Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar

Dari Selir Menjadi Ratu Kaisar
Bab 5 Menjadi Selir


__ADS_3

Keesokan harinya di malam hari, aku langsung bergegas ingin pergi ke istana karena ini adalah hari pertama ku bekerja di istana.


Sebelum pergi dari rumah, aku tidak pernah lupa untuk berpamitan dengan ayahku dan mendoakan agar aku bisa berhasil dalam pekerjaan ini.


...----------------...


Sesampainya di istana, aku langsung menemui nyonya besar untuk memulai pekerjaan pertama ku di istana ini. Nyonya besar melihat ku dari atas sampai bawah.


Pertama aku heran mengapa nyonya melihat ku seperti itu? Setelah melihat ku nyonya memanggil beberapa pelayan untuk memandikan ku dan merias ku dengan indah.


Beberapa pelayan langsung mengajak ku ke suatu tempat, aku ingin memberontak tetapi ini adalah perintah dari nyonya besar. Mungkin nyonya ingin memulai pekerjaan ku.


Pelayan-pelayan itu membawa ku ke ruang mandi, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku sudah mandi dari rumah dan aku ingin langsung memulai pekerjaan ku.


Para pelayan hanya mengatakan kalau ini adalah perintah nyonya besar jadi kami hanya bisa menuruti perkataannya saja, aku disini pasrah saja dengan apa yang mereka lakukan.


Mereka membuka pakaian ku dan menyuruh ku untuk masuk ke dalam kolam mandi air hangat. Setelah aku masuk ke kolamnya, mereka mulai memandikan ku layaknya ratu.


Aku mengatakan aku bisa mandi sendiri dan mereka hanya bisa mengulang perkataan mereka yang tadi, aku menghembuskan nafas dan hanya diam saja yang mereka lakukan.


Setelah selesai mandi, mereka mengeringkan tubuhku dan langsung memulai merias ku. Saat aku di bawa ke ruang rias, aku melihat di meja itu terdapat pakaian yang sangat indah.


Pakaian itu sudah disiapkan sebelumnya, tapi menurut ku pakaian itu terlalu mewah dan sangat mahal. Mereka langsung memulai pekerjaan mereka.


Mereka meriah ku dengan sangat cantik, memakai kalung, anting-anting, dan beberapa perhiasan lainnya yang sangat mahal aku kenakan.


Setelah itu mereka langsung memakaikan ku pakaian yang sudah disiapkan sebelumnya. Pakaian itu sangat berat dan juga sangat panas aku kenakan.


Setelah selesai semuanya, mereka membawa ku kembali di hadapan nyonya besar. Setibanya di hadapan nyonya besar, beberapa pelayan yang bersama ku meninggalkan ku.


Dan nyonya besar memberi ku secangkir teh dan makanan dia atas napan, nyonya besar menyuruh ku untuk menyediakannya kepada kaisar.

__ADS_1


Aku heran, jika aku menjadi pelayan di sini mengapa aku harus memakai perhiasan dan pakaian yang begitu mahal dan berat ini. Aku pun bertanya pekerjaan apa yang aku dapat?


Nyonya besar mengatakan, kalau aku menjadi seorang selir kaisar saja. Aku sontak terkaget mendengar hal itu, aku kira aku menjadi seorang pelayan ternyata seorang selir.


Karena ini pertama kalinya aku menjadi seorang selir di kerajaan ini, aku menanyakan bagaimana pekerjaan seorang selir untuk kaisarnya.


Nyonya besar mengatakan kalau ini sama hal nya bekerja seperti seorang pelayan, hanya saja selir bertugas melayani semua kemauan kaisanya saja.


Aku berpikir kalau ini kan sangat mudah dilakukan. Nyonya besar langsung mengatakan kalau pekerjaan ku sudah di mulai dan langsung menyuruh pergi ke kaisar.


Namun, ini pertama kalinya aku di kerajaan ini dan juga pertama kalinya bekerja di sini jadi aku tidak tau dimana kaisar atau ruangan kaisar.


