Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 3 Asal Usul Bunga Lotus


__ADS_3

Ibu tiba-tiba memasuki kamar ku dan langsung bertanya.


"Chi Xia"


"Ibu!" saut ku dengan ekspresi terkaget


"Mengapa kau kaget melihat ibu?" ibu menanyakan ku dengan heran


"Ti... tidak ada bu"


"Kau sedang berbicara dengan siapa nak?"


"Ti...tidak ada bu, aku hanya berbicara dengan diriku sendiri"


"Itu, kalung dari mana?" ibu melihat kalung yang aku kenakan di leherku


"Oh ini, kalung ini diberikan oleh ayah untukku ku. Ayah sendiri yang membuatnya dari bunga lotus kesayangan ku ibu"


"Jadi kau menggunakan bunga lotus kesayangan mu menjadi sebuah kalung!?" tanya ibu dengan kaget mendengar hal itu


"Iya ibu"


"Apa kau tidak keberatan menjadikannya sebuah kalung?"


"Sebenarnya aku keberatan untuk menjadikannya sebuah kalung, tapi jika aku terus memegangnya saja pasti akan hilang dari tangan ku nantinya. Makanya aku membuatkan menjadi sebuah kalung saja"


"Oh baiklah"


"Oh ya ibu kenapa datang ke sini, apakah ada yang ingin ibu bicarakan dengan Chi Xia?"


"Oh ya untung saja kamu mengingat kan ibu, ibu hanya ingin bilang kalau ibu akan pergi ke desa untuk mencari pekerjaan kamu jaga rumah ya"


"Iya ibu"


"Ingat jangan kemana-mana lagi"


"Iya ibu"


Ibu pun pergi meninggalkan rumah dan langsung pergi ke desa


"Sampai jumpa ibu"


"Sampai jumpa"


"Hati-hati di jalan ibu"


"Iya nak"


Ibu sudah pergi meninggalkan rumah dan tiba-tiba kalung yang ku kenakan tadi bersinar lagi dan seperti menyuruhku langsung masuk ke kamar.


Aku langsung mengunci pintu rumah dan segera masuk ke kamar sambil berhadapan kembali dengan cermin. Seketika cerminnya bersinar kembali dan muncul lagi wanita bunga lotus di dalam cermin.


"Bagaimana? Apakah masih ada orang lagi?"


"Tidak ada"


"Baguslah"

__ADS_1


"Tunggu dulu, kau belum memberitahukan kepadaku siapa kau sebenarnya?"


"Aku sebenarnya seorang tuan putri dari kerajaan Bloom Lotus"


"Bloom Lotus? Nama kerajaan itu tidak pernah terdengar di seluruh dunia ini. Itu kerajaan di mana?"


"Memang kerajaan itu tidak ada yang tau karena kerajaan itu di tempat taman bunga lotus yang hanya dapat di lihat oleh orang yang mempunyai bunga lotus khusus dan keluarga kerajaan saja"


"Orang yang mempunyai bunga lotus khusus? Maksudnya apa itu?"


"Orang yang mempunyai bunga lotus dia adalah orang yang sangat langka"


"Bunga yang khsusu apa maksudnya?"


"Bunga lotus yang khusus itu artinya bunga lotus yang tidak akan mati atau layu walau sudah di cabut beberapa hari"


"Seperti bunga lotus yang ku cabut hari itu?"


"Iya itu lah bunga lotus yang khusus"


"Oh ya dan mengapa kau menyembunyikan identitas mu menjadi bunga lotus?"


"Karena aku melarikan diri saat aku ditawari oleh ayahku"


"Ditawari apa?"


"Aku ditawari oleh ayahku menjadi seorang selir dari raja yang kejam"


"Ya ampun"


"Bisanya dia melakukan seperti itu kepada putrinya dan istrinya. Kan istrinya adalah sang ratu, bagaimana bisa dia melakukan seperti itu!?"


"Sebenarnya, ibuku bukan ratu nya dan aku bukan anaknya"


"Jadi kau anak dari siapa!?"


