Darah Kecantikan Terkutuk

Darah Kecantikan Terkutuk
Episode. 23 ( Kak Rizky )


__ADS_3


" Prangrangrang!!!! " Piring logam itu tanpa sengaja telah tersentuh oleh selendang ku.


Suara benda itu begitu keras, Raja Iblis yang tadinya ingin menunduk masuk, tiba-tiba kala aku membalik badan, ia pun bersiap Mundur dan ikut berbalik ke belakangnya.


" Ah! Ceroboh!! " Aku tersentak dalam batin.


Tubuhku mendadak membeku, sampai akhirnya...


" Ssssttt!!! " Telapak tangan yang besar sedang menutup mulutku sambil memberi kode untuk tenang.


Auranya bisa di pastikan bukanlah bangsa jin di sini, akan tetapi bisa lebih dikenal dengan Manusia!.


" Manusia!!! " Batinku saat merasakan aura hangat yang besar.


Mengatahui ada kesempatan untuk mengelabui Raja Iblis itu, aku membuat sihir untuk mengundang beberapa Tikus dari balik guci, agar tak ada kecurigaan besar yang mengancam rencanaku.


Dari balik gorden, rupanya kami tetap bisa melihat dengan jelas bahwa Si Raja Iblis itu tidak memiliki kecurigaan dengan suara yang ia dengar barusan, begitu melihat 3 tikus dari balik guci ia langsung membalikkan badan dan memasuki ruangan disana.


" Huhff...hampir saja.. " Ucap sosok itu dengan lega.


Mengetahui ada celah untuk berbalik, aku pun dengan sigap memutar badar seraya menempelkan belatiku tepat di lehernya.


" ******Wusshh******! " Suara kebasan selendang ku kala berbalik menyerangnya.


" Siapa kau?? " Tanya dengan penuh kewaspadaan.


" Menyelamatkanku? apa ada konspirasi? " Batinku.


Saat ini penampilannya begitu tertutup, ia mengenakan jubah hitam, serta topeng untuk menutupi sebagian wajahnya saja, dan ia juga mengenakan sarung tangan. Begitu Septi layaknya seorang deputi kerajaan Inggrish.


" ... " Ia meraih topengnya.


" !!? Hah! " Aku seakan syok mengetahui identitas di balik topeng tersebut.


" Afika? Apa kabar? Hemm " Ucapnya dengan Senyuman yang sangat aku kenali.


" Kak Rizky!!! " Spontan ku lalu melompat kegirangan layaknya anak kecil.


" Wahh ternyata udah remaja yah?? " Pujinya seraya mengelus kepalaku seperti dahulu saat aku satu sekolah dengannya.


" Tentu saja!!! Aku akan lompat kelas dalam waktu dekat ini!! Kita akan beda 1 angkatan saja kelak, hehe " Lagiku menjelaskan dengan sangat senang.


" Wah, benarkah? Kalau begitu, kelak Aku sudah bisa mengambil langkah selanjutnya dong! " Godanya tersenyum manis di depanku.


" Eh? " Bingungku karena tak paham sama Skali.


" Hahaha, lupakan!! Yang terpenting... Afika? Rupanya kau sangat cantiknya jika berdandan seperti ini? Meskipun aku agak sedih karena kau yang disini tidak mengenakan hijab dan pakaian tertutup. " Pungkasnya dengan nada yang terdengar kecewa.


" Ha-a! Kalau itu..... " Mendadak tak punya alasan apapun.


" Yah sudah! Ayok pergi dari sini, Afika?!. " Ajaknya kembali menyentuk kepalaku.


" Em!! " Anggukku senang.

__ADS_1


Sungguh suatu hal yang tak terduga, di tempat seperti ini malah bertemu dengan kak Rizky. Jika di ingat-ingat lagi, sepertinya dia menepati janjinya.


" Senang sekali bisa bertemu dengannya! " Batinku senang.


Saat aku menunjukkan ekspresi sedih setelah mendengar pertanyaannya, tiba -tiba Kak Rizky menarikku bermain sambil berteriak.


" Suatu hari Iki bakalan cari Afika! walaupun Iki harus ke tempat menakutkan Skali pun!! karna yang tahu hanya Iki!! " Kalimat Kak Rizky kala menggandengku berlari.


Kalimat itu Secara otomatis terputar di pikiranku, ada perasaan hangat saat pertama kali mendengar, kali pertama bahwa aku sadar! Rupanya didunia ini masih ada orang yang masih ingin mempercayaiku dengan tulus, dan orang itu adalah kawan-kawanku. Meskipun saat ini aku melupakan beberapa nama mereka tapi dia adalah nama yang paling menonjol kala melihat wajahnya.


" Kita akan kemana? " Tanya saat terus ditarik olehnya cukup lama.


