
"Kau Istirahatlah Keyla, biarkan Daddy yang menjaga Rafa di sini! "Ucap William.
"Tapi Dad Aku tidak mau meninggalkan Rafa, Aku ingin menemaninya! " Pinta Keyla.
Daddy Izinkan Aku menginap di sini bersama Sheryl, Aku mohon izinkan aku Dad? " Keyla memasang wajah memelas.
"Kau begitu Keras Kepala seperti Putraku! " Ucap William dengan mengusap kepala Keyla.
"Baiklah Aku menyerah, Kau dan Sheryl menginap di sini.Aku akan kembali ke Mansion, hubungi Daddy jika memerlukan sesuatu! " Ucap William.
"Little girls,Kakek pulang dulu yah?
Jangan mengganggu Istirahat Daddy mu Sayang,Apa Kau mengerti?" Ucap William .
Sheryl menganggukkan Kepala dan mencium kedua pipi William Kakeknya.William berlalu dari Rumah Sakit dan meninggalkan menantu dan cucunya.
William begitu lega, saat melihat keadaan Keyla yang tidak terlalu mengalami luka berat.Keyla telah menceritakan siapa dalang di balik keadaan Rafa saat ini pada William.William tidak akan tinggal diam, melihat seseorang dengan sengaja menyakiti Putranya.
William menghubungi Pihak Kepolisian untuk melaporkan Kasus Percobaan pembunuhan terhadap Rafaella Smith Putranya.William juga meminta agar polisi bertindak cepat untuk mengamankan Nick dan Darren yang menjadi pelaku utama.
William begitu geram saat mengetahui identitas kedua pria yang menjadi dalang di balik kejadian yang menimpa Rafa dan Keyla.
William tidak ingin ada yang menganggu kebahagiaan Rafa dan Keluarga kecilnya, William akan melakukan apapun untuk melindungi Anak, menantu dan juga cucunya.
**
Sheryl menatap Keyla yang melihat Keadaan Rafa yang masih terlelap.
"Mommy, Mengapa Daddy tidur lama sekali? " Sheryl dan Kepolosannya.
"Sabar ya Sayang, Daddy mu masih belum sembuh.Daddy harus Istirahat yang cukup dengan tidur. nanti, Kalau Daddy mu sudah sehat. dia akan segera bangun! "Keyla mencium Kening Sheryl dan kedua pipi gembul gadis itu.
Keyla segera menghapus air matanya yang menetes agar Sheryl tidak melihat dan bertanya banyak hal padanya.
Keyla mencoba menemani Sheryl agar terlelap karena Putri kecilnya itu terlihat mengantuk.Sheryl tidur dengan paha Keyla yang menjadi bantal,Sheryl perlahan menutup matanya.Keyla mengusap pelan puncak kepala Sheryl, Sesekali Keyla mengelus pipi gembul Sheryl. hingga beberapa menit kemudian,dia melihat Sheryl telah tertidur pulas.
__ADS_1
Keyla menggeser kepala Sheryl dan meletakan bantal sebagai pengganti. Keyla mencium Pipi Sheryl, dan mendekati ranjang pasien Rafa.
Keyla mengusap pipi Rafa dengan lembut, tanpa terasa air matanya menetes mengenai Wajah Rafa tanpa sepengetahuan Keyla.Keyla begitu terpukul dengan kejadian ini, Seharusnya saat ini dia dan Rafa telah menyiapkan pesta pernikahan mereka. namun, Kini Rafa terbaring tak berdaya karena ulah kedua orang yang pernah hadir di kehidupan Keyla sebelumnya.
Hari demi hari terus berganti ,Keyla dan Sheryl terus berharap Rafa akan segera terbangun dan kembali seperti sedia kala.
Satu bulan telah berlalu semenjak peristiwa Kecelakaan itu,seperti biasa Keyla mengelap tubuh dan Wajah Rafa setiap pagi.
Sheryl bermain dengan bonekanya, sesekali Sheryl berbicara sendiri dengan boneka bonekanya.gadis kecil itu lalu menoleh ke arah Keyla ,yang masih sibuk membersihkan wajah Rafa.
"Mommy,Mengapa Daddy tidak mau bangun?Apa Daddy tidak ingin bermain denganku lagi!" Seru Sheryl dengan wajah muram.
"Sheryl jangan berkata seperti itu Sayang, Daddy mu pasti akan segera bangun dan kembali bermain bersamamu! " Ucap Keyla.
Mommy berbohong,Aku benci Mommy!" sheryl meninggalkan ruang rawat Rafa dengan menangis, William yang kebetulan baru akan masuk berpapasan dengan Sheryl di ambang pintu.
"Keyla Apa yang terjadi?
Ada Apa dengan Sheryl, Mengapa dia menangis seperti itu? " Ucap William.
"Daddy,Tolong temani dan bujuk Sheryl?"pinta Keyla.
William mengiyakan permintaan Keyla, William menyusul Sheryl cucunya.William mencoba menghibur Sheryl dan perlahan dia menasehati Sheryl akan kesembuhan Daddy nya.
*
"Seharusnya Kau lihat bagaimana Sheryl marah padaku tadi, Karena aku selalu mengatakan Jika Kau akan segera bangun.hari ini putri kecilmu begitu merindukan kehadiranmu, dia bahkan tidak menolak mempercayai Ucapan ku! "Keyla mulai terisak, bukan hanya Sheryl yang merindukan Rafa tapi Keyla sendiripun begitu merindukan kehadiran Rafa di sisinya.
Keyla menangis dengan air mata yang mengucur deras membasahi pipi mulusnya, Keyla mengecup kening Rafa. Punggung Keyla bergetar hebat,tanpa Keyla ketahui Rafa meneteskan air matanya seolah bisa mendengar ucapan Keyla.
Keyla lalu menghapus segera air matanya, saat ada perawat yang akan mengecek keadaan Rafa.
Keyla Keluar karena permintaan perawat itu,Keyla melihat William dan Sheryl tengah duduk tak jauh dari ruang rawat Rafa.terlihat Sheryl sudah tersenyum, Sheryl bahkan tertawa riang bersama Kakeknya.
Keyla begitu lega melihat Sheryl tidak lagi bersedih, Harapan Keyla hanya ingin Rafa cepat sehat dan kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
Keyla kembali ke ruang rawat Rafa, dia mengusap wajah Rafa dan mencium keningnya dengan cukup lama.
Keyla mendadak ingin buang air kecil, Keyla memutuskan untuk pergi ke kamar mandi.Saat Keyla masuk ke kamar mandi, saat itu pula Sheryl dan William masuk ke dalam ruang rawat Rafa.
Sheryl terus memperhatikan wajah tampan Daddy nya yang masih saja terpejam.William duduk di sofa dan dia tengah mengecek ponselnya.
Sheryl melihat Jari tangan Daddy nya bergerak, lalu secara reflek gadis kecil itu berteriak senang.
"Kakek! " teriak Sheryl.
"Iya Sayang,!" Saut William.
"Kakek, tangan Daddy bergerak !" Ucap Sheryl dengan suara khas miliknya.
William mengernyit dan dia menyimpan ponselnya lalu mendekat pada Sheryl.
"Astaga, benar yang di katakan Sheryl.Rafa menggerakkan tangan nya! