DARK MISSION (The Series)

DARK MISSION (The Series)
13


__ADS_3

"Saat aku mengandung putriku, aku masih merasakan cinta yang hangat walau hanya sebuah pergerakan. Tapi akhirnya itu tidak berjalan lama. Seperti kau yang tiba-tiba datang membawa kehangatan, kemudian pergi lagi."


___oO0Oo___


Satu minggu setelah kejadian malam dimana Taehyung resmi bertunangan dengan Irene. Kini Hyuna baru kembali lagi ke Busan setelah menenangkan diri di sebuah perdesaan terpencil di sebuah negara yang belum pernah ia kunjungi. Sementara Sehun bertugas menjaga Tn. Lee di rumah sakit. Hyuna kembali setelah satu minggu, tempat pertama yang ingin ia kunjungi adalah rumah sakit.


Gadis itu berjalan dengan sebuah koper besar yang ia seret di lobby rumah sakit. Gadis bersurai panjang dengan kaca mata hitam itu berjalan dengan anggun melewati banyak orang. Penampilannya yang sedikit mencolok membuatnya menjadi pusat perhatian.


"Apakah dia seorang selebritis? Dia terlihat sangat cantik."


"Benar, lihatlah kaki jenjangnya. Ku rasa pria yang menjadi kekasihnya akan sangat beruntung memilikinya."


Banyak orang tengah saling berbisik, hingga bisikan itu sampai di telinga seorang dokter cantik dan anggun yang tengah berjalan di lobby rumah sakit. Gadis itu adalah Bae Irene. "Apa yang terjadi?" Gumamnya saat melihat banyak orang saling berbisik dengan topik yang sama. Tanpa menghiraukan bisikan itu Irene terus saja berjalan, hingga saat ia melihat dengan keterkejutan seorang gadis yang baru saja masuk ke dalam lift, gadis yang satu minggu ini menghilang bahkan sulit di hubungi.


"Lee Hyuna?" Irene bergumam. Gadis itu berlari kecil untuk mengejar Hyuna namun terlambat, Hyuna lebih dulu menutupnya. Irene sangat ingin bertemu Hyuna, dia ingin mengajukan beberapa pertanyaan. Mengenai kemana saja Hyuna satu minggu ini? Bahkan gadis itu tidak bisa di hubungi sama sekali. Bahkan Taehyung langsung pergi setelah Irene menceritakan hilangnya Hyuna. Irene merasa ada kejanggalan dalam hubungannya dengan Taehyung. Pria itu masih saja bersikap dingin, bahkan tidak pernah menemuinya sama sekali padahal pernikahan sudah di tentukan dan itu akan terjadi dalam kurun waktu satu bulan. Tapi pria itu tidak pernah membahas pernikahan sama sekali.


-


-


-


"Kau sudah datang? Maaf aku tidak menjemputmu di bandara." Hyuna tersenyum dan memeluk Sehun setelah pria itu menyambutnya dengan hangat di depan pintu. "Tidak masalah, aku bukan gadis lemah yang tidak bisa mengurus diriku sendiri." Ujarnya yang di akhiri kekehan oleh keduanya.


"Bagaimana dengan ayahku?" Sehun menatap sendu lelaki yang sedang terbaring di atas brangkar itu. "Masih sama, belum ada perubahan." Mendengar hal itu Hyuna menghela nafas kasarnya. Gadis itu berjalan mendekat ke brangkar sang ayah lalu duduk di sampingnya.


"Aku akan membeli minuman untukmu." Hyuna mengangguk saat Sehun meminta izin untuk ke luar. Sebenarnya Sehun hanya ingin memberi waktu untuk Hyuna agar wanita itu bisa bicara dengan leluasa pada ayahnya. Itu sebabnya dia beralasan keluar untuk membeli minuman.


"Ayah, aku datang. Bagaimana kabarmu?"


"Ayah, maafkan aku karena pergi tanpa memberi kabar padamu. Aku--- aku hanya ada pekerjaan di luar negri. Sangat mendadak jadi aku tidak bisa memberi kabar padamu. Kau tidak marah, 'kan?" Lanjutnya. Hyuna tersenyum seraya menahan air matanya agar tidak jatuh di depan sang ayah walaupun ayahnya tidak melihat. Hatinya begitu sakit, mengingat kembali saat Taehyung telah resmi bertunangan dengan wanita lain, bahkan wanita itu adalah seorang yang sangat Hyuna sayangi.