" Ke tempat dimana hanya ada Iki dan Afika saja, ada banyak hal yang ingin Iki tanyakan pada Afika. " Pungkasnya sambil melangkah cepat.


Tubuhnya tumbuh sempurna layaknya lelaki gagah, langkah kakinya begitu lebar sehingga aku harus berlari untuk mengimbanginya.


Tak lama ia akhirnya membawaku di gudang istana.


" Afika!! " Serunya lalu memelukku dengan erat.


" Kak? Kak Rizky...? " Gumanku terkejut.


Aku membisu, bahkan membeku. Tanganku serasa tak dapat bergerak untuk membalas pelukan ini. Beberapa saat aku mendengar suara isakan dari mulutnya.


" Afika? Hiks ... Aku sungguh. Ini benar-benar kau, Afika. Hiks.. " Gumanya terus menerus.


" Kak- Rizky? Mengapa kau menangis? " Tanyaku pelan.


Aku bingung dengan tingkahnya, ia mendadak menarikku dengan cepat hingga ke tempat seperti ini, lalu tanpa aba-aba ia juga langsung memelukku, dan sekarang ia malah menangis di pundakku. Sebenarnya apa yang telah terjadi? Apa yang tidak ku ketahui saat aku menjauh dari beberapa temanku?


" Kak? Tenanglah, pundakku akan menjadi sandaran hangat untukmu malam ini " Pungkasku dengan lembut lalu membalas pelukannya.


Singkat cerita.


Kamar Angela.


" Kak, bisakah kau ceritakan apa yang terjadi? mengapa kau bisa tiba-tiba berada di sana? bukankah ini mustahil bagi manusia biasa? apakah kamu baik-baik saja? siapa yang menyakitimu, Kak? " Tembakan ku tepat sasaran permasalahannya.


" Sebelum itu, percayalah! Iki tidak akan mengecewakanmu. Tolong slalu percaya Iki. " Ucapnya.


Ada kekhawatiran di wajahnya, namun ia tampak begitu berat untuk bercerita padaku.


" Aku akan slalu mempercayaimu! Kakak? Kau adalah orang yang terus memberiku secercah harapan, kau juga teman-teman yang lain!! Kalian sangat berharga bagiku! Untuk sekarang aku akan tertindas dan pasti akan lebih banyak bahaya dengan identitas ku yang sekarang ini, tapi kalian adalah bukti dari perjuangan ku hingga saat ini! " Tagasku berusaha meyakinkannya


Aku adalah Darah Terkutuk legendaris, yang secara langsung memiliki garis besar bagi Alam Pandu Astrolo. Aku satu-satunya keturunan pertama yang mewarisi darah istimewa milik penguasa terdahulu.


" Afika? Sejujurnya aku pun adalah Anak dari Darah Terkutuk yang secara tidak langsung aku ikut mewarisi darah itu, berbeda denganmu yang sepenuhnya darah terkutuk tanpa adanya campuran darah lain. Alasan mengapa aku disini karena aku mendapat perintah dari bapakmu. " Ucapnya jujur.


" !? Bapak? " Batinku


" Bapakmu yang mengirimku ke dunia manusia dan menyamar untuk menjadi temanmu. Tapi disisi lain karena aku adalah keturunan darah yang lemah, jadi aku terpaksa memanfaatkan teman-teman kita. Dan akhirnya aku menyesalinya. " Kalimat itu terdengar aneh.


" Apa maksudmu, Kak? " Raguku tampak lebih mencermati keadaan sekitar.


" Aku menghisap darah mereka semua hingga tewas! " Gumannya.

__ADS_1


"BRUUUAARRR!!!!! "


Bagai tersambar petir di bawah badai, semua yang kudengar serasa mimpi namun aku sendiri tak bisa mengelak kalimat yang keluar dari mulut Kak Rizky. Ia tak perna sekalipun berbohong padaku, mungkin kah penyataan ini juga adalah pengakuan yang nyata?!.


" T-tewas?! Tapi mengapa bisa?! " Ucapku tak percaya.


" Afika!! Kita semua adalah keturunan Darah terkutuk. Keturunan dari Nenek Lampir!! Apakah kau tidak perna mendengarnya?? kaum yang sudah seharusnya membutuhkan Darah untuk menambah kekebalan tubuh kita, meski di film-film itu menyebutnya Vampir, tapi di Indonesia itu disebut Cucu Nenek Lampir!! " Pungkasnya seraya menggoyang-goyangkan tubuhku yang tercengang.


" Ne-nenek Lampir?! " Gumanku tak percaya.


