
Chi Xia langsung bangkit dari ranjangnya, tapi langkahnya tiba-tiba berhenti dan dia melihat ke bawah. Lalu, dia langsung melompat dan juga langsung menarik selimutnya.
Chi Xia langsung memarahinya tanpa berpikir kalau dia adalah kaisar yang sangat disegani oleh semua orang dan juga di seluruh kerajaan.
Karena, pada saat dia melihat ke bawah, dia berdiri di hadapan kaisar dengan tidak memakai pakaian satu pun. Dan itu membuatnya sangat malu.
"Apa yang telah kau lakukan padaku tadi malam!?"
"Aku hanya melepaskan pakaian mu saja, itu saja yang ku lakukan tidak ada yang lain" mengatakannya dengan seperti orang polos dan juga wajah tidak berdosa
"Setelah itu, tunggu dulu. Apa yang terjadi tadi malam? Mengapa aku bangun ini tidak mengingat adapun ya?"
"Kau tadi malam banyak meminum minuman tersebut, sehingga kau mabuk dan langsung berbaring di atas lantai"
"Apa!? Aku sedang dalam keadaan mabuk tadi malam!?"
"Iya"
Chi Xia mencoba mengingat kejadian yang sedang terjadi padanya tadi malam. Setelah dia mengingat nya, dia langsung memarahi kaisar tersebut.
Chi Xia sangat marah kepada karena tadi malam dia berbohong kalau itu adalah minuman rasa apel, ternyata minuman anggur merah yang beralkohol.
"Kau! Kalau bukan kau yang membohongi ku tadi malam mungkin kejadian ini tidak akan terjadi!"
"Itu juga salahmu"
"Salahku!?"
"Iya salahmu, siapa suruh kau percaya dan meminumnya secara berulang?"
"Aku kan hanya kepingin tahu saja apa minuman rasa apel itu memang berwarna merah! Namun kau membohongiku!"
"Sudah terlanjur mau diapakan lagi?"
"Dasar kau ini! Lalu mengapa aku tidak menggunakan satu pun pakaian di tubuh ku ini!?"
Kaisar itu menjelaskan semuanya kepada Chi Xia. Namun, dia tidak memberikan alasan mengapa dia membuka seluruh pakaian Chi Xia.
"Ada saru hal lagi"
"Sudah, sudah cukup aku mendengarnya. Sekarang, kau keluar dari sini aku membutuhkan waktu untuk sendiri"
"Dengar kan aku dulu mengapa aku membuka seluruh pakaian mu"
"Keluar!!!"
"Baiklah. (Dalam hati) *padahal ini kamar ku, mengapa dia yang memerintah di kamarku!?*"
Setelah kaisar tersebut keluar, Chi Xia langsung duduk sambil memeluk kedua lututnya. Dia memikirkan dan berkhayal bagaimana tadi malam bersamanya.
Dia merasa ketakutan, jika dia hamil nanti apa yang akan dia katakan kepada ayahnya yang tercinta. Dia tidak mau membuat ayahnya menjadi sangat malu karena diriku.
Jadi, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, dia memutuskan untuk pergi dari istana tersebut dan pulang ke rumah tercintanya bersama ayah tercintanya.
__ADS_1
Namun pertama-tama yang dia lakukan pasti mandi dulu biar tercium aroma wangi bunga saat dia bersama ayahnya di sana.
Chi Xia pun langsung pergi menuju ruang mandi. Dan dia langsung dimandikan oleh beberapa pelayan. Namun, tangan pelayan lamgsung berhenti melayaninya.
Chi Xia sangat heran, mengapa mereka semua tiba-tiba berhenti. Dia pub langsung melihat ke belakang dan ingin melihat mengapa mereka berhenti melayaninya.
Setelah dia melihat ke belakang, dia langsung memalingkan wajahnya dan menenggelamkan sedikit badannya agar tidak dapat dilihat oleh kaisar tersebut.
"Mengapa kau masuk ke tempat mandi para wanita!?"
"Mengapa? Apakah aku tidak boleh memasuki ruangan manapun di istana ku?"
