
Aku memberontak sekuat tenaga namun tetap saja gagal, jika aku memberontak sangat kuat maka dia akan lebih kuat menggenggam tanganku.
Aku hanya bisa diam dan memalingkan wajah ku dengan ekspresi kesal dan marah. Bahkan dia mencoba memalingkan wajah ku kembali di hadapannya namun tidak bisa.
Aku masih sangat merasa kesal dan marah terhadapnya. Namun, bukannya dia merasa karena dia menggenggam tangan ku sangat kuat, dia malah tertawa dan senyum.
Aku melihat wajahnya lagi dengan penuh kesal, jelas-jelas aku sedang marah mengapa dia tidak meminta maaf kepada ku namun dia malah tertawa.
"Mengapa kau tertawa!? Apa yang lucu!?"
"Itu memang sangat lucu, melihat wajah mu yang marah seperti wajah banteng yang sedang mengamuk"
" *Apa yang dia katakan!? Wajah ku seperti banteng yang mengamuk!? Dasar! Jika saja kau itu bukan kaisar, maka aku akan langsung merias wajah mu seperti kera!* "
"Ada apa? Marah karena aku mengatakan kalau wajah mu ini seperti banteng yang mengamuk?"
"Wajah ku tidak mirip dengan banteng yang mengamuk tau!"
"Tapi itu mirip. Kata orang, jika wajah kita terus marah maka wajah kita akan lebih tua. Jadi jangan marah-marah nanti cepat tua"
"Dasar kau! Lepaskan aku! Aku ingin bertemu dengan nyonya besar dan mengatakan aku berhenti bekerja dan aman langsung pulang!"
"Kau tidak akan bisa pulang"
"Mengapa tidak!? Pasti bisa saja kan!?"
"Karena kau telah menjadi selir ku dikerajaan ini. Jadi, sebagai selir kau harus menuruti perkataan ku semua"
"Tidak! Aku tidak mau! Lepaskan aku!"
"Oh ya tadi kau bilang apa? Mau bertemu dengan nyonya besar dan ingin berhenti bekerja? Jangan mimpi lah kamu itu"
"Mengapa!?"
"Karena nyonya besar ingin tau alasannya yang sangat kuat, jika kau mengatakan kalau aku melakukan kekerasan terhadap mu tidak akan bisa langsung di pecat begitu saja"
"Pasti kau yang membuat peraturannya kan!?"
"Tidak, memang peraturan ini sudah lama di buat dan bukan aku yang membuatnya. Melainkan nyonya besar yang membuatnya"
" *Dasar! Aku akan membalaskan dendam ku ini* "
"Gadis kecil, jangan berencana untuk membalaskan dendam mu terhadap ku ya"
" *Bagaimana dia bisa tau!?* "
"Aku tau apa yang ada di pikiran mu itu"
"Sudah lah aku ingin keluar sekarang juga!"
"Kau akan keluar nantinya. Namun sebelum itu, turuti perkataan ku ya"
"Apa yang ingin akan kau lakukan!?"
__ADS_1
"Turuti saja ya gadis kecil ku"
6 menit kemudian
"Oh ya, disitu tempat nya. Sangat enak. Kau melakukannya dengan sangat lembut, oh ya enak"
" *Dasar! Aku kira dia akan melakukan sesuatu terhadap tubuh ku sampai aku berpikiran negatif. Ternyata, yang dia mau dariku hanyalah untuk mengusuk badannya saja* "
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
"Tidak ada" sambil memalingkan wajah darinya
"Apa kamu berpikir aku akan melakukan sesuatu terhadap tubuhmu?"
"Tidak ada!" sambil mali dan wajah memerah
"Sudah katakan saja, tidak perlu malu. Aku ini kan kaisar mu dan kau adalah selir ku"
" *Siapa yang bilang tidak akan malu untuk menceritakannya!? Aku justru sangat malu karena dia tau isi pikiran ku* "
"Sekarang ganti, pijat bahu ku yang di sebelah kanan"
" *Apakah kamu pikir aku ini adalah pelayan!? Baiklah akan aku turuti saja perkataannya! Lihat saja kau nanti* "
Chi Xia langsung memijit bahu bagian kanannya dengan sangat kuat, sehingga kaisar menjerit karena kesakitan bahunya pijat dengan sangat kuat.
