DARK MISSION (The Series)

DARK MISSION (The Series)
07


__ADS_3

"Ketika Tuhan memisahkan untuk mempertemukan. Saat itulah kesetiaan cinta tengah berada di tahap ujian."


___oO0Oo___


Di tempat lain. Markas tempat Taehyung dengan teman-temannya menginap. Mereka tengah menyesap wine seraya mengatur strategi untuk mencari Rain juga Sehun karena mereka yakin kedua manusia itu masih di negara yang sama mengingat gadis itu yang tengah terluka akibat tembakan, juga Sehun yang masih terluka parah seperti Jungkook yang baru saja sadar dari tidur panjangnya setelah pingsan saat tenaganya habis setelah Sehun menusuk bagian perutnya. Jungkook menerima perawatan dari dokter yang di kirimkan oleh klien mereka. Jungkook tak sadarkan diri karena banyak kehilangan tenaga juga darahnya. Begitupun Namjoon yang telah menerima perawatan di bagian lengannya yang tersayat belati.


"Jungkook-ah bagaimana keadaanmu?" Seokjin bertanya saat melihat adik termudanya baru saja keluar dari kamar dan duduk di antara Jimin dan Taehyung.


"Gwaenchana. Aku sudah lebih baik!" Ujarnya semua orang dapat bernafas lega. Berbeda dengan Taehyung. Pria itu sebenarnya masih mengkhawatirkan kondisi Rain sebelum lamunannya buyar saat Namjoon mengguncang bahunya untuk menyadarkannya karena beberapa kali mereka bertanya, namun Taehyung tetap bergeming.


"Ada apa? Sepertinya kau sedang memikirkan sesuatu?" Tanya Namjoon, Taehyung mengerjapkan matanya entah mengapa hatinya merasa berdenyut seperti terkena sengatan setiap kali bayangan Rain terhuyung dan berteriak kecil saat peluru itu mengenai lengannya.


"Tidak apa-apa. Perasaanku hanya tidak enak saja." Jawabnya dengan nada lemasnya. Sungguh Taehyung kali ini benar-benar di kalahkan oleh perasaannya sendiri. Dirinya terus saja berfikir tentang Rain. Bagaimana kondisinya? Apakah dia baik-baik saja? Atau mungkin dia tengah menangis saat merasakan sakit di lengannya? Entahlah--- Yang pasti, Taehyung melihat banyak sekali perubahan pada gadis itu.


"Mungkin kau terlalu lelah. Sebaiknya jangan terlalu banyak minum alkohol malam ini." Semua orang pun mengangguk setuju dengan pendapat Yoongi yang juga mengkhawatirkan adiknya. Pasalnya Taehyung tidak terlihat ber-energi sejak pertemuannya dengan Rain yang tak lain adalah Hyuna. Mantan kekasihnya, yang membuat Taehyung seperti orang gila saat gadis itu mencampakkannya.


Dulu sekali, Yoongi beberapa kali menemukan Taehyung mabuk di club malam. Bahkan pria itu selalu di kelilingi jalang, walaupun wanita-wanita itu hanya menemaninya minum, tetap saja itu bukan gaya Taehyung jika menurut Yoongi. Yoongi lumayan tahu tentang hubungan Taehyung dengan Rain. Karena beberapa kesempatan dia pernah berpapasan dengan Rain dan Taehyung saat mereka tengah berkencan dulu. Atau jika saat Taehyung memintanya menjemput kekasihnya jika Taehyung sedang melakukan meeting. Taehyung tidak pernah membiarkan kekasihnya pulang sendiri. Bahkan dia selalu memprioritaskan gadis itu dari apapun.


"Aku akan membuat minuman herbal untuk kita semua." Mendengar ucapan Hoseok membuat Yoongi tersadar dari lamunannya tentang masa lalu Taehyung. Hoseok pun pergi ke dapur untuk membuatkan minuman herbal.


"Aku ikut." Namjoon berujar seraya menyusul Hoseok. Mereka berdua akhirnya pergi bersama ke dapur untuk membuat minuman herbal.


"Aku baik-baik saja Yoongi hyung. Aku bahkan masih mampu meminum semua wine ini." Taehyung menanggapi ucapan Yoongi sebelumnya. Mereka pun akhirnya mengangguk faham. Walaupun sebenarnya mereka tengah khawatir pada Taehyung, namun siapa yang mampu menghentikannya? Taehyung adalah Taehyung. Pria keras kepala yang melakukan apapun sesuai kehendaknya.


"Jungkook-ah--- Ku dengar Sehun itu sepupumu, apa benar begitu?" Taehyung bertanya, Jungkook terdiam sejenak untuk mencerna ucapan Taehyung sebelum ia mengangguk membenarkan.


