Deep You

Deep You
sebuah tragedi


__ADS_3

di tengah keasyikan Keyla dan Rafa bersenda gurau, dering handphone Rafa menghentikan candaan keduanya.


William menelpon Rafa, Rafa berdecak malas .


Daddy menelpon seru Rafa dengan acuh .


Angkatlah! mungkin saja Daddy merindukan mu ucap Keyla .


Rafa mengangguk, dia menggeser layar handphone nya.


Hallo Daddy... "sapa Rafa".


suara William terdengar tertawa dari balik telepon, Rafa menjauhkan ponselnya saat suara gaduh di handphone mengisi gendang telinganya.


Daddy..... !


Mommy.....!


Sheryl terdengar merengek pada kedua orang tuanya itu dari balik telepon.


Daddy .....


apa Daddy tidak merindukan ku? suara Sheryl begitu antusias dari balik ponsel.


Rafa tergelak, dengarkan rengekan putri kita ''ucap Rafa" .


Keyla tersenyum dan memberi anggukan.


Rafa menekan tombol loud speaker di ponselnya,agar Keyla bisa turut serta mendengarkan suara putri mereka.


Keyla merasa semakin ingin segera bertemu dengan Sheryl, hanya karena mendengar suara Sheryl yang telah lama tidak ia temui. rasa rindunya semakin membuncah, putri semata wayangnya.


Mommy, Daddy cepatlah kemari!


aku ingin mengenalkan kalian pada adik baru ku. "celoteh Sheryl" .


Keyla mengernyitkan dahi, adik baru ? "gumam Keyla".


sudut bibir Rafa terangkat , mungkin yang Sheryl maksud putra dari sahabatku Aarav. dia masih bayi sayang dan putri kita Sheryl sangat menyukai bayi itu ,"ucap Rafa" .


Keyla mengangguk seakan akan ia paham.


aku sangat senang mendengarnya, Sheryl tumbuh dengan baik dan mampu menyayangi anak kecil seperti itu."ucap Keyla ".


Rafa menyetujui ucapan Keyla. Rafa menggenggam tangan Keyla,Keyla ikut mempererat genggamannya.


dia putri kebanggaan mu dan princess terbaik kita ucap Rafa. Keyla lantas memeluk Rafa dengan erat.


*Rafa berjanjilah untuk selalu bersama Sheryl, jika nanti aku tidak bisa menemaninya."rengek Keyla ".


Rafa mengelus puncak kepala Keyla dengan sayang,dia mengecup kening Keyla sangat lama.


Dad, Mom..... suara Sheryl kembali menyela keromantisan pasangan itu.


Keyla dan Rafa tersadar ,seketika dia merasa geli sendiri.


Astaga! putri kita sedang berbicara dan kita mengabaikannya begitu saja!


kita malah sibuk membuat drama lain di mobil ini "ucap Rafa ".


Keyla memukul pundak Rafa, dan menahan rasa malunya.


di saat seperti ini dirinya ikut terbawa suasana yang selalu berhasil Rafa ciptakan.


Keyla dan Rafa kembali fokus ke ponsel, William terdengar bersuara memanggil Sheryl.


Sheryl. ....


lihatlah kemari sebentar sayang !


teriak William.

__ADS_1


Daddy, Kakek memanggilku ! seru Sheryl.


kalau begitu temui kakek mu sayang, ucap Keyla yang mendapat anggukan dari Sheryl.


Keyla tentu saja tidak dapat melihat itu, namun Sheryl lantas kembali bersuara.


Dad , Mom . aku akan menunggu kalian datang!


hati hati dijalan Daddy, Mommy .


aku sayang kalian" Sheryl menutup teleponnya" .


Rafa meletakan kembali ponselnya di saku dan melajukan kendaraannya. selama dalam perjalanan ,Keyla dan Rafa saling pandang.


keduanya merasa rindu dengan sang putri. Keyla meminta Rafa untuk mempercepat laju kendaraannya agar segera sampai ke Mansion William.


Keyla dan Rafa tidak saling menyadari , jika sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasi gerak gerik mereka.


Keyla pakai sabuk pengamannya pinta Rafa. Keyla mengiyakan.


Keyla apa kau merindukan Sheryl? tanya Rafa.


dahi Keyla mengerut, mengapa kau kembali menanyakan itu? aku benar benar merindukan Sheryl, My little princess . "seru Keyla " .


Rafa tersenyum penuh arti, aku pikir hanya aku saja yang merindukan My little girl ." ucap Rafa tak mau kalah ".


ayo kita temui putri kita. "timpal Keyla kemudian".


Keyla terlihat sangat antusias, Keyla tersenyum dengan sangat manis.Rafa menatapnya dengan lekat.


Entah mengapa hatiku merasa gelisah ? "gumam Rafa dalam hati".


Rafa menambah laju kendaraannya, mencoba mengabaikan kegelisahan yang menggelayuti hatinya.


sesekali Rafa dan Keyla bertukar cerita, mereka berbagi tawa sepanjang perjalanan menemui Sheryl.


Rafa apa kau tahu?


aku sangat bahagia bisa bertemu dengan mu, meski awal pertemuan kita tidaklah baik.


aku semakin mengenal karakter dan pribadi mu , yang ternyata berbanding terbalik dengan apa yang sempat aku pikirkan. " ucap Keyla panjang lebar " .


memangnya kau dulu berpikiran aku ini seperti apa? tanya Rafa dengan mata yang masih menatap lurus ke jalan.


apa aku harus mengulang kembali pernyataan ku, waktu itu aku kan sudah pernah menjelaskannya.