"Aku anak dari ibuku yang menjadi selir dari ayah ku yang saat ini, namun aku mencocokkan darah ku dengan darah ayah ku saat ini ternyata darah kami berdua tidak sama. Itu artinya aku bukan anak kandungnya"


"Apakah kau tau siapa ayahmu?"


"Tidak. Aku tidak tau siapa ayahku"


"Aku sangat kasihan kepadamu lotus ku"


"Panggil aku dengan nama Li Miara"


"Baiklah Li Miara. Apakah kau tidak merindukan ibumu?"


"Memang aku merindukan ibuku namun, bagaimana bisa aku kembali lagi ke sana? Ayah pasti sudah mengira kalau aku sudah mati, dia kan tidak suka padaku pasti dia senang kalau aku sudah mati"


"Itu pemikiran ayah mu, bagaimana dengan ibu? Pasti dia sangat mencemaskan kamu kan?"


"Yang kau katakan itu memang benar namun aku tidak bisa kembali"


"Kembali saja lah, lalu ambil ibumu dan bawa jauh dari tempat tinggal mu"


"Itu kedengarannya ide yang bagus namun mustahil untuk dilakukan"

__ADS_1


"Mengapa?"


"Karena peraturan di istana bukan dia lagi yang membuatnya, tapi putera kesayangan mereka"


"Apakah itu adikmu?"


"Iya dia adikku, aku lebih tua dari dirinya"


"Bagus, kalau kau kakaknya kembali saja dan katakan kalau kau adalah kakaknya dan dia adalah adikmu"


"Itu mustahil"


"Mustahil gimana?"


"Aku tidak bisa membilang seperti itu karena aku tidak pernah jumpa dengannya dan juga sebaliknya seperti itu"


"Kau benar juga. Apa tujuan mu melakukan ini semua?"


"Sebenarnya aku tidak ada tujuan yang bagus, sebenarnya aku memiliki tujuan hanya untuk mengakhiri hidup ku saja. Tapi setelah aku bertemu dengan mu aku hanya ingin mengikuti mu kemana pun kau pergi"


"Baiklah. Jadi kau tidak memiliki keluarga?"


"Tidak, aku hanya memiliki sahabat seperti dirimu saja"


"Terima kasih"


"Oh ya nama mu siapa?"


"Nama ku Chi Xia"


"Halo Chi Xia, salam kenal"


"Iya"


"Karena hari ini aku telah menjadi sahabatmu dan juga aku sudah merasa nyaman bersamamu, maka aku akan menjadi peri kebaikan untuk dirimu"


"Peri kebaikan?"


"Iya apa yang kau inginkan maka alan terwujud tapi hanya untuk kebaikan"


"Lalu..."


Li Miyara menghilang dari dalam cermin tersebut. Aku memukul-mukul cermin itu biar dia keluar lagi dan tiba-tiba dengar suara ketukan pintu di depan memanggil nama ku.


Aku langsung keluar dan melihat siapa yang datang. Setelah aku membuka pintu ternyata ayahku baru pulang kerja, aku langsung menyiapkan teh hangat untuk ayah agar bisa bersantai dengan nyaman.


Ayah meminum teh nya sambil menanyakan ibu dimana? Aku mengatakannya ibu pergi mencari pekerjaan di desa. Tak lama kemudian, gelas jatuh dari tangan ayah nya.


Ayah langsung memarahi ku mengapa aku tidak menghentikan ibu mencari pekerjaan. Karena orang-orang di desa itu sangat angkuh dan dia benci orang yang rendahan.


Mereka serasa seperti keluarga kerajaan padahal hanya keluarga dari desa saja. Banyak yang seperti seperti itu, kejam, sangat pelit terhadap memberikan upah nya.


Sampai menjelang malam ibuku belum pulang dan ayah juga belum tidur. Aku menyuruh ayah tidur tapi ayah tidak mau tidur, katanya dia mau menunggu sampai ibuku pulang.


Aku langsung masuk ke kamar dan memejamkan mata ku untuk waktunya tidur. Di saat tengah malam ingin pergi ke toilet, pada saat aku keluar ayah masih saja menunggu ibu di depan pintu.


Lanjut bab 4

__ADS_1


__ADS_2