
Kini keadaan seongyi sudah benar-benar pulih bahka ia sudah melakukannya aktifitas seperti biasannya. Seonyi kini sedang melihat sekeliling rumah baekhyun ya orang yang telah menolongnya, sebenarnya seongyi benci berhutang budi kepada orang lain tapi apalah daya kalau bukan baekhyun yang menolongnya mungkin sekarang seongyi sudah tinggal nama.
Seongyi sedang berdiri di taman belakang rumah baekhyun ya halaman yang sangat di luas di tumbuhi pepohonan sakura yang rindang nan indah. Mata seongyi seperti di manjakan karna pagi-pagi ia sudah menghirup segarnya aroma wewangian bunga sakura sampai seongyi di kagetkan oleh suara bariton yang sangat khas ya siapa lagi kalau bukan sang tuan rumah yaitu baekhyun
“kau sudah sehat? ” ucap baekhyun sambil mendekat ke arah seongyi
“seperti yang anda lihat tuan ” ucap seongyi
“tuan sepertinnya saya harus kembali ke kediaman saya Karna sepertinnya keluarga saya sangat khawatir sudah tiga hari berlalu saya tinggal di kediaman anda dan mungkin itu sangat merepotkan. Jujur saya sangat berterimakasih kepada anda sudah menolong saya” ucap seongyi dengan senyum hangatnya yang membuat baekhyun tidak tahan dengan jantungnya. Baekhyun sampai tidak memghiraukan Ucapan seongyi barusan karna masih terpana akan senyumanmu seongyi
“tuan... tuan apakah anda mendengarkan ucapan saya? ” ucap seongyi sambil membuyarkan lamunan baekhyun
“ah iya tadi kau bilang apa? ” ucap baekhyun tergagap
“sepertinnya saya harus kembali ke kediaman saya tuan” balas seongyi sopan
“oh Baiklah kalau begitu yang kau mau tapi biarkan aku yang mengantarmu pulang agar aku dapat memastikan kau pulang dengan selamat” ucap baekhyun
__ADS_1
“ehmmm tapi apakah tidak merepotkan anda tuan” ucap seongyi
“aku tidak suka mengulang kata-kataku” ucap baekhyun
Seongyi POV
Haish sombong sekali orang ini seperti park chanyeol kalau bukan dia yang menolongku dam menyelamatkan hidupku mungkin sudah aku ledakan mulutnya itu dam sudah aku cukil matannya itu dengan samuraiku. Astaga sebelum aku bertemu dengan si peneror itu bukankah aku sudah ada Janji untuk kencan dengan chanyeol Hais aku sampai lupa itu apa yang harus aku katakan nanti Setelah aku tidak menemuinnya dan hilang selama tiga hari ini bodoh kau seongyi.
Normal POV
Kini baekhyu sedang berada di dalam mobil sport merahnya bersama seongyi di dalam mobil tidak ada pembicaraan dan obrolan mereka berdua sibuk dengan pikirannya masing-masing bagaikan di kutub utara aura yang do tunjukan oleh baekhyun sangat dingin tapi itu tidak membuat seongyi takut sedikitpun justru seongyi acuh saja Hingga seongyi memberanikan diri untuk memecahkan keheningan di sana
“ehh tuan boleh saya bertannya? ” ucap seongyi dengan sedikit gugup
“kenapa anda bisa menolongku? ” ucap seongyi
“.... ” tidak ada jawaban dari baekhyun seongyi yang mengetahui bungkamnya orang yang sedang ditanyainya itu seakan faham jadi ia lebih memilih untuk tidak bertannya lagi
“ah tuan di depan adalah rumah saya ” ucap seongyi
Kini seongyi dan baekhyun sudah sampai di mansion keluarga hyun ya itu adalah tempat kediaman seongyi dan di pelantaran sana sudah terparkir mobil Ferrari hitam juga Lamborghini kuning metallic ya seongyi mengenal milik siapa mobil itu siapa lagi kalau bukan mobil milik tuan dan nyonya park juga anaknya itu yang akan menjadi suaminya nanti.
“pah seongyi pulang” ucap seonyi yang dipandang oleh semua orang yang ada di dalam
__ADS_1
“kau pulang juga akhirnya sayang bagaimana kau senanh berlibur dies rumah yuna” ucap papah sambil memegang pundak seongyi. Seongyi sempat merasa sedikit nyeri karna luka yang berada di bagian jantungnya belum terlalu sembuh benar
“stttttt awww” ringis seongyi kesakitan
“kau kenapa putriku apakah ada sesuatu yang terjadi padamu” ucap nyonya park dengan khawatir. Seongyi yang tak ingin orang lain tau tentang kejadian yang menimpanya ia terpaksa berbohong
“ahh I'm ok mom aku hanya sedikit terluka karna sempat kecelakaan tadi” ucap seongyi
“apa kau kecelakaan lalu kau tidak apa-apa kan apa ada yang sakit? ” ucap nyonya park
“ahh aku hanya tergores sedikit untungnya ada orang yang menolongku ” ucap seonyi, park chanyeolpun langsung bertannya kepada seongyi siapa yang sudah menyelamatkannya
“siapa yang menolongmu” ucap chanyeol dingin dengan nada yang sinis ya tentu saja karna ia masih kesal dengan Seongyi karna ia sudah berani untuk tidak menemui chanyeol saat sedang berkencan
“orangnya ada di depan ia juga sudah mengantarmu pulang sebentar aku panggilkan” ucap seongyi sambil berjalan keluar memanggil baekhyun agar masuk kedalam dan memperkenalkan nya kepada orang-orang yang ada di dalam
“dia yang menolongku ” ucap seongyi sambil menyuruhku baekhyun masuk. Chanyeol membelalakan matannya seraya tak percaya bahwa yang menyelamatkan seongyi adalah musuh terbesarnya ya musuh yang sudah ada dendam sejak masih jaman chanyeol bersekolah SMA
Chanyeol mengeratkan rahangnya ia juga mengepalkan tangannya seraya ingin membunuh orang yang sudah berada di hadapannya ini begitupun juga baekhyun rasannya ia juga ingin sekali membunuh musuhnya ini.
__ADS_1