
"Aku tidak menyadari betapa menderitanya mereka selama ini, yang aku fikirkan hanya bagaimana cara memisahkan. Namun Tuhan menegurku dengan cara seperti ini."
___oO0Oo___
Kim Taehyung, pria itu perlahan meraih knop pintu kamar VIP yang menjadi kamar ibunya kini. Pria itu berjalan dengan sesuatu di lengan kanannya, membawa makanan kesukaan sang ibu yaitu salad roll. Dia meletakan paper bag itu di atas nakas samping brangkar nyonya Kim lalu duduk di kursi yang terdapat di ruang VIP tersebut. Menghela nafas, dan perlahan meraih pergelangan tangan sang ibu. Ini adalah pertama kalinya bagi Taehyung menggenggam lengan ibunya sejak terakhir saat sang ayah meninggal dunia. Saat itu Taehyung menggenggam tangan sang ibu yang tengah rapuh untuk terakhir kalinya. Setelah saat itu, sang ibu menjadi sangat sibuk dengan pekerjaan yang di tinggalkan sang ayah, mengurus perusahaan seorang diri. Taehyung yang saat itu masih berusia lima belas tahun, bertekad untuk mengasah pengetahuannya di dunia bisnis. Namun pria itu tidak ingin bergantung dengan perusahaan keluarganya.
Dia memilih untuk berusaha berdiri sendiri, karena dia tahu, siapapun yang akan menjadi penerus ayahnya, dia harus fokus pada pekerjaan dan menyerahkan semua urusan pernikahan pada sang kakek. Taehyung pada awalnya tidak terlalu memikirkan hal itu, menurutnya dengan siapapun dia akan menikah, itu tidaklah penting. Namun saat tiga tahun setelah dia lulus dari universitas, dia mendapat sebuah undangan untuk berpidato di universitas tempatnya menuntut ilmu, untuk memberikan sambutan dan berbagi pengalaman di dunia bisnis kepada junior-juniornya, karena Taehyung merupakan lulusan terbaik dan satu-satunya pengusaha muda yang sukses dengan jerih payahnya sendiri. Hingga pertemuan tidak sengajanya dengan Hyuna saat itu membuat dunianya berubah seratus delapan puluh derajat.
Taehyung yang awalnya sangat tidak perduli tentang wanita, namun pesona Hyuna saat itu mengubah sudut pandangnya pada wanita. Hyuna adalah satu-satunya wanita yang tidak bertanya padanya saat dia mempersilahkan juniornya untuk bertanya padanya di depan podium. Di saat semua wanita yang merupakan juniornya itu berlomba mengajukan pertanyaan padanya, namun hanya Hyuna yang tidak bertanya dan memilih meninggalkan aula saat itu. Hal itu membuat Taehyung merasa tertarik pada Hyuna, dan memutuskan untuk mencarinya usai acara amal ini.
Taehyung berjalan di sebuah taman setelah di hadang oleh junior wanita yang tergila-gila padanya. Pria itu menghela nafas kasar dan melonggarkan dasinya lalu terduduk di sebuah bangku taman yang lumayan sepi. "Hhhh... Melelahkan sekali." Gumamnya, pria itu mengusap tenggorokannya yang terasa kering dan haus setelah berlari. Namun saat dia memutuskan untuk pergi, dia melihat sepasang kaki putih nan mulus di balik pohon mapel yang terlihat meneduhkan. Taehyung berjalan perlahan untuk mencari tahu pemilik sepasang kaki indah itu, dan saat dia melihat seorang wanita yang tengah tertidur di bawah pohon itu, perlahan sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. "Akhirnya aku menemukanmu." Gumamnya, pria itu berjongkok di hadapan seorang gadis bersurai panjang berwarna cokelat gelap yang tengah tidur sambil memeluk sebuah buku tentang design, dan terdapat sebuah nama yang Taehyung percaya itu adalah nama pemilik buku tersebut. "Jadi namamu Lee Hyuna? Lee Hyuna, ya..."
