
kau sedang apa di sana? tangan Rafa melingkar manis diperut rata Keyla, Keyla sedikit terkejut saat merasakan kehadiran Rafa yang begitu tiba tiba.
kau, kau sudah selesai mandi aku -
Keyla berbicara dengan terbata.
Rafa menutup mulut Keyla dengan satu tangannya , dia mengelus pipi Keyla dengan pelan menggunakan punggung tangan nya yang lain.
Rafa, bisakah kita istirahat saja! Keyla begitu takut menghadapi Rafa yang seolah mengingatkan pada peristiwa saat pertama mereka bertemu.
kenapa Keyla ada apa dengan dirimu? Keyla segera menggeleng, aku hanya sedikit takut jika mengingat peristiwa saat pertama kali kita bertemu Keyla menelan susah payah saliva nya .
Rafa mengulum senyum dirinya sedikit terluka. Rafa menjauh dari Keyla, hatinya merasa tercubit menelan fakta Keyla ternyata masih memiliki rasa takut untuk Rafa. memang pantas aku mendapatkan ini, kau memang pria brengsek Rafa umpatnya dalam hati.
Keyla memejamkan matanya, dia menggigit bibir bawahnya. harusnya aku tidak mengatakan hal seperti itu, aku hanya gugup karena menutupi tentang Darren yang tiba tiba menghubungi ku dan meminta bertemu.
Keyla mengusap kasar wajahnya, dia menggembungkan pipinya dan menghembuskan kasar napasnya. dia mencoba menyusul Rafa, dia keluar dari kamar.
Rafa menyalakan mesin mobilnya, dia mengendarai mobilnya keluar dari rumah Keyla dengan raut wajah yang sulit untuk di jelaskan. Keyla mengernyit saat mendengar mesin mobil, itu artinya Astaga !
Rafa....
Keyla dengan langkah seribu berlari menyusul Rafa, namun dia terlambat mobil Rafa sudah lebih dulu melesat jauh meninggalkan halaman rumahnya.
Keyla terduduk lemas,Keyla menyesal telah melukai hati Rafa tanpa sengaja. Keyla masuk ke kembali ke kamarnya, dia menengok sekilas ke arah jam dinding. pukul 11 malam, handphone Keyla bergetar Rafa mengiriminya pesan singkat .
~tidurlah Key, aku akan kembali ke apartemen untuk menenangkan pikiran. aku akan menemui mu siang nanti, beristirahatlah! aku hanya ingin menjernihkan pikiran ku sebentar saja. jangan mencemaskan ku, percayalah!~
Keyla sedikit gusar membaca pesan yang tidak mengurangi kecemasan yang melanda hatinya itu, Keyla mencoba menghubungi Rafa namun sampai dering ke empat Rafa tak juga mengangkat teleponnya.
Keyla membalas pesan Rafa, aku akan datang ke tempatmu! Keyla melemparkan handphone nya asal. Keyla meraih Jaket dan mengenakan sepatu boots merah kesukaannya.
Keyla hendak melangkah ke luar kamar, handphone nya kembali berdering. Rafa menghubunginya. Keyla sedikit bisa bernapas setidaknya Rafa mau menghubunginya .
Keyla jangan bertingkah, jadilah gadis baik kali ini. tetaplah di rumah, ini sudah larut malam. Keyla mendengus kesal dia bahkan belum mengatakan apapun dan Rafa mematikan sambungannya begitu saja.
Dasar menyebalkan, Keyla merebahkan tubuhnya di kasur dengan pakaian lengkap serta sepatu yang masih membalut kaki jenjangnya.
__ADS_1
Rafa memarkirkan kendaraannya, dia hendak masuk ke dalam apartemen namun kedua matanya melebar ,sekilas Rafa seolah melihat seseorang yang akhir akhir ini membuat emosinya mendidih.
Rafa ingin memastikan penglihatannya, dia mengendap mengikuti Darren, Darren bersama seseorang yang juga pernah menjadi sahabatnya.
Rafa kembali masuk ke dalam mobil, Rafa diam diam mengikuti mobil Darren dari belakang.
mobil Darren berhenti di sebuah bar, Darren dan juga Nick mereka masuk bersama.Darren dan Nick bahkan membicarakan Rafa, samar samar Rafa mendengar pembicaraan keduanya.
Rafa mengendap perlahan namun pasti, Rafa berusaha mengawasi gerak gerik dua orang yang patut dia curigai.
Nick dan Darren duduk saling berhadapan ,Nick melambaikan tangannya
terlihat pelayan bar mendatanginya. Rafa meraih sapu tangan yang tersemat di sakunya dia menutupi hidungnya, Rafa memindai mencari meja yang letaknya tak jauh dari dua orang itu.
Rafa duduk dua meja dari Nick dan Darren, sial aku bahkan tidak bisa mencuri dengar percakapan mereka. suara musik di sini begitu gaduh, Rafa mengumpat dalam hati.
Rafa mempunyai insting jika Darren bukanlah pria baik baik, terlihat dari kedekatan Nick dan Darren yang sangat mencurigakan. Rafa begitu enggan berada di tempat ini terlalu lama ,Rafa bangkit dari duduknya dia keluar dari bar .
Rafa memasuki mobil,dia menghantamkan kepalanya di setir mobil ,Ahhhh ! Rafa berteriak dia memukul setir mobil berkali kali .
dari mana Darren dan Nick bisa saling mengenal ? aku yakin mereka berdua pasti merencanakan sesuatu gumam Rafa .
Rafa mengepalkan tangannya ,dia bertekad melindungi seluruh orang yang berada di dekatnya. Keyla dan Sheryl adalah hal terpenting yang harus Rafa lindungi.