Namun, Chi Xia tetap melakukannya dan dia puas melihat dia menjerit kesakitan. Di dalam pikiran Chi Xia, akhirnya dendam nya bisa terbalaskan.
Mereka langsung berpikiran negatif karena Chi Xia memijit bahu kaisar dengan sangat kuat sehingga kaisar berteriak dengan sangat kuat.
"Ya ampun nyonya besar, gawat sekali permainan mereka berdua ya" saut salah satu pelayan tersebut
"Chi Xia...hentikan! Aku...aku tidak bisa menahannya lagi!" suara kaisar dengan nada berteriak
"Lebih baik orang seperti kita ini pergi saja dari tempat ini" kata nyonya besar
"Baik nyonya"
Sementara di dalam ruangan
"Chi Xia! Apakah kau ikhlas memijit ku atau malah ikhlas ingin membuat tulang ku patah!?"
"Aku ikhlas memijit bahu mu itu"
"Ini namanya tidak ikhlas memijit bahu seseorang"
"Itu aku sudah ikhlas dan tidak perlu membayarku, karena kau sudah membayarnya yaitu membiarkan ku untuk membalaskan dendam nya"
"Jadi tujuan mu untuk membalas dendam saja!?"
"Ya jelas iya, siapa suruh kau tadi menggenggam tangan ku dengan sangat kuat dan tidak melepaskan tangan ku?"
"Oh. Jadi kau ingin permainan balas dendam? Baiklah kelinci kecil ku, aku akan ikut dalam permainan ini"
__ADS_1
"Coba saja kau kalahkan kelinci yang kecil dan sangat imut ini"
"Baiklah kalau itu mau mu kelinci kecil ku"
"Eh? Minuman apa ini?"
"Itu adalah minuman sirup rasa apel"
"Minuman sirup rasa apel? Aku tidak pernah mendengarnya. Boleh ku coba sedikit?"
"Tentu saja boleh"
Chi Xia meminum minuman tersebut, awalnya dia mengatakan kalau dia hanya minum sedikit saja. Namun, karena rasanya sangat lezat dia ketagihan meminumnya.
Dia meminum itu sampai 3 botol penuh nya. Setelah meminum itu, dia langsung hilang kendali dan dirinya sedang dalam keadaan mabuk berat.
Dia ingin mendekati kaisar namun, sebelum mendekati kaisar dia jatuh dan langsung tertidur pulas. Kaisar langsung mengangkat tubuhnya dan meletakkannya di atas ranjang.
...****************...
Keesokan pagi nya, Chi Xia perlahan-lahan membuka matanya dan sudah sadar kembali seperti keadaan sebelumnya.
"Hoam..."
"Sudah bangun?"
"AAAAAAA!!!!! Apa yang sedang kau lakukan di kamar ku!?"
"Kamar mu? Ini adalah kamar ku, kau sedang tidur di atas ranjang ku"
"Bagaimana aku bisa tidur di ranjang mu!?"
"Karena kau sedang dalam keadaan mabuk berat dan juga kau langsung tertidur. Apa kamu lupa kejadian tadi malam?"
"Keadaan mabuk berat?"
"Kamu cobalah mengingat kembali"
Chi Xia mencoba mengingat kembali kejadian tadi malam. Dan sekarang dia sudah ingat apa yang sedang terjadi tadi malam kepada dirinya.
"Kau membohongi ku, kau mengatakan kalau minuman itu raja sirup apel ternyata bukan sirup apel melainkan minuman yang aneh ku minum!"
"Kalau kau tau, mengapa kau terus saja meminumnya?"
"Awalnya kan aku tidak tau kalau itu memang minuman sirup rasa apel, jadi aku meminumnya lah!"
"Hahahahaha, dasar anak yang polos mudah sekali ku bohongi"
"Dasar kau!"
Chi Xia langsung berdiri dari ranjang dan ingin sekali dia mencekik kaisar sialan tersebut. Namun dia berhenti dan melihat ke bawah.
Lanjut Bab 7
__ADS_1