Keyla terkekeh menahan tawanya.


Rafa mendengus kesal, dia memutar malas bola matanya. bibirnya mengerucut sempurna.


Keyla kau yang memulai terlebih dulu!


sekarang kau tak mau menjawab pertanyaan ku? .


"tanya Rafa dengan menatap Keyla cukup lama".


sudahlah/ fokus saja menyetir.


Keyla mencoba mengelak dan memaksa Rafa kembali fokus pada jalan yang tengah di lalui.


Rafa yang merasa di permainkan, sedikit kehilangan fokus. mata Rafa beralih dari arah jalan, memilih balik menjahili Keyla dengan keadaan masih menyetir.


Keyla kau ini !


Rafa mencubit hidung Keyla dengan sebelah tangannya .


Rafa dan Keyla tertawa bersama.


mendadak dari arah berlawanan ,muncul mobil yang melaju dengan kecepatan penuh. Rafa yang bingung dan terkejut membanting stir ke arah kanan.


Keyla berteriak histeris, dia menutup matanya dan benturan keras tak dapat terhindarkan.

__ADS_1


Aaaaaahhhhhhhh......!


suara teriakan Keyla dan Rafa menggema di jalanan padat kendaraan saat itu.


suasana di jalanan itu kian mencekam karena mobil Rafa merangsek ke jurang yang cukup curam.


selang beberapa menit , truk yang menabrak mobil Rafa ikut menyusul masuk ke jurang. selepas itu kepulan asap membumbung tinggi mengudara, kembali terdengar ledakan yang membuat siapa saja reflek menutupi gendang telinganya.


beberapa orang enggan meninjau lokasi itu, mereka hanya melihat dari kejauhan.


kebakaran tak terelakan, asap dan api mulai berkobar. suasana kala itu benar benar buruk, entah bagaimana nasib Keyla dan Rafa di bawah sana? .


*Mansion William POV


Sheryl yang tengah bermain bersama bayi Aarav dan Nayla , tidak terganggu dengan suara televisi yang tengah menyala.


gadis cilik itu begitu menikmati semua permainan yang dia dan bibi Nayla nya lakukan.


Aarav dan William tengah menghabiskan waktu mereka dengan bertukar obrolan ringan . sesekali mereka mengisi obrolan tentang bisnis .


William terkadang membahas Rafa, tak luput juga William membahas Keyla . wanita yang belum sekalipun Aarav temui,selama menjadi pendengar setia Rafa selama ini.


Aarav hanya melihat Keyla dari foto yang pernah Rafa tunjukkan padanya.


dering ponsel William mengalihkan fokus keduanya, William seketika merasa perasaannya menjadi gelisah dan tak tenang menghampiri hatinya.


Aarav mengernyit saat mengamati raut wajah William yang menatap layar handphone nya dengan muram.


paman ada apa? " tanya Aarav dengan rasa penasarannya".


William menggeleng lemah, dengan bergetar dia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.


Hallo. ...ada apa nak?"tanya William ".


William mematung ,suara yang berada di balik ponsel bukanlah suara putranya.


ribuan tanya berputar di otak William ,dengan raut wajah yang semakin suram.


William semakin dilanda sesak berkepanjangan saat mendengar kabar yang begitu mengguncang hati seorang Ayah .


Tuan, pemilik ponsel ini mengalami kecelakaan besar ! .


bisakah Tuan datang kemari?


saya pikir anda adalah keluarga korban, karena kontak andalah yang sempat korban hubungi sebelum kecelakaan. "terang salah satu suara yang William yakini aparat keamanan atau warga setempat".


William masih terdiam hingga Aarav meraih ponsel yang digenggam William. orang itu kembali menjelaskan pada Aarav akan hal yang sama.


Paman, kau baik baik saja? "tanya Aarav dengan memegangi pundak William".


William terduduk lemas, air mata menggenang di pelupuk William, bibir serta punggungnya bergetar hebat.


William tak mampu menyembunyikan kesedihannya, detik itu juga dia merasa kegelapan menyapanya.


putra satu satunya mengalami kecelakaan, William tidak tahu persis seperti apa kini keadaan Keyla dan Rafa.


dua orang yang tengah dia nanti kedatangannya,bukan kedatangan mereka namun kabar duka yang di terimanya.


Aarav memeluk William mencoba mengurangi kesakitan yang tengah di dera William.


paman tenanglah!


kita harus memastikan dulu sebelum mengambil kesimpulan, Rafa dan Keyla akan baik baik saja!


tenangkan dirimu dulu, aku akan menelusuri lokasi itu dan mencari Rafa dan Keyla. "ucap Aarav menenangkan".


William hanya mengangguk, suara nya tercekat di tenggorokan. dia kehilangan kekuatan untuk sekedar bersuara. Aarav mengirimi pesan kepada Nayla untuk menjaga Sheryl sementara dirinya dan William akan mencari tahu tentang Rafa .


Nayla sempat terkejut saat membaca pesan Aarav akan peristiwa ini, secepat kilat Nayla mencoba bersikap biasa. Nayla tidak ingin Sheryl ikut terguncang ,dia masih terlalu kecil untuk mengetahui ini.


*See you ❤

__ADS_1


aku tahu aku lambat update tapi serius lagi buntu banget ini otaknya*.


baru sempet update lagi maaf yah.


__ADS_2