
"Bisa ku tebak, seseorang datang dengan ribuan kesalahan yang ia perbuat lalu setelah puas. Dia akan menghapus semua dosanya dengan kata 'maaf', benar begitu? Tapi kami tidak begitu."
__oO0Oo__
Oh sehun. Pria itu terhuyung dengan luka tusukkan di bagian perutnya begitupun Jungkook, yang tersungkur juga terdapat tusukan di bagian perutnya. Mereka memiliki kekuatan yang setara. Keduanya berakhir dengan sama-sama tertusuk. Jungkook mengerang saat tangannya mencabut belati di perutnya. Dia menatap Sehun yang sudah terlihat pucat namun masih bisa tersenyum mengejeknya.
"Ternyata kau tidak bisa di remehkan bung!?" Sehun menyindirnya seraya menyeringai walaupun pria itu tengah terluka begitupun dengan Jungkook. Namjoon yang baru saja datangpun membelalakan matanya seraya berlari mengejar jungkook saat melihat pria itu terduduk dengan luka tusuknya.
"Hyung. Hentikan!!" Jungkook memekik saat Namjoon baru saja ingin menembak pria yang sudah dalam keadaan lemah itu. Namjoon mengerutkan keningnya. "Serahkan saja dia pada pihak berwajib!! Hubungi mereka dan kita pergi sekarang!" Jungkook menutup luka Sehun dan mengambil belati itu untuk menghilangkan jejak dan meninggalkan pria itu yang sudah terkapar tak sadarkan diri setelah di berikan pertolongan pertama oleh Jungkook dan Namjoon.
Namjoon membawa Jungkook ke markas untuk mengobatinya. Jungkook tidak akan membunuh saudaranya dia hanya sedikit memberikan pelajaran berharga pada pria itu. Tak lupa Namjoon mengobati luka sayatannya. Mereka memanggil dokter pribadi klien mereka untuk mengobati lukanya.
-
-
-

Kim taehyung. Pria itu berhenti di sebuah lorong di bangunan terbengkalai. Dia mengerang frustasi saat kehilangan gadis yang sejak tadi ia kejar.
"LEE HYUNA-yya! AKU TAHU KAU DISINI!!! CEPAT KELUAR!!!" Teriaknya. Pria itu sebenarnya masih mendendam pada gadis itu. Namun melihat gadis itu terluka hatinya kembali berdenyut. Nyatanya sebenci apapun pria itu pada gadis Lee itu.. Tetap saja dia masih merasa khawatir.
"LEE HYUNA-yya. KU BILANG KELUAR SEKARANG!!! APA KAU INGIN MATI, HUH!!??" Sarkasnya. Tubuh pria itu bergetar. Di sisi lain gadis Lee itu tengah memegangi dadanya seraya menangis dalam diam. Gadis itu bersembunyi di balik dinding pembatas seraya mendengar teriakan yang sangat memilukan dari pria yang dulu ia cintai bahkan hingga saat ini ia masih sangat mencintainya. Pria itu terluka tepat pada hatinya. Gadis itu merapalkan beribu kata maaf di dalam hatinya karena meninggalkan pria itu dengan sepucuk surat yang menyakitinya.
"Ya! Lee Hyuna-yya! Aku tahu kau masih di sini, keluarlah! CEPAT KELUAR!!!!" Lirihnya dan berteriak lagi di ujung kalimatnya, matanya memanas dan memerah. Rain yang masih berjongkok di balik dindingpun hanya dapat menutup telinganya. Mendengar pria itu yang terdengar memilukan walaupun tengah berteriak, hatinya begitu sakit... Gadis itu memilih lari dan menjauh dari tempat itu.
"Sekali saja. Aku ingin memastikannya sendiri, teriakanlah bahwa kau tak mencintaiku lagi. Jeball." (kumohon) Lirihnya. Tubuhnya merosot ke tanah, Taehyung merasakan perih yang teramat dalam dadanya. Dia berlutut di atas permukaan tanah dengan tangan yang masih terkepal meninju tanah.
Flashback on
Kim Taehyung. Pria itu mengerjapkan matanya. Kesadarannya sudah sepenuhnya kembali. Dia menunduk menatap gadis yang masih terlelap dalam dekapannya. Pria itu tersenyum seraya menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik gadisnya itu.
"Kau milikku seutuhnya mulai saat ini. Lee Hyuna." pria itu mengecup singkat bibir cerry gadisnya membuat gadis itu mengerjapkan matanya merasa terusik dalam tidur lelapnya.
"Good morning sunshine." ucapnya saat gadis itu membuka sebelah matanya saat sinar matahari menusuk pada retinanya. Taehyung terkekeh kemudian dia mengangkat tangannya untuk menutup sinar matahari itu supaya gadis itu bisa membuka matanya dengan tenang.
