
"Perpisahan itu sesuatu yang mengerikan. Siapapun termasuk aku tidak ada yang menginginkan perpisahan dalam bentuk hal apapun. Namun bagaimana jika Tuhan memisahkan untuk mempertemukan kembali?"
__oO0Oo__
Lee Hyuna. Gadis itu menggigit bibir bawahnya saat menatap benda persegi yang menampakkan 2 garis di tengahnya. Yang artinya gadis itu tengah hamil. Gadis itu memeluk perutnya yang masih rata. Sejak dia melakukan hubungan ranjang dengan Taehyung untuk ke tiga kalinya sejak saat itu juga dia mengalami keterlambatan dalam siklus menstruasinya. Gadis itu terduduk lemas di tepi ranjang dengan raut wajah khawatirnya.
Dia memutuskan untuk memberi tahu Taehyung saat makan malam nanti. Karena 2 minggu yang lalu saat perayaan kelulusannya Taehyung mengajaknya makan malam bersama. Bahkan pria itu sudah menyiapkan gaun juga sepasang heels untuk dia gunakan besok malam.
"Taehyung-ah. Apa kau akan menikahiku?" Monolognya seraya memeluk perutnya yang masih rata. Namun atensinya beralih pada ponselnya yang berdering dari nomer tak di kenal. Hyuna meraih ponselnya yang ia letakan di atas nakas, dia menatap layar ponsel itu yang menampakkan nomer dari unknown number. Gadis itu mengerutkan keningnya dan berfikir sejenak.
"Haruskah aku menerima panggilan ini? Tapi aku tidak tahu nomer siapa ini. Bagaimana jika penting?" Batinnya. Hyuna menghela nafas ketika ponselnya berhenti berdering, saat ia hendak meletakkan kembali ponselnya di atas nakas teryata ponselnya kembali berdering. Karena penasaran, akhirnya dia menggeser ikon berwarna hijau untuk menerima panggilan suara itu. Dia mengerutkan keningnya saat mendengar suara seorang perempuan yang tidak ia kenal suaranya.
"Hallo" Ucap gadis itu saat telah menerima panggilan tersebut. Hyuna menerima panggilan dari nomer tak dikenal itu. Namun saat menerima panggilan itu, jantungnya berdegup kencang. Hatinya terasa hancur bahkan dunia seolah berhenti berputar. Gadis itu menjatuhkan ponselnya dan menyentuh dadanya yang terasa berdenyut sakit. Panggilan suara itu ternyata dari seseorang yang memberi tahu kabar buruk mengenai ayahnya. Tn. Lee Minjae.
"Ayah." lirihnya seraya meneteskan air matanya kemudian tubuhnya merosot ke bawah, dia menangis dengan sangat pilu. Bagai terjatuh tertimpah tangga pula. Bagaikan tertusuk ribuan panah. Itulah yang ia rasakan saat ini, di saat dirinya mendapatkan fakta mengenai kemahilannya dan saat itu pula pria yang menjadi cinta pertamanya yang tak lain adalah ayahnya, mengalami kecelakaan. Lee Minjae terjatuh dari lift saat dirinya tengah bekerja di suatu proyek pembuatan pabrik milik Kim Corporation yang merupakan anak perusahaan keluarga Kim Taehyung.
Gadis itu menguatkan dirinya. Dia hendak memberi tahu Taehyung mengenai ayahnya yang di kabarkan kecelakaan dalam tugas namun dia mengurungkan niatnya saat mendengar bunyi bel pintu flat house nya yang menandakan seseorang datang... Gadis itu berjalan sempoyongan dengan mata sembabnya. Dia berfikir bahwa itu Taehyung tapi ternyata dia salah...
"Nyo-nyonya Kim." gadis itu nampak terkejut saat seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik dengan gaya glamornya datang dengan angkuhnya dan menerobos masuk kedalam. Di luar sana bahkan beberapa bodyguard menunggunya. Hyuna menelan salivanya susah payah saat melihat wanita paru baya itu tengah memperhatikan setiap sudut ruangan yang merupakan tempat tinggalnya selama ini, dia tinggal seorang diri karena ayahnya tinggal di apartemen sederhana yang di sediakan oleh pemilik perusahaan tempat ia bekerja yang letaknya dekat dengan lokasi proyek yang tengah Lee Minjae kerjakan.