Setelah pertemuan itu, Taehyung menjadi sering memikirkan gadis itu. Bahkan dia sempat mengambil foto Hyuna yang tengah tertidur, percikan cahaya matahari yang menyinari wajah cantiknya itu membuat foto Hyuna terlihat seperti malaikan yang sedang tertidur. Hari-hari berikutnya, Taehyung selalu datang ke universitas untuk menemui Hyuna, gadis itu selalu menghindar karena sadar bahwa pria ini adalah boss dari ayahnya. Dia tidak ingin melakukan kesalahan dan membuat sang ayah di pecat dari perusahaan Kim Corporation. Usaha demi usaha telah Taehyung lakukan untuk membawa Hyuna dalam genggamannya, namun nihil, gadis itu terus saja melarikan diri. Hingga sebuah ancaman membuat Hyuna akhirnya menyerah, Taehyung melakukan apapun demi mendapatkan gadis idamannya, bahkan dengan cara kotor seperti sebuah ancaman yang sama sekali bukan gayanya itupun dia lakukan.
"Apa yang kau inginkan tuan?" Lirih Hyuna saat pengawal Taehyung berhasil menculik Hyuna dan membawanya ke sebuah villa besar milik Taehyung. Taehyung menyeringai sembali mengelus bibir bawahnya dan membuat Hyuna semakin bergetar ketakutan. "Kau lihat ini?" Taehyung memperlihatkan sebuah berkas bertuliskan nama ayah kandung Lee Hyuna. Gadis itu membulatkan matanya saat melihat surat pemecatan untuk sang ayah, jika ayahnya di pecat lalu bagaimana nasib keluarganya? Selama ini, ayahnya bekerja siang dan malam untuk dirinya karena sang ibu sudah lama meninggal. Hyuna menangis dan berlutut di hadapan Taehyung, pria itu sebenarnya merasa tidak tega melihat Hyuna yang terduduk di hadapannya sambil memohon. Namun, demi mendapatkan apapun yang dia inginkan, Taehyung harus melakukan sedikit usaha meskipun dengan cara yang kotor.
"A-aku akan melakukan apapun, tetapi jangan memperlakukan ayahku dengan sangat kejam. Ayah sangat bangga dengan pekerjaannya." Lirihnya, Taehyung tersenyum miring lalu berjongkok di hadapan Hyuna. "Jadi, bagaimana? Apa kau mau menjadi simpananku?"
Setelah Hyuna menerima tawaran itu, Taehyung jadi sering memberi barang-barang mewah untuk Hyuna, mengantar jemput Hyuna dan selalu menjadi seseorang di balik kesuksesan karier Hyuna. Pada awalnya, Hyuna hanya melakukan semuanya karena terpaksa, tetapi setelah Taehyung melakukan banyak sekali perlakuan manis padanya hingga pria itu benar-benar menyatakan perasaannya saat kontrak kencan mereka berakhir, Hyunapun akhirnya mengakui perasaannya. Selama satu tahun kontrak, Taehyung maupun Hyuna hanya berpura-pura mengatas namakan kencan mereka hanya karena kontrak. Taehyung yang merasa gengsi untuk menyatakan cintanya dan Hyuna yang diam-diam mencintai tetapi tidak mendapat keberanian menyatakan cinta pada atasan sang ayah, hanya bisa pasrah dan memendam perasaannya hingga kotrak berakhir.
Saat itu hanya Sehun yang tahu perasaan Hyuna pada kekasih kontraknya itu, Sehun yang merasa gemas dan seperti ingin menghajar Taehyungpun hanya bisa menjadi pelindung Hyuna di universitas, karena sahabatnya ini sering mendapat terror dari penggemar Taehyung. "Ya... pangeran impianmu datang." Kata Sehun saat melihat Taehyung yang tengah berjalan dengan seikat bunga di lengan kanannya, hal itu membuat juniornya wanitanya merasa iri pada Hyuna yang setiap hari di jemput Taehyung dan selalu di berikan sesuatu yang romantis.