"Selamat pagi." Jawabnya dengan suara serak khas bangun tidur. Gadis itu menatap kedua tubuh mereka yang masih polos tanpa sehelai benangpun dan hanya tertutup selimut. Dia menundukkan wajahnya. Taehyung mengerutkan keningnya merasa bingung sekaligus khawatir.
"Waeyo? Apa aku menyakitimu?" Taehyung menyibak sedikit selimut itu dan mendapati banyak bekas darah di sprai. Dia mencium kening gadisnya penuh kasih sayang seraya memejamkan matanya, begitupun gadis yang masih berada di dalam kungkungannya. "Kau tidak perlu khawatir. Ini pertama kalinya juga untukku. Kau milikku! Begitupun aku, milikmu." Taehyung mendekap kembali gadis itu. Perlahan gadis itu menarik sudut bibirnya menjadi sebuah senyuman seraya menenggelamkan wajahnya di dada bidang Taehyung mencari kenyamanan di sana.
"Taehyung-ah. Apa suatu saat nanti kita akan menikah?" Tanya Hyuna dalam dekapan Taehyung.
__ADS_1
"Tentu saja! Bahkan jika kau ingin menikah saat ini juga aku tidak akan menolaknya!" Gadis itu tersenyum seraya mengeratkan dekapannya.
***
Kim Taehyung. Pria itu tersenyum kotak saat melihat gadisnya tengah berlari membawa sebuah trophy bertuliskan "best student" di benda berwarna gold itu. Hyuna memeluk Taehyung dengan penuh kebahagiaan. Begitupun pria dalam pelukkannya.
"Selamat sayang! Kau berhasil menjadi lulusan terbaik. Aku bawakan sesuatu untukmu." Taehyung memberikan se-bucket bunga mawar putih kesukaan gadisnya itu. Hyuna dengan senang hati menerima hadiah itu. Bahkan gadis-gadis yang melihatnya begitu iri dengannya yang saat itu menerima hadiah kelulusan dari pria tampan dan kaya raya itu. Siapa yang tidak mengenal Taehyung? Pria lulusan terbaik Universitas Internasional Seoul yang kini menjadi CEO di perusahaan raksasa di Korea Selatan bernama Kim Corporation. Gadis-gadis yang kini menatapnya benar-benar di buat tak karuan. Namun di sisi lain mereka juga sangat iri jika Lee Hyuna yang berhasil memenangkan hati senior mereka.
Lee Hyuna hanya seorang putri dari seorang arsitek. Tentu saja derajatnya sangat di bawah pria itu. Namun itu tak berarti apa-apa bagi keduanya. Mereka saling mencintai jadi mereka tidak memperdulikan tatapan tak suka dari orang-orang di sekitarnya.
"Aku bangga padamu Hyuna-yya! Sebagai hadiahnya, aku akan mengajakmu makan malam. Kau mau?" Tawarnya. Hyuna tentu saja mengangguk semangat dengan tawaran kekasihnya itu.
"Semua akan baik-baik saja. Selama kau menggenggam erat tanganku. Tidak akan ada yang mampu memisahkan kita, sekalipun itu orang tuaku. Kau milikku. Selamanya Lee Hyuna." Mendengar hal itu pipi Hyuna memerah. Taehyung tersenyum lalu mengecup kening gadisnya membuat orang-orang yang masih memperhatikan pasangan romantis itu menggigit jemarinya merasa sangat iri dan juga cemburu.
***
Malam itu Kim Taehyung mengutus salah satu supirnya untuk menjemput gadisnya. Bahkan dia sudah menyiapkan sebuah gaun yang sangat indah lengkap juga dengan heels yang serasi dengan gaun itu untuk gadisnya sebagai hadiah. Dia sudah menyiapkan segalanya malam itu. Pria itu tak henti-hentinya tersenyum menatap sebuah cincin berlian yang ia siapkan untuk melamar gadis itu. Pria itu menatap arlojinya dan mengerutkan keningnya. Sudah 2 jam dia menunggu namun gadis itu tak kunjung datang.
Pria itu masih saja setia menunggu karena mungkin terjadi kemacetan di jalan. Namun setalah 3 jam menunggu. Bukannya gadis itu yang datang tapi malah supirnya yang datang. Taehyung mengerutkan keningnya saat supirnya datang tanpa gadis itu. Namun yang lebih mengejutkan supir itu menyerahkan kotak yang seharusnya di terima kekasihnya.
"Apa ini? Dimana Hyuna?" Tanyanya dengan raut wajah yang menegang. Sementara sang supir hanya menundukkan wajahnya takut.