Wanita paruh baya itu menatap jijik setiap sudut ruangan itu seraya melipat tangannya di dada. Dia juga menatap beberapa potret putranya yang tertawa bahagia bersama Hyuna yang terpajang di dinding-dinding kamarnya. Ny. Kim menampakkan senyum miringnya seraya menarik semua foto-foto itu membuat Hyuna membulatkan bola matanya. Dia semakin menegang saat Ny. Kim dengan kasarnya merobek semua foto-foto Hyuna dengan Taehyung.
"Nyonya. Apa yang kau lakukan?---" belum selesai gadis itu berucap. Ny. Kim memotongnya dengan kata-kata yang sukses membuat gadis itu bungkam dengan rasa sakit yang teramat dalam hatinya.
"Sepertinya kau sedang dalam bencana besar? Ada apa dengan matamu?____ ahhh benar juga, bukankah ayahmu tengah skarat? Apa aku benar?" gadis Lee itu dengan cepat menghapus air matanya dan menunduk tanpa menjawab. Wanita paruh baya itu tersenyum miring. Kemudian menatap kotak yang terletak di atas nakas dan membukanya. Ny. Kim itu menatap tajam sebuah gaun lengkap dengan sepasang heels di dalam kitak itu.
"Jauhi putraku___!!! Aku akan menikahkan putraku dengan gadis yang sederajat dengan kami!?" Jantung gadis itu berdebar sangat kencang kepalanya terasa berdenyut namun lidahnya terasa kelu hanya untuk sekedar membela dirinya bahkan fikirannya tengah terbagi antara Taehyung, calon bayinya, dan juga ayahnya.
Bagian mana yang salah tentang dirinya? Apa karena dirinya terlahir dari keluarga yang tak sederajat dengan kekasihnya? Apa orang miskin seperti dirinya selalu terpandang hina di mana keluarga kaya sekelas Taehyung? Lalu bagaimana mereka menafsirkan kata "Cinta" jika semua harus berdasarkan dengan kekayaan, harta juga jabatan. Bisakah seseorang mengatakan bahwa "Cinta berada di atas segalanya dan uang ada di tingkat terendah? Bisakah seseorang membantunya untuk sekedar mengatakan jika uang sangat berbahaya jika kita tak bisa berteman dengannya? Baginya, uang sangat mengerikan. Karena uang akan membuat seseorang menjadi iblis yang tidak memiliki perasaan jika dia tak bisa" bisakah???
"Nyonya! Tapi kami___"
"Pergi jauh-jauh dari kehidupan putraku!!! Kau hanya gadis miskin yang menumpang hidup dengan uang putraku!!! Pergi dan buat seolah-olah kau yang ingin meninggalkannya!! Tulis sebuah surat untuknya dan katakan jika kau akan menikahi pria yang lebih mapan dari putraku___!!! Atau___ Aku akan mencelakai ayahmu!! Kau fikir aku tidak tahu? Aku Tahu tentang kecelakaan itu.. Atau jangan-jangan kau lupa? Jika ayahmu seorang arsitek yang sedang bekerja di bawah kuasaku?" Sarkas Ny. Kim dengan di akhiri senyum miring khasnya.
Gadis itu menegang. Sungguh ini pilahan terburuk yang harus Hyuna pilih. Pilihan yang keduanya hanya akan berakhir perpisahan. Dan itu seperti bencana terbesar baginya. Di saat dia sangat membutuhkan Taehyung tapi dirinya juga tidak menginginkan ayahnya mengalami hal buruk. Lalu bagaimana dengan bayi dalam landungannya? Bagai mana jika ia lahir tanpa seorang ayah? Bagaimana jika suatu saat dia menanyakan "Dimana ayahku? Siapa Ayahku? Bagaimana Ayahku?" Apa yang harus dia jawab? Jawaban seperti apa yang harus dia katakan supaya tak melukai putranya nanti?
Hyuna menangis dalam diam saat Ny. Kim dengan kasarnya menggunting gaun pemberian Taehyung sampai tak berbentuk, heels yang di berikan Taehyung pun di patahkan oleh bodyguard Ny. Kim yang saat itu masuk atas perintah Ny. Kim.
