS_1


" Apakah mamaku tidak perna menjengukku lagi? " Tanyaku tanpa ragu.


" Beberapa hari yang lalu ia datang, namun setelah itu tidak perna lagi kemari. " Jawab Ken tanpa ragu.


" La- lalu bagaimana dengan Vi- Virgo? " Kali ini aku menatap wajah Ken.


" Paman yah? Hemm. " Ia tersenyum lembut saat menyebut Virgo.


" Apa yang harus ku katakan padamu? " Ucapnya menoleh padaku sambil tersenyum manis.


" Katakan.... aku ingin tahu kabarnya.... " Rengekku pada Ken.


" Sebelum itu apa kau tak ingin tahu dengan sekolahmu? " Ken mengalihkan topik tepat sasaran.


" Ahhh, kau benar! bagaimana dengan sekolahku? " Tanyaku ikut terpancing.


" Apa kau masih ingat dengan ulangan yang kau kerjakan terakhir kali? " Tanya Ken melihatku dengan tatapan tenang.


" A-ah.. sepertinya aku tidak begitu ingat? " Lirihku tak yakin mengingat sesuatu.


" Setelah kertas itu diambil oleh pak guru yang galak itu, ia perna bertanya tentang kelasmu juga namamu kan? " Timbal Ken padaku.


" Aahh! Aku mengingatnys! bukan kah saat itu kita semua sempat bertengkar karena ingin menyelesaikan masalah dengan wanita yang bernama Bu Wiwi itu kan?? lalu seseorang dengan sengaja telah mendorongku hingga akhirnya aku malah..... " jelasku dengan semangat lalu mendadak terhenti di kalimat terakhir.


" Yah! setelah kejadian itu, keesokan harinya, Guru itu mencarimu. Ia begitu terburu-buru karena ingin segera menemuimu. Apa kau tahu mengapa? " Lagi Ken mencoba memberiku timbal balik.


" Mengapa!? apa aku akan dimarahi?! Apa aku tidak naik kelas?! lalu apa mama tahu lalubia kecewa padaku?! " Tebakku asal karena panik.


" Bodoh! " Ia mendorong kepalaku.


" !? " Aku tersentak karena perlakuan aneh Ken.


" Kau di nyatakan Lulus ujian sekolah nasional tingkat SMK, nilaimu hampir sepenuhnya adalah nilai penuh! semua guru awalnya meragukan kemampuanmu, bahkan ada yang menebak bahwa kau bermain curang, lalu guru itu menemui kami dan meminta kami menjelaskan segalanya yang terjadi, bahkan wali kelasmu pak Rahman juga sempat di introgasi mengenai perkembanganmu selama ini. Yah tentu saja ini mustahil! Seorang anak SD kelas 4 malah bisa mengerjakan soal anak SMK kelas 3 dan itu adalah ujian nasional, siapapun akan mengira kau pasti bermain curang dibelakang. " Jelas Ken dengan santai.


"Lalu apa yang terjadi setelah itu? " Tanyaku penasaran.


" Pak Rahman mengakui hasil belajarmy selama ini sangat luar biasa, katanya kau dapat mengungkapkan semua kata yang ada di buku hanya dalam sekali mendengar saja. Kelapa sekolah SMK tidak percaya jadi Pak Rahman mengusulkan untuk memeriksa setiap CCTV kelas kita, untung saja rekamannya memiliki penangkap suara jadi bisa ada sedikit bukti. Namun itu masih belum cukup, jadi semua guru yang pernah bersaksi akan kepintaran ku ikut terlibat. Hal itu cukup lama di debatkan, hampir masuk 2 bulan! Mereka menunggumu namun kau tak kunjung siuman. Jadinya kepsek SMK memeriksa CCTV yang ada di ruang seni budaya, Dan Alhamdulillah itu terbukti bahwa kau memang tidak memakai cara curang, hanya saja berita ini telah tersebar ke seluruh penjuru. " Panjang lebar Ken menjelaskan padaku.


" Apa aku menyusahkan kalian? " Ucapku mengkhawatirkan.


" Tentu saja tidak! Mereka memperjuangkanmu dengan segala bukti kuat ke Mentri pendidikan, walaupun harus menunggu selama setahun lebih, tapi akhinya kau lulus sebagi siswa termuda di Indonesia, dan saat ini seluruh lowongan pekerjaan terbuka bagimu, termasuk universitas yang kau inginkan!! " Suara Ken begitu terdengar bahagia.


" Benarkah? Syukurlah kalau begitu. " Legaku.


" Tapi! Angela apa kau selama mengerjakan ujian itu terus di temani oleh Bu Wiwi? " Tanya Ken dengan serius.


" A! Ada apa? kenapa kau bertanya seperti itu? " Tanyaku ragu.


" Apa kau tahu? sosoknya memang seperti Bu Wiwi yang asli. Tapi kata kepsek kita, dia sedang bertugas di luar kota! jadi kami bertanya-tanya siapa yang sudah menyamar sebagi Bu Wiwi salam mengawasimu? " Jelas Ken lagi padaku sambil mengekspresikan wajah yang kebingungan.


" Tapi bukankah? Anak yang dibawanya adalah anak Bu Wiwi?! " Tanyaku merasa ganjal.


" Aku tak tahu. " Ia mengangkat kedua bahunya.


.


.


.


.


" Yah sudahlah! keluar dari sini, aku akan mengambil Universitas di luar negri! Apa kau mau ikut bersamaku?! " Pungkasku lalu tersenyum padanya.


" Aku akan melihatnya nanti. " Katanya.

__ADS_1


Kami bersama-sama menatap langit yang seakan sedang menyambut kedatanganku. Semua begitu damai sehingga aku dapat melupakan segalanya dengan tenang, dan aku tak ingin memikirkan apapun demi moment yang langkah seperti saat ini. Duduk berdua bersama orang yang kau sayangi, sahabat yang siap berjuang bersamamu sampai titik penghabisan, semua itu sangat berarti bagiku. Oleh sebab itu, aku akan mengijinkan dirimu untuk bersantai sejenak demi menikmati indahnya dunia ini.


__ADS_2