"Maaf Tuan muda. Saya sudah mengecek flatnya namun tidak ada orang di sana.. Tetangganya hanya menitipkan kotak ini untuk tuan." Jawabnya seraya menyerahlan kotak yang sedari tadi dia bawa. Taehyung dengan segera membuka kotak itu, jantungnya berdebar kencang saat melihat gaun dan heels itu sudah dalam keadaan tak berbentuk. Gaun itu banyak terdapat sobekan begitupun heels yang sudah patah. Dan ada sepucuk surat yang di tulis tangan oleh gadis itu. Taehyung membaca isi surat itu dengan tangan bergetar...
"Dear Taehyung
Lagi pula, sejujurnya aku sudah tidak mencintaimu lagi.
Selamat tinggal Taehyung-ah
From : "Lee Hyuna"
Taehyung menatap nyalang kertas itu lalu meremasnya. Dia sangat mengenal tulisan tangan itu. Jantungnya seolah berhenti berdetak. Pria itu mengerang dalam amarahnya dan menarik taplak meja itu membuat seluruh permukaannya yang sudah ia tata dengan indah untuk menyambut gadis itu hancur tak berbentuk lagi. Taehyung berteriak mengumpat dalam hati.. Sungguh hatinya merasa sakit dan terhina setelah kekasih yang selama ini ia prioritaskan mencampakkannya.
Bahkan supirnya pun bungkam dan bergidik ngeri melihat Tuannya begitu murka. Taehyung pergi dari restoran itu dengan raut wajah penuh amarah pada gadis yang sudah 3 tahun berkencan dengannya.. Bahkan dia tak pernah menyentuh gadis itu barang sedikitpun. Untuk pertama kalinya mereka saling memberikan kepemilikkan satu sama lain saat gadis itu merayakan kelulusannya.
Sejak saat mereka melakukannya satu kali. Bahkan Taehyung tak mengizinkan gadis itu pergi. Dia menyuruh gadis itu tinggal bersamanya namun gadis itu nyatanya menolak. Alhasil Taehyung yang sering datang ke flatnya dan melakukannya lagi dan lagi.
Dan malam itu dia berniat untuk melamar kekasihnya sebagai hadiah kelulusannya namun tak di sangka gadis itu mengkhianati cintanya.
***Flashback Off***
"Dia berhasil melarikan diri hyung!!" Taehyung bergumam lirih. Seokjin menepuk bahu adiknya itu untuk memberi ketenangan seraya membantu Taehyung berdiri.
__ADS_1
"Sebaiknya kita kembali ke markas. Jungkook terluka! Dia terkena tusukan, dan Namjoon juga terluka terkena sayatan. Apa kalian tahu, ternyata pria yang Jungkook hadapi adalah sepupunya sendiri." Ujar Yoongi. Taehyung dan yang lainnya mengerutkan keningnya bingung.
"Oh Sehun! Dia adalah partner Zee Rain sekaligus saudara sepupu Jungkook, dia terluka tusukan setelah berkelahi dengan Jungkook. Namjoon sudah menghubungi pihak berwajib untuk menanganinya." Sambungnya. Seketika suara dering ponsel Seokjin berbunyi. Membuat mereka menjeda percakapannya.
"MWO???" Seokjin memekik saat mendengar informasi dari seseorang yang menghubunginya disebrang sana membuat Taehyung, Hoseok dan Yoongi menatap Seokjin dengan tatapan bertanya.
"Shit....!? Seseorang membawa pria itu pergi sebelum keamanan datang!!!" Seokjin mendengus kesal setelah selesai mengakhiri panggilan suara itu. Taehyung mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya.
"Lee Hyuna!? Pasti gadis itu yang membawa pria itu pergi!!!" Taehyung bergumam dengan rahang yang mengeras.
"Tidak mungkin!! Gadis itu juga tengah terluka. Bagaimana cara gadis itu membawa pria yang lebih besar darinya? Kecuali--- Ada orang lain yang membantu mereka. " Gumam Seokjin, yang di setujui teman-temannya.
"Kau benar Hyung, pasti ada orang lain yang membantu mereka!!? Tapi siapa?" Semua orang juga berasumsi sama dengan Hoseok dan Seokjin. Namun mereka mencurigai ada pihak lain yang membantu mereka selain kelompok Mr. Leon. Karena mereka telah melumpuhkan Mr. Leon dan juga jajarannya.
__oO0Oo__
Oh sehun. Pria itu baru saja tersadar setelah 24 jam dia tak sadarkan diri. Dia tersenyum saat tatapannya bertemu dengan gadis yang menjadi sahabatnya selama 8 tahun kebelakang. Gadis itu pun tersenyum. Sehun bisa melihatnya walaupun gadis itu mengenakan topeng.
"Ya! Untung saja kau cepat sadar!! Kau tahu, aku hampir mati saat menopang tubuhmu yang berat itu!!" gadis itu mengoceh. Sehun hanya terkekeh mendengar ocehan sahabatnya itu. Pria itu mengedarkan pandangannya dan menatap setiap sudut ruangan yang kini mereka tempati.
