
Keesokan harinya, mereka berdua pulang kembali ke istana. Saat mereka sampai di istana, Rong Xiang menyambut Zhou Song paling depan.
Zhou Song langsung turun dan Rong Xiang ingin mendekati Zhou Song, langkah Rong Xiang langsung berhenti karena Zhou Song menurunkan Chi Xia dari kereta kudanya.
Rong Xiang tidak menyukai sama sekali terhadapnya, namun pelayan setia Rong Xiang menepuk pundaknya dan membisikkan kepada Rong Xiang.
"Yang mulia sabar, ingat saja tentang rencana yang sudah kita buat untuk menjatuhkan cintanya itu" kata pelayan setianya
"Baiklah aku mengerti" jawab Rong Xiang dengan pelan
Rong Xiang menyambut mereka berdua di istana, Rong Xiang langsung memeluk erat Chi Xia dan menanyakan kabar tentang dirinya di sana.
Chi Xia dan Zhou Song merasa heran kepada Rong Xiang, namun karena mengingat bahwa Rong Xiang adalah sahabatnya dulu dia pun menjawabnya.
Zhou Song langsung masuk ke istana, sedangkan Chi Xia diajak oleh Rong Xiang ke suatu tempat. Rong Xiang membawa Chi Xia memasuki kamar Rong Xiang.
Setelah masuk ke kamarnya, Rong Xiang mulai menunjukkan sifat aslinya kepada Chi Xia.
"Bagaimana kabarmu anak manja?"
"Pantas saja tadi aku ada yang aneh melihatmu di depan istana tadi"
"Aneh bagaimana itu sayang?"
"Aku tau kau hanya berpura-pura menyambut mami datang ke istana kan?"
"Aku hanya berpura-pura kepadamu tapi aku memang benar melakukannya hanya untuk Zhou Song saja"
Setelah mereka selesai bertengkar, Rong Xiang langsung memulai rencana yang dia buat bersama pelayan setianya itu. Rong Xiang langsung memberikan tantangan.
Rong Xiang langsung memberikan tantangan kepada Chi Xia. Tantangannya adalah siapa yang bisa mendapatkan hati Zhou Song maka dia adalah pemenangnya.
Sebenarnya Chi Xia menolak tantangan ini karena sudah pasti menang yaitu Rong Xiang karena Rong Xiang sendiri adalah tunangan dari Zhou Song.
__ADS_1
Namun, Chi Xia mengingat janji yang dia pegang dan Chi Xia langsung menerima tantangan dari Rong Xiang. Rong Xiang kaget karena dia langsung menerimanya.
Chi Xia langsung menerima tantangan dari Rong Xiang tanpa berpikir terlebih dahulu. Setelah itu Rong Xiang langsung mengatakan ada hukuman untuk ornag yang kalah.
Siapa yang kalah maka dia akan didoakan oleh orang yang menang semoga dia akan mempunyai penyakit yang sangat parah dan dia akan meninggal.
Orang yang kalah akan meninggal pada saat permintaan terakhirnya dipenuhi oleh orang yang menang, namun Chi Xia tetap menerima semua tantangannya.
Rong Xiang memberikan surat tantangan kepada Chi Xia dan memintanya untuk menandatangani surat tersebut. Chi Xia menandatangani surat tersebut.
Tujuan surat tersebut ditandatangani dengan tujuannya adalah agar kedua penerima tantangan tersebut tidak bisa menarik kembali tantangannya.
Namun Chi Xia tidak peduli dengan suara tersebut. Chi Xia menyerahkan kembali surat tersebut kepada Rong Xiang dan langsung keluar dari kamarnya.
Rong Xiang merasa kalau rencananya ini akan dimenangkan oleh dirinya sendiri. Rong Xiang percaya diri akan rencananya ini. Sementara Chi Xia merasa sangat khawatir.
Chi Xia masuk ke dalam kamarnya dan duduk di atas ranjang sambil menenangkan pikirannya. Dia berpikir bahwa keputusan yang dia ambil tadi terlalu cepat.
