
Zhou Song menanyakan kepada Chi Xia dimana teman yang sedang bersamanya kamarnya. Chi Xia menjawab teman nya sedang pergi sebentar dan akan kembali.
Zhou Song pertama tidak mempercayainya, namun Chi Xia berusaha agar ucapannya dipercaya oleh Zhou Song dan dia akan segera meninggalkan kamarnya.
Terakhir, Zhou Song mempercayainya dan dia segera pergi meninggalkan kamar Chi Xia. Sebelum dia pergi, dia berpesan kepada Chi Xia untuk segera datang ke sana.
Chi Xia mengatakan dia akan segera ke sana bersama temannya. Setelah Zhou Song sudah pergi dari kamarnya Chi Xia, kalung Chi Xia menjadi bersinar dan mengeluarkan cahaya.
Cahaya tersebut keluar dari kalungnya dan berubah wujud menjadi Rong Xiang.
"Mengapa kau bersembunyi dari kaisar?" Chi Xia menanyakannya sambil terheran
"Aku tidak mau dilihat oleh orang lain terlebih dahulu, makanya aku langsung bersembunyi" dengan wajah ekspresi cemas
"Baiklah kalau begitu. Mari, kita langsung saja menuju ke perjamuan antar kerajaan itu" jawab ajakan dari Chi Xia
"Ya baiklah" jawab Rong Xiang
Mereka berdua pun segera meninggalkan kamarnya dan segera pergi menuju perjamuan antar kerajaan. Saat mereka ingin memasuki ruangannya, mereka berhenti.
Langkah mereka berdua berhenti sebentar. Mereka melihat para tamu sudah banyak yang menghadiri perjamuan antar kerajaan tersebut.
Sementara Rong Xiang hanya berpikir pada kekasih yang dia cari dan tidak mempedulikan orang-orang banyak yang berada di dalam aula.
Chi Xia melihat di depan pintu gerbang aula. Setiap para tamu datang, penjaga di depan pintu aula langsung mengatakan namanya di sana.
Bukan hanya nama mereka saja yang disebukan, bahkan asal mereka juga di sebutkan oleh penjaga pi tu depan aula tersebut.
Chi Xia merasa heran bagaimana Rong Xiang akan memasuki ruangan aula tersebut. Jika nama saja disebutin tidak masalah baginya, namun asal nya juga disebutkan olehnya.
"Rong Xiang" saut Chi Xia dengan ekspresi cemas
"Ada apa Chi Xia? Mengapa wajah mu begitu khawatir?" tanya Rong Xiang kepada Chi Xia dengan ekspresi heran melihat wajahnya yang begitu cemas
"Saat para tamu berdatangan untuk memasuki aula, penjaga yang berada di depan pintu itu menghentikan mereka terlebih dahulu dan menanyakan namanya dan juga asal nya berada dimana"
"Yang kau katakan itu benar juga Chi Xia"
"Lalu bagaimana? Kalau aku sudah gampang sekali memasuki ruangan tersebut, namun dirimu bagaimana?"
__ADS_1
"Sebentar aku masih berpikir bagaimana aku kan masuk ke dalam ruangan tersebut"
"Aku punya ide" Chi Xia langsung mendapatkan ide
"Apa?" tanya Rong Xiang
Ternyata rencana dari Chi Xia adalah Rong Xiang masuk ke dalam kalungnya untuk sementara waktu, saat sudah memasuki aula maka dia akan langsung keluar.
Rong Xiang menyetujui ide yang sangat bagus itu. Mereka berdua pergi ke tempat yang sepi, pada saat itu juga mereka berdua memulai rencananya.
Rong Xiang berubah menjadi cahaya dan masuk kedalam kalung milik Chi Xia. Setelah selesai, Chi Xia langsung berbalik badan untuk segera masuk ke ruangan aula.
Pada saat Chi Xia ingin berbalik badan, seseorang memeluknya dari belakang. Chi Xia terkaget dan dia ingin berteriak meminta pertolongan.
Saat Chi Xia ingin berteriak, mulutnya langsung ditutup oleh seseorang. Itu membuat Chi Xia semakin ketakutan dan segera ingin berteriak sekuatnya.