Rafa melajukan kendaraannya kembali ke rumah Keyla, Rafa berubah pikiran dia ingin berada di dekat wanitanya. Rafa menjadi begitu posesif dan sensitif. egonya begitu mudah terluka, kelemahan Rafa adalah dia orang yang tidak pandai mengontrol dirinya ketika emosi menguasai otaknya.
Rafa tersenyum, setidaknya Keyla pernah memberinya kunci duplikat rumah Keyla. Rafa tersenyum tampan, dia ingin membuat kejutan untuk Keyla pagi hari nanti.
Rafa membuka pintu rumah Keyla dengan begitu mudah, Rafa melangkah menuju kamar Keyla. Rafa membuka pintunya perlahan, Rafa kembali tersenyum melihat Keyla yang terbaring dengan mantel dan sepatu yang masih melekat di kakinya.
Astaga !
Keyla.... Keyla....
Rafa menggeleng dia mendekati Keyla, Rafa melepas sepatu Keyla dan meletakkannya sembarang. Keyla sedikit menggeliat saat Rafa mengangkat setengah tubuhnya agar bisa melepaskan mantel yang membalut tubuh Keyla.
Rafa melepaskan sepatunya sendiri, dia mencuci mukanya di wastafel. Rafa melepaskan jas nya, dia hanya memakai kemeja Rafa membuka lemari Keyla dan dia meraih selimut di lemari itu. Rafa meraih bantal yang ada di sebelah Keyla tidur, Rafa mengecup kening Keyla dengan sayang.
__ADS_1
Rafa menyadari dirinya lah yang tidak pandai menyikapi situasi, wajar saja jika Keyla begitu takut karena peristiwa pahit itu tidak sekali di rasakan oleh Keyla.
Nick yang juga memperparah ketakutan Keyla, Rafa merebahkan dirinya di sofa yang letaknya tak jauh dari ranjang Keyla.
Rafa memandangi wajah Keyla hingga dengan sendirinya Rafa terlelap tepat pukul 2 malam Rafa tidak sepenuhnya tertidur.
Rafa merasa pegal pegal tidur di sofa, yang memang terlalu sempit untuk ukuran tubuhnya. Rafa memutuskan pindah di sebelah Keyla .
pagi pagi sekali bibi Jenny bangun, dia mempunyai banyak pekerjaan pagi ini dan salah satunya adalah meninjau panti dan anak anak asuhnya di kota. Jenny mengirimi Keyla pesan singkat dia pergi setelah menyiapkan roti isi dan segelas susu untuk Keyla.
Keyla merenggangkan otot ototnya, dia menguap,dahi Keyla mengernyit saat merasa sesuatu menahan perutnya. Keyla membuka matanya, dia membuka lebar mulutnya Rafa gumamnya dalam hati.
Keyla begitu bahagia, entahlah ini yang selalu bisa membuat mood nya baik baik saja. Rafa nya, pria yang kini berada di depan matanya. Keyla dengan jahil mencubit hidung Rafa, Keyla menahan tawanya saat mendengar dengkuran Rafa.
Keyla tertawa dia mencoba mengubah posisinya, Keyla setengah berbaring .Keyla sedikit membungkukkan kepalanya, dia mengecup hidung pipi mata dan dahi Rafa. Keyla menggesekkan hidungnya di hidung Rafa, Rafa begitu ingin membuka matanya namun sekuat mungkin dia berpura terpejam agar Keyla terus memanjakannya.
Keyla mengusap pipi Rafa, lalu perlahan mengusap bibir Rafa dengan ibu jarinya Keyla merasa gemas melihat Rafa yang tertidur seperti ini. kau menggemaskan sekali, terlalu indah untuk aku lewatkan ucap Keyla. aku harus mandi, pemotretan dengan jacob tinggal hari ini dan aku akan menemui Sheryl .
Astaga! aku sangat merindukan Sheryl guma Keyla, dengan malas dia menanggalkan selimutnya. Keyla berjalan ke arah kamar mandi, setelah terdengar gemericik air ,Rafa membuka matanya .
dia membasahi bibirnya dengan lidah ,menyesap bekas usapan jari Keyla .Rafa bangkit dia meraih handphone nya dan menghubungi William.
Hallo Dad , tolong jaga Sheryl aku dan Keyla masih punya beberapa urusan di sini. Rafa menutup sambungannya dia melangkah ke luar kamar.
Rafa mengedarkan pandangannya, dia berada di dapur hendak membuat kopi untuk dirinya.
Keyla keluar dari kamar, dia mencari keberadaan Rafa. Keyla tersenyum dia mendekati Rafa, tolong maafkan aku? aku tidak bermaksud menyinggung mu -
Rafa menggeleng, tidak perlu meminta maaf kemari lah kita sarapan. Keyla mengangguk, kau ingin di duduk dimana? tanya Rafa. Keyla dengan manja duduk di pangkuan Rafa, aku ingin duduk di dekatmu Keyla tersenyum. Rafa mengiyakan dia dan Keyla saling menyuapi sesekali mereka bergurau Rafa mencium puncak kepala Keyla .
Keyla turun dari mobil setelah sarapan romantisnya dengan Rafa ,Rafa mengantarkan Keyla ke studio milik jacob.
Rafa menemani Keyla melakukan pemotretan,awalnya Rafa hanya menikmati semua yang ada di studio jacob.
Keyla bergaya di depan kamera, karena Natasha model jacob yang satunya tidak masuk Keyla terpaksa mengganti peran Natasha.
See you ❤
__ADS_1