"Sehun-ah, kau pergilah. Aku tidak ingin dia berfikir negatif tentangmu." Sehun menghela nafas lalu pergi. Sebenarnya Taehyung sudah mengenal Sehun, tanpa Hyuna tau, karena dia sering mendapat laporan dari junior yang merupakan penggemarnya itu, mengatakan bahwa Hyuna berselingkuh dengan Sehun. Namun Taehyung sangat percaya bahwa Hyuna bukan wanita seperti itu, jadi dia memilih berpura-pura tenang saja. "Sudah kubilang, jangan menjemputku kemari dan membawa bunga. Kau tidak lihat, sejak tadi mereka menatapku seolah ingin menerkamku." Gumam Hyuna yang masih dengan raut kesalnya meskipun sebenarnya ia sangat senang. Taehyung tersenyum dan meraih lengan Hyuna untuk dia genggam. "Tidak akan aku biarkan siapapun mengganggumu. Kau adalah kekasih Kim Taehyung, siapapun yang melukaimu akan berurusan denganku, akan ku pastikan dia tidak akan hidup dengan tenang." Hyuna mengerjapkan matanya menatap Taehyung dengan tatapan mengerikan. "Psycopath..." Dengusnya, Taehyung terkekeh lalu mengacak poni Hyuna gemas, "Terima kasih pujiannya sayang..." ujarnya membuat Hyuna semakin kesal, kemudian merekapun pergi.
"Malam ini----"
"Kita makan malam di apartemenku, aku sudah menyiapkan segalanya untuk malam ini." Taehyung tersenyum, sementara Hyuna hanya diam setelah Taehyung memotong pembicaraannya.
__ADS_1
"Malam ini adalah malam terakhir kita bersama, kontrak kita sudah akan habis nanti malam. Itu artinya, aku akan berpisah denganmu, aku tidak akan melihatmu lagi, merasakan kehangatanmu lagi, Kim Taehyung... malam ini, aku ingin mengatakan semua yang ku simpan satu tahun ini." Hyuna mengatakan hal itu di hatinya, gadis itu masih betah menatap keluar jendela dan mengabaikan tatapan Taehyung padanya.
Malam ini, sesuai yang Taehyung rencanakan. Dia mengubah balkon apartemennya menjadi sebuah tempat makan malam romantis. Dia telah menyiapkan semua ini khusus untuk malam ini. Sebuah meja bulat yang di hias dengan bunga mawar merah dan lilin-lilin tinggi berwarna merah yang menjadikan malam ini semakin hangat di tengah keromantisan Kim Taehyung. Pria yang masih menggunakan apron itu tersenyum sambil menghisap rokoknya di balkon, hatinya bahkan berdegup sangat kencang menanti kehadiran kekasih kontraknya itu. "Hyuna, malam ini hubungan kita harus berakhir. Dan berawal dengan kisah yang baru, aku akan menjadikanmu kekasih resmi yang sangat aku cintai, malam ini kita harus merubah semuanya." Taehyung menatap arlojinya lagi dan lagi, sudah sepuluh menit berlalu dari waktu yang sudah di tentukan, tetapi Hyuna belum juga datang. Entah apa yang di lakukannya saat ini. Taehyung mencoba menghubungi Hyuna, namun tidak ada balasan, hingga akhirnya pintu apartemennya terbuka, Taehyung berbalik dan tersenyum menatap Hyuna yang baru saja sampai dengan caot tebalnya, karena malam ini, salju pertama baru saja turun. Taehyung berlari kecil untuk menghampiri kekasihnya.
"Hey, kau baik-baik saja?" Taehyung bertanya sambil menangkup wajah kekasihnya yang sangat dingin, bukannya menjawab, Hyuna malam menghambur dalam dekapan Taehyung, membuat pria itu terdiam namun tetap membalas dekapan Hyuna. "Apa yang terjadi?" Tanya pria itu.
"Tidak ada, aku hanya kedinginan dan ingin membuat tubuhku lebih hangat. Tetaplah seperti ini sebentar saja." Hyuna menjawab dengan nada yang sedikit bergetar, dia merasa takut dan tidak siap berpisah dengan Taehyung. "Baiklah, aku akan memelukmu lebih lama." kata Taehyung yang di berikan anggukan oleh Hyuna. Merekapun berlarut dalam kehangatan di tengah cuaca yang sangat dingin ini.
