
"Sepertinya kau sudah berkenalan dengan adikku" sahut seseorang dari seberang halaman taman.
.
.
.
Ya suara bariton khas yang terlontar dari bibirnya siapa lagi kalau bukan lelaki bengis itu Park chanyeol
"Sejak kapan kau disitu? "Tanyaku
"Sejak kau menembus papan yang tertancap panahmu itu, ternyata kau boleh juga"ucap chanyeol dengan seringai sadisnya ya walaupun sadis siapapun wanita yang melihatnya akan terpesona
"Jaga bicaramu kalau kau tak mau kepalamu aku pisahkan dari tubuhmu itu"balasku dengan tatapan sinis
"Kita lihat saja apakah kau bisa"tantang chanyeol
"KAU! "balasku dengan geram
"Kita buktikan mari kita beradu jika kau bisa mengalahkanku aku akan menjaga ucapanku padamu"Tantangnya
"Baiklah siapa takut"balasku
Saat hyun seong yi akan memberikan salam penghormatan kepada chanyeol untuk memulai pertarungannya chanyeol menggenggam tangan seong yi erat dan menariknya sehingga tidak memisahkan jarak diantara keduannya
"Yahhh apa yang kau lakukan lepaskan aku! "Perintah seong yi
"Tidak akan coba saja jika kau bisa"balas chanyeol dengan memegang pinggang ramping seong yi
"Cepat lepaskan atau aku akan berteriak"ancam seong yi
"Teriak saja lagi pula kau calon istriku jadi tidak akan jadi masalah nanti" sahut chanyeol denga kemenangan
"LEPASKAN! "ucap seongyi dengan tubuh yang tidak bisa diam
__ADS_1
Karna seongyi selalu memberontak dan tubuhnya tidak bisa diam agar di lepaskan akhirnya chanyeolpun kehilangan keseimbangan untuk berdiri akhirnya mereka pun jatuh dengan posisi chanyeol di bawah seongyi di atas dengan bibir yang saling bersentuhan
.
.
.
Bukk.. Ahwhh... Mereka berdua jatuh
park chanyeol POV
Deg... Deg
Deg... Deg
Ya tuhan perasaan apa ini kenapa jantungku rasannya ingin meledak gadis jutek ini membuat jantungku tak beraturan sialan knapa trus berdegup kencang memalukan.
Seong yi POV
Astaga apa ini knapa aku tidak bisa menolak untuk tidak cepat²bangun bibirnya yang lembut ini aku merasa kan ada sejuta kupu-kupu terbang dalam perutku matannya biru seperti pantai sangat indah bahkan aku tidak bisa sedetik saja untuk tidak mengalihkan pandanganku.
Seong yi tersadar sesaat kalau dia sedang berada dalam posisi yang intim dengan chanyeol seong yi pun bangun dari atas tubuh chanyeol sambil mengusap-usapkan bibirnya
"Ya apa yang kau lakukan hah? This is my first kiss"teriak seongyi
"Hei tidak usah berteriak lagipula itu hanya tempelan bibir saja bukan ciuman"ucap chanyeol dengan santainya tanpa rasa bersalah
"Apa? Itu sama saja dasar sinting" pungkas seong yi dengan kesal
"Apa kau ingin mencobannya lebih dalam? "Tanya chanyeol sehingga membuat pipi seongyi merah karena malu
"Ya michyeoss-eul (dasar gila) "ucap ketus seongyi sambil meninggalkan park chanyeol yang Masih asik meledak calon istrinya ini.
"Hmm kelinci kecil yang menantang"gumam chanyeol
.
__ADS_1
.
.
*ruang tamu keluarga park*
"Astaga putriku apakah kau sakit? Kenapa pipimu merah sekali"tanya nyonya park
"Ak... Aku ti... Tidak papa mom"sahut seong yi
"Mana chan kenapa dia tidak menjagamu? "Tanya nyonya park lagi
"Aku di sini my moon"sahut lelaki yang baru Muncul dari pintu.
"kau dari mana knapa tidak menjaga putriku ini"marah sang nyonya park
"Aku sudah menjaganya mom buktinya lihat saja pipinya merah merona bukan seperti buah dilema"ucap chanyeol
"Ah kau ini seperti tidak pernah muda saja"sahut dady chanyeol yang sedang mengobrol dengan papahku
Seong yi hanya bisa diam membisu sambil menahan malu karna apa yang telah terjadi antara dirinnya dan park chanyeol
__ADS_1