Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 10 Mengungkapkan Cintanya


__ADS_3

Akhirnya Chi Xia pun tersadar dan mendorong kaisar karena ia kaget melihat kaisar melakukan hal itu terhadapnya. Chi Xia memarahi Zhou Song.


"Apa yang telah kau lakukan!?"


Zhou Song langsung memeluk erat tubuh Chi Xia, dia memeluknya sambil menangis dengan sangat deras layaknya seperti anak kecil yang sedang menangis.


Chi Xia yang terkaget melihat dia langsung memeluk tubuhnya, akhirnya Chi Xia membalas pelukan darinya juga. Para tabib yang ada di dalam langsung keluar.


Chi Xia heran dan langsung menanyakan kepada kaisar tersebut mengapa dia sangat menangis dan memeluk tubuhnya dengan sangat kuat seperti itu.


"Ada apa dengan mu yang mulia? Mengapa tiba-tiba kau menangis dan memeluk tubuhku dengan sangat erat?"


"Untung kau baik-baik saja Chi Xia. Apakah kau tau aku sangat mengkhawatirkan keadaan mu" berbicara sambil menangis


"*Kaisar mencemaskan diriku? Pantas saja dia menangis*"


"Chi Xia"


"Iya?"


"Aku...aku...aku..."


"Yang mulia"


Zhou Song langsung tertidur di pelukan Chi Xia.


"*Ternyata dia bisa tertidur setelah dia menangis tadi. Tidak apa-apa, tidurlah yang nyenyak yang mulia*"


...****************...


Keesokan harinya. Zhou Song terbangun dari tidurnya.


"Ternyata sudah pagi. Eh tunggu dulu! Semalaman aku tertidur!? Hebat sekali aku tidur semalaman tanpa terbangun sedikit pun. Hebat kau Zhou Song. Eh, dia...?"


Zhou Song melihat Chi Xia yang sedang tertidur, dengan posisi kepala di atas ranjang sambil duduk. Zhou Song melihat Chi Xia tidurnya yang sangat lelap.


"Ternyata dia sedang tertidur. Dia pasti menemaniku semalaman. Chi Xia, aku sangat mencintaimu, aku sangat mengkhawatirkan dirimu, aku bersumpah kepadamu bahwa aku kan selalu melindungimu Chi Xia"


Zhou Song menggeserkan rambut poninya dan mencium keningnya. Setelah itu dia membisikkan di telinga Chi Xia.


"Chi Xia, aku sangat mencintaimu"


Chi Xia sontak terkaget dan langsung bangun dari tidurnya. Namun, dia melihat tidak ada siapa-siapa di dalam ruangan ini hanya ada tersisa dirinya sendiri.


"Aneh, apakah aku tadi sedang bermimpi ya? Tapi itu seperti kenyataan, hawa nafasnya membisikkan di telingaku itu sanagt terasa. Namun, tidak ada siapa-siapa disini."


Chi Xia langsung melihat ke ranjang bahwa Zhou Song sudah tidak ada di atas ranjang lagi.

__ADS_1


"Dia sudah bangun duluan. Apakah mungkin dia tadi yang membisikkan di telingaku? Tidak mungkin itu dia, mana mungkin dia akan mengatakan perasaannya terhadap wanita seperti diriku"


Namun di balik pintu luar ruangan tersebut, Zhou Song mendengar semuanya dan dia berbicara di dalam hatinya.


"*Bisa saja aku mencintai wanita seperti dirimu Chi Xia. Kau bukan hanya cantik tetapi kau adalah tipe wanita yang sudah aku impikan sejak kecil Chi Xia"


Di dalam ruangan kaisar


"Semalam dia berkata sangat mengkhawatirkan diriku, apakah dia sangat menyukai ku atau karena kau ini adalah selirnya makanya dia sangat mengkhawatirkan ku?"


Di luar ruangan kaisar


"Aku mengkhawatirkan dirimu karena aku sangat mencintai dirimu Chi Xia"


Di dalam ruangan kaisar


"Yang mulia, jika kau mengkhawatirkan ku karena kau mencintaiku. Ketahui lah yang mulia, bahwa aku sangat mencintai dirimu pada pandangan pertama"


Di luar ruangan kaisar


"Aku juga sangat mencintaimu pada pandangan pertama Chi Xia. Namun, kami sama-sama saling mengungkapkan cinta kami"


Di dalam ruangan kaisar


"Apakah aku perlu mengungkapkan cinta ku di hadapan kaisar?"


