
"Daddy Mengapa Kau tidur lama Sekali? " Celoteh Sheryl yang kini duduk dengan mengunyah biskuit.
"Sheryl jangan berbicara saat makan sayang!" Timpal Keyla.
"Benarkah Daddy tidur begitu lama? " tanya Rafa pada Sheryl.
Sheryl dengan polos mengangguk.Semenjak kesehatan Rafa mulai membaik,tidak sedetikpun Sheryl beranjak dari ruangan ini.
"Sayang, Apa Kau tahu dimana Kakek mu ?"Tanya Rafa pada Sheryl.
Sheryl menggelengkan kepalanya,Sheryl lalu pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Keyla yang melihat putrinya pergi lalu menyahuti pertanyaan Rafa.
"Daddy pergi sebentar untuk mengurus kepulangan mu! " Ucap Keyla.
"Aku benar benar ingin segera pulang! " Keluh Rafa.
"Keyla,Kemari lah! "Rafa dan tatapan tajamnya.
"Iya, Ada Apa? "Keyla mendekati Rafa, Keyla menjerit kecil saat Rafa menarik dirinya membuat Keyla berada di atas Rafa.Wajah Keyla dan Rafa berada dalam jarak yang begitu dekat.
Rafa mengusap bibir Keyla,jarinya bergerak lambat dan lembut.Keyla ingin menjauhkan wajahnya karena takut di lihat Sheryl ,namun Rafa menahan tengkuknya
Rafa menarik tengkuk Keyla perlahan ,dan melahap bibir Cherry Keyla yang dia rindukan.Rafa dan Keyla hanyut bersama dalam pertukaran bibir itu,Keyla tersentak saat tangan nakal Rafa bergerak nakal di area dadanya.
"Jangan, Ada Sheryl. Ini masih di rumah Sakit! " Ucap Keyla.
Rafa mendengus kesal, dia melepaskan tangannya dari tengkuk Keyla. Rafa membuang wajahnya ke arah lain, Keyla merapikan bajunya dan mengelap bibirnya.
"Mommy! " Seru Sheryl.
Keyla tertegun saat mendengar teriakan Sheryl memanggil dirinya,Keyla takut putrinya melihat apa yang baru saja terjadi.Keyla menatap tajam pada Rafa yang juga tengah menatapnya.
"Apa?" Tanya Rafa.
Kau, -
Ucapan Keyla terhenti saat Rafa mencibirnya dan membuat dia semakin tersipu malu bercampur kesal.
"Jangan menyalahkan aku, Kau juga menikmatinya!" cibir Rafa dengan mengulum senyum.
"Atau Kau ingin lagi?" goda Rafa.
Keyla melotot kan matanya mendengar ucapan Rafa yang begitu menyebalkan, dia mencubit lengan Rafa sekuat tenaga.
Sheryl hanya mebdengarkan percakapan kedua orang tuanya itu, dia tidak tahu apa yang di bicarakan orang tuanya.namun, saat Rafa berpura pura berteriak kesakitan, Sheryl meminta Keyla untuk tidak menyakiti Rafa.
__ADS_1
"Mommy, Jangan sakiti Daddy!"Celoteh Sheryl.
Keyla langsung menghentikan cubitannya pada Rafa, saat mendengar ocehan Sheryl.
"Mommy tidak menyakiti Daddy mu Sayang, Daddy mu nakal makanya Mommy hukum! ".Ucap Keyla.
"Oh begitu, jadi aku yang nakal.Kalau begitu hukum saja aku, jangan disini tapi disini!" Ucap Rafa dengan gerakan tangan yang tadinya menyentuh lengan bekas cubitan Keyla, lalu berpindah ke bibir.
Keyla mendelik tajam melihat tingkah Rafa yang membuat dirinya serba salah di hadapan Sheryl.Keyla ingin sekali memukul Rafa karena menggodanya di hadapan Sheryl putri mereka sendiri.
"Mommy, Aku lapar!" seru Sheryl.
"Kau lapar Sayang?"tanya Rafa dengan menatap wajah Keyla yang terlihat masam.
Sheryl mengangguk kecil.
"Lapar?Sejak tadi mulut kecilmu itu terus saja mengunyah! " Keluh Keyla.
"Daddy juga lapar, rasanya Daddy ingin sekali memakan Mommy mu? " Ucap Rafa dengan mengulum senyum.
Keyla merasa kesal karena Rafa tak henti menggoda dirinya di hadapan Sheryl.Keyla hanya diam dan menahan amarahnya.
"Jika saja tidak ada Sheryl, aku akan menarik telinganya sekencang mungkin hingga semerah kepiting rebus! " batinnya bergumam.
