
Keyla menatap dirinya di cermin, Sonia tak henti menggoda Keyla.Sejak Ibu satu anak ini selesai di rias oleh para perias handal,Sonia tidak membuang sedetikpun kesempatan untuk terus menggoda Keyla.
"Sonia,Jangan terus menggodaku!" Keluh Keyla dengan bibir yang terbentuk seperti huruf O.
"Demi apapun, Kau sungguh terlihat Cantik Keyla!" Sonia dengan ocehannya.
"Berapa banyak lagi Kau akan mengatakan itu Sonia?" Keluh Keyla.
"Sampai Kau dan Rafa berdiri di pelaminan,Aku tidak akan berhenti! " Ucapnya kembali membuat Keyla menggelengkan kepala.
"Sonia Kau sedari tadi hanya menggoda saja,Aku benar benar gugup !" Keluh Keyla.
"Bagaimana ini Sonia,Aku sungguh gelisah dan takut!" Timpal Keyla lagi.
"Keyla Kau ini akan menikah,bukan maju ke medan Perang.Kau Tenang saja yah! "Celoteh Sonia dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.
Keyla memutar malas bola matanya,Keyla membuang kasar napasnya.
"Tenang,tenang!
Bagaimana aku bisa tenang? Kau pasti akan merasakannya sendiri Sonia, Saat Kau menikah nanti! " Celoteh Keyla.
"Iya,iya baiklah" Ucap Sonia.
"Keyla, Kau ingat tidak saat Kau pertama Kali melakukan pemotretan? " Tanya Sonia.
Keyla mengangguk mengiyakan, dan Sonia tersenyum.
"Keyla Kau juga saat itu terserang rasa gugup yang berlebihan seperti saat ini, tapi Kau bisa melawan rasa gugup itu dengan baik! " Seru Sonia.
Keyla nampak berpikir, dan dia mengiyakan ucapan Sonia yang memang benar.
"Sonia,Terima Kasih banyak aku jadi lebih tenang karena ucapan mu tadi! " Ucapnya.
"Sonia kenapa lama sekali! " Jacob mengetuk pintu kamar Keyla dengan sedikit berteriak.
"Sonia cepat buka pintunya! " teriak Jacob.
"Iya, iya sebentar! " Saut Sonia dengan melangkah membuka pintu.
"Sonia dimana pengantin wanitanya,Aku sudah di tugaskan untuk menjemputnya! " Ucap Jacob.
"Jacob tampan Sekali? " gumam Sonia dalam hati.
"Sonia,Kau mendengarkan ku atau tidak?"Tanya Jacob.
__ADS_1
"Uhm, iya. Keyla sudah siap!" Ucap Sonia.
"Kau lihat itu Keyla, Pendamping Pengantin Pria bahkan begitu tidak sabaran menunggu mempelai wanitanya bersiap!" Cibir Sonia yang di maksudkan untuk Jacob.
Bibi Jenny datang ke kamar Keyla untuk menyusul Keyla. Keyla berjalan dengan menggandeng tangan Jenny,Jacob dan Sonia ikut turun bersama mempelai wanita.
Rafa terpesona dengan Kecantikan dan juga gaun yang di kenakan Keyla, Rafa melihat sosok Queen dalam diri Keyla.Gaun yang dikenakan Keyla adalah peninggalan Mrs.Julia Smith,yang tak lain mendiang Ibunda Rafa.
Pesona Keyla menjelma bak Julia muda yang saat itu menikah dengan William. William tersenyum dari kejauhan saat dirinya melihat Keyla,yang membuatnya kembali teringat saat saat pernikahan William dan Julia.
Melihat Rafa dan Keyla yang telah menyelesaikan semua ritual demi ritual,tanpa sadar William meneteskan air matanya.
William merasa sedih karena Julia istrinya tidak ikut melihat Rafa menikahi gadis yang dia cintai.William melepas kacamatanya, dia mengusap air mata yang mengharu biru melihat kebahagiaan Rafa yang bisa bersatu dengan Keyla.
"Aku menepati Janjiku padamu Julia,Putra kita menikah dengan Wanita pilihan hatinya.Lihatlah kebahagiaan yang terpancar dari wajah putramu itu, Kau pasti akan berbahagia sepertiku!" gumam William dalam hatinya.
