Darah tersembunyi

Darah tersembunyi
Episode 16


__ADS_3

Sudah dua hari sejak kejadian penembakan seongyi sampai saat ini ia belum juga sadar tubuhnya masih terbaring lemah di atas kasur empuk milik tuan muda yang menyelamatkan nya,  ya siapa lagi kalau bukan byun baekhyun. selang infus masih tertancap di tangan seongyi  Kini tubuhnya mulai berangsur membaik dokter bilang bahwa ia sudah mulai pulih sekarang ada pergerakan dari kelopak mata seongyi setiap malam wanita itu selalu menitikan air mata tapi tidak berniat untuk membuka matannya.



 


Baekhyun POV


Siapa sebenarnya gadis ini kenapa dia bisa terluka separah ini apakah dia dari dunia hitam sepertiku sehingga ada musuh yang mengitarinnya tapi di lihat dari tampangnya ia seperti gadis biasannya yang lemah.dan mungkin dia memiliki banyak masalah sehingga ragannyapun tertekan


“cepatlah bangun aku ingin tau siapa kau” ucap lirih byun baekhyun.  Kini dokter sedang memeriksa keadaan seongyi seperti biasannya, luka bekas tembakan milik seongyi pun sudah di jahit oleh dokter tersebut dan mulai mengering saat ini seongyi belum juga membuka matannya mungkin karna efek dari racun yang masuk kedalam jantungnya ya saat seongyi di tembak peluru yang di gunakan oleh si peneror tersebut sudah di baluri oleh racun sehingga membuat seongyi tak bisa melawan.


.


.


.


“Bagaimana keadaannya dokter ” tanya baekhyun


“keadaannya sudah mulai membaik tuan muda lukannya juga sudah mulai mengering ” ucap sang dokter


“lalu kenapa ia belum sadar juga” ucap baekhyun dengan tatapan membunuh sehingga dokter itu menjawab dengan ketakutan


“mungkin itu karna efek dari racun yang ada di pelurunya tuan sehingga itu menyebabkannya menjadi begitu lemah saran saya lebih baik tuan ajak ia ngobrol karna itu bisa membuat pikirannya di alam bawah sadar cepat kembali karna saya lihat jiwannya juga sangat tertekan” ucap sang dokter panjang lebar×tinggi


“baiklah kalau begitu kau boleh keluar” ucap baekhyun


“saya permisi tuan muda” ucap sang dokter tetapi tidak di jawab oleh baekhyun

__ADS_1


“siapa kau ini apa yang terjadi denganmu” gumam baekhyun lirih dengan duduk di kursi sebelah ranjang seongyi


Tok... Tok... Tok... (Suara pintu di ketuk)


“permisi tuan saya akan membersihkan tubuh nona ini seperti biasa” ucap sang pelayan di sana


“ya masuklah” ucap baekhyun sambil meninggalkan ruangan kamar yang sekarang di temptation Seongyi


“ini sebuah keajaiban tuan muda tidak pernah seperduli itu terhadap seseorang apalagi orang itu adalah orang asing sungguh tuhan mengabulkan doa para pelayan di rumah ini” gumam lirih sang pelayan yang kini sedang mengelap tubuh seongyi.pelayan itu sudah selesai membersihkan tubuh seongyi ia pun  keluar dari kamar dan memdapati tuan mudanya yang sedang menunggu di balik pintu sehingga ia pun terkejut dan takut


“tu... tuan muda anda di sini” ucap sang pelayan terbata-bata


“kenapa ini rumahku aku bebas melakukannya apa saja apa dia sudah sadar? ” ucap baekhyun


 


“be.. belum tuan muda tetapi... ” ucap sang pelayan dengan menggantungkan kalimatnya


“nona itu belum sadar ia hanya mengeluarkan air mata saja dan sewaktu saya mengelap tangannya ia memegang tangan saya dengan sangat kencang tuan muda” ucap sang pelayan


“ kau boleh pergi” ucap baekhyun


 


“baik tuan muda saya permisi” ucap sang pelayan


Baekhyunpun masuk kedalam kamar seongyi dan duduk di kursi samping ranjang yang sudah di siapkan baekhyun menatap lekat wajah seongyi sambil mengelus puncak kepala seongyi


Baekhyun POV

__ADS_1


Entah kenapa setiap aku berdekatan denganya aku merasa ada yang berbeda di rasa dalam jantungku bagaikan ada ribuan kupu-kupu berterbangan aku tidak tau apa. Mungkin ini cinta tapi aku sudah tidak punya cinta lagi semenjak kepergian ibuku.


Normal POV


Kini ada pergerakan dari tangan seongyi. Ia mulai membuka matannya perlahan dan mengitari sekeliling ruangan kini pandangannya tertuju pada lelaki yang berada di samping ya saat ini



“ahhh aku dimana? ” ucap seongyi lirih di balik selang oksigen yang masih terpasang di sekitar area mulutnya


“kau sudah sadar. Kau berada di rumahku” ucap baekhyun dengan sedikit memyunggingkan senyum


“kau siapa? Kenapa aku bisa ada di sini bukankah aku di halte” ucap seongyi lagi dengan lirih


“Aku byun baekhyun, kau lupa kau yang memberhentikan mobilku dan meminta bantuan ku saat keadaanmu sedang sekarat beruntung aku membawamu kemari dan menolongmu” ucap baekhyun dan Seongyipun berusaha untuk bangkit dari tempat tidurnya


“kau mau apa kau ini masih sakit biarlah beristirahat dulu” ucap baekhyun lagi. Baekhyun tidak pernah seperduli ini kepada orang lain ia terlihat begitu kejam bahkan papahnya sakitpun ia tak perdulikan tapi berbeda dengan seongyi ia merasa bahwa hati nuraninnya tergerak saat melihat seongyi


“aku harus pulang aku tidak ingin meropatkan orang lain” ucap seongyi sambil memaksakan posisinya agar terbangyn dari ranjang tetapi ia masih merasakan nyeri di bagian dada sebelah kanannya “stttttt awhh” ringis seongyi


“sudah aku katakan jangan bergerak dulu istirahatlah kalau kau sudah pulih akan aku hantar kau pulang ” ucap baekhyun sambil membantu seongyi agar berbaring lagi.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2