"Lalu apa kau tahu, ada hubungan apa Hyuna dengan Sehun?" Jungkook nampak berfikir sejenak sebelum menjawab pertanyaan Taehyung.


"Aku tidak tahu jika mereka saling mengenal. Tapi sepupuku dulu kuliah di universitas yang sama dengan Rain." Jawabnya, namun Taehyung nampak diam setelah mendengar jawaban Jungkook. Entah apa yang dia fikirkan saat ini. Namun nama Sehun begitu familiar baginya. Rasanya dia pernah mendengar nama itu sebelumnya.


"Guy's! Minumlah, ini minuman herbal." Hoseok datang dengan baki yang terdapat tujuh gelas berisi minuman herbal. Semua orang pun menyesap minuman itu.


-


-


-

__ADS_1


Di kamar. Taehyung masih enggan memejamkan matanya. Pria itu masih bersandar di sofa kamarnya seraya membayangkan masa lalunya dengan Hyuna.


"Taehyung-ah. Kau akan menikahiku, kan?" Ujar seorang gadis yang masih nyaman dalam dekapan Taehyung setelah mereka menuntaskan kegiatan ranjangnya malam itu di flat house Hyuna. Malam itu Taehyung menginap di flat house kekasihnya. Dia datang saat tengah malam setelah lelah lembur di perusahaannya karena saat itu perusahaannya tengah mengerjakan kerja masa dengan perusahaan lain.


"Tentu saja. Aku akan menikahimu apapun yang terjadi. Sekalipun ibuku menentang hubungan kita, jangan pernah berfikir untuk meninggalkanku." Jawabnya. Gadis itu nampak berfikir lalu menenggelamkan kepalanya di dada bidang Taehyung. Taehyung tersenyum saat menerima anggukan dari gadis yang berada di dalam kungkungannya.


"Harusnya dulu aku tidak mempercayaimu. Kau mencampakkan aku dan pergi dengan pria lain." Taehyung bergumam dengan tangan yang saling mengepal di bawah sana.


"Oh Sehun. Dulu, aku melakukan hal bodoh dengan percaya padamu bahwa pria itu hanya temanmu. Ternyata apa yang teman-temanmu katakan dulu tentang kau berselingkuh dengan Sehun itu benar adanya. Kau benar-benar____" Taehyung benar-benar muak dengan masa lalunya hingga untuk mengumpat gadis itupun rasanya dia sudah merasa lelah.


"Aku membencimu walaupun aku sangat merindukanmu. Aku sangat membencimu hingga rasanya sangat menyesakkan."


***


Jung Jaehyun. Pria itu menyeringai saat mengetahui keberadaan gadis yang selama ini menjadi incarannya sejak pertemuan pertamanya di sebuah misi gabungan. Bahkan pria itu sudah lama terobsesi dengan gadis bertopeng itu tanpa mengetahui wajah aslinya. Perasaannya yang begitu kuat hingga dia tak menyerah barang sedikitpun untuk mencari gadis itu. Zee Rain. Gadis bertopeng yang memiliki kemampuan memainkan senjata dan juga memiliki kejeniusan dalam bidang tekhnologi. Bahkan memiliki julukan The Most Wanted di kalangan mafia dunia.


"Kau akan menjadi milikku Zee Rain. Jika aku tak bisa memilikimu maka pria manapun tidak bisa memilikimu!!" Jaehyun bergumam dengan di akhiri seringaian yang terlihat mengerikan.


Pria itu menatap belati yang terlihat mengkilap di dalam genggamannya.


Jaehyun kini tengah berada di Amerika. Setelah mengetahui keberadaan gadia itu. Dia memutuskan untuk mencarinya dan berniat untuk menghabisi gadis itu, atau jika gadis itu masih memiliki keinginan untuk hidup... Minimal gadis itu harus menjadi miliknya.


***


Tepat saat dia menatap arah tangga teratas di hadapannya. Dia melihat seseorang dengan topeng yang mirip dengan topeng yang Rain gunakan sebelumnya. Jantungnya bedebar kencang saat tatapannya bertemu dengan Rain, Taehyung dapat melihat bola mata gadis itu membulat yang juga terkejut saat tatapannya bertemu dengan tatapan Taehyung.


Gadis itu yang nyatanya memiliki niat yang sama untuk mengunjungi tempat itu sebelum kembali ke Korea tengah menatap pria di bawah sana yang tengah terkejut sama dengan dirinya yang juga terkejut. Namun seperdetik kemudian Taehyung membulatkan matanya saat seseorang membuka paksa topeng yang di kenakan gadis itu dari arah belakang.


Tepat saat topeng itu dibuka, Taehyung melihat gadis itu meneteskan air matanya sebelum seseorang membekap mulutnya hingga pingsan dan membawanya pergi. Jantung Taehyung semakin berdegup sangat kencang, terlebih dia melihat gadis itu yang tengah meneteskan air matanya saat menatapnya.