Kakek! " Celoteh Sheryl dengan memegang lengan William.
"Kakek, Kau menangis yah?"Seru Sheryl dengan melihat pipi William yang basah.
"Kakek hanya terharu saja melihat Daddy dan Mommy mu menikah! " Saut William.
"Kakek,gendong Aku!" Pinta Sheryl.
William meraih Sheryl dalam gendongannya,William begitu tertegun saat tangan kecil milik Sheryl mengusap air matanya.Hatinya kembali bergetar, tidak hanya pernikahan Rafa yang membuatnya bahagia.melainkan kehadiran Sheryl yang menambah Warna baru dalam kehidupan William.
William mengiyakan dan berjalan ke arah Rafa bersama Sheryl dalam gendongannya.Rafa meminta William dan Sheryl ikut bersua foto.
Keyla,Rafa,William, Jenny, Jacob, Sonia dan Sheryl berfoto bersama. Sheryl bahkan tidak henti membuat sang penata gaya kesal karena terus berubah pose di detik terakhir, hingga menyebabkan gambarnya menjadi tidak terlalu jelas bahkan buram.
Sheryl akhirnya menurut dan tidak lagi membuat ulah, dia menuruti ucapan William yang memintanya patuh pada sang penata gaya. Bukan perkara mudah merayu Sheryl, Sheryl mau menuruti semuanya dengan meminta satu boks bola bola coklat dari William.
Kali ini Keyla tidak bisa melakukan apapun, karena foto bersama ini juga momen penting untuk dirinya agar menjadi kenangan yang kelak bisa ia simpan rapi dalam Sebuah Album.
Keyla dan Rafa berdiri dengan saling bergandengan tangan, Rafa menatap Keyla dengan senyum terus mengembang di wajah tampannya.Rafa menggenggam jemari tangan Keyla dengan begitu erat, Rafa menatapnya dengan tatapan setajam mata pisau.
Keyla melihat Rafa dengan Manik setenang laut biru, Ada sesuatu yang lain dalam manik setenang laut biru itu.Ada harapan tersemat di manik itu, Ada Cinta, Luka dan Kecewa yang melebur menjadi satu.
Tangan Rafa berpindah Ke pinggang ramping Keyla, dan membawa wanita itu ke dalam rengkuhannya. Rafa dan Keyla masuk ke dalam mobil, Rafa dan Keyla melambaikan tangannya pada William dan Sheryl.Jenny, Jacob dan Juga Sonia yang ikut mengantar kepergiannya hingga di depan Mansion.
Pelan tapi pasti mobil pengantin itu menjauh dan menghilang dari pandangan mata.William mengajak Sheryl dan yang lainnya untuk kembali masuk ke Mansion.
Jacob menahan Sonia yang akan ikut masuk bersama Sheryl, Jacob menarik Sonia agar tetap berada di luar. tanpa aba aba Jacob mendaratkan bibirnya pada bibir tipis Sonia, Sonia melotot saat Jacob menyerangnya.
"Lain Kali jangan mencibir ku dengan bibir tipis ini lagi, atau kau akan selalu menanggung akibatnya,karena aku akan menerkamnya seperti ini lagi! "Jacob melenggang pergi setelah kembali mencium Sonia.
__ADS_1
Sonia memegangi bibirnya lalu dia tersenyum malu, mendadak rona wajahnya memerah seperti kelopak mawar bermekaran.
Dilain tempat dua orang tengah meratapi nasib buruk mereka, Nick dan Darren mempertanggung jawabkan perbuatan mereka dibalik jeruji besi.William telah berhasil membuat dua orang ini berada di tempat yang seharusnya.
**
Rafa dan Keyla sampai di tempat yang telah di siapkan oleh William.Villa pribadi dengan pemandangan laut yang begitu menyejukkan mata, serta deburan ombak yang menambah suasana semakin menenangkan.
Rafa dan Keyla tiba di sana saat sore hari, Karena perjalan cukup menguras waktu dan tenaga.