"Baiklah, sudah sepuluh menit, berhentilah memelukku dan ayo kita makan dan selesaikan semuanya dengan cepat." Hyuna menghela nafas saat Taehyung mengatakan hal itu, apa Taehyung sangat ingin terlepas darinya. Pria ini bahkan ingin cepat mengakhiri kontrak mereka? Jujur saja Hyuna merasa sangat sedih. Taehyung menggenggam lengan Hyuna dan membawa gadis itu ke balkon untuk makan malam dengannya, Hyuna bahkan membulatkan bola matanya sempurna, dia tidak habis fikir dengan apa yang Taehyung lakukan dan siapkan untuk malam ini. "Jika kau melakukan ini semua, kau akan membuatku sulit melupakan semua tentangmu." batin Hyuna seraya meneteskan air matanya. Taehyung menjadi tidak tega melihat Hyuna. Sebelum mereka duduk, Taehyung mengeluarkan sebuah map berwarna merah dan menyerahkan berkas perjanjian mereka pada Hyuna.
"Aku sudah menanda tanganinya, sekarang giliran kau, Hyuna-yya."
Hyuna menatap Taehyung dengan tatapan lirihnya dengan genangan cairan bening di kedua bola matanya, sedangkan Taehyung masih memandangnya dengan hangat seperti biasanya, Hyunapun akhirnya merain map berwarna merah yang Taehyung julurkan sejak tadi padanya dan menanda tangani dengan segera perjanjian itu. "Aku sudah selesai." Tidak sanggup melanjutan acara makan malam, Hyunapun akhirnya memutuskan untuk pergi setelah menyerahkan map tersebut. Hyuna berlari keluar dengan tangisan yang masih ia tahan membuat Taehyung terkejut dan segera melepas apron dan membuang map serta apron itu asal kemudian berlari mengejar Hyuna.
"HYUNA-YA...! LEE HYUNA TUNGGU AKU." pekiknya sambil terus berlari, kejarannya berhenti saat melihat Hyuna telah masuk kedalam lift dan menutupnya sebelum Taehyung berhasil mengejarnya. Taehyung mengusap wajahnya kasar dan berdecak kesal, bahkan dia berfikir bahwa Hyuna pasti sangat ingin terlepas darinya, itu sebabnya Hyuna segera melarikan diri setelah terlepas dari kontrak yang mengikatnya selama satu tahun ini. "SIAL..." kesalnya saat semua lift tidak terbuka, Taehyung bahkan meninju dan menendang pintu lift itu, rasanya ia sangat ingin menghancurkan semua lift di apartemennya. Untuk apa ada enam lift jika tidak satupun dapat ia andalkan? Fikirnya.
Taehyung menatap pintu tangga darurat kemudian pria itu menatap kembali pintu lift yang masih belum terbuka karena masih berada di lantai yang sangat jauh. Pria itu akhirnya memutuskan untuk berlari menggunakan tangga darurat saja. "Hyuna, tunggu aku. Kau harus mendengarkanku kali ini." gumamnya di tengah pengejarannya.
"Lee Hyuna..." Gumamnya setelah menemukan Hyuna yang tengah berjongkok di bawah pohon mapel sambil menenggelamkan wajahnya di balik lipatan lututnya. bahkan terdapat salju yang menempel di rambut dan coat yang Hyuna pakai. "Akhirnya aku menemukanmu." Taehyung merasakan dejavu, dia kembali mengingat saat pertama kali ia menatap wajah Hyuna dari dekat satu tahun yang lalu, gadis itu tengah tertidur jadi Taehyung bisa dengan bebas menatap dan mengambil gambarnya. Namun sekarang, situasinya berbeda, bahkan hari sudah malam, Taehyung tidak dapat melihat wajah Hyuna dengan Jelas, Meskipun begitu Taehyung sangat mengenali perawakan Hyuna, jadi walaupun hanya di tempat yang minim pencahayaan, Taehyung masih sangat mengenal Hyuna.
"LEE HYUNA..." pekiknya, baru saja Taehyung akan berlari dan mendekat, namun Hyuna memintanya untuk tidak mendekat. "Jangan mendekat, aku tidak ingin melihatmu." Lirihnya, Taehyung tidak perduli, pria itu akhirnya tetap berjalan lebih dekat pada Hyuna dan berjongkok di hadapan gadis yang masih menyembunyikan wajahnya itu. Terlihat bahunya bergetar, Hyuna tengah menangis saat ini. "Hyuna-ya, angkat wajahmu dan lihat aku."
