Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 4 Mencari Pekerjaan


__ADS_3

Di saat tengah malam, aku ingin pergi ke toilet. Pada saat aku keluar dari kamar, aku melihat ayah berdiri di depan pintu. Aku mendatangi ayah dan bertanya kepada ayah.


"Ayah" saut ku memanggil ayah


"Iya nak?"


"Ayah sedang apa di depan pintu?"


"Ayah sedang menunggu ibumu yang belum pulang dari tadi"


"Oh baiklah"


Aku pun bergegas pergi ke toilet karena aku sudah sangat menahan untuk buang air kecil. Setelah dari toilet aku pun masuk kembali ke kamar ku dan melanjutkan tidur ku.


Keesokan paginya, saat aku ingin keluar dari rumah aku melihat ayah tertidur di depan pintu.


"Ayah, bangun"


"Ha? Ada apa nak?"


"Ayah bangun, sekarang ayah pindah ke tempat tidur saja ayah. Untuk apa ayah tertidur di lantai?"


"Ayah menunggu ibumu pulang"


"Ibu belum pulang dari tadi yah?"


"Iya, ibu belum pulang dari tadi"


"Ibu pergi kemana lagi ya? Kenapa masih belum kembali juga?"


Tiba-tiba seseorang mengetuk pintu rumah kami dan mencari kami di dalam. Kami langsung membuka pintunya dan bertanya kepadanya.


"Ya ada apa ya?" tanya ku kepada pria yang di depanku


"Apakah kalian keluarga Xia?" tanya seorang pria kepada kami


"Iya ini keluarga Xia. Menangnya kenapa ya?" tanya ayah kepada pria tersebut


"Kami menemukan jasad seorang wanita, dan kami melihat kalungnya terdapat nama keluarga Xia"


"Jasad seorang wanita!?" aku sontak terkaget mendengarnya

__ADS_1


"Iya, kalian berdua boleh ikuti saya ke tempat saya menemukan jasadnya"


"Baiklah" jawab ayah ku


Kami berdua memgikuti pria yang katanya dia menemukan jasadnya. Setelah kami sampai di tempat dia menemukan jasadnya, banyak warga desa yang datang ke tempat tersebut.


Para warga desa di suruh minggir dan kami di suruh maju kedepan untuk melihat jasadnya.


"Ini dia, apakah kalian mengenal jasad tersebut?"


"Coba buka kain yang kalian tutupi wajahnya itu"


Aku menyuruh mereka membukakan kain yang menutup wajah wanita tersebut. Pada saat di buka aku dan ayah langsung sontak terkaget dan juga menangis sekuat-kuatnya.


Ternyata jasad wanita yang pria tersebut berkata adalah jasad ibuku yang ayah dari tadi malam menunggu kehadirannya di rumah.


Aku yang sangat menyayangi ibuku langsung menangis sekuatnya sambil berteriak memanggil ibuku untuk bangun kembali, karena aku tidak percaya kalau ibuku sudah meninggalkan kami berdua.


"IIIIIIBBBBBBUUUUUU.....!!!!! IBU BANGUN IBU!!!"


"Istriku bangun istriku..."


Beberapa menit kemudian, jasad ibuku diangkat dan dibawakan ke rumah ku untuk di kremasi. Setelah beberapa waktu, akhirnya kami langsung membawa jenazah ibu untuk di kuburkan.


Ayahku mengajak aku untuk pulang tetapi aku tidak mau pulang karena aku ingin menemani ibuku di makam nya, tidur bersama, berbicara bersama, semuanya aku ingin bersamanya.


Tapi ayah membujuk ku untuk pulang, beberapa waktu kemudian aku pun akhirnya pulang karena telah dibujuk oleh ayahku untuk pulang dan meninggalkan ibu sendirian.


Pada saat sampai di rumah aku langsung terus menangis di kamar, sedangkan ayah ingin pergi bekerja untuk menahan rasa sedihnya lagi.


Ayah berpamitan untuk pergi bekerja dan menyuruhku untuk menjaga rumah. Namun, aku tidak mendengarkan apa perkataan ayah. Aku terus menangis karena ingat kepada ibuku.


