Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 11 Nama Dan Masa Lalu Bunga Lotus


__ADS_3

Chi Xia meninggalkan kaisar sendirian di sana dan pergi ke kamarnya. Dia menutup pintu kamarnya dan segera mengeluarkan kalung kesayangannya.


Dia memanggil sahabatnya yaitu si bunga lotus.


"Sahabatku, sahabatku, muncul lah, ada yang ingin aku katakan padamu"


Kalung tersebut bersinar dan mengeluarkan cahaya, cahaya tersebut keluar dari kalung dan masuk ke cermin. Cahaya tersebut berubah menjadi seorang wanita di cermin.


Wanita tersebut tidakain adalah sahabatnya yaitu bunga lotus.


"Bunga lotus sahabatku, aku hari ini sangat bahagia sekali"


"Ada apa sahabatku? Mengapa kau bahagia sekali hari ini, tidak seperti bahagia yang biasanya?"


"Hari ini, kaisar mengatakan kalau dia mencintaiku pada pandangan pertama"


"Apa!? Dia berkata kalau dia mencintaimu pada pandangan pertama!? Yang benar saja!"


"Ya ini benar, betapa bahagianya aku mendengar hal tersebut. Bahkan aku mencubit diriku sendiri, aku kira ini hanya mimpi ternyata tidak"


"Kau adalah orang yang sangat beruntung sahabatku"


"Oh ya sahabatku lotus, kamu pasti mempunyai nama kan? Tidak mungkin aku memanggil mu terus bunga lotus, siapa namamu?"


"Sebenarnya, namaku adalah Rong Xiang"


"Nama yang bagus. Oh ya, mulai sekarang aku akan memanggil mu Rong, ok"


"Baiklah. Lalu, apalagi yang dia katakan kepadamu?"


"Dia mengatakan dia menginginkan aku menjadi ratunya di masa depan"


"Beruntung sekali kamu Chi Xia"


"Tapi aku menolaknya"


"Kenapa?"


"Karena aku belum siap menjadi ratu masa depannya"


Rong Xiang berbicara dengan serius kepada Chi Xia bahwa keputusan kaisar tersebut sangat bagus untuk dirinya, jika dia tidak menerimanya keuntungannya sia-sia.


Namun, Chi Xia tetap memiliki jawaban yang sama. Dia kan memikirkan lagi keputusan dari kaisar tersebut yang menginginkan dia untuk menjadi ratu di masa depan.


Setelah itu Chi Xia keluar dari kamarnya, dan hanya tersisa Rong Xiang yang berada di dalam kamar tersebut. Rong Xiang berubah menjadi cahaya lagi dan keluar dari cermin.


Cahaya tersebut berubah menjadi Rong Xiang yang bisa keluar dari cermin tanpa bersembunyi lagi di dalam cermin dan kalung bersamanya.


Namun, setelah dia mendengar bahwa kaisar menginginkan dia menjadi seorang ratu di masa depan. Rong Xiang merasa sangat sedih karena dia mengingat masa lalunya.


Rong Xiang pernah mengalami seperti dia, bahwa ada seorang pangeran yang mencintainya dan memutuskan untuk dia menjadi ratu masa depannya.


Namun karena di nikah paksa oleh ayahnya, dia pun berlari meninggalkan rumahnya, lingkungannya, dan juga kekasihnya itu. Dia sangat berharap suatu hati dapat bertemu.


Rong Xiang suatu hari nanti dia dapat menemukan kekasihnya lagi dan bersama lagi seperti dulu, setiap tahun dia selalu mencari kekasih nya itu.


"Chi Xia, kau mengatakan seperti itu mengingatkan ku kepada kekasih ku. Aku sangat mencintai dirinya. Dimana pun kau berada kekasih ku, aku harap kau tidak melupakan ku"


Rong Xiang membuka peti yang dia simpan selama ini dengan menggunakan sihir miliknya, dia membuka peti tersebut dan mengambil 1 barang yang dia simpan.

__ADS_1


Barang tersebut itu sangat berharga baginya, dia sudah menyimpannya sangat lama dimulai dia melarikan diri dari keluarga nya dia menyimpan barang milik kekasihnya.


Dia berharap barang kekasihnya yang dia simpan selama ini, bisa menemukan kembali kekasihnya yang sudah sekian lama dia menunggu dan mencarinya kembali.