"Tidak, aku tidak ingin melihatmu lagi."
"LEE HYUNA, KU MOHON LIHAT AKU!!!" Taehyung mengepalkan kedua lengannya lalu mencengkram kedua bahu Hyuna, membuat gadis itu perlahan mendongak dan menatap Taehyung dengan samar karena di bawah pencahayaan yang sangat minim dari lampu taman. Wajahnya sangat merah, begitupun wajah Taehyung, mereka merasa kedinginan. Taehyung menangkup wajah Hyuna yang semakin dingin di banding saat pertama kali Hyuna datang ke apartemennya. "Mengapa kau lari? Apa kau sangat ingin terlepas dariku? Apa kau tidak pernah menyukaiku? Hyuna-yya... apa sedikit saja kau tidak menyukaiku?" Hyuna menatap Taehyung dengan segala keterkejutannya, gadis itu kembali meneteskan air matanya. "Taehyung-ah, a-aku---"
"Aku tahu hubungan kita sejak awal adalah kesalahanku, tetapi aku sangat ingin kau menjadi milikku. Itu sesababnya, aku melakukan ini semua. Mengatas namakan sebuah kontrak untuk mewakili keinginan terbesarku. Dulu aku sangat tidak tertarik pada wanita, menurutku wanita akan berakhir mengabaikan seperti yang di lakukan ibuku ketika mereka sudah mengenal dunia bisnis dan uang. Tapi setelah aku menemukanmu pertama kali, aku mengubah sudut pandangku pada wanita, kau yang mengubah hidupku yang gelap. Hyuna-yya, aku sangat menyukaimu, bahkan sejak pertama aku menemukanmu satu tahun yang lalu. Perasaan itu semakin nyata saat aku sangat ingin memilikimu dan kemudian aku sadar bahwa aku tidak hanya menyukaimu, tetapi aku juga mencintaimu. Hyuna-yya, aku ingin mengakhiri kontrak ini, dan berniat untuk meresmikan hubungan kita yang sesungguhnya. Jadi, bisakah kau tetap tinggal bersamaku, berjalan di sampingku, tetap menjadi milik Kim Taehyung yang berharga, meskipun tanpa ikatan kontrak. Bisakah kau menyukaiku, Lee Hyuna? Aku tidak ingin kau pergi---"
__ADS_1
Ucapannya terhenti saat Hyuna membungkam mulutnya dengan bibirnya, gadis itu bahkan memejamkan matanya seraya melingkarkan lengannya di leher Taehyung. Taehyung yang masih terkejutpun perlahan membalas dekapan Hyuna dan memejamkan matanya lalu membalas cium*n Hyuna. Setelah beberapa saat kemudian, keduanya saling melepaskan, Hyuna menangkup wajah Taehyung dan menatap matanya lebih dalam, mencari kebohongan di matanya yang sebenarnya tidak ia temukan. Taehyung tersenyum dan menghapus air mata Hyuna dengan lembut. "Kau membuatku takut, Kim Taehyung. Kau tahu, aku memikirkan banyak hal setelah kontrak ini berakhir. Aku takut, kita tidak akan pernah bertemu lagi, aku takut kau akan pergi meninggalkanku dengan wanita lain, aku takut---"
"Sttt.... jangan banyak memikirkan yang tidak akan pernah terjadi. Aku berjanji, hal itu tidak akan pernah terjadi. Aku tidak akan pernah pergi darimu, kau harus percaya padaku, Lee Hyuna." Hyuna mengangguk faham, keduanya kembali menyatukan bibir mereka lebih hangat dan lembut.
"Aku mencintaimu Lee Hyuna."
"Aku juga mencintaimu, Kim Taehyung."
Sejak malam itu, hubungan mereka semakin hangat, tidak ada yang berubah dan semua berjalan dengan lancar, meskipun sempat terjadi keributan, namun mereka selalu menyelesaikannya dengan sangat baik. Bahkan Taehyung hadir di acara kelulusan Hyuna, membawa bucket bunga dan banyak sekali hadiah yang ia siapkan untuk kekasihnya ini. Hyuna sangat bahagia karena Taehyung menyempatkan dirinya untuk datang di tengah kesibukannya.