Nyonya besar melihat ku bingung diraba ruangan kaisar, akhirnya nyonya besar mengutuskan lagi beberapa pelayan mengantarkanku ke ruangan kaisar.


Dan lagi-lagi aku ditemani oleh beberapa pelayan untuk mengantarkan ku menuju ke ruangan kaisar. Aku sangat takut bertemu dengan kaisar karena ini pertama kalinya.


Sesampainya di depan pintu ruangan kaisar, beberapa pelayan yang di utus nyonya besar untuk menemaniku ke sini sekali lagi meninggalkan ku lagi sendiri di sini.


Pada saat aku ingin mengetuk pintu ruangan kaisar, aku kendengar suara tangisan seorang wanita di dalam sana. Aku ingin melihat apa yang terjadi seketika pintu langsung di buka.


Aku memberanikan diri untuk masuk ke ruangan kaisar, tidak lupa juga aku mengucapkan permisi dulu sebelum masuk ke ruangan kaisar.


"Permisi kaisar" ucapku dengan sopan dan lembut.


"Apakah kau seorang selir baru di istana ini!?" kaisar menanyakan dengan ekspresi yang marah.


"I... iya yang mulia" aku menjawabnya dengan ketakutan


"Masuklah!"


"Baik yang mulai"

__ADS_1


Setelah aku masuk ke ruangan kaisar, aku langsung menaruh napan di atas meja kaisar. Kaisar langsung menyuruhku untuk mengunci pintunya dan tetap di dalam sini.


Aku langsung mengunci pintunya dan berdiri di hadapan kaisar, kaisar menyuruhku untuk maju sedikit. Aku langsung menuruti perkataan kaisar.


Aku mau sedikit dan aku sangat dekat berdiri di depannya. Tidak lama kemudian, kaisar langsung menarik tangan ku hingga aku duduk di pangkuannya.


Wajah ku menjadi sangat memerah karena aku duduk di pangkuannya dan menatap wajahnya dengan jarak yang dekat. Aku sangat ingin memberontak darinya.


Namun, jika aku ingin memberontak aku takut pekerjaan yang baru saja ku dapatkan akan menjadi sia-sia saja atau bisa di bilang langsung di pecat.


Aku menundukkan wajahku di hadapan kaisar, kaisar itu menaikkan wajah ku perlahan dan kami saling tatapan satu sama lain.


Aku sangat tidak tahan melihat wajahnya, langsung aku memalingkan wajah ku darinya. Dia berkata bahwa aku sangat pemalu dan tidak mau menatap wajahnya.


Ada alasannya aku tidak mau menatap wajahnya itu karena aku sangat malu bertatapan dengannya dengan jarak yang sangat dekat.


"Tatap wajahku"


Aku hanya diam dan tidak mengatakan sepatah kata pun.


"Baiklah kalau itu yang kau mau" jawab kaisar dengan wajah liciknya


Karena aku tidak mau menatap wajahnya, akhirnya kaisar mengendongku ala pengantin dan langsung membawa ku menuju ranjang miliknya.


Karena aku tau apa niatnya akhirnya aku langsung memberontak untuk melepaskan ku, namun genggaman tangannya untuk menggendong ku sangat kuat.


Sehingga aku ingin dia melepaskan tangannya saja tidak bisa. Sesampainya di ranjang, dia langsung melempar ku begitu saja di atas ranjang.


Aku berpikir ini saat nya untuk lari darinya, namun usaha ku sia-sia. Dia langsung menindihku di atas ranjang dan menimpa tangan ku agar aku tidak bisa kabur.


Bahkan kedua kakiku saja di jepitnya sehingga aku tidak bisa memberontak dan kabur sedikit pun. Dia melakukan itu karena dia tau kalau aku akan kabur dari dirinya.

__ADS_1


Aku langsung terkaget mendengar bahwa dia tau rencana ku untuk kabur darinya, namun aku tetap berusaha untuk lepas dari genggamannya itu.


Lanjut Bab 6


__ADS_2