Chi Xia merasa takut jika tantangan yang diberikan oleh Rong Xiang akan dimenangkan oleh Rong Xiang sendiri, sementara Chi Xia akan merasa malu terhadap keputusannya.
Chi Xia menanyakan siapa yang berada di depan pintu kamarnya.
"Siapa?"
"Ini aku yang mulia, Xin Shia"
Ternyata yang datang ke kamar Chi Xia adalah Xin Shia, pelayan setia Chi Xia. Chi Xia langsung membukakan pintu kamarnya dan mempersilahkan Xin Shia masuk ke dalam.
Xin Shia hanya mengantarkan teh untuknya, dia meletakkan teh tersebut di atas meja dan Xin Shia pamit untuk keluar dari kamarnya. Namun, Chi Xia mencegah dia pergi.
Xin Shia merasa heran mengapa Chi Xia melarangnya untuk pergi. Ternyata Chi Xia ingin berbicara kepada Xin Shia mengenai keputusannya tadi.
Di pikiran Chi Xia hanya ada satu orang yang dia sangat percaya yaitu Xin Shia sendiri. Sebelum muncul Xin Shia sebagai orang kepercayaannya, Rong Xiang dipercayainya.
__ADS_1
Sebelumnya, Chi Xia sangat mempercayai Rong Xiang karena dia sebagai sahabat sejatinya. Namun karena dia sudah berubah maka persahabatan mereka pun berubah.
Chi Xia menceritakan semua kepada Xin Shia. Dan Xin Shia terus kendengarkan semua yang diceritakan oleh Chi Xia.
"Jadi, bagaimana menurutmu? Apakah jalan yang aku pilih ini salah?"
"Iya nyonya, jalan yang anda pilih ini salah. Seharusnya nyonya berpikir terlebih dahulu sebelum membuat keputusan"
"Seharusnya aku berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan keputusan secepat ini"
Saat mereka berdua sedang senang mengobrol, tiba-tiba Zhou Song datang dan langsung masuk ke kamar Chi Xia. Xin Shia meminta pamit untuk keluar dari kamarnya.
Setelah Xin Shia keluar, Zhou Song langsung menutup dan mengunci pintu kamar Chi Xia. Chi Xia langsung bangkit dari duduknya dan langsung membalikkan badannya.
Zhou Song mendekati Chi Xia perlahan-lahan, sementara Chi Xia merasakan bahwa Zhou Song akan mendekati dirinya. Setelah dekat dengan Chi Xia, Zhou Song memeluknya.
Zhou Song langsung memeluk Chi Xia dari belakang dan wajah Chi Xia memerah karena Zhou Song memeluknya dan nafasnya terasa hangat di telinganya.
Zhou Song mulai menggodanya dengan kata-kata yang manis dan wajah Chi Xia langsung memerah sangat banyak. Zhou Song membalikkan wajahnya, namun tidak mau.
Chi Xia langsung membalikkan kembali wajahnya karena dia merasa malu untuk bertatapan wajah dengannya dengan jarak yang dekat. Zhou Song mulai menggodanya kembali.
Zhou Song menggoda Chi Xia kembali agar Chi Xia membalikkan badannya dan menatap langsung wajahnya. Dan ternyata benar, Chi Xia langsung membalikkan badannya.
Chi Xia langsung membalikkan badannya dan berharapan langsung dengan Zhou Song dengan jarak yang dekat selama beberapa menit.
Namun, Rong Xiang melihat mereka berdua dari sebuah guci yang penuh air. Rong Xiang melihat mereka bermesraan membuat Rong Xiang semakin marah.
Karena kemarahannya, Rong Xiang memukul air yang berada di dalam guci tersebut dan langsung membalikkan guci tersebut. Pelayan setianya segera menenangkan dirinya.
Tak lama kemudian, amarah Rong Xiang langsung hilang dan dia bisa mengendalikan dirinya lagi. Setelah itu, mereka berdua langsung membuat rencana.
Tapi sayangnya, rencana yang mereka berdua buat didengar oleh pelayan setia Chi Xia yaitu Xin Shia sendiri. Xin Shia kaget setelah mendengar rencana mereka.
__ADS_1
Lanjut bab 18