
Keesokan harinya Chi Xia sedang membersihkan kamarnya, dan tiba-tiba seseorang datang dan mengetuk pintu kamarnya.
Chi Xia berpikir yang datang ke kamarnya adalah Xin Shia. Chi Xia langsung menyuruhnya masuk ke kamarnya sambil membersihkan kamar miliknya.
"Aku kira kau akan membuka pintu mu terlebih dahulu dan melihat siapa yang datang, ternyata di luar dugaan ku"
Setelah mendengar suara tersebut, Chi Xia seperti mengenal suara tersebut. Chi Xia langsung membalikkan badannya dan melihat seseorang yang masuk ke kamarnya.
Ternyata yang masuk ke kamarnya adalah Rong Xiang, Chi Xia yang berpikir datang ke kamarnya adalah Xin Shia ternyata Rong Xiang.
Chi Xia langsung menggunakan ekspresi wajahnya yang dia tidak suka dengan Rong Xiang yang sekarang daripada yang dulu.
"Apa yang ingin kau lakukan di kamar ku ini!?" dengan ekspresi marah
"Aku datang ke sini hanya untuk mengajak mu mengobrol sambil minum teh di taman. Bagaimana menurutmu?"
Awal nya Chi Xia tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Rong Xiang, namun lama kelamaan dia mengikuti ajakan dari Rong Xiang.
Mereka berdua pergi ke taman istana, pelayan setia Rong Xiang menyediakan teh untuk mereka berdua. Chi Xia curiga kepada mereka berdua.
"Ada apa Chi Xia? Ayuk, minumlah teh nya"
"Apa kau tidak menambahkan apa-apa ke dalam teh ku agar aku terjebak dengan rencanamu itu?"
"Oh ya tuhan, untuk apa aku melakukan itu terhadap sahabatku sendiri? Tidak mungkin aku melakukan hal sekonyol itu Chi Xia"
"Sejak kapan kau mengakan kalau kau menganggap ku sebagai sahabatmu lagi?"
"Sejak...tadi mungkin. Ayuklah, minum saja aku tidak menambahkan apa-apa ke dalam minuman mu itu"
"Kau pasti berbohong kan?"
"Ya tuhan! Sejak kapan kau belajar seperti itu Chi Xia!? Aku tidak mungkin melakukan hal yang setega itu untuk melukai sahabatku sendiri!"
"*Aku masih tidak percaya dengan perkataanya*"
__ADS_1
"Jika aku meracunimu, apakah kau tidak melihat bahwa pelayan ku melayani kita minum teh dengan teko satu yang sama kan?"
"Aku rasa kau ada benarnya juga"
"Ya sudah, minumlah teh mu"
Chi Xia meminum teh yang disediakan oleh mereka berdua dengan perlahan, setelah meminum teh nya dengan perlahan dia tidak merasakan apapun.
Chi Xia melihat wajah Rong Xiang, dan Rong Xiang melihat wajahnya kembali.
"Bagaimana?"
"Sepertinya kau tidak menambahkan apa-apa kedalam minuman ku ini"
"Kan sudah ku bilang tadi kan, kau sama yang tidak percaya dengan perkataan ku"
Setelah berdebat yang cukup lama karena masalah racun saja, akhirnya mereka langsung mulai berbicara dengan santai sambil menikmati teh mereka.
Sambil berbicara dengan santai, Rong Xiang memberikan kode kepada pelayannya itu. Pelayannya meminta pamit kepada mereka dengan alasan melakukan pekerjaan lain.
Namun, pelayan Chi Xia pergi menuju ke ruangan kaisar. Dan Rong Xiang memulai rencana liciknya, dai mengajak Chi Xia mengobrol sambil menuju ke arah kolam.
Mereka berbicara dengan santai sambil mata Rong Xiang melihat Zhoi Song sedang berada dalam perjalanan menuju ke taman istana. Dan di sinilah rencananya dimulai.
Rong Xiang menatap penuh mata Chi Xia dan Chi Xia berhenti berbicara dan menatap matanya terus menerus. Akhirnya mata Chi Xia berubah menjadi ungu.