"Taehyung-ah. Aku takut, aku harus bagaimana? Aku tidak ingin berpisah denganmu. Di dalam rahimku kini tumbuh darah dagingmu. Tapi bagaimana sekarang? Aku harus meninggalkanmu___ jika tidak, ayahku akan mendapat masalah. Mianhae. Jeongmal mianhaeyo." (maaf, sungguh maafkan aku).
__ADS_1
Hyuna memejamkan matanya seraya memeluk perutnya. Air matanya bahkan mengalir sangat deras. Kepalanya semakin berdenyut jika terus di hantam ribuan palu besi bahkan akan meninggalkan cidera parah.
Namun pada akhirnya dia menuruti perintah wanita itu untuk membuat surat yang akan melukai hati kekasihnya bahkan dia bersumpah pasti Taehyung akan membencinya seumur hidupnya, ini sebuah keterpaksaan yang akhirnya dia harus menyerah pada ke adaan. Hyuna memilih meninggalkan flat house nya dan membawa ayahnya pergi dari kota Seoul dan menetap di Busan yang memiliki fasilitas rumah sakit yang mampu memberikan pelayanan terbaik untuk ayahnya.
Sejak saat itu pula gadis itu tak pernah berkomunikasi dengan Taehyung bahkan gadis itu mengganti nomer ponselnya untuk menghindari Taehyung. Dia harus berjuang seorang diri demi calon bayi yang berada dalam kandungannya. Dan juga ayah yang di nyatakan koma. Bahkan untuk bernafas saja ayahnya harus menggunakan alat bantu bernafas. Dokter pernah menyarankan jika alat bantu pernafasan itu lebih baik di hentikan jika memang akan membebaninya, mengingat kandungannya yang sudah semakin membesar. Namun Hyuna tetap mempertahankan ayahnya, dia tidak ingin kehilangan ayahnya karena hanya ayahnyalah keluarga satu-satunya yang ia miliki.
***
"Lee Hyuna. Ini upah terakhirmu! Aku tidak bisa terus mempekerjakan wanita hamil 8 bulan. Kau harus istirahat--- Kau harus memikirkan bayimu. Aku tidak ingin mengambil resiko karena memperkerjakan wanita hamil besar, bagaimana jika terjadi sesuatu? Pekerjaan ini memang ringan. Namun kau juga harus memikirkan bayimu nak." Ujar seorang wanita paruh baya yang merupakan boss di perusahaan penerbitan. Gadis itu bekerja di suatu perkantoran sederhana saat siang hari sebagai editor. Pada malam harinya dia akan bekerja sebagai penjaga minimarket. Namun dalam sehari dia kehilangan pekerjaannya dengan alasan kehamilannya. Wajar jika atasannya memberhentikan dia. Karena mengingat usia kandungannya yang sudah menginjak 8 bulan.
"Bibi--- Kumohon, hanya sampai putriku lahir. Aku tidak memiliki pekerjaan lain selain di sini.. Aku baru saja di berhentikan di pekerjaan paruh waktuku." wanita itu menggenggam tangan gadis itu dengan lembut.
"Hyuna-yya. Jangan hanya memikirkan biaya rumah sakit ayahmu. Fikirkan juga bayimu, sudah saatnya kau beristirahat. Jika terlalu lelah akan beresiko pada kandunganmu." Gadis itu memeluk perutnya yang sudah membuncit dan meneteskan air matanya.
"Baiklah, terima kasih bibi." Hyuna membenahi semua barang-barangnya ke dalam kotak. Dia menatap meja kerjanya sesaat. Seharunya jika bisa dia ingin cuti saja agar ketika bayinya lahir, dia masih bisa bekerja lagi. Namun pekerjaan sebagai editor harus memiliki ahli khusus dan harus memiliki pengganti secepatnya yang. Itu sebabnya Hyuna di berhentikan dari pekerjaannya. Kerja keras Hyuna tidak bisa di pungkiri lagi, selain dia mampu mengerjakan tugasnya dengan sangat baik bahkan banyak juga prestasi yang ia raih. Seperti novel yang di terbitkan dengan sangat laris di pasaran tentu saja editing yang di kerjakan Hyuna memiliki pengaruh besar untuk novel yang akan di terbitkan.