Ayahpun meninggalkan rumah untuk bekerja. Dan aku mencoba berhenti untuk menangis dan melupakan ibuku. Jika aku mengingat ibuku, aku akan menangis lagi.


Sore pun tiba, ayah pun sudah pulang dan langsung duduk di meja makan kami. Aku yang melihat ayah sudah pulang langsung menyiapkan teh untuk ayah.


Aku bertanya kepada ayah mengapa ayah cepat sekali pulang nya biasanya setiap malam ayahku sudah pulang dari tempat kerjanya.


Ayah menceritakan semuanya kalau ayah sudah di pecat dari pekerjaannya karena terlambat datang, dan pada saat itu juga banyak sekali pesanan kepada mereka.


Karena ayahku lama datang ke tempat kerja karena ingin memakami jenazah ibu, semua pesanan tersebut dibatalkan oleh orang kerajaan dan itu membuat bos ayah sangat marah kepada ayah.

__ADS_1


Ayahku mencoba mencari pekerjaan ke seluruh desa, namun tidak ada yang mau menerima ayahku tanpa alasan yang sangat jelas.


Bahkan ayah dipecat dari pekerjaannya tidak mendapatkan sepersen pun koin yang di berikan kepada bosnya untuk ayah. Ayah benar-benar sangat sedih dengan hal itu.


Ayah sudah pasrah dan tidak tau harus berbuat apa lagi, namun kemudian aku membilang kepada ayah biar aku yang aman mencari pekerjaan untuk kita bertahan hidup.


Ayah pertamanya tidak setuju dengan apa yang aku bicarakan ini, tapi lama-kelamaan aku membujuknya akhirnya ayah memberikan aku izin bekerja untuk kami bertahan hidup.


Keesokan harinya, aku mulai pergi ke desa untuk mencari pekerjaan namun aku tidak mendapatkan pekerjaan apapun di desa tersebut.


Aku melihat sebuah pengumuman kertas di tempelkan di pohon tersebut. Aku membacanya dan ternyata brosur itu sedang mencari seseorang untuk bekerja di istana.


Setelah melihat brosur tersebut aku langsung bergegas pergi ke istana untuk melamar pekerjaan yang baru. Aku akan menerima pekerjaan yang ku dapatkan nantinya disana.


Sesampainya di istana, aku langsung membilang kepada para prajurit kalau aku datang ke istana untuk melamar pekerjaan di istana tersebut.


Setelah itu aku diperbolehkan masuk ke istana dan menemui nyonya besar yang mencari seseorang untuk bekerja di istana itu.


Aku belum mengatakan sepatah katapun mereka langsung menerima ku bekerja di istana.


"Kau boleh bekerja di istana"


"Ta...tapi..." aku heran mengapa aku langsung diterima begitu saja


"Mulai besok kamu harus datang ke sini di malam hari, karena besok kami akan memberikan mu pakaian yang cocok untukmu besok"


"Baiklah, terima kasih banyak karena anda telah menerima saya di sini"


"Iya sama-sama, ingat jangan terlambat. Jam 7 malam kamu harus ada di sini"


"Baiklah"


Aku langsung pergi meninggalkan istana dan bergegas pulang dengan sangat ceria. Sesampainya di rumah aku langsung bertemu dengan ayah dan menceritakan semuanya.


Setelah mendengar itu ayah langsung gembira karena aku telah mendapatkan pekerjaan di istana.


Ayah bertanya aku mendapatkan pekerjaan di istana sebagai apa? Namun aku tidak tau karena nyonya tersebut tidak mengatakan aku kan sebagai apa di kerajaan nanti.


Namun aku mengatakan kepada ayah kalau aku mungkin bekerja sebagai pelayan di istana itu. Aku akan menerima semuanya apapun itu pekerjaannya.


Aku langsung masuk kedalam kamar sambil bahagia karena aku mendapatkan pekerjaan di istana tanpa mengatakan sepatah katapun aku langsung di terima di istana.

__ADS_1


Lanjut Bab 5


__ADS_2