Ternyata Rong Xiang telah menambahkan bubuk pengendalian pikiran orang lain khusus ke dalam cangkir teh milik Chi Xia. Rong Xiang mulai memainkan rencananya.
Memang pada saat itu cangkir mereka sama-sama di masukkan dengan 1 teko yang sama. Namun, pada saat Chi Xia melihat ke arah lain, pelayannya langsung memberinya itu.
Dia langsung memberikan bubuk tersebut ke dalam minuman Chi Xia, setelah meminumnya orang tersebut akan dikendalikan oleh pembuat bubuk.
Rong Xiang terus melihat Chi Xia sambil melihat Zhou Song sudah hampir dekat dengan mereka berdua. Dan Rong Xiang menyuruh Chi Xia sambil berbisik kepadanya.
"Dorong dengan kuat dan buat aku terjatuh ke dalam kolam tersebut"
__ADS_1
Chi Xia mengangguk kepalanya dan langsung memulaikan tugas dari Rong Xiang. Chi Xia menolak Rong Xiang dengan sangat kuat sehingga Rong Xiang masuk ke kolam.
Zhou Song yang melihat hal itu langsung bergegas menolong Rong Xiang yang masuk ke dalam kolam tersebut. Zhou Song langsung masuk ke dalam kolam tersebut.
Setelah Rong Xiang masuk ke dalam kolam, mata Chi Xia berubah seperti normal seperti sebelumnya. Chi Xia kaget dan menanyakan apa yang sudah terjadi.
Beberapa pelayan menjelaskan semuanya kepada Chi Xia, setelah mendengar cerita tersebut dia langsung tidak percaya jika dia yang melukai Rong Xiang dengan sengaja.
Beberapa menit kemudian, Zhou Song muncul ke permukaan dan membawa Rong Xiang ke permukaan. Zhou Song mengangkat tubuh Rong Xiang seperti gaya darinya.
Tapi Rong Xiang tidak sempat tidak sadarkan diri seperti Chi Xia yang sudah lalu itu. Chi Xia mendekati Rong Xiang dan menanyakan apa yang sudah terjadi.
Rong Xiang berpura-pura ketakutan sambil memeluk tubuh Zhou Song dengan erat. Chi Xia berusaha menanyakan apa yang telah terjadi pada dirinya.
Rong Xiang menjelaskan semuanya bahwa Chi Xia sengaja mendorongmu agar Rong Xiang masuk ke dalam kolam sehingga membuatnya bisa cepat mati.
Namun perkataan Rong Xiang tidak membuat Chi Xia percaya yang telah dia ucapkan. Chi Xia memberikan penjelasan kepada Zhou Song bahwa itu semua kecelakaan.
Namun Zhou Song marah lalu mendorong Chi Xia agar menjauh dari Rong Xiang. Zhou Song langsung mengangkat tubuh Rong Xiang dan langsung menbawakannya ke kamarnya.
Setelah melihat Zhou Song lebih percaya dengan Rong Xiang dibandingkan dengan dirinya. Chi Xia langsung menangis dan putus asa karena melihat Zhou Song marah.
Chi Xia berlari sambil menangis ke arah kamarnya. Rong Xiang yang melihat Chi Xia berlari sambil menangis menuju kamarnya tersenyum sinis dan pelayannya juga.
Rong Xiang berhasil membuat Zhou Song mempercayai perkataan yang dia katakan dan berhasil membuat Zhou Song tidak mempercayai Chi Xia.
...****************...
Sesampainya di kamarnya, Zhou Song meletakkan Rong Xiang di atas ranjang dan menyuruhnya untuk beristirahat yang cukup untuk memulihkan dirinya kembali.
Rong Xiang menuruti perkataan Zhou Song. Saat Zhou Song ingin pergi, Rong Xiang meminta Zhou Song untuk mencium keningnya sebelum ia tertidur.
Zhou Song menuruti perkataannya, dia mencium kening Rong Xiang dan memberinya selimut. Zhou Song langsung keluar dari kamar Rong Xiang dan ke kamar Chi Xia.
Lanjut bab 19
__ADS_1