
Hari sudah berganti pagi tapi gadis cantik yang Masih berada dalam selimut itu engga membuka matanya meski sinar matahari sudah masuk melaui celah cendela kamarnya.
*kamar seong yi*
Tok tok tok....
"Seong yi kau sudah bangun? "Suara papah seong yi sambil mengetuk pintu untuk membuka kamar anaknya tapi tidak di gubris sama sekali oleh seong yi
"Kau sudah bangun atau belum"ucap sang papah lagi, mendengar tidak ada jawaban dari dalam akhirnya papah seong yi masuk kedalam kamar dan melihat anaknya yang Masih tidur.
.
.
.
"Astaga anak ini belum bangun juga padahal sudah siang dia kan harus pergi ke kediaman park"dumel sang papah
"Hei seong yi bangun kau sudah Janji akan pergi hari ini"omel sang papah sambil membuka selimut seong yi
"Emmhhh.. Papah ini mengganggu tidurku saja nanti ya 5 menit lagi" rengek seong yi
"Tidak ada nanti-nanti cepat bangun atau papah akan menyiramkan air ke ranjangmu ini"bentak sang papah
"Aishh Baiklah aku akan segera mandi papah keluarlah"ucap seong yi sambil mengucek matanya
"Dasar anak durhaka mengusir papahnya sendiri"gumam sang papah
Seong yi POV
Hari ini adalah hari kesialanku karna aku harus bertemu dengan lelaki yang akan menjadi pendamping hidupmu nantinya, aku benci saat semua make up ini menempel di wajahku hanya untuk menarik perhatiannya nanti apalagi papah harus menyuruhku untuk berpenampilan feminim.
Normal POV
"Kau sudah siap seong yi"tanya papah
"Hmm"jawabku
"Kau tidak akan di tindas di sana justru kau akan di sayangi di sana" ucap papah
"Ya seperti hewan peliharaan" ucapku lirih
"Apa yang kau katakan tadi? " tanya papah
"Ahhh tidak pah maksudku aku akan sangat senang nantinya karna akan menikah dengan anak dari keluarga teman papah "ucapku
"Baguslah kalau begitu papah bangga terhadapmu karna sekarang putri papah akan menikah" sahut papahku dengan senyum tulus yang merekah di wajah yang sekarang sudah tak sskuat dulu.
__ADS_1
*kediaman keluarga park*
Tin... Tin...
Suara kelakson mobil dari keluarga hyun ya rombongan keluarga hyun seong yi sudah datang
"Pah sepertinya tuan hyun sudah datang" ucap mommy chanyeol
"Iya ayu kita keluar sekarang" sahut papih chanyeol
.
.
.
"Ya selamat datang sahabatku di kediaman rumah kami"salam hangat dari ayah chanyeol yang memeluk papahku
"Iya apa kabar kau? "Tanya papahku
"Seperti yang kau lihat aku sangat baik"sahut papah chanyeol
"Nyonya park apa kabar? "Tanya papahku sambil menyalami istri temannya ini
"Aku pun baik dimana calon menantu kesayangku itu? "Tanya istri tuan park
Seong yi POV
Cih mereka seperti sedang bertransaksi dan yang paling menjijikan adalah papahku seraya menjualku ke temannya itu. Saat aku sedang bicara dengan diriku sendiri papah datang untuk menjemputku agar menyalami keluarga park
"Sampai kapan kau akan duduk di dalam mobil nak ayo cepat turun dan perkenalkan dirimu kepada calon mertuamu"sahut papahku
"Baiklah"ucapku. Akupun turun dari mobil
"Selamat siang tuan dan nyonya park"salamku
"Selamat siang putriku, jangan panggil aku nyonya panggil aku momy "sahut nyonya park
"Ah Baiklah mommy "sahutku
"Sudah ago cepat masuk akan aku kenalkan dengan putraku "jawabnya sambil menggandengku seperti seorang ibu yang menyayangi anaknya.
Seong yi POV
Ya tuhan aku rindu mamahmu di saat aku akan menikah seharusnya orang yang cerewet untuk mempersiapkanya adalah dia tapi apalah daya sekarang mamahku sudah tenang disisinya.
__ADS_1
__ADS_1