
"Bunga apa ini?" tanya ku
"Ini sangat indah sekali" dengan ekspresi menyukai bunganya
Lalu aku mengambil bunga tersebut dan langsung membawa pulang ke rumah. Aku ingin menanyakan kepada orang tua ku tentang bunga ini.
"Ayah, ibu!" aku memanggil orang tua ku sambil berteriak
"Ada apa nak?" tanya ayah
"Kamu jika ingin memanggil kami tidak perlu berteriak begitu Chi Xia" saut ibu
"Maaf bu, hari ini aku sangat senang sekali ibu" jawab ku dengan penuh gembira
"Kamu senang kenapa nak?" tanya ayah
"Aku menemukan bunga yang sangat indah ini ayah" jawab ku dengan gembira
"Bunga apa itu nak?" tanya ibu
"Ini"
"Ini bunga lotus"
"Bunga lotus?"
"Jadi ini namanya bunga lotus ibu?"
"Iya anakku"
ayah berkata jika ada seseorang yang menemukan bunga lotus ini maka dia akan mendapatkan keberuntungan. Karena, keluarga ayah ku percaya kalau bunga lotus itu adalah tanaman kesayangan sang dewa.
Siapapun yang menyembahnya atau menemukannya, maka dia akan mendapatkan keberuntungan sangat besar dan juga apa yang diinginkan oleh hatinya akan terwujud.
Sebenarnya itu hanyalah mitos dan hanya dipercayai oleh ayah ku saja, tapi aku hanya akan menjaga dengan baik bunga lotus yang ku temukan dan sangat indah ini.
__ADS_1
Aku selalu membawa ini kemana pun aku pergi, bahkan aku memanggilnya "Sahabat Lotus Ku". Aku berbicara sendiri dengan lotus ku, bermain bersamanya, bahkan mandi pun bersama bunga lotus.
Aku selalu melihat orang-orang hanya menggunakan kelopak bunganya hanya untuk mandi, tapi sementara aku menggunakannya hanya untuk menjadi teman ku saja.
Memang kedengarannya aneh berteman dengan bunga, mengapa tidak dengan manusia saja? Itu karena teman-teman yang seperti diriku tidak ada yang mau berteman dengan ku dikarenakan aku kotor dan bau.
Jadi hanya bunga ini saja yang selalu menemaniku sepanjang hari dan juga sepanjang tahun akan selalu bersamanya. Dan juga akan aku anggap bunga ini juga sebagai manusia yang selalu menemaniku.
Beberapa hari kemudian, aku heran melihat bunga yang satu ini. Biasanya, setiap bunga akan layu dan mati jika tidak ditanam kembali setelah di petik. Tapi bunga yang aku pilih ini sangat berbeda dari yang bunga yang lain.
Ini sudah hari ke 10 tapi bunga ini tidak mati atau layu, dia masih saja tetap mekar seperti pertama kali aku memetiknya. Aku heran mengapa bunga yang satu ini tidak mati atau lagi sedikit pun seperti bunga yang lainnya?
...****************...
Beberapa tahun berlalu, kini umurku sudah 20 tahun. Aku berharap beberapa tahun kedepannya hidup kami akan berubah, tapi sayangnya sama saja.
Tapi, ayahku bekerja sebagai pembuatan perhiasan dan mahkota juga mencari nafkah untuk makan kami nantinya. Pekerjaan itu banyak orang dari seluruh kerajaan memesan untuk membuatkan mahkota dengan yang sangat indah.
Bayarannya sangat banyak, tapi ayahku selalu di beri upah sama tuannya hanya 5 koin emas saja. Dengan 5 koin emas saja kami tidak cukup membeli beras bahkan membeli lauk saja tidak cukup hanya dengan 5 koin saja.
Kami biasanya selalu menyimpan 5 koin itu di lemari, terkadang koin itu juga kami pakai untuk keperluan kami. Jadi kami menabung koin itu selalu saja berkurang tidak pernah menambah banyak karena kami memakainya terus menerus.
Terkadang juga koin kami yang paling banyak hanya bisa menyimpan 100 koin di lemari kami, tapi ada seseorang datang dan ingin menghutang dengan kami. Ia berkata dia sangat membutuhkan uang saat ini.
Orang tua ku tidak tega melihat orang lain kesusahan sehingga, orang tua ku memberikan semua koin yang kami tabungkan untuk keperluan kami. Aku yang ingin marah tidak jadi karena aku dinasihati oleh orang tua ku.
Setelah aku dinasihati oleh orang tua ku, aku langsung meredakan amarah ku dan kengiklaskan semua koin kami untuk keperluan dia. Tapi dia berjanji untuk membayar hutang nya nanti, tapi sampai sekarang dia belum membayar semua hutangnya.
Aku terkadang membantu ayah ku bekerja di sana, dan juga aku selalu membawa sahabat ku yaitu bunga lotus yang aku sayangi dari kecil hingga sekarang ini. Aku juga meminta ayah membuatkan kalung dari bunga lotus yang ku sayangi ini.
Sebenarnya aku berat membuat bunga lotus yang selalu bersama ku beberapa tahun ini ku hancurkan dan membuat menjadi sebuah kalung untuk di leher ku.
Tapi, jika aku selalu memegangnya aku takut jika ada yang mengambilnya dari belakang atau hilang dari tangan ku. Jadi aku relakan saja dia menjadi sebuah kalung untuk aku gunakan setiap hari tanpa akan hilang dari leher ku.
Hanya membutuhkan waktu 4 hari membuat kalung itu. Setelah 4 hari kemudian kalung itu telah selesai dibuat dan ayah segera memberikan kalung itu kepada ku. Aku sangat senang menggunakannya kalung baru yang dibuatkan ayah untukku.
__ADS_1
Kalung itu sangat indah, terutama membuat kalungnya itu dari bunga lotus. Itu sangat indah dan sangat berkilau, semua orang yang melihatnya menggunakan kalung itu merasa iri karena kalung itu lebih cantik dari milik mereka semua.
Aku langsung membawa pulang kalung yang diberikan oleh ayah ku. Setelah pulang aku langsung pergi ke kamar ku dan bercermin di kaca tersebut. Dan seketika cermin tersebut berkilau dan muncul seseorang dari dalam cemin tersebut.
Sontak aku langsung terkaget dan dia langsung membilang jangan panik karena dia adalah bunga lotus yang dia sebut selama ini sebagai sahabatnya.
"Si... siapa kau!?" tanya ku dengan ekspresi terkaget melihat seseorang berada dalam cermin.
"Ini aku sahabat mu, si bunga lotus"
"Bunga lotus? Sahabatku?"
"Ya ini aku sahabat ku bunga lotus. Yang selama ini kau rawat dan selalu kau bawa kemana pun kau pergi"
"Kau sahabatku? Jadi selama ini kau adalah manusia bukan tanaman?"
"Ya selama ini aku adalah manusia yang menyembunyikan identitas ku sebagai bunga"
"Siapa kau sebenarnya?"
"Sebenarnya aku ini adalah..."
Tiba-tiba ibu memanggilku dan terdengar suara langkah kakinya menuju kamar ku.
"Chi Xia" suara ibu memanggil diriku
"Maaf, lain kali akan aku kasih tau kepada mu" saut bunga lotus dengan ekspresi panik
"Tapi aku ingin mendengarkannya sekarang"
Seketika wanita yang berdiri di dalam cermin tersebut langsung menghilang dan juga ibu pas sekali sudah ada di kamar.
"Ibu!?"
"Kau berbicara dengan siapa nak?"
__ADS_1
Lanjut bab 3