Darah tersembunyi

Darah tersembunyi
Episode 22


__ADS_3

Saat pesta sedang berlangsung tiba-tiba saja suara ledakan terdengar dari ruang aula pernikahan. Suasana pernikahan yang hikmat kini menjadi ricuh tak terkendali suara teriakan dan ketakun terdengar nyaring dimana-mana.


Dor... Dor... Dor(suara tembakan)


“astaga ada apa ini” ucap seongyi


“semuannya tenang jangan panik cepat masuk ke dalam ruangan anti peluru” ucap chanyel sambil membimbing anak buahnya agar menyuruh seluruh tamu undangan di selamatkan


“chan cepat bawa momy dan yang lainnya agar aman” ucap seongyi


“iya baiklah mari kita pergi bersama” ucap chanyeol


“tidak chan aku harus mencari kim yuna dulu di dalam ” ucap seongyi


“kau jangan bodoh itu berbahaya” ucap chanyeol dengan nada tinggi


“tidak ada waktu lagi chan cepat kau pergi saja selamatkan yang lain jangan khawatirkan aku” ucap seongyi sambil menuyuh chanyeol agar cepat pergi


“tidak biarkan seluruh anak buahku yang mencari kim yuna” ucap park chanyeol


“percuma, lebih sekarang kau pergi selamatkan yang lain cepat chan CEPAT! ” ucap seongyi, chanyeol pun segera pergi meninggalkan seongyi dan menyuruh keluarga dan yang lainnya agar masuk ke ruang anti peluru yang transparan jadi chanyeol dapat memantau keadaan dari atas.


 


Kini chanyeol beserta yang lainnya sudah berada di dalam ruang anti peluru tersebut tetapi siapa sangka bahwa ruangan itu sudah di kunci dari luar oleh seseorang.


Dor... Dor.. Dor... (Suara tembakan)

__ADS_1


“yuna kau dimana yuna” teriak seongyi mencari yuna dengan masih menggunakan gaun pengantin


“yuna” ucap seongyi lagi tetapi masih tidak ada jawaban dari sang empunya sampai ada suara tembakan


Dor... (Suara tembakan)


“yuna! Haish sialan siapa kau? ” ucap seongyi sambil melihat yuna yang kini sedang di sandera oleh seseorang yang menggunakan topeng tengkorak. Saat orang itu berbalik dengan menggunakan topeng yang sama seperti topeng yang di kenakan orang saat menembak seongyi di gedung jaeju, seongyi pun terbelalak


“ya kau lagi sebenarnya apa yang kau inginkan” ucap seongyi


“aku hanya menginkanmu! Tapi siapa sangka gadis bodoh ini membuat rencanaku berantakan” ucap seseorang tersebut


“lepaskan dia kalau kau menginkan aku” ucap seongyi


“tidak jendral pergilah ini hanya jebakan lebih baik selamatkan keluargamu jendral” ucap kim yuna dan langsung di tampar oleh sang peneror itu plak.. (Suara tamparan mendarat di pipi yuna)


“baiklah aku akan melepaskannya tapi sebelum itu taruh senjatamu dulu lalu tanganmu harus aku ikat bagaimana” ucap sang peneror


“baiklah cepat lepaskan dia” ucap seongyi


“tidak jendral hikss jangan lakukan itu tidak jendral tidak hiks” ucap kim yuna sambil menangis. Park chanyeol yang menyaksikan seongyi dalam bahaya ingin segera turun tapi tidak bisa karena pintu ruangan anti peluru itu telah terkunci dari luar. Kini seongyi telah menaruh senjatannya dan telah diikat oleh sang peneror


“sekarang lepaskan yuna tepatilah janjimu” ucap seongyi


“tidak semudah itu hahah kini tawananku ada 2 sekarang kita lihat siapa yang akan mati duluan” ucap sang peneror


“sialan cepat lepaskan yuna bukankah kau hanya mengkinkan aku" ucap seongyi

__ADS_1


“awalnya memang begitu, tapi sepertinya dia akan sangat berguna nanti” ucap sang peneror


Tanpa sepengetahuan sang peneror kim yuna telah berhasil melepas ikatannya, tapi yuna berpura-pura agar tidak diketahui oleh sang peneror. Saat yuna dan seongyi sedang membuat rencana melalui kontak mata sang peneror mengetahuinnya.


“kalian jangan berani untuk kabur dan jangan harap akan ada yang menyelamatkan kalian nantinya” ucap sang peneror


“huh park chanyeol akan menyelamtkanku” ucap seongyi


“hahhhah kau sangat lucu nyonya park. Suamimu yang bodoh itu akan menyelamatkanmu itu musthil karena ia sekarang telah aku kurung bersama orang lainnya” ucap sang peneror


“haish brengsek ”ucap yuna sambil memukul bahu sang peneror itu hingga sang empunya kesakitan dan tersungkur ke lantai


“yuna cepat pergi dari sini dan selamatkan chanyeol beserta yang lainnya” ucap seongyi memerintah


“tidak jendral bagaimana denganmu” ucap yuna


“jangan fikirkan aku. Aku bisa mengatasinnya nanti” ucap seongyi


“tapi jendral” ucap yuna


“CEPAT” teriak seongyi.


Kini kim yuna pun sudah bisa kabur dan lepas dari tahanan sang peneror. Saat ini yuna sedang mencari bantuan kepada geng mafia the drucles sambil mencari ruangan park chanyeol dan yang lainnya berada.


 


 

__ADS_1


__ADS_2