"Maafkan aku." Lirihnya kemudian gadis itu mendekap ayahnya menangis dengan sangat pedih. Hatinya terasa di remas. Rasanya tidak rela jika harus kehilangan Taehyung lagi, tapi bagaimana dengan Irene? Ini adalah posisi yang sangat sulit.


"Apa yang harus aku lakukan ayah? Ini sangat melelahkan. Aku kembali kehilangan dia, aku kehilangan putriku dan juga kekasihku. Apa yang harus aku lakukan?" Lanjutnya dalam batin. Gadis itu menangis sejadi-jadinya sambil menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tangannya yang tengah menggenggam lengan sang ayah.


-


"Tuan Oh Sehun, mengapa kau di sini?" Sehun menghapus air matanya segera saat suara seorang wanita menginterupsinya. Pria itu kemudian berbalik dan tersenyum dengan paksa saat melihat seorang dokter cantik yang baru saja bertanya padanya.


"Eoh, Dr. Bae, aku--- aku hanya sedang menunggu. Rain--- maksudku Hyuna sedang berbicara dengan ayahnya di dalam. Aku tidak ingin mengganggunya." Jawabnya yang di berikan anggukan oleh Irene. Kedua manusia itu duduk di kursi tunggu di depan kamar Tn. Lee sambil menunggu Hyuna selesai bicara di dalam.


"Tn. Oh, apa kau sudah memiliki kekasih?" Sehun soktak tersedak saat menerima pertanyaan itu. Irene menjadi merasa bersalah, terlihat raut wajahnya jadi khawatir pada Sehun. "Maaf, lupakan saja pertanyaanku---"


"Aku tidak memiliki siapapun yang biasa di panggil kekasih." Katanya memotong pembicaraan Irene. Irene mengangguk dan merasa lega. Dia berniat untuk menjodohkan Hyuna dengan Sehun saja, agar gadis itu ada yang melindungi. Apalagi Sehun terlihat sangat baik. Satu minggu yang lalu Irene baru bertemu lagi dengan sehun setelah bertahun-tahun yang lalu dia bertemu untuk pertama kalinya saat pria itu membawa Hyuna ke rumah sakit ketika wanita itu mengalami keguguran.


"Ada apa kau menanyakan hal itu?" Tanya Sehun membuat lamunan Irene buyar, gadis itu tersenyum seraya menggelengkan kepalanya. "Tidak ada, aku hanya ingin memastikan saja. Karena, kau sangat baik pada adikku." Sehun tersenyum seraya menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

__ADS_1


"Wanita ini sedang merayuku atau bagaimana? Tapi dia cukup menarik. Sayang sekali, dia sudah menjadi tunangan Taehyung." 


Pintu kamar terbuka, Sehun dan Irene berdiri saat Hyuna baru saja keluar. Irene tersenyum bahagia saat melihat Hyuna, wanita itu bahkan memeluk Hyuna sangat erat, sementara Hyuna hanya tersenyum dengan paksa dan membalas dekapan Irene.


"Kau kemana saja? Aku sangat khawatir padamu." Hyuna tersenyum saat Irene mengkhawayirkannya.


"Aku hanya sedang ada pekerjaan di luar negri. Itu sangat mendadak jadi aku tidak sempat menghubungi kalian dan lupa mengaktifkan nomer pribadiku selama di luar negri." Irene menghela nafas lega saat mendengar penjelasan dari Hyuna.


-


-


-


"Tuan, kita akan kemana?" Tanya seorang supir yang baru saja menjemput Taehyung dari bandara. Pria itu baru saja sampai di kota Busan setelah mendengar kabar kepulangan Hyuna kembali. Pria itu nyaris gila saat tahu Hyuna pergi tanpa meninggalkan kabar. Bahkan Sehun tidak memberi tahunya dan meskipun dia sempat menyiksanya. Saat Irene mengatakan bahwa Hyuna hilang, Taehyung langsung pergi menemui Sehun dan menanyakan kemana Hyuna pergi. Sehun benar-benar batu menurutnya, bagaiamana tidak, pria itu bahkan membungkam mulutnya meskipun Taehyung nyaris membunuhnya. Jika saja dia tidak ingat bahwa Sehun adalah pria yang melindungi Hyuna-nya selama bertahun-tahun saat dia tak bersama Hyuna, mungkin Sehun sudah mati di bunuhnya.


"Ke rumah sakit." Jawabnya dengan nada tegas dan dingin seperti biasanya. Dia yakin, Hyuna pasti ada di sana.