"Kita dimana?" Sehun bertanya dengan suara serak khas bangun tidur. Kemudian keduanya menoleh saat seorang pria paruh baya membuka pintu kamar dengan membawa baki berisi makanan dan 2 gelas susu coklat hangat. Sehun mengerutkan keningnya saat melihat pria itu dengan tatapan mengintimidasi. Hyuna mencubit pelan lengan Sehun dan membuyarkan pandangannya seraya meringis kesakitan akibat cubitan itu.
"Ya! Berhenti menatapnya seperti itu!! Paman ini sudah menolong kita!! Bahkan dia menepati janjinya untuk berhenti menjadi bawahan Jaehyun. Dia meninggalkan korea di malam saat aku memberinya uang. Dengan nama amino yang dia gunakan sebagai pengganti identitasnya." Hyuna berujar menjelaskan. Sehun yang masih mencernapun menoleh saat pria paruh baya itu membenarkan apa yang Hyuna ceritakan. Dan benar, pria paruh baya ini Kim Dong Gyu, mantan anak buah Jung Jaehyun yang pernah Hyuna beri uang untuk proses melahirkan istrinya dan memintanya untuk berhenti jadi anak buah Jaehyun.
"Benar Tuan! Saya sudah berhenti! Kini saya membuka usaha kecil-kecilan di pinggir kota terpencil. Istri saya sudah melahirkan seorang bayi perempuan. Saya bahkan memberi nama bayi saya Rain untuk mengenang kebaikan nona Rain. Berkat uang yang di berikan nona Rain malam itu, saya bisa melarikan diri dari Tn. Jaehyun dan membawa keluarga kecil saya kemari." Jelas Dong Gyu. Sehun akhirnya mengangguk faham.
"Rain! Ada apa dengan lenganmu?" Sehun menatap perban yang melingkar di lengan sahabatnya. Rain menatap perban itu dan mengingat saat dirinya terkena tembakan dari salah satu bodyguard mereka yang salah sasaran saat itu. Lalu dia mengingat wajah khawatir Taehyung sesaat hingga lamunannya buyar saat Sehun menyentuh jidatnya dengan telunjuk seperti tengah mengetuk pintu membuat gadis itu mendengus kesal.
"Ya! Ini keningku bukan pintu, Astaga!!!" Dengus Hyuna tak terima yang membuat Sehun terkekeh geli.
"Tapi keningmu terbuat dari bahan pembuat pintu!!" Sehun tertawa namun langsung terhenti saat perutnya merasa ngilu saat pria itu tertawa berlebihan.
"Dasar menyebalkan!! Jika saja kau tidak terluka, sudah ku tendang wajah jelekmu!!" gadis itu menggeleng kesal sementara Dong Gyu hanya terkekeh melihat kedua sahabat itu yang tengah saling mengumpat. Kemudian mereka menatap kearah pintu yang baru saja terbuka dan menampakkan wanita paru baya yang tengah menghampiri mereka dengan seorang bayi perempuan di gendongannya. Rain tersenyum tulus menatap wanita itu, pandangannya terfokus pada bayi yang di gendong wanita paru baya yang merupakan istri Kim Dong Gyu.
"Siapa dia?" gumamnya menatap Rain.
"Kim Yunhee. Dia istri dari Dong Gyu ahjusi dan itu putrinya yang saat itu masih dalam perutnya. Namanya Sama dengan namaku, itu terdengar keren bukan?!" gadis itu tersenyum menatap wajah bayi yang berada dalam pangkuan sang ibu. Sehun tersenyum tipis menatap sahabatnya yang menatap penuh haru pada bayi dalam gendongan Yunhee.
"Kim Rain, kau tahu? Beberapa hari yang lalu aku bertanya pada ayahku. 'Apa wajahku sama sepertimu, saat aku masih seusiamu?' Itu yang aku tanyakan pada ayahku benerapa hari yang lalu." Batinnya. Gadis itu memalingkan wajahnya saat air matanya menetes mengingat ayahnya yang masih belum sadarkan diri.
"Bahkan jika putraku hidup saat itu, mungkin dia juga berwajah sama denganmu Rain. Sayangnya dia harus pergi saat dia baru saja lahir ke dunia. Kim Taeri eomma merindukanmu sayang." batinnya. Gadis itu pergi ke kamarnya dengan alasan ingin istirahat, Sehun yang merupakan sahabat paling mengertipun hanya menatap lirih punggung sahabatnya yang menghilang di balik pintu.
-
__ADS_1
Hyuna tengah melepas topengnya dan menangis menenggelamkan wajahnya di kedua lipatan lututnya. Dia bersandar di balik pintu kamarnya dan menangis pilu kala ingatan tentang putrinya terlintas dalam fikirannya.
To be continue...