Namun kembali lagi pada keadaan. Keadaan Hyuna tidak memungkinkan untuk terus bekerja. Memberhentikan seorang Hyuna yang ahli dalam ilmu tekhnologi pun sangat berat. Hanya saja, perusahaan tidak ingin mengambil resiko yang lebih besar. Jika terjadi sesuatu pada kandungan Hyuna. Itupun akan menjadi tanggung jawab perusahaan. Jika menyangkut nyawa seseorang, siapa yang berani menjamin?
***
Lee Hyuna. Dia berjalan dengan tatapan kosong seraya mengusap perutnya. Fikirannya terus berputar. Bagaimana caranya dia mendapatkan uang untuk biaya rumah sakit ayahnya. Ini sudah 8 bulan sejak ayahnya di nyatakan koma. Dia meneteskan air matanya hingga tak sadar sebuah mobil menyerempetnya hingga terjatuh membuatnya memekik sakit di bagian perutnya.
Gadis itu membulatkan matanya saat melihat darah mengalir dari pangkal pahanya. Banyak orang mengerumuni gadis itu untuk melihat kondisinya. Gadis itu menangis dan meninta tolong, namun rasa sakit yang luar biasa itu membuat suaranya tak sedikitpun keluar bahkan tubuhnya seolah lemah tak mampu ia gerakan hingga akhirnya dia hanya mampu menatap awan yang menggelap, dia merasakan percikkan air hujan menetes di wajahnya dan dia merasa dunia menjadi semakin gelap. Hanya saja dia masih bisa mendengar seseorang memanggil namanya. Namun saat itu Hyuna tak mengingat apapun lagi saat kesadarannya mulai hilang.
"Aku tidak mengerti dengan hidupku. Bagaimana aku berjuang untuk mempertahankan milikku namun ternyata, seberapa keraspun aku menentang takdir Tuhan. Tetap aku akan kehilangan juga pada akhirnya."
***
Setelah 1 bulan tak sadarkan diri. Gadis itu mulai membuka matanya dan menetralkan atensinya. Dia masih menatap dengan pandangan kabur karena selama 1 bulan dia memejamkan matanya. Dia hanya mendengar seorang pria memanggil dokter saat Hyuna sedikit demi sedikit tersadar dari tidur panjangnya dan tak lama setelah pria itu memanggil dokter, yang di panggilpun akhirnya datang dengan tergesah. Seorang dokter pria dengan dokter wanita datang dengan peralatan medis yang tengah memeriksa keadaannya.
"Hyuna-yya? Shyukurlah kau sudah sadar. Bagaimana keadaanmu?" tanya seorang Dokter wanita bernama Bae Irene seraya menggenggam lengan gadis Lee itu dengan tatapan khawatir. Namun yang di tanya malah mengedarkan pandangannya pada perutnya yang sudah tidak membuncit.
"Eonnie. Bayiku? Dimana bayiku?" Hyuna mulai histeris saat menyadari jika perutnya sudah tidak membuncit lagi, usia kandungannya bahkan baru 8 bulan, bukannya menjawab namun Irene malah mendekapnya untuk menenangkannya hingga dokter menyuntikkan cairan penenang pada gadis itu. Perlahan lirihan itu semakin samar dan pandangannya memburam, dia menatap seorang pria di sampingnya yang mengusap keningnya yang berkeringat. Hyuna tidak bisa mengenali pria itu karena pandangannya semakin kabur hingga semuanya menjadi semakin gelap dan dia kembali tertidur.
Setelah tertidur selama 8 jam. Gadis itu akhirnya kembali sadar. Dia menangis pilu saat Irene memberi tahu bahwa bayinya tidak bisa di selamatkan. Gadis itu terus saja menangis bahkan sempat histeris sebelum seseorang mendekapnya dengan penuh kasih sayang. Oh sehun. Pria itu yang membawanya ke rumah sakit, membantunya membiayai rumah sakit setelah operasi saat Hyuna keguguran juga biaya perawatan ayahnya yang menunggak.