"Baik."


Taehyung menatap layar ponselnya, dia mencari tahu keberadaan Hyuna melalui GPS. Namun sepertinya wanita itu tidak lagi mengaktifkan akses GPS. Wanita itu sepertinya tahu bahwa Taehyung pasti akan mencarinya.


"Kau membuatku gila, kau mencoba mempermainkan perasaanku Lee Hyuna. Kau lihat saja, aku akan menghancurkanmu malam ini."


Dua puluh menit kemudian mobil mewah ber-merk Hyundai itu berhenti di depan Lobby, Taehyung pun turun dan berjalan masuk. Beberapa perawat dan dokter membungkuk padanya karena tahu Taehyung adalah seseorang yang memegang saham terbesar di rumah sakit ini, bahkan mereka tahu bahwa Taehyung adalah tunangan Dr. Irene yang sangat di segani di rumah sakit ini karena prestasi dan gelar Dokter Internasional-nya yang sangat melegenda. Mereka berfikir bahwa Taehyung dan Irene serasi karena keduanya memiliki derajat yang sama.


-


Pintu lift terbuka, Taehyung langsung masuk dan menekan tombol lantai 4 dimana Tn. Lee di rawat. Saat lift itu sampai di tempat tujuan, pria itu keluar dan berjalan dengan gagah, beberapa perawat wanita yang melihatnya bahkan tidak bisa membuang pandangan mereka. Taehyung sangat tampan, siapa yang tidak terpesona olehnya?


-


"Eonnie, terima kasih--- kau sangat baik. Aku bahagia jika kau bahagia." Katanya masih dalam dekapan Irene. Hyuna tersenyum saat merasa Irene tengah mengangguk. Namun senyumnya seketika luntur saat retinanya menangkap seorang pria yang berdiri tak jauh dari tempat mereka berdiri.


"Kim Taehyung?" Batinnya seraya membulatkan matanya. Hyuna melepaskan pelukan Irene tanpa membuang tatapannya pada Taehyung. Irene mengerutkan keningnya saat melihat Hyuna tertegun melihat objek di belakangnya. Gadis itupun membalikkan tubuhnya dan sedikit tertegun dengan kedatangan Taehyung.


"Taehyung-ah, kau datang?" Tanya Irene. Taehyung berjalan lebih mendekat pada ketiga manusia yang tengah berdiri di depan pintu ruang Tn. Lee. Taehyung masih menatap tajam Hyuna membuat wanita itu menundukkan wajahnya dengan tatapan kecewanya. Irene mengerjapkan matanya dan menatap Taehyung dan Hyuna secara bergantian.


"Eonnie, tunanganmu sepertinya merindukanmu. Kalian bicaralah, aku akan pergi dengan Sehun." Irene pun mengangguk namun masih dalam tatapan tak mengerti. Suasananya terasa canggung. Apa yang salah fikirnya.


"Tunggu!"


Langkah Hyuna dan Sehun terhenti, begitupun tautan tangan keduanya yang terlepas begitu saja. Tatapan Taehyung menajam saat Hyuna menggenggam lengan Sehun. Dia merasa sangat kesal dan marah.


"Berhenti di sana!"


Irene membulatkan matanya saat Taehyung sedikit mempertegas bicaranya pada Hyuna dan Sehun.

__ADS_1


"Taehyung-ah, ada apa?" Tanya Irene dengan wajah khawatirnya. Taehyung lebih mendekatkan dirinya.


"Aku sudah berjanji padamu, aku sendiri yang akan memberikan surat undangan pernikahanku, 'kan?---"


Deg~


Jantung Hyuna berdetak sangat cepat saat mendengar hal itu dari mulut Taehyung. Hatinya begitu sakit. Sementara Irene membulatkan matanya, bagaimana Taehyung berinisiatif memberikan surat undangan pernikahan mereka pada Hyuna? Sebenarnya apa hubungan mereka? Apa mereka saling mengenal sebelumnya? Namun gadis itu masih diam.


"Aku akan menunggu kedatangan kalian!" Taehyung mengatakan hal itu sambil memberikan surat undangan yang terlihat sangat mewah. Namun yang membuat Hyuna terkejut adalah, design kartu undangan itu adalah pilihannya dengan Taehyung saat keduanya berencana akan menikah. Sekuat tenaga Hyuna menahan air matanya, lengannya bergetar saat hendak meraih kartu undangan itu. Taehyung bahkan menyadari hal itu. Dia mengenal Hyuna lebih dari siapapun.


