Darah tersembunyi

Darah tersembunyi
Episode 14


__ADS_3

Malam pun berlalu kini hyun seongyi harus bersiap-siap untuk menemui si peneror tersebut tapi sebelum itu dia sudah memutuskan bahwa ia nantinya akan berangkat sendiri dengan senjatannya tanpa ada bantuan dari the drucles karna ini urusannya pribadi si peneror juga hanya menginginkannya bukan yang lain.


.


.


.


Drttt... Drttt... Drttt... (Suara telepon seongyi)


Seong yi POV


nomor yang tak di kenal jangan-jangan ucap seongyi yang tak di lanjutkan ia lebih memilih menekan layar tertera yang berwarna hijau


“kau sudah siap bukan untuk bertemu denganku ”ucap sang penelepon


“aku akan selalu siap karna ajalmu semakin dekat” ucapku


“cepatlah aku menunggumu kita saksikan siapa yang akan di bantai duluan kau atau aku”ucap sang penelepon


“cih dasar bajingan” ucapku dengan tangan yang sudah mengepal


Setelah seongyi mendapatkan telepon dari sang peneror itu ia langsung bergegas untuk langsung pergi ketempat dimana yang sudah di tentukan sebelumnya


Di sisi lain kim yuna justru khawatir dengan Seongyi karna bagaimanapun seongyi adalah seorang jendral dari mafia yang terkuat jadi banyak musuh yang menginginkan nyawannya melayang kini kim yuna memutuskan menelepon seong yi.


Seong yi sedang melaju membawa mobil Ferrari merah metallic miliknya seongyi melaju dengan sangat kencang bahkan ia menyalip berbagai kendaraan dengan sangat lihainya sampai suara telepon membuyarkan pikirannya


Drttt... Drttt....drttt... (Suara telepon seongyi)


“hallo ada apa”tanya seongyi


“jendral apa kau yakin tidak membutuhkan pemantauan khusus” ucap kim yuna


“tidak perlu yuna aku bisa menyelesaikan semuanya sendiri” ucapku


“tapi jendral itu sangat berbahaya aku khawatir dia akan melukaimu”ucap kim yuna


“seperrinnya kau lupa yuna seperti apa perjuanganku dulu ”ucapku


“tapi aku khawatir dia akan membunuhmu” ucap yuna

__ADS_1


“beribu peluru sudah banyak menembus kulitku yuna jadi sebelum ia menancapkan peluru kedalam dagingku aku duluan yang akan mengkoyak jantungnya”ucapku tegas


“baiklah jendral berhati-hatilah”ucap kim yuna dan menutup panggilan


Seong yi POV


Hidupku sudah susah dan sengsara yuna bahkan peluru sudah beberapa kali menembus jantungku, tubuhku bagaikan di koyak habis dan dijadikan sebagai bahan percobaan seperti seekor binatang jadi aku sudah tidak akan takut akan semua yang akan terjadi kedepannya


Normal POV


Sekarang seongyi sudah berada di gedung jaeju yang sudah dijanjikan oleh si peneror tersebut tapi ia belum menangkap salah satu orangpun yang berada di sana ia hanya melihat tumpukan kayu-kayu saja. Hingga saat seongyi sedang mengitari tempat itu seongyi mendapat telepon


.


.


.


“kau sudah datang nyonya hyun”ucap nya dari seberang telepon


“dimana kau tunjukan dirimu jika nyalimu besar” ucapku


“aku berada di dekatmu carilah aku”ucap sang penelepon


“silahkan saja karna aku duluan yang akan meledakanmu”ucap sang penelepon


“cepat keluar brengsek.. Hallo.. Hallo sialan dimatikan ”ucapku


Seongyi lari kesana kemari untuk mencarinnya tapi tetap tak di temukan ia sudah mengobrak abrik tempat tersebut tapi belum juga si peneror itu keluar dari persembunyiannya. Seongyi pun berteriak


.


.


.


“hei keluarlah kau jangan jadi seorang pecundang karena merasa kalah ”teriakku


“aku disini di dekatmu hahaah”balasnya


“keluarlah brengsek”ucapku

__ADS_1


Seorang pria dengan pakaian serba hitam dengan memakai topeng berbentuk tengkorak sudah berada tepat di belakang seongyi dan sudah siap dengan menodongkan senjatannya. Pistol ya pistol yang dibawa sang peneror itu sudah siap menembak mangsannya


“dimana kau **** keluarlah”ucap ku


“aku disini”ucap sang peneror


Seongyi pun berbalik dan belum sempat ada perlawanan darinnya


Dor... Dor... Dor... (Suara tembakan pistol)


Tiga peluru menancap kebagian perut dan jantungku milik seongyi


Brukkk... Seongyipun ambruk ke tanah


“sudah ku katakan aku yang akan membunuhmu duluan bodoh”ucapnya sambil meninggalkan seongyi yang tergeletak tak berdaya


Seongyi POV


Tidak ini bukan takdirku aku belum mengetahui siapa dia aku tidak boleh mati sebelum membalaskan dendam Mamah aku harus bertahan,Mamah berikan kekuatan kepada anakmu ini.


Normal POV


Seongyi pun sudah lemas dengan tubuh yang mengeluarkan begitu banyak darah dan pandangannya mulai mengabur tetapi ia tetap bertan.


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2