
Saat ini seongyi sedang berada di mansion keluarga park. Setelah seongyi membereskan semua yang ada ia bergegas ke kamar karena tubuhnya terasa lengket jadi ia ingin segera mandi. Pukul 08:00 malam chanyeol belum juga kembali dari kantornya. Seongyi sudah selesai mandi ia pun memutuskan untuk merebahkan tubuh mungilnya di ranjang kingsize yang sangat empuk tetapi belum juga seongyi merelaxskan tubuhnya pintu kamar sudah ada yang mengetuk
.
.
.
Tok... Tok... Tok(suara ketukan pintu)
“ya siapa? ” tanya seongyi
“Permisi nyonya muda anda di panggil oleh nyonya besar di kamarnya” ucap seorang pelayan
“ohh baiklah aku akan kesana” ucap seongyi sambil melangkah membuka pintu kamarnya
“kalau begitu saya permisi nyonya muda” pelayan itu melangkah meninggalkan seongyi sambil menundukan kepala
*Kamar nyonya park*
Kini seongyi sedang menuju ke kamar mertuanya itu pelayan tadi bilang nyonya park ingin membicarakan sesuatu hal yang serius dengan seongyi
__ADS_1
Kini seongyi sudah berdiri di depan pintu kamar nyonya park tapi saat seongyi akan mengetuk pintu kamar seongyi mendengar nyonya park berbicara, seongyipun tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya park
Nyonya park POV
Iya menantuku itu memang mirip sekali dengan clarista maka dari itu aku menikahkan chanyeol dengannya karena aku rasa dia adalah reankarnasi dari clarista.
Normal POV
Saat seongyi sedang berdiri mematung dan tak sengaja mendengar pembicaraan nyonya park pintu kamar terbuka dan membuat Seongyi sontak terkejut tapi ia bisa menetralkan itu agar ia tak ketahuan bahwa ia baru saja menguping pembicaraan dari mertuannya ini.
“ahh putriku kau sejak kapan berada disini”tanya nyonya park sambil sedikit gugup, tapi karena seongyi tidak ingin mertuannya ini tau bahwa dari tadi ia menguping eits bukan menguping tapi tidak sengaja mendengar jadi ia bersikap seolah baru datang
“aku baru saja ingin mengetuk pintu kamarmu mom tapi kau sudah membukannya tadi pelayang bilang kau memangilku dan ingin membicarakan sesuatu padaku”ucap seongyi
“oh iya sebenarnya tidak terlalu penting hanya saja aku ingin menanyakan sesuatu apa kau sudah menelepon chan untuk pulang lebih cepat kan kalian belum melakukan malam pertama”ucap nyonya park sambil menggoda menantunya ini, seongyi yang mendengar kata 'malam pertama' menjadi malu sendiri dan pipinya memerah
“cepat hubungi chan agar dia cepat pulang dan bisa membuatkan cucu yang banyak untukku” ucap nyonya park
Setelah seongyi menelepon chanyeol tak lama kemudian chanyeol pun pulang. Kini chanyeol telah selesai mandi saat chanyeol keluar dari kamar mandi ia hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggangnya saja seongyi yang melihat itu semua menjadi malu dan gugup sehingga ia tak sadar bahwa sedang memandangi tubuh chanyeol yang sexy itu apalagi roti sobeknya itu yang terlihat mengkilap saat terkena percikan air auranya yang memikat semakin bertambah dengan rambut yang sedikit basah. Lamunan seongyi buyar saat chanyeol menggodannya
“sampai kapan kau akan memandangku seperti itu sayangku? ” ucap chanyeol dengan menggoda
“apa sih kau ini pergi sana cepat ganti baju” ucap seongyi sambil membuang muka ke arah lain dan merutuki dirinya yang ketahuan sedang melihat ke sexyan tubuh atletis suaminya itu
Chanyeol tak ingin membuang waktu ia lalu mendekati seongyi yang sudah membuang muka dan membalik tubuhnya agar tidak melihat chanyeol, kini tangan chanyeol sudah bertengger di pinggang istrinya itu. Seongyi sontak terkejut dan membeku sehingga tak bergerak dengan jarak yang begitu dekat seongyi dapat merasakan kulit chanyeol aroma yang khas rambut yang basah, jantunganya pun berdetak tak karuan
__ADS_1
Seongyi POV
Shitttt... kenapa lagi-lagi saat di dekatnya jantungku berdegup sangat kencang. Kumohon berhentilah jantung sialan
“kau nanti akan merasakan tubuhku juga sayang” ucap chanyeol sexy di telinga seongyi sambil membalikan tubuh seongyi agar menatapnya
“ya dasar sinting” ucap seongyi sambil mendorong chanyeol. Chanyeol hanya terkekeh karena melihat istrinya itu yang sekarang mungkin sudah sangat malu
Chanyeol sudah mengenakan piyamannya. Kini chanyeol sedang mendekati seongyi. Melihat tingakah chanyeol seongyi pun semakin gugup dan terus melangkah mundur hingga ia sudah terduduk di ranjang dengan posisi sedikit tidur. Chanyeol kini mulai mendekatkan wajahnya ke wajah seongyi dan sang empunya kini sudah menutup mata tetapi selang beberapa detik chanyeol pun menjitak jidat seongyi pletakk...
“aww... sakit” ucap seongyi meringis kesakitan
“kenapa kau tutup mata? Kau pikir aku akan melakukan hal itu? Dasar gadis mesum? ” ucap chanyeol
“enk saja tidak bukan begitu” ucap seongyi
“ohoo benarkah, sudahlah sekarang cepat keringkan rambutku” ucap chanyeol sambil memberikan hydayer kepada seongyi
Saat chanyeol tidak jadi mencium seongyi tapi malah memberikan hydayer padannya dan menyuruhnya untuk mengeringkan rambutnya ada sedikit rasa kecewa di hati seongyi tapi rasa kecewa itu ia tepis jauh-jauh.
__ADS_1