" Afika?!! Kau harus percaya padaku, itulah kenyataannya?? Orang tua kita mengikuti beberapa ritual terlarang, yakni dengan datang ke gunung X demi mendapatkan sesuatu yang menguntungkan!! dan Imbalannya Anak yang telah di pilih sendiri oleh Ketua, harus mewarisi Darah terkutuk, dan Kita telah mewarisinya!! kini kita bukan manusia biasa?!! Bahkan saat aku mengetahuinya? Aku hampir gila!! Dan karena itu juga, tanpa sadar aku malah terkontrol oleh sisi gelap ku, dan akhirnya aku mulai menekan teman-teman kita. Sekali merasakan Darah segar! maka akan selamanya ketagihan!! Afika?! Sadarlah!! Tak ada tempat bagi kita di sana lagi?!!.. aku rela kehilangan sebagian kekuatanku demi bisa menemuimu di sini dan juga memberitahukan mu tentang hal ini!! " Panjang lebarnya.


Wajah serius itu bukan Akting kan?! Mengapa aku sulit mencerna penjelasan ini? apakah aku sedang gila?


" Hahaha... Apa yang kakak bicarakan?? Hahha.. Mana mungkin! Kau pasti bercanda kan??!! " Ucapku kini mulai menggila.


" Hahha .. Nenek Lampir!!?? Hal seperti itu mana ad lagi di jaman ini!!! " Lagiku menyangkal.


Aku membohongi diriku, dan terus mencoba menghibur diri dengan tidak mempercayai kenyataan ini.


" Afika?!! Apakah kau tidak merasa bahwa selama ini mengapa semua mahkluk itu tunduk padamu??!! mengapa kau terus terusan selamat dari berbagai bencana?? mengapa kau terus berenkarnasi dari jaman ke jaman?!! Bagaimana kau bisa berada disini dan lagi mempunyai posisi tertinggi?? Apa kau akan menyangkalnya lagi!!? " Suaranya semakin mengguncangkan mentalku.


Aku belum siap dengan kenyataan ini, Bagaimana mungkin orang tua ku rela menumbaliku pada sosok rendahan di mata tuhan? Apakah aku tidak lebih penting dari pada keuntungan itu?! atau akau hanya anak buangan yang di pungut oleh mereka??!.


" Ah! benar. aku anak pungut. mama adalah Mama angkatku, ibu dan bapak kandungku sudah lama mati kan? Bahkan tragedi dimana rumahku meledak juga bukan pertama kalinya aku memimpikannya, hanya saja aku lebih memilih diam dari pada harus banyak bertanya, karena aku telah nyaman dengan menjadi anak Mama, tapi malah sifat gelapku muncul disaat itu. Traumaku akan Darah rupanya karena berkaitan dengan masa laluku yah?! Ya, Allah? Apakah aku salah satu mahkluk rendahan di matamu?? bagaimana caraku pergi dari sini?? " Batinku terus berseteru dengan kenyataan yang ku terima.


" Afika?! Saat ini aku kehilangan banyak darah!! Seseorang menyerangku saat menuju ke tempatmu, bisahkah kau memberiku beberapa tetes darah??! " Pintanya dengan mimik serius dan penuh harapan.


" Istirahatlah! Aku akan segera mengirimkannya untukmu. Pelayan akan membantumu jika kau ingin mengobati luka, aku masih ada urusan yang harus aku lakukan malam ini " jelasku lalu beranjak Keluar.


" Dayangku? Tolong rawat dia, berikan tamuku pelayanan yang terbaik di istanaku, beri juga dia sekantong darah cadangan yang kita punya. jika terjadi sesuatu, gunakan ini! aku akan menolong kalian jika ia berbuat hal demikian. " Pungkasku Tampa reaksi apapun sambil menyodorkan peluit kecil dari rotan.


" Njeh, Putri Ayu. Saya pamit dahulu. " Jawabnya dengan lembut.


Aku berjalan tanpa arah, pikiranku seketika terus terngiang-ngiang dengan setiap perkataan dari Kak Rizky.


" Aku bukan manusia seutuhnya?!! Melainkan Darah Nenek Lampir yang pertama, Aku adalah seorang iblis!! Manusia adalah makhluk mulia dibanding denganku, bagaimana bisa aku adalah... adalah... Huhhfff... " Gumanku kala tengah bersantai di taman istana.


" Tidak!!! Tidak!!!!!!! Tidak!!! " Teriakku.


Seketika ada perasaan yang menyiksa tenggorokanku.


" Haus!!! Kering!! Aku mau minum!!! " Kataku seperti orang tak waras.


" Sepertinya jiwa asliku mulai terbagun sedikit demi sedikit. A-apa yang harus ku lakukan?!! " Batinku panik.


.


.


.


Pada dasarnya, Kenyataan tak seindah Ekspetasi. Semuanya terkadang diluar kendali.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2