Barang yang dia simpan itu seperti tanda dari seorang pangeran yang memiliki marga nya. Benda itu berbentuk huruf S dan Rong Xiang terus mencari orang yang memiliki marga S.


Saat Rong Xiang meninggalkan keluarganya, dia pernah bersumpah bahwa dia akan menemukan kembali kekasihnya dan hidup bersama lagi seperti yang dulu.


Dan juga dia pernah bersumpah, jika orang yang dia cari ada memiliki marga S maka orang itu harus menjadi miliknya dan dia berpikir dia telah menemukan cintanya lagi.


"Aku akan menemukan mu kekasih ku, aku akan menemukan mu. Yang mulia, aku mencintaimu, Tuan Song"


...****************...


Pada saat di taman.


"Apakah aku harus menyetujui permintaan dari kaisar ini atau tidak ya?"


Seorang pelayan datang dan membawakannya teh


"Nyonya" saut pelayan tersebut


"Ya, ada apa?"


"Saya membawakan teh untuk anda, silakan diminum"


"Baiklah, letakkan saja di sana nanti akan ku minum"


"Baiklah"


Chi Xia melihat pelayan itu terus sambil memikirkan keputusan dari kaisar tersebut.


"Ada apa nyonya?"


"Apakah kau bisa menemaniku di sini? Kita akan meminum teh sambil mengobrol di sini. Aku yakin kau tidak mempunyai pekerjaan lagi kan?"


"Baiklah nyonya"


Mereka berdua berbicara sambil meminum teh dengan tenang, Chi Xia sebenarnya ingin mencari teman mengobrolnya saja namun dia tidak berani mengatakannya kepada pelayan.


Chi Xia hanya mengobrol sederhana kepada pelayan itu dan tidak mengatakan yang ingin dia katakan seperti teman biasa nya saja. Namun, dia memberanikan diri untuk bicara.


"Siapa namamu?"


"Namaku Xin Shia"


"Baiklah Xin Shia, kau tidak perlu gugup begitu. Anggap saja aku ini sebagai teman mu"


"Tapi nyonya, berteman dengan orang seperti dirimu aku tidak pernah bahkan teman sesama pelayan saja aku tidak punya"


"Tidak apa-apa"


"Maaf nyonya, aku merasa canggung seperti ini. Aku permisi pamit dulu ya nyonya"


"Baiklah" dengan wajah kesal


Chi Xia tidak tau harus berbicara dengan siapa lagi. Tapi dia menghentikan pelayan tersebut.


"Tunggu! Xin Shia!"

__ADS_1


"Ada apa yang mulia?"


"Apakah kau ingin menjadi pelayan pribadi ku? Kau hanya melayani ku dan tidak boleh melayani orang lain. Bagaimana? Apakah kau setuju dengan keputusanku?"


"Baiklah nyonya"


"Baiklah, sekarang kau boleh pergi"


"Baik, nyonya"


Xin Shia pergi dan meninggalkan Chi Xia sendirian di taman tersebut. Namun, datang seorang wanita dan menepuk pundaknya dari belakang.


"Hei"


"Siapa itu!? Oh ternyata kamu"


Ternyata, wanita yang menepuk pundaknya dari belakang itu adalah sahabatnya sendiri Rong Xiang.


"Mengapa kau kaget seperti itu?"


"Aku kaget karena kau datang secara tiba-tiba dari belakang"


"Maaf ya"


Seorang pelayan datang menemui Chi Xia


"Nyonya"


"Ada apa?"


"Yang mulia berkata bahwa, malam ini ada pesta perjamuan antar kerajaan. Jadi yang mulia berpesan, anda harus terlihat cantik di perjamuan nanti malam"


"Katakan padanya, baiklah itu saja"


"Baik nyonya"


"Rong Xiang"


"Ya?"


"Perjamuan itu terdapat apa saja?"


"Perjamuan itu terdapat seperti makan malam, ada juga dansa bersama pasangannya"


"Oh begitu. Rong Xiang, bagaimana kau ikut ke perjamuan nanti malam?"


"Maaf aku tidak bisa"


"Ayuklah, ku mohon, demi sahabat mu ini"


"Baiklah, adapun untuk sahabatku"


"Baiklah, sekarang kita harus mencarikan mu pakaian yang bagus"


"Baiklah"


Chi Xia, Rong Xiang bersama mencari pakaian yang bagus untuk nanti malam.


Lanjut bab 12

__ADS_1


__ADS_2