Keyla mengganti gaun pernikahannya dengan Dress selutut,Rafa mengajaknya berjalan jalan di tepi pantai menikmati pemandangan Matahari tenggelam.
Rafa mengenakan celana jeans pendek tanpa atasan, dengan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya.Keyla berjalan di pinggiran laut, sesekali ombak membasahi Kaki telanjangnya. begitu pula dengan Rafa, sesekali dia melihat Keyla dan menatap Keyla dengan tatapan terdalamnya.
Rafa menyingkir dan mengajak Keyla beristirahat di bawah pohon kelapa, Keyla duduk tanpa alas dan membuat pasir putih itu menempel di paha mulusnya.
Rafa duduk di sebelah Keyla, dengan mata yang saling terkunci satu sama lain. Keyla merasakan angin menerpa wajahnya, Sesekali Rafa menyibakkan anak rambut yang menutupi wajahnya.Rafa menatap Keyla, bahkan tatapan Rafa itu membuat Keyla bungkam seribu bahasa.
Mata Keyla terpejam saat Jemari Rafa mengusap perlahan area wajahnya, Keyla tertegun Karena Rafa begitu lembut mengusap wajahnya seperti takut jika kulitnya akan terkelupas jika tidak hati hati.
Keyla merasa aneh, saat jemari Rafa berhenti bergerak.Keyla membuka matanya, Keyla mengernyitkan dahi saat melihat Mata Rafa berkaca kaca.
"Ada Apa? " tanya Keyla khawatir.
"Aku hanya teringat kejahatan ku di masa lalu, saat dimana aku, -
"Cukup, Jangan di teruskan lagi! " Ucap Keyla yang mengerti kemana arah pembicaraan Rafa.
Keyla meletakkan ibu jarinya tepat di bibir tebal Rafa.
"Serpihan Luka Lama itu telah terobati, Kehancuran ku saat itu,telah Utuh Kembali. Seribu rasa sakit pada waktu itu, telah berganti ribuan Kali lipat dengan tawa bahagia.Semua telah berlalu,Jangan mengingatnya lagi jika itu menyakitkan untukmu!"Keyla menatap mata Rafa lamat lamat.
Rafa terhanyut dengan cara Keyla berbicara dan menatap Keyla dengan mulut terkunci.
"Kita mungkin dipertemukan dengan cara yang salah,Tapi setidaknya kita memiliki akhir pertemuan yang begitu indah.
Kau dan Aku sama sekali tidak tahu apa yang akan terjadi dengan nasib seseorang di masa depan,bahkan perihal Masa Lalu Seseorang juga telah memiliki garis takdirnya sendiri".Jelas Keyla.
Cukup lama Rafa terdiam mencerna bait demi bait yang keluar dari bibir Keyla. Rafa membenarkan Ucapan Keyla, mungkin memang takdir cintanya dengan Keyla memiliki jalan yang bersinggungan dengan Cerita Cinta di luaran sana.
Semesta bisa saja memisahkan dan mempertemukan sepasang Kekasih di Waktu yang tidak bisa di prediksi.Sang pemilik semesta lah pemegang misteri kehidupan di dunia ini, Takdir Manusia dalam genggamannya.Bahkan Waktu tidak bisa memilih,apa dan dimana dia akan membuat seseorang merasa bahagia dan terluka akan kehadiran Cinta yang bersisian dengan Luka.
Jalan yang salah tidak berarti membuat mu tersesat,terkadang Kau harus melewati jalanan itu agar bisa keluar dan melanjutkan perjalananmu mencapai tujuan.Begitu pula dengan Jalan Cinta Rafa yang awalnya merasa terluka dan hancur karena Jessy,Justru membuat jejak kesalahan pada pertemuannya dengan Keyla.Kesalahan itu menghantui hidupnya, hingga membuat Rafa mati matian menebus rasa bersalahnya..
Rafa dan Keyla saling menyatukan kening mereka,Keduanya menghabiskan Sore itu dengan menggaungkan impian baru untuk kembali menata masa depan cinta mereka bersama Sheryl.
__ADS_1
Rafa dan Keyla saling menyatukan bibir mereka, tepat saat Matahari mulai meninggalkan singgasananya.
_____________________THE END________________________