"Kau tidak lupa dengan janjimu,'kan? Malam ini kau harus menjadi milikku, aku sungguh sangat sudah menantikannya sejak lama, aku ingin cepat bertemu malam agar bisa memakanmu." Bisik Taehyung yang membuat Hyuna terkejut hingga menjauhkan dirinya dari Taehyung, sementara itu Taehyung hanya memberikan senyum terbaiknya sambil merangkul pinggang ramping kekasihnya. Bidikan camera membuat Hyuna semakin kesal, bagaimana tidak, sang ayah membidik tepat saat Taehyung menggodanya, hingga hasilnya membuat Hyuna sangat ingin menghancurkan wajah tampan kekasihnya. Di dalam foto, Hyuna terlihat tengah terkejut sambil menjauhkan dirinya dari Taehyung, sementara Taehyung dengan tampannya tersenyum seolah tak terjadi apapun. "Dasar curang...!" Taehyung tertawa begitupun tuan Lee sementara Hyuna masih menampakkan wajah kesalnya.
Semuanya masih sangat baik-baik saja hingga bencana besar hadir di tengah kehangatan keduanya. Masalah yang di timbulkan oleh ibu dari Taehyung membuat kehangatan itu hancur, hubungan yang terjalin sejak tiga tahun lamanyapun hancur berkeping-keping. Membuat Hyuna pergi meninggalkan Taehyung yang menyimpan kebencian pada Hyuna saat itu.
-
Hyuna tersenyum lirih menatap foto kelulusannya yang menurutnya gagal karena Taehyung menggodanya hingga dia tidak bisa fokus. Wanita itu tersenyum sambil mengusap wajah Taehyung di foto tersebut dengan ibu jarinya. "Dulu, ku fikir foto ini lebih baik di musnahkan. Tapi sekarang, rasanya aku ingin kembali ke masa itu. Kim Taehyung, aku tidak pernah membayangkannya saat itu, bahwa kau pada akhirnya akan menjadi suamiku." Monolognya seraya menatap wajah tampan Taehyung yang terlihat masih sangat muda.
***
Taehyung mengerjapkan matanya saat merasa genggaman sang ibu mengerat, pria itu menatap ibunya yang tersenyum menatapnya. Taehyung segera menegakkan posisi duduknya dan menatap sang ibu dengan tatapan khawatir, "Kau sudah siuman? Aku akan memanggil dokter---"
"Dokter sudah kemari sepuluh menit yang lalu." Taehyung terlihat bingung, itu artinya sang ibu telah lama sadar dan dia tertidur sangat lama. "Kau pasti sangat lelah, itu sebabnya kau tidak sadar bahwa ibumu ini sudah lama siuman." Taehyung tersenyum, itu membuat nyonya Kim merasa terharu untuk kesekian kalinya, pertama, Taehyung menggenggam lengannya sambil tertidur, bahkan putranya ini sudah lama tidak bermanja padanya sejak ayahnya meninggal, kemudian putranya ini tersenyum padanya, itu merupakan senyuman pertamanya setelah bertikai dengan sang ibu karena keegoisannya.
"Dimana Hyuna?" Taehyung sedikit terkejut dengan pertanyaan sang ibu, padahal dia sudah mewanti-wanti dirinya untuk tidak membahas soal Hyuna terlebih dahulu dan perihal dia menggagalkan pertunangannya dengan Irene, mengingat kondisi sang ibu yang belum sepenuhnya stabi. Taehyung bahkan khawatir jika sang ibu kembali merasa kesal dan mengumpat istrinya lalu membuatnya semakin drop. "Ibu--- Kau sebaiknya---"
"Aku ingin bertemu dengannya, aku ingin meminta maaf padanya..."
__ADS_1
Taehyung terkejut bukan main, entah ibunya kini kerasukan apa atau mungkin dokter salah memberikan dosis obat padanya. Ini di luar dugaan. "Luar Biasa.." Batinnya.
TBC.