"Lee Hyuna!!!" Pekiknya, Taehyung berlari menaiki anak tangga mengejar pria itu yang membawa gadis itu pergi setelah Rain kehilangan kesadarannya. Namun Taehyung nyatanya kalah cepat, pria itu berdiri dengan nafas yang terengah-engah


Menatap setiap sudut jalanan itu yang nyatanya seseorang yang membawa Rain sudah tidak terlihat. Taehyung mengerang kesal saat dia kehilangan jejak mereka.


"Shittt....!!!!" Umpatnya, kemudian dia menghubungi para sahabatnya untuk meretas GPS yang berada di topeng yang di gunakan Rain karena pria itu membawa topeng itu saat dia menculik Rain.


Taehyung berteriak frustasi. Bahkan keringat dingin sudah mengucur karena lelah berlari hingga sebuah mobil berhenti di dekatnya. Menampakkan Sehun yang menatapnya nyalang. Sehun menarik kerah Taehyung dan menyangka Taehyung menyembunyikan sahabatnya karena sudah 5 jam gadis itu tidak ada kabar. Bahkan Taehyung ada di tempat yang sama dengan gadis itu karena gadis itu mengatakan ingin mengunjungi tempat itu. Bahkan sebelumnya Rain sudah menceritakan tentang pertemuannya kembali dengan Taehyung.

__ADS_1


"DIMANA RAIN???" Bentak Sehun, dengan gigi yang saling terkatup karena menahan amarahnya. Taehyung menarik tangan Sehun yang mencengkram kerah bajunya dan menatapnya tajam. "BRENGSEK!!! Beraninya kau menuduhku? Aku tidak tahu dimana gadis itu!!!" Sarkasnya dalam hatinya sebenarnya dia sangat khawatir. Namun dia tetap menjadi egois untuk menyembunyikam perasaan sesungguhnya.


"Apa kau bilang? Gadis itu? Kau lupa dengan namanya? KAU LUPA DENGAN DIA YANG MENGANDUNG DARAH DAGINGMU???" Taehyung mematung mencerna setiap kata-kata yang terucap dari mulut Sehun. Apa katanya? Mengandung darah dagingnya? Taehyung mengerutkan keningnya bingung, sedangkan Sehun tersenyum meremehkan. Dia memalingkan wajahnya sekilas dan mengusap bibir bawahnya sebentar lalu seperdetik kemudian pria itu berbalik kembali dan melayangkan tinjunya di pipi Taehyung hingga membuat Taehyung terhuyung.


Sehun kembali mencengkram kerah baju Taehyung. Dan hendak melayangkan tinju namun Taehyung menendang perutnya hingga Sehun terhuyung dan kini Taehyung lah yang berada di atasnya seraya memegangi kerah Sehun dengan tatapan tajamnya.


"Brengsek!!! Apa kau bilang? Mengandung darah dagingku? OMONG KOSONG!!!" Bentaknya seraya melayangkan tinjunya pada Sehun lagi dan tidak memberi sedikitpun kesempatan untuk Sehun bernafas hingga perkelahian itu terhentikan saat member Bangtan lainnya datang dan melerai perkelahian mereka. "Taehyung-ah tenanglah..." Kini Yoongi menarik Taehyung dan menghentikan amukan adiknya itu pada Sehun.


"A-aku mengatakan yang sebenarnya!! Dia benar-benar mengandung darah dagingmu?!!!" Sehun mengatakan dengan ucapan terbatanya karena dia menahan sakit di berbagai sudut wajahnya dan juga perutnya yang sempat Taehyung tendang, sementara Taehyung dan juga teman-temannya membeku mendengar hal itu.


"A-apa kau bilang?" Taehyung bertanya dengan nada terbata.


***


"LEPASKAN AKU BRENGSEK!!!" Bentaknya. Rain tengah terikat di sebuah ranjang yang sudah tua di suatu gudang yang di yakini gedung itu bekas hotel. Hotel itu terlihat sangat kumuh dan tua juga menakutkan. Jaehyun membawa gadis itu ke sana dan menyekapnya di sebuah ranjang.


"Apa kau bilang? Setelah aku susah payah mencarimu, kau memintaku melepaskanmu?" Satu tamparan melayang di pipi mulus gadis itu. Membuat darah mengalir dari sudut bibirnya. Jaehyun mencengkram rahang gadis itu dan menatap penuh kesedihan namun setelahnya pria itu kembali tertawa. "Bukankah sudah ku bilang jangan pernah menentangku... Jika saja kau bersedia menjadi milikku, kejadian ini tidak akan terjadi bukan?" Bentaknya. "Bahkan mungkin putramu masih ada!?" Lanjutnya. Pria itu kembali tertawa namun gadis itu nampak terkejut bukan main.