"A-aku akan datang. Aku permisi." wanita itu pergi dengan Sehun setelah mengambil surat undangan itu. Taehyung menatap kepergian Hyuna. Lengannya terkepal bahkan rahangnya mengeras. Dia begitu kesal pada Hyuna, apakah Hyuna benar-benar tidak perduli pada hubungannya lagi? Mereka bahkan belum berpisah setelah kembali bersama.


"Taehyung-ah, apa yang membuatmu datang kemari? Apa kau tahu sebelumnya jika aku ada di sini?" Tanya Irene sambil tersenyum. Taehyung mengerjapkan matanya saat suara Irene di sampingnya membuyarkan lamunannya. Pria itu berbalik dan berhadapan dengan Irene.


"Kau seorang dokter, jadi aku tahu dimana kau berada." Irene tersenyum sambil mengangguk. Rasanya tetap aneh meskipun masuk akal. Tapi setidaknya, harusnya Taehyung menghubunginya jika hendak berkunjung. Bagaimana jika Irene tidak ada di rumah sakit? Fikirnya.


"Ayo ke ruanganku, aku akan memesankan makanan dan minuman untukmu, dan--- aku juga ingin berbicara beberapa hal denganmu. Ini ada hubungannya dengan Hyuna, aku ingin kau melakukan sesuatu." Taehyung mengerutkan keningnya. Apa yang Irene rencanakan pada Hyuna-nya?


"Baiklah." Jawabnya. Meskipun singkat dan terdengar sangat dingin. Irene tetap sabar.


-


Di sinilah mereka kini, di ruang pribadi milik Irene. Taehyung duduk di sofa sambil bertumpang kaki. Sementara Irene duduk dengan sopan di sebrangnya. Meskipun mereka sudah bertunangan dan hendak menikah, Irene masih saja canggung untuk sekedar duduk di samping Taehyung.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"


"Begini, Hyuna sudah ku anggap seperti adikku sendiri. Selama ini dia sangat menderita, terlebih saat seorang pria brengsek di masa lalunya membuatnya menderita bahkan hingga membuat Hyuna kehilangan janinnya. Aku--- aku melihat tuan Oh Sehun sangat baik padanya, aku berniat ingin menjodohkan keduanya. Jadi aku tidak mengkhawatirkannya setelah kita menikah nanti. Aku ingin seseorang melindungi adikku setelah aku menikah."


"Bagaimana jika pria brengsek itu adalah aku? Apa kau masih ingin meminta bantuan dari pria brengsek ini?"


Taehyung merasa tidak suka mendengar hal ini. Ini artinya Irene sedang memintanya untuk membantu Irene mendekatkan Sehun dan Hyuna? Taehyung mungkin sudah kehilangan akal sehat jika dia menyerahkan Hyuna pada pria lain sekalipun itu Sehun. Sampai kapanpun dia tidak akan pernah melepaskan wanitanya pada siapapun, bahkan jika dia harus menikahi Irene sekalipun. Dia tidak akan pernah melepaskan cintanya. Terdengar egois memang, tapi dia tidak bermain-main dengan perasaannya.


"Apa yang ingin kau rencanakan?" Tanya Taehyung. 


"Aku ingin mengundangnya makan malam di hotel. Aku ingin mereka menghabiskan makan malam mereka hanya berdua. Kita hanya berpura-pura bergabung namun setelah itu kita akan meninggalkan mereka di ruang VIP." Tanpa Irene tahu, Taehyung mati-matian menahan kesalnya. Namun terbesit ide gila muncul di kepalanya. Pria itu menampakkan smirk-nya.


"Baiklah, aku akan mengikuti permainanmu. Kapan tepatnya?"


"Malam ini." Ujar Irene dengan semangat. Taehyung tersenyum miring mendengar hal itu.


"Perfect, aku akan menunjukkan bagaimana rasanya di permainkan. Ayo kita bermain Lee Hyuna."


Taehyung merasa terbantu dengan rencana ini. Dia ingin sekali menunjukan betapa dia mencintai dan membenci seorang wanita di waktu yang sama.


"Maafkan aku Lee Hyuna, tapi aku tidak akan menjadi waras jika tanpa dirimu. Kau harus ku miliki selamanya. Aku tidak akan membiarkan siapapun mendapatkanmu. Lee Hyuna, kau hanya milikku, milik Kim Taehyung." 


TBC.

__ADS_1


__ADS_2