"Aku tau ini adalah istana mu, namun kau harus merasa malu dan bersalah karena memasuki tempat para wanita sedang mandi!"
"Di dalam kamus ku, tidak ada kata malu ataupun merasa bersalah"
"*Pengen ku lenyapkan sekarang, tapi tidak di lenyaplah malah semakin melawan saja!*"
"Sekarang kau keluar dari tempat ini, segera!!!"
"Baiklah nyonya ku"
"DDDDIIIIIAAAAAMMMMM!!!!"
Kaisar tersebut meninggalkan ruangan tersebut, Chi Xia langsung kenghela nafas nya, seperti biasa, setelah mandi pasti aman langsung mengenakan pakaiannya.
Setelah itu, dia mengendap-ebdap untuk kabur dari istana yang sangat menyebalkan baginya.
Ternyata beberapa para proyektor saja yang datang. Namun para proyektor tersebut menghancurkan rumah ku. Aku yang sangat panik bergegas mencari ayahku.
Ternyata ada seorang wanita datang dari belakang dan menghampiriku dengan mengatakan kalau ayah ku sudah di pindahkan ke rumah baru mereka.
Wanita itu langsung membawa ku ke rumah baru ayah ku. Setelah sampai di depan rumah baru ayah ku, aku langsung kaget melihat bahwa rumah itu sangat besar.
Dan ayah ku keluar langsung memeluk diriku.
"Chi Xia lihat lah nak, kita punya rumah baru"
"A...apakah ini rumah baru kita ayah?"
"Iya nak, ini rumah baru kita. Bagaimana? Indah bukan?"
"Memang indah sekali ayah. Namun...siapa yang memberikan kita rumah sebesar ini?"
"Aku yang memberikannya untuk kalian" kaisar datang dari belakang dan mengatakan hal itu
"Kau yang memberikannya!?"
"Iya"
"Terima kasih yang mulia karena anda telah memberikan rumah baru seperti ini" saut ucapan terima kasih ayah ku untuk kaisar
"Sama-sama ayah"
__ADS_1
"Ayah!?"
"Chi Xia, ayah masuk ke rumah dulu ya. Kalian berdua mengobrol lah sebentar"
"Tidak ayah, aku datang ke sini untuk membawa Chi Xia untuk kembali bekerja di istana"
"Oh baiklah yang mulia, bawa saja lah dia"
"Baiklah"
"Ta...tapi, ayah!"
Kaisar langsung menarik Chi Xia untuk masuk ke dalam kereta kuda. Kereta kuda pun berjalan menuju ke istana, sedang kan mereka berdua di dalam hanya terdiam saja.
Kaisar melihat Chi Xia hanya diam saja, kaisar pun mulai mengajak Chi Xia untuk mengobrol sebentar sambil menghilangkan rasa bosan di dalam kereta kudanya.
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak ada"
"Kau berpikir kalau aku yang menghancurkan rumah lama mu dan ayah mu sengaja aku buat tidak akan punya rumah lagi kan?"
"Bagaimana kau tau!?"
"Aku tau dari mata mu"
"Sebenarnya...itu memang benar, namun ternyata itu hanya kesalah pahaman saja. Maaf aku berpikiran negatif terhadap mu"
"Tidak apa-apa. Oh ya ada satu hal lagi yang ingin aku bicarakan"
"Mengenai apa?"
"Yang tadi pagi"
"Kalau itu memang kau sengaja kan mendapatkan tubuh ku!"
"Tidak, memang aku sengaja membuka seluruh pakaian mu. Tapi aku melakukannya karena ku lihat kau masuk angin tadi malam, jadi aku mengkusuk badan mu agar masuk anginnya segera hilang"
"A...apakah itu benar?" sambil wajah ku memerah karena malu
"Iya itu semua benar"
"Yang mulia, kita sudah sampai di istana" jawab kusirnya mengatakan kalau sudah sampai di istana.
"Baiklah. Mari, kita masuk ke dalam istana"
"Kamu duluan saja, nanti aku akan menyusul"
"Baiklah"
"*Apakah aku harus meminta maaf?*"
Lanjut bab 8
__ADS_1