
Yuna sudah bisa lepas dari cengkraman sang peneror dan sekarang kini ia sedang mencari bantuan agar bisa membantunya menyelamatkan seongyi yang kini nyawannya sedang terancam.
“tuan chanyeol kau dimana? ” teriak yuna sambil berlari kesana kemari tapi masih belum menemukan dimana ruangan yang menyekap chanyeol beserta yang lainnya
“tuan park chanyeol kau dimana? ” teriak yuna lagi
“itu suara kim yuna ya itu kim yuna. YUNA aku di dalam sini brakk... brakk(suara gebrakan pintu) ” ucap chanyeol
“ohh kalian di dalam apa kalian biak-baik saja” ucap yuna
“kami baik dimana seongyi? ” tanya chanyeol
“apa menantuku baik-baik saja? ” ucap nyonya park sambil menimbrung pertannyaan kepada yuna
“saya kurang tau sekarang keadaannya sedang genting, jendral seongyi menjadi tawanan si peneror brengsek itu dan syulurlah aku bisa kabur jadi aku bisa membawa bala bantuan untuk bisa menyelamatkan seongyi. Jadi lebih baik kalian mundur karena saya akan mendobrak pintu ini” ucap yuna
Kini yuna sedang mencari sesuatu alat agar bisa membuka pintu itu ia pun mendapatkan sebuah kursi besi yang dapat di gunakan untuk mendobrak pintu itu. Brakkk... (Suara pintu terdobrak)
.
__ADS_1
.
.
Di sisi lain kini keadaan seongyi sangat mengenaskan begitu banyak luka lebam di wajahnya ia pun kini keadaannya sudah sangat mengenaskan rambut yang semula di sanggul dengan cantik kini sudah sangat berantakan.
“hei seongyi apa kau tidak takut. Haish ternyata pukulan gadis kecil itu cukup kuat juga sehingga membuat otot punggungku sedikit meregang" ucap sang peneror sambil menepuk pipi seongyi
“bukankah kau sangat liar dua tahun yang lalu. Kenapa sekarang kau tidak melawan” ucap sang peneror lagi
“cih kau hanyalah seorang b******n yang lemah karna takut berperang” ucap seongyi dengan senyum seringainya
CTARRR... (suara cambukan) ya setiap perkataan yang keluar dari mulut seongyi akan berakhir dengan cambukan
“lepaskan dia brengsek” ucap park chanyeol. Ya suara bariton khas itu membuat seongyi yang sedang menunduk tak berdaya itu mendongakan pandangannya dan menyunggingkan senyumnya. Melihat seongyi yang sudah tak berdaya membuat rahang chanyeol mengeras dan mengepalkan kedua telapak tangannya.
“kurang ajar kau sudah membuatnya terluka” Bruakhh...(pukulan mendarat di pipi sang peneror)
“haish kau mendekat akan ku bunuh instrimu itu” ucap sang peneror sambil menodongkan senjata ke arah kepala seongyi
“kau jangan macam-macam brengsek” ucap chanyeol
“kau mendekat selangkah saja aku pastikan peluru menancap di kepalannya” ucap sang peneror
__ADS_1
“haishhh” gumam chanyeol geram
“sekarang letakan senjata kalian dan ini ikat taganmu itu” ucap sang peneror dengan memberikan sebuah tali ke chanyeol
“jika kalian berani bermain-main denganku akan aku pastikan dia mati! ” ucap sang peneror lagi
“ukhuk hhh chan jangan lakukan itu” ucap lirih seongyi
Kini chanyeol telah di ikat tangannya serta para bawahannya telat meletakan senjata masing-masing kini kendali sudah benar-benar ada di tangan sang peneror.
“bagaimana seongyi sekarang suamimu itu juga sudah jadi tawananku juga” ucap sang peneror
“hahh cepat lepaskan dia brengsek ukhuk”ucap seongyi sambil terbatuk dan memuntahkan darah
“kita lihat apa yang akan terjadi ” ucap sang peneror sambil mendekati chanyeol yang sudah di ikat itu dan menjambak rambutnya.
“lihatlah istrimu baik-baik kau akan menyaksikan sesuatu hal yang menarik
Dor... Dor... Dor... (Suara tembakan)
Ya suara tembakan itu telah meluncurkan sebuah peluruh ke arah seongyi. Kini baju pengantin yag semula putih seperti awan itu sudah tidak lagi berwarna putih sepenuhnya karna darah yang sudah banyak berlumuran di bajunya
__ADS_1