Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 15 Kekecewaan


__ADS_3

Rong Xiang langsung menghampiri Zhou Song yang berada di dekat Chi Xia. Rong Xiang langsung memasukkan tanganya ke lengan Zhou Song.


Rong Xiang melakukannya dengan gaya romantis. Berpegangan tangan dan juga langsung mengarahkan kepalanya ke pundak Zhou Song.


"Kami memang sudah bertunangan,jadi kau Chi Xia aku mohon jangan ganggu tunangan ku ya"


"Tapi...kau adalah sahabatku, mengapa kau bisa melakukan seperti ini?" mengatakan itu dengan rasa kecewa


"Maafkan lah aku Chi Xia, namun dia adalah kekasihku yang aku tunggu sudah berapa tahun lamanya Chi Xia"


"Tapi...kita berdua adalah sahabat"


"Aku tau itu. Jika kau memang mau menjadi sahabatku, kau harus segera menjauhi dan tidak boleh mendekati tunangan ku lagi. Bisakah kau menuruti permintaan dari sahabat mu ini?"


"Aku tidak percaya ini" dengan ekspresi tidak percaya sambil menangis


"Percaya kan saja lah Chi Xia, benarkan Zhou Song suamiku tercinta"


"Benar. Chi Xia, terima saja keadaannya"


Chi Xia langsung membalikkan badan dan pergi dari ruang aula tersebut. Zhou Song ingin menghentikan Chi Xia namun tangannya di tarik oleh Rong Xiang.


Rong Xiang tidak memberinya izin untuk menemui atau menghentikan Chi Xia. Sementara Chi Xia tetap saja berlari dan tidak mempedulikan semua orang.


Chi Xia berlari hingga sampai di kamarnya, dia membuka pintu kamarnya dan langsung menutup pintu kamarnya dengan sangat kuat. Dia sambil menangis di dalam kamarnya.


Xin Shia yaitu pelayan pribadinya datang dan mengetuk pintu kamar Chi Xia. Pelayan itu datang karena khawatir kepada Chi Xia yang sedang mengurung dirinya sendiri.


Xin Shia tetap saja mengetuk pintu kamar Chi Xia agar Chi Xia langsung membukakan pintu kamarnya. Di dalam kamar, Chi Xia terus saja menangis sambil memegang kedua lututnya.


Chi Xia tetap tidak percaya kalau sahabatnya bisa melakukan hal itu terhadap dirinya. Chi Xia semakin menangis dan akhirnya berteriak sekuat-kuatnya di dalam kamarnya.


Xin Shia yaitu pelayannya langsung panik setelah mendengar suara jeritan Chi Xia yang dia dalam kamarnya itu. Dia langsung mengetuk pintu kamarnya dengan kuat.


Chi Xia yang berada di kamarnya itu melihat sebuah pisau yang dekat dengan dirinya. Dia mangembil pisau tersebut. Namun dia luar kamarnya, Xin Shia tetap mengetuk pintunya.

__ADS_1


Xin Shia berteriak untuk Chi Xia segera membukakan pintu kamarnya. Namun, Xin Shia mendengar suara benda terjatuh di dalam kamarnya.


Karena panik, Xin Shia memutuskan untuk segera menemui Zhou Song yang berada di aula tersebut. Xin Shia bergegas pergi menuju aula untuk bertemu dengan Zhou Song.


Sesampainya di ruang aula, Xin Shia langsung menghampiri Zhou Song.


"Yang mulia"


Zhou Song dan Rong Xiang langsung membalikkan badannya dan langsung berbicara dengan pelayan tersebut.


"Ada apa kau memanggil ku?"


"Yang mulia, nyonya Chi Xia mengurung dirinya sendiri. Hamba sudah mengetuk pintunya berkali-kali, lalu hamba mendengar suara benda terjatuh dari dalam kamarnya"


"Apa!?"


"Iya yang mulia. Hamba mohon kepada yang mulia untuk segera melihat nyonya Chi Xia, hamba takut akan terjadi sesuatu kepadanya"


"Baiklah kita akan segera kesana"


Rong Xiang langsung kaget melihat Zhou Song marah kepadanya dan Zhou Song bergegas menuju kamar Chi Xia. Rong Xiang langsung mengikuti Zhou Song.