"A-apa maksudmu?" Rain bertanya dengan suara terbata dan terdengar sangat parau sementara Jaehyun menyeringai seraya mengeluarkan pisau lipatnya dan menodongkannya pada Rain.


"Beberapa tahun yang lalu, aku melihatmu di acara ulang tahun temanku. Saat itu kau menjadi seorang penjaga mini market di samping club tempat temanku mengadakan pesta. Namun temanku bilang kau hamil tanpa menikah. Jadi ku lenyapkan saja bayi itu daripada kau mengurusnya tanpa ayah?" Jaehyun kembali tertawa. Gadis itu menangis histeris seraya mengumpat lelaki yang ternyata dulu menabrak gadis itu tanpa bertanggung jawab dan itu di sengaja? Oh Tuhan apa lagi ini? Gadis itu menangis, dalam hati dia terus merapalkan doa terbaiknya. Sesak juga marah saling berhantaman dalam hatinya. Kerongkongannya terasa tercekik dan tubuhnya bergetar hebat, rasanya dia kembali pada masa lalu saat dia kehilangan bayi yang ia kandung. Dan ternyata Jaehyun yang membunuhnya. Menabraknya tanpa bertanggung jawab.


"Lalu ku fikir kau mati. Tapi hari ini aku melihat wajah aslimu dan surprice. Semesta seperti memihakku.. Kau adalah gadis yang sama dengan gadis yang ku sukai saat dulu... Padahal ku fikir tadinya aku sudah mulai melupakan gadis itu dan mulai mencintaimu Rain. Dan ternyata, kau sungguh gadis itu. Kau masih hidup. Itu artinya aku bisa memilikkimu." Pria itu tertawa penuh kemenangan. Dan benar, Jaehyung dulunya sangat terobsesi dengan Lee Hyuna, pria itu pernah melihat Hyuna saat gadis itu masih bekerja paruh waktu di sebuah mini market. Di samping mini market itu terdapat sebuah club yang selalu ramai di kunjungi orang. Tak jarang pula Hyuna bertemu dengan pemabuk kalangan rendah hingga atas.


Saat itu ada sebuah acara private party di sana. Hyuna sangat ingat acara itu. Club di tutup dan hanya menerima tamu undangan saja. Dan salah satu tamu tersebut adalah Jaehyun. Saat itu Jaehyun pergi ke mini market untuk membeli rokok namun tanpa Hyuna sadari, Jaehyun langsung menyukainya. Bahkan Jaehyun mencari tahu tentang Hyuna pada temannya yang merupakan pemilik Club malam itu. Menurut temannya, gadis bernama lengkap Lee Hyuna itu hanya tinggal sendiri, gadis itu hamil tanpa suami dan tidak ada yang tahu dimana pria yang membuatnya hamil.


"BRENGSEK KAU IBLISS!!" Umpatnya. Namun gadis itu memekik kencang saat Jaehyun menyayat lehernya dengan pisau lipatnya dan setelah itu pria itu mencium sayatan itu hingga darah gadis itu menempel di bibirnya. Hyuna berteriak sambil menangis pilu, merasakan perih yang teramat sangat pada bagian lehernya. Rain merasa hina dan menjijikan saat Jaehyun terus saja menjilati lehernya yang berdarah. Pria itu menjauhkan wajahnya dari ceruk leher Rain. Rain bisa melihat lebih jelas wajah Jaehyun yang di penuhi darah miliknya. Pria itu menyeringai seraya mengusap bibirnya yang di penuhi darah. Rain meringis dan memalingkan wajahnya. Sangat muak menatap Jaehyun pria itu sangat mengerikan.


"Ayolah teriakkan namaku sayang. Rintihanmu seperti nada pengantar tidur yang menenangkan." Jaehyun bergumam. Gadis itu menggelengkan kepalanya seraya menahan nyeri di bagian lehernya yang terluka. Pshycopath!! Itulah yang ada dalam benaknya. Benar, pria ini psychopath!!!


Gadis itu kemudian membelalakan matanya saat pria itu dengan ganasnya ******* bibirnya dan menggigit bibirnya hingga terluka. Namun gadis itu menggigit bibir pria itu dengan kuat sampai pria itu memekik dan refleks mengeluarkan sebuah pistol yang siap dia tembakkan pada dada gadis itu.


Zee Rain. Gadis itu membulatkan matanya saat Jaehyun hendak mematik pistolnya dan tepat saat gadis itu memejamkan matanya. Suara tembakan itu menggema beberapa kali.


DUARRRR DUARRRR DUARRR....


"Bisakah semua ku ulang kembali? Saat aku berkata, aku ingin pergi dan meninggalkan dunia kelamku. Bergabung dengan kelompok orang membahayakan? Dan ternyata, aku masih menjadi wanita lemah. Aku takut...!!"

__ADS_1


TBC.


__ADS_2