Namun, seseorang yang berada di belakangnya membisikkan sesuatu di telinganya.
"Ini aku Chi Xia, jangan takut"
Seseorang yang berada di belakangnya melepaskan tangan dari mulutnya dan Chi Xia langsung berbalik badan dan ingin melihat siapa yang berada di belakangnya.
"Kau mengkagetkan aku saja! Aku kira tadi ada orang yang ingin menculikku, ternyata kamu yang berada di belakang ku!"
"Maafkan aku Chi Xia, sebenarnya aku tidak ingin mengatakan mu namun aku melihat kau sedang serius sekali disini. Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Zhou Song dengan ekspresi serius
"Aku...tadi..." jawab Chi Xia dengan ekspresi gugup
"Sudahlah lupakan saja, mari kita suami istri masuk ke ruangan aula bersama. Karena sebentar lagi perjamuannya akan segera di mulai"
"Suami istri? Bahkan kita berdua hanya berstatus selir dan raja, bagaimana aku bisa menjadi istrimu dan kau bisa menjadi suamiku?"
"Suatu hari nanti kau akan menjadi istriku"
"Jangan mimpi!"
Mereka berdua bersama-sama memasuki ruangan aula tersebut. Penjaga pintu tersebut langsung mengatakan dengan suara yang kuat.
"Hadirin semuanya. Yang mulia kaisar Zhou Song memasuki ruangan aula perjamuan antar kerajaan!"
__ADS_1
Semua orang terutama para wanita yang menghadiri acara tersebut langsung berbicara sambil melihat Zhou Song yang sangat tampan memasuki ruangan aula tersebut.
Karena Zhou Song memasuki ruangan aula tersebut, aula yang berada di dalam tersebut menjadi ramai seketika karena melihat ketampanan Zhou Song.
Chi Xia berjalan dengan Zhou Song sambil menggandeng lengan sebelah kanan Zhou Song. Chi Xia mendengar mereka banyak menyukai Zhou Song.
Bukan hanya menyukai, tapi malah ingin menjadi miliknya. Chi Xia yang mendengar itu langsung memasang wajah marah dan cemburu.
Zhou Song melihat wajah Chi Xia menjadi wajah marah dan cemburu seperti itu. Zhou Song langsung mendekati Chi Xia dan membisikkan kepadanya.
"Kamu sedang cemburukan sayang ku"
"A...a...apa!? Bagaimana aku bisa cemburu seperti itu!?" dengan ekspresi puar-pura tidak memperdulikan
"Benarkah?" tanya dengan ekspresi tidak percayanya
"Iya!"
"Baiklah jika kau tidak marah dan cemburu, akan aku lihat kau bagaimana kau akan cemburu besar"
"Baiklah" ekspresi percaya diri
"Baik"
Zhou Song melepaskan genggaman tangan Chi Xia dan langsung mendatangi salah satu wanita yang berada di aula tersebut. Dia mendatangi seorang wanita yang cantik.
Zhou Song mendatangi wanita tersebut sambil mata nya melihat ke arah wajah Chi Xia yang sebentar lagi pasti akan marah dan cemburu.
Dan dugaan Zhou Song benar, Chi Xia memasang wajah marah dan cemburunya. Chi Xia mendatangi Zhou Song dan langsung menarik tangannya.
Wanita yang dihampiri oleh Zhou Song tadi sangat marah karena Chi Xia langsung merebut Zhou Song darinya.
"Hei kau! Siapa kau!? Beraninya kau menarik tangan kaisar Zhou Song! Lepaskan tangannya sekarang juga!"
Chi Xia tadi yang sedang marah malah di tambahkan lagi kemarahannya.
"Lebih baik anda diam saja dan tidak usah berani merebut calon suamiku ya!" membalikkan wajah mengatakan sambil tersenyum tajam dan mengerikan kepadanya.
Wanita yang membentak dia tadi seketika langsung takut melihat senyumannya yang tajam dan mengerikan. Zhou Song tersenyum dan ketawa perlahan.
__ADS_1
Lanjut bab 14