Maksud Daddy masakan Mommy mu! " Ucapnya dengan mencubit pipi gembul Sheryl.
"Hai princess, Kakek membawa kudapan untukmu! " Ucap William sembari memberikan satu boks makanan berukuran sedang.
Kedatangan William tentu saja membuat Keyla merasa terselamatkan.Setidaknya Rafa tidak akan menggodanya lagi, dan Keyla bisa bernapas lega.
William memberikan satu boks kudapan Bola bola Coklat untuk Sheryl.Sheryl tentu saja tidak menolak makanan favoritnya itu.
"Daddy, Jangan terlalu sering memberi Sheryl makanan manis. Aku takut dia akan sakit gigi! " Ucap Keyla.
"Iya ,Iya Ini yang terakhir" Saut William dengan menunjukkan deretan gigi putihnya.
"Keyla,Bisakah Kau ajak Sheryl makan di tempat lain? " Ucap William.
"Baiklah Dad, Ayo Sheryl kita makan di taman saja!"Seru Keyla dengan menggandeng Sheryl keluar dari ruangan, Keyla menjulurkan lidahnya pada Rafa.
Rafa mengulum senyum melihat kepergian Keyla dan Sheryl.
"Rafa Ada hal penting yang ingin Daddy katakan padamu?" Ucap William dengan wajah seriusnya.
"Daddy, Ada Apa ?"Tanya Rafa.
"Sebenarnya, Daddy hanya ingin memberitahumu sesuatu hal yang sangat penting menyangkut Kecelakaan yang menimpa Kau dan Keyla! " William merogoh sesuatu di saku celananya dan memberikan sebuah kertas.
__ADS_1
"Apa ini Dad?"tanya Rafa.
"Itu Surat perjanjian Antara Nick dan Darren yang bekerja sama untuk memisahkan Kau dan Keyla.disitu tertulis jika Nick akan mendapatkan uang sebanyak yang dia mau, dan Darren akan memberikan uangnya seandainya rencana mereka berhasil! Saut William.
"Dan sialnya mereka berdua berhasil melukai ku dan Keyla.namun, tidak berhasil memisahkan ku dengan Keyla! Seru Rafa.
"Tapi darimana Kau dapatkan surat perjanjian ini Dad?"Tanya Rafa heran.
"Jacob yang memberiku surat itu, saat Jacob mendapatkan pekerjaan dari Darren sebagai fotografer koleksi bunganya.Jacob tidak sengaja melihat berkas bertuliskan Nama mu dan Keyla.Jacob mencurinya diam diam, saat tahu isi berkas itu penting. Jacob menghubungiku dan memberikan surat perjanjian milik Darren ini" terang William.
"Aku Sudah melaporkan mereka berdua atas tuduhan percobaan pembunuhan.Maafkan aku nak,aku tidak meminta izin mu terlebih dulu untuk melaporkan mereka berdua!" Ucap William.
"Daddy Kenapa Kau harus meminta maaf,Aku tahu Kau melakukan semua ini untukku dan Keyla!" Rafa tersenyum.
"Kau tidak marah padaku?" Tanya Wiliam.
"Tidak,Untuk Apa Aku marah. Aku sungguh bangga memiliki Ayah Sepertimu Dad!" Ucap Rafa.
Rafa dan William berpelukan, Keyla dan Sheryl datang setelah menghabiskan satu boks makanan yang dibawa William.
"Kakek,Daddy!" teriak Sheryl .
Sayang,Kemari nak !" Ucap Rafa.
William mengusap puncak kepala Sheryl.
"Kakek,Bola Bola Coklatnya habis!" Seru Sheryl.
"Benarkah Princess, Kalau begitu nanti Kakek belikan lagi untukmu! " Seru William.
Keyla berdehem seolah memberi kode untuk William,agar tidak memberikan Sheryl kudapan Coklat lagi.
William menoleh pada Keyla dan tersenyum tipis.
"Kapan Kakek akan belikan aku kudapan coklat lagi? "Celoteh Sheryl.
"Uhm, Lain kali saja yah Sayang! "Saut William.
Rafa tahu jika William takut pada Keyla, jadi dia tidak mengiyakan permintaan Sheryl.Rafa, mengulum senyum, melihat Keyla dan William begitu dekat sama seperti ekspektasinya selama ini.
"Kalau begitu sebaiknya kita siap siap untuk pulang ke Mansion !" Ucap William yang mendapat teriakan heboh dari Sheryl.
"Asyik, Kita Pulang !" teriak Sheryl.
Keyla, Rafa dan William ikut tersenyum melihat tawa Sheryl yang begitu antusias itu.
....
__ADS_1