"Coba saja dulu mengungkapkan isi hatiku kepadanya"


Secara bersamaan, Chi Xia langsung membukakan pintu ruangan tersebut dan Zhou Song tadi hendaknya ingin membuka pintu itu juga.


Setelah mereka berhadap-hadapan, mereka berdua canggung untuk berbicara satu sama lain. Bahkan Zhou Song sendiri juga merasa canggung berbicara tentang cinta kepadanya.


Chi Xia merasa heran kepada dirinya nya, dia ingin mengungkapkan cintanya kepada kaisar namun dia malah tidak bisa berbicara langsung seperti itu.


Saat mereka ingin mengatakan satu kata saja sudah membuat mereka berhenti berbicara lagi dan mereka merasa canggung untuk berbicara berduaan seperti ini.


"Chi Xia..."


"Kaisar..."


Mereka berdua langsung membalikkan badan dan wajah mereka berdua langsung memerah karena malu untuk mengungkapkan perasaan mereka berdua.


"*Bagaimana aku akan mengungkapkan cinta ku kepada Chi Xia ya? Padahal aku tadi sudah bersemangat untuk mengungkapkannya, mengapa aku merasa sangat canggung?*" jawab Zhou di dalam hatinya


"*Mengapa aku merasa malu untuk mengatakan bahwa aku mencintai kaisar pada pandangan pertama? Padahal aku sudah bersemangat kali tadi, mengapa aku merasa canggung?*" jawab Chi Xia di dalam hatinya


"*Baiklah aku akan mengungkapkannya sekarang*"

__ADS_1


Zhou Song langsung membalikkan badannya dan juga langsung mengatakan isi hatinya kepada Chi Xia.


"Chi Xia"


"Ada apa yang mulia?"


"Ada yang ingin aku katakan kepada mu"


"Apa itu yang mulia?"


"Sebenarnya aku...aku...aku..." dengan wajah sedikit memerah


"Aku apa yang mulia?"


"Aku sangat mencintai dirimu Chi Xia" dengan wajah sangat memerah


"Apa yang telah kau katakan barusan yang mulia?"


Detak jantung Chi Xia semakin berdebar kencang setelah dia mendengarkan bahwa kaisar yang sangat dia cintai itu juga ikut mencintainya juga.


Dan juga bahkan detak jantung Zhou Song berdebat dengan sangat cepat, karena ini pertama kalinya dia mengungkapkan isi hatinya kepada seorang wanita.


Chi Xia perlahan mencubit dirinya sendiri agar dia berpikir bahwa ini adalah mimpi dan bukan sebuah kenyataan. Tapi dia merasakan sakit, ini berarti adalah nyata bukan mimpi.


Wajah Chi Xia langsung memerah dan juga ingin menangis setelah dia mendegarkan isi hati kaisar bahwa kaisar mengatakan sangat mencintao dirinya.


"Tapi yang mulia, aku ini adalah putri dari rakyat miskin dan juga tidak sekelas dirimu yang berstatus bangsawan"


"Aku mencintaimu bukan karena status mu, melainkan aku mencintaimu karena kau itu adalah impian wanita ku harapkan dari kecil"


"Apa yang kau katakan itu benar yang mulia? Apakah kau menyukaiku pada pandangan pertama?"


"Iya Chi Xia, setelah kau datang pertama kali di ruangan ku, aku langsung menyukaimu dan menginginkan kau berada di sisiku untuk selamanya"


"Yang mulia, sebenarnya aku juga menyukai mu pada saat kau mengusap kepala ku. Aku merasakan kehangatan darimu seperti kehangatan dari ibuku"


"Jadi Chi Xia, maukah kau menjadi calon ratu ku di masa depan?"


"Apa!? Langsung menjadi calon ratumu!?"


"Iya Chi Xia, apakah kau mau?"


Chi Xia hanya bisa terdiam, karena keputusan dari Zhou Song ini terlalu cepat memutuskan dia untuk menjadi calon ratu kerajaan di masa depan.


"Yang mulia, keputusan anda ini terlalu cepat. Aku kan memikirkannya nanti apakah aku mau menjadi calon ratu ku atau tidak"


Lanjut bab 11

__ADS_1


__ADS_2