
Saat perjamuan makan membahas pernikahan antara park chanyeol dan hyun seongyi selesai keluarga hyun(keluarga seongyi) berpamitan untuk pulang.
.
.
.
"Aku akan pulang temanku" ucap papahku kepada tuan park
"Baiklah besanku" jawab tuan park. (Saat papahku sedang berbincang akupun berpamitan dengan nyonya park ya seorang wanita yang akan menjadi ibu mertuaku nantinya)
"Nyonya park kami harus kembali"ucapku
"Panggil momy'MOOMY' ingat ya bukan nyonya park kau ini akan menjadi putriku nantinya"ucap nyonya park
"Baiklah nyonya park eh maksudku moomy"ucapku
"Dengar na pernikahanmu akan dilaksanakan minggu depan kau tidak perlu memikirirkan Apapun karna dady dan momymu ini yang akan mempersiapkanya"ucap tuan park
"Iya terimakasih sudah mau menerimaku tuan park eh maksudku dady"ucapku
"Harus sering di biasakan ya Sayang"ucap nyonya park dengan mengelus puncak rambutku
"Baiklah kami pergi dulu"ucap papahku
"Hati-hati dijalan"ucap keluarga park.
Sebelum seong yi melangkah pergi chanyeol menarik tangan seongyi sehingga jarak antara seongyi menjadi sangat dekat bahka seong yi dapat merasa kan hembusan nafas chanyeol saat ia akan membisikan sesuatu di telinga seong yi
"Semoga nanti malam kau bermimpi tentang malam pengantin kita Sayang"bisik chanyeol yang membuat seongyi merah merona karena malu.
"Dasar mesum"dorong seongyi kepada chanyeol
.
.
.
*kediaman hyun*
__ADS_1
Seongyi dan keluarga sudah sampai di rumah seongyi memilih kembali ke kamar agar cepat membersihkan make up dan mengganti pakaiannya yang menurut seongyi sangat gerah dan lengket karna sudah seharian melakukannya aktifitas apalagi ia sempat melakukan pemanasan dengan memanah.
Sekarang seongyi sedang membaringkan tubuhnya ke atas ranjang empuknya dengan memandang langit-langit kamarnya sambil memikirkan kejadian yang menimpanya tadi saat di rumah chanyeol
"Hufttt... Lelahnya tubuhmu ini"gumam seongyi
Seong yi POV
Kenapa jantungku berdebar saat memikirkannya padahal aku dengannya tidak ada buhungan Apapun selain perjodohan yang mengiringi. Tapi knapa otak sialan ini tidak berhenti memikirkannya apalagi saat aku merasakan bibirnya yang Kenya dan jangan itu bersatu dengan bibirku(seongyi pun memegangi bibirnya sambil memikirkan kejadian ciumannya dengan chanyeol).
"Haish tidak tidak tidak mungkin aku jatuh cinta dengannya aku menikah dengannya hanya karna perjodohan dan desakan papah ton jadi tidak mungkin ada cinta nantinya"ucap seongyi. (Saat seonyi sedang bergumam tiba-tiba saja pintu kamarnya di ketuk)
Tok... Tok... Tok suara ketukan pintu
"Siapa? "Tanya seongyi dari dalam kamarnya
"Ini saya nona muda "jawab pelayang di rumah seongyi
"Oh masuklah bibi na"jawab seongyi(pelayang tersebut masuk)
"Nona bibi membawakan susu coklat hangat untuk nona"ucap sang pelayan
"Saya permisi dulu nona muda"ucap sang pelayan, tetapi sebelum pelayan itu pergi seongyi memghentikannya
"Eih bibi na tunggu dulu" ucap seongyi
"Iya nona muda ada apa? Anda membutuhkan sesuatu"jawab sang pelayan
"Bi kemarilah duduk di disini aku ingin bertannya padamu"ucap seonyi
"Iya knapa nona muda? "Jawab sang pelayan(ya walaupun seongyi seorang majikan tapi dia tidak mau ada jarak antar majikan dan lembantunya jadi seongyi selalu bersikap sopan kepada siapapun yang lebih tua)
"Bi apakah kau dulu pernah jatuh cinta? "Tanya seongyi
"Ehh tenth saja pernah nona muda"jawab sang pelayan
"Bagaimana rasannya bi? "Tanya seong yi
"Nona muda akan tau rasannya Setelah menikah dengan tuan muda dari keluarga park"jawab sang pelayang dengan senyum
"Bagaimana mungkin aku dan dia hanya di jodohkan tidak mungkin aka ada cinta nantinya"ucap seongyi
__ADS_1
"Cinta itu akan datang nona saat nona muda merasa nyaman berada di dekatnya dan nona akan merasa aman saat berada dalam pelukannya itu akan menumbuhkan rasa cinta nantinya"balas sang pelayan
"Ah sudahlah aku bosan membahas cinta bibi na kembalilah"ucap seong yi
"Nona pasti akan menemukan cinta sejati dalam hati tuan muda park"balas sang pelayan
"Ah sudahlah bibi na Jangan menggodaku"balas seongyi dengan cemberut
"Baiklah saya keluar dulu nona. Haish tidak Teresa nonaku yang dulu Masih kecil sekarang sudah akan menikah "ucap sang bibi dengan mata berkaca2
"Haih bibi na kau tidak perlu sedih Setelah menikah kau Masih bisa menemuiku aku juga akan menjenguk papah kemari nanti"ucap seongyi
"Baiklah nona muda bibi keluar dulu ya"ucap sang pelayan
"Iya bi"ucap seonyi
Setelah pelayan di rumah seonyi keluar dari kamar seongyi pun menuju ke kamar mandi untuk membasuh tubuhnya agar lebih fresh.
__ADS_1