Darah tersembunyi

Darah tersembunyi
Episode 9


__ADS_3

*kamar seongyi*


Sekarang seongyi sedang berbaring di atas ranjang ya sambil menatap langit-langit kamarnya tiba-tiba saja pikirannya membayangkan park chanyeol


.


.


.


Seongyi POV


Haish knapa dengan otak ku apakah rusak kenapa pria bengis itu sih yang aku fikirkan terus  memang dia siapa sampai bisa mengobrak abrik fikiranku begini sadarlah seongyi Jangan sampai kau jatuh cinta padanya kau menikah dengannya karna kau harus menyelesaikan tujuanmu agar bisa menemukan pembunuh ibumu bukan untuk cinta.


Normal POV


Saat seongyi sedang bergulat dengan pikirannya tiba-tiba saja ponselnya yang berada di nakas kamarnya berbunyi dengan nomor telephone tak di kenal tertera di layar handphine nya.


Drttt... Drttt... Drtt... Suara telephone


"Huff siapa sih malam-malam begini telephone mengganggu ketenanganku saja"seongyi mendengus kesal


(Seongyi pun bangun dari ranjangnya dan melihat ponselnya saat dilihat dia bingung dengan nomor yang tak di kenal tertera di layar)


 


.


.


.


Seong yi POV


Nomor yang tak di kenal siapa ini kenapa malam-malam begini melephone. (Seonyi pun akhirnya mengangkat telephone tersebut)


"Hallo siapa ini? "Ucap seongyi


"Hallo apa kabar sayang kau masih ingat kejadian 2 tahun yang lalu? Aku kembali sekarang"jawab sang penelepon


DEG...

__ADS_1


"Siapa kamu brengsek Jangan berani menerorku"ucap seongyi


"Owhh aku tidak menerormu aku hanya merindukanmu aku ingin bersenang² denganmu, apa kau melupakan kejadian itu? "Ucap sang penelepon


"Dari mana kau mendapatkan nomor teleponku brengsek"ucap seong yi


"Itu tidak penting yang terpenting sekarang aku sudah kembali"jawab sang penelepon


"Apa maumu cepat katakan Jangan menggertakku"ucap seongyi


"Ohh rupannya kau tidak sabaran ya calon nyonya park"balasnya


"Siapa kau sebenarnya ****? "Ucap seongyi


"Kalau kau ingin tau temui aku besok malam di gedung jaeju. Tut! "Telepon di matikan sepihak


"Halo hei halo sialan Telepon dimatikan"ucap seong yi dengan geram rahangnya sudah mengeras seongyi mengepalkan tangannya dan memukul lemari kaca di samping tempat tidurnya. Brakkk... Siapa kamu pasti akan aku bantai habis! AH BRENGSEK.


Darah Segar mengalir di tangan mulus seongyi kini darah itu mengucur ke lantai putih yang sekarang sudah berubah menjadi merah. Mendengar ada suara pecahan dari kamar seongyi kim yuna bergegas menghampiri kamar seongyi


tanpa mengetuk pintu dulu yuna langsung masuk ke kamar seongyi.


.


.


.


"Lacak milik siapa nomor Telepon ini dan berikan kabarnya Setelah kau sudah mengetahuinnya"perintah seonyi


"Baiklah jendral tapi kau belum memberitahuku ada apa sebenarnya? "Ucap kim yuna


"Dia datang, dua tahun silam telah berlalu sekarang dia datang perang akan di mulai dendam yang ada akan segera berakhir"balas seongyi


"Dia? apakah yang tadi meneleponmo si peneror itu"tanya kim yuna


"Ya dia datang dia menyuruhku untuk menemuinnya besok malam di gedung jaeju"ucap seongyi


"Apa yang harus kita lakukan jendral apa kita akan membawa 100 anak buah pilihan"ucap yuna


"Tidak itu tidak perlu aku akan kesana sendiri"ucap seongyi

__ADS_1


"Itu akan berbahaya jendral "ucap yuna


"Kau meragukanku yuna aku seorang jendral ketua the drucles tidak akan jadi masalah mengurus si brengsek seperti dia"ucapku


"Berhati-hatilah "balas yuna


"Baiklah sekarang kau kembali ke kamarmu besok kita akan kembali ke Markas bukan. Aku tidak ingin ada yang terlambat"ucapku


"Baiklah" ucap yuna sambil meninggalkan kamarmu


Seongyi POV


Kau sekarang datang akan aku bantai kau dengan tanganku sendiri tak akan ku biarkan kejadian dua tahun lalu terulang lagi kini kau takan lolos.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2