***
Sejak saat itu Sehun jadi rajin menemui Hyuna yang merupakan sahabat terbaiknya saat di universitas karena gadis itu sering membantunya saat mereka di Seoul sebelum sehun akhirnya pulang ke Busan setelah dirinya lulus kuliah. Mereka kuliah di Universitas yang sama saat itu. Mereka sangat dekat hingga teman-temannya bahkan sering mengira mereka sepasang kekasih.
__ADS_1
Namun gosip itu menghilang setelah Taehyung datang dalam kehidupannya. Mereka berkencan saat Taehyung berada di tingkat akhir semester. Saat itu dia menyatakan perasaannya pada juniornya yang tak lain adalah Lee Hyuna, setelah memendam perasaannya selama 1 tahun pada gadis itu karena tidak berani menyatakan.
Dulu sekali, Taehyung hanya selalu memperhatikan Hyuna tanpa berniat untuk menampakkan diri di hadapan gadis itu. Bahkan diam-diam dia selalu membayar keperluan Hyuna di universitas dan meminta pihak kuliah untuk merahasiakannya dari Hyuna.
Hingga pada saat mereka mengadakan Tour ke Paris, pada awalnya Hyuna menolak ikut namun pihak panitia Tour mengatakan jika Hyuna di beri kebebasan biaya karena Hyuna pintar dan selalu memenangkan setiap kompetisi.
Saat Tour itulah Taehyung sering mendekati Hyuna, mereka bahkan sering bertukar pesan dan pergi jalan-jalan berdua di kota paris. Bahkan saat teman-temannya melakukan kunjungan di Museun Paris, Taehyung malah mengajaknya pergi ke menara Eifel. Dan di sanalah Taehyung akhirnya menyatakan perasaannya pada Hyuna. Sejak saat itulah hubungan mereka di ketahui dan membuat gadis-gadis lainnya merasa iri karena Taehyung merupakan senior yang memiliki julukan The Most Wanted di Universitas.
Setelah Taehyung Lulus. Gadis itu sering mendapatkan bullying oleh gadis-gadis yang merupakan fans fanatik Taehyung. Namun beruntung Sehun selalu melindungi gadis itu. Taehyung tidak pernah mengenal Sehun namun beberapa kali selalu ada yang menjebaknya dan memfitnah kekasihnya berkencan dengan Sehun bahkan. Sejak saat itulah Taehyung jadi rajin mengantar jemput kekasihnya. Dan itu juga yang menjadi alasan Sehun menjaga jarak dengan sahabatnya agar Taehyung tidak berfikir seperti yang di tuduhkan teman-temannya. Taehyung merupakkan pria posesiv namun masih dalam batas wajar tentunya. Itulah cerita singkat awal pertemuan mereka hingga akhirnya Taehyung berkencan dengan Hyuna.
***
Setelah 1 bulan kemudian Hyuna akhirnya sudah pulih. Sehun mengajak gadis itu mengunjungi tempat dimana penyimpanan jasad abu bayinya. Sehun bahkan menempelkan foto bayi itu yang masih sangat kecil karena lahir dalam keadaan prematur tepatnya saat usianya 8 bulan. Bayi itu sangat mirip dengan Taehyung. Gadis itu menangis pilu dalam dekapan sehun seraya memeluk foto bayinya.
"Taehyung-ah. Dia putri kecil kita. Maafkan aku tidak bisa menjaganya, aku telah kehilangan satu-satunya kenangan kita. Aku harus bagaimana sekarang." Mendengar lirihan Hyuna membuat hati Sehun teriris, pria itu membawa Hyuna kedalam dekapannya. Hyuna menangis pilu dalam dekapan sahabatnya begitupun Sehun yang ikut meneteskan air matanya. Siapapun yang melihat penderitaan sahabatnya pasti juga akan merasakan betapa perihnya menyaksikan secara langsung kepedihan sahabatnya itu.
***
"Hyuna-yya. Ini apartemenku. Kau boleh tinggal di sini, lagi pula aku jarang menempatinya!" Hyuna mengerutkan keningnya saat melihat betapa mewahnya apartemen ini. Bahkan memiliki 2 lantai.