Sesampainya di depan kamar Chi Xia, Zhou Song langsung mengetuk pintu kamar Chi Xia. Zhou Song terus berteriak memanggil namanya, namun tidak ada jawaban.


Xin Shia berkata dia saat dia mengetuk pintu kamar Chi Xia, dia masih mendengar suara tangisan Chi Xia di dalam kamarnya. Karena panik Zhou Song langsung mendobrak pintu.


Zhou Song langsung mendobrak pintu kamar Chi Xia namun tidak terbuka. Zhou Song langsung bergegas ke arah jendela kamar Chi Xia.


Zhou Song langsung membukakan jendela kamar Chi Xia dan langsung masuk ke kamar Chi Xia. Dia melihat kalau Chi Xia menaruh benda di depan pintu kamarnya.


Zhou Song langsung menyingkirkan semua benda yang menghalangi pintu kamar Chi Xia. Setelah semua dia halangi, dia langsung membukakan pintu kamar Chi Xia.


Xin Shia langsung bergegas masuk kedalam kamar Chi Xia dan juga beberapa pelayan lainnya. Saat mereka masuk, mereka langsung mencari Chi Xia.


Mereka sudah mencari seluruh isi kamar Chi Xia namun tidak dapat menemukan Chi Xia. Xin Shia hampir saja terjatuh karena menginjak sesuatu yang licin.

__ADS_1


Xin Shia langsung melihat kebawah, dia melihat tetesan darah yang dia injak tadi. Namun, tetesan darah tersebut menunjukkan ke suatu tempat.


Yang lainnya sibuk mencari Chi Xia, sedangkan Xin Shia mengikuti tetesan darah tersebut. Setelah dia mengikuti tetesan darah tersebut, dia akhirnya berhenti di ujung darah.


Dia berhenti di ujung tetesan darah tersebut, ternyata tetesan darah tersebut berhenti di depan lemari kamar Chi Xia. Karena rasa penasarannya, Xin Shia langsung membuka.


Xin Shia langsung membuka lemari Chi Xia. Pada saat dia membukanya, keluar sesuatu secara langsung dan menginginkan Xin Shia. Xin Shia langsung berteriak.


Mendengar suara teriakan tersebut, semua orang termasuk Zhou Song langsung menghampiri Xin Shia. Zhou Song menanyakan kepada Xin Shia.


"Ada apa Xin Shia!?"


Xin Shia mengarahkan jari telunjuknya ke arah bawah. Zhou Song langsung melihat ke bawah, saat dia melihat ke bawah dia melihat Chi Xia tergeletak di bawah.


Zhou Song langsung membalikkan badan Chi Xia. Saat dia membalikkan badan Chi Xia, Zhou Song langsung terkaget melihatnya. Wajah Chi Xia dipenuhi oleh darah.


Bukan hanya wajahnya namun pakaiannya pun dipenuhi oleh darah. Zhou Song mencari dari mana darah tersebut keluar, akhirnya Zhou Song menemukannya.


Darah tersebut mengalir dari tangannya, karena panik Zhou Song langsung mengangkat tubuhnya dan segera membawakannya ke tabib.


"Segera siapkan kereta kuda untukku!!!"


"Baik yang mulia" jawab beberapa prajurit di sana


Zhou Song mengangkat tubuh Chi Xia sambil menangis. Xin Shia langsung menghampiri mereka berdua, Xin Shia langsung mengikat kuat tangan Chi Xia yang terluka.


"Apa yang kau lakukan Xin Shia!?" tanya Zhou Song dengan nada yang kuat


"Hamba hanya mengikat tangannya agar darah nya tidak keluar lagi yang mulia"


Kereta kudanya datang, dan Zhou Song langsung naik ke dalam kereta kuda tersebut. Saat Rong Xiang mau menaiki nya juga, kereta kuda tersebut langsung pergi.


Rong Xiang sangat kesal dengan Zhou Song karena memikirkan Chi Xia terus daripada dirinya. Dia langsung membencinya.


Lanjut bab 16

__ADS_1


__ADS_2