"Saat kuliah dulu. Kau sering meminjam uang padaku, tapi sekarang kau malah memiliki apartemen semewah ini? Sebenarnya kau kerja dimana? Bahkan kau membayar semua biaya rumah sakitku dan ayahku." Sehun menggaruk tengkuknya yang tak gatal, merasa bingung harus menjawab apa.
"Te-tentu saja aku bekerja, pekerjaanku lumayan besar penghasilannya. Itu sebabnya aku bisa membeli apartemen ini." Jawabnya
"Sehun-ah. Bisakah kau mengajakku bekerja denganmu? Aku akan bekerja apapun demi ayahku, kumohon." Gadis itu bahkan berlutut di hadapan sahabatnya demi sang ayah. Tentu saja Sehun panik melihat Hyuna yang dulu ia kenal sangat ceria bahkan selalu membantunya dalam bentuk hal apapun. Kini gadis itu terlihat sangat menyedihkan, lalu dimana Taehyung nya sekarang? Bukankah dulu pria itu selalu mengikuti kemanapun Hyuna pergi?
Walaupun pada awalnya Sehun menolak dan tidak ingin membawa gadis itu pada dunia hitamnya. Namun pada akhirnya pria itu terpaksa mengajak gadis itu bekerja dengannya dan melatih gadis itu menjadi lebih kuat untuk melindungi dirinya sendiri. Seolah membesarkan seorang adik perempuan, Sehun juga mengajarkan banyak hal dan memperkenalkan gadis itu pada berbagai jenis senjata. Walaupun pada awalnya gadis itu masih sangat ketakutan pada senjata. Namun demi sang ayah, dia akhirnya menekuni pekerjaannya sebagai agen rahasia yang bekerja sama dengan kelompok Mafia. Dia menguasai ilmu tekhnologi bahkan mampu meretas data yang memiliki kata sandi yang di lindungi negara sekalipun. Kecerdasannyalah yang membawanya menjadi peretas terkenal bahkan mendapat julukan The Most Wanted di berbagai negara sepeti Amerika, Indonesia, Jepang, New Zilland dan masih banyak lagi. Sejak saat itu pula Sehun tahu kisah memilukan sahabatnya dengan kekasihnya yang sempat menggemparkan seluruh Universitas itu.
__oO0Oo__
Sehun berjalan keluar dari kamarnya seraya memegangi perutnya yang masih memiliki luka tusukan yang masih basah. Niatnya untuk memanggil Hyuna karena Yunhee istri Kim Dong Gyu telah menyiapkan makan malam untuk mereka. Namun saat Sehun mengetuk pintu kamar Hyuna, tidak ada respon dan pada akhirnya Sehun masuk ke kamar Hyuna dan membulatkan matanya saat melihat sahabatnya sedang tidak dalam ke adaan baik-baik saja. Hyuna yang tengah menangis dan menenggelamkan wajahnya di antara lipatan lututnya. Sehun juga melihat topeng Hyuna yang biasa ia kenakan hanya saat gadis itu menjadi Zee Rain terletak di samping gadis itu.
"Rain??? Gwaenchana?" pekiknya seraya berjalan dan duduk di lantai di samping gadis yang sedang menyembunyikan wajahnya di antara lipatan lututnya. Tubuh gadis itu bergetar hebat membuat Sehun merasa khawatir bukan main. Pria itu memeluk gadis itu seraya mengusap punggungnya.
"Mengapa rasanya sakit sekali, mengapa ini sangat sesak? Hatiku sangat sesak." Lirihnya seraya meremas baju bagian dadanya gadis itu terisak dalam dekapan Sehun. Sehun merasa sangat cemas dengan keadaan gadis itu.
"Rain--- tenanglah. Apa yang terjadi?" Tanya pria itu khawatir.
Rain perlahan melonggarkan pelukkannya dan menatap Sehun dengan tatapan yang membuat Sehun dapat merasakan kepedihan yang di rasakan sahabatnya itu. Tatapan yang begitu terluka. Perlahan Rain menceritakan tentang pertemuannya dengan Taehyung.
__ADS_1
"Apakah masih bisa kembali di saat aku telah mematahkan hatinya? Apakah dia membenciku atau sama seperti diriku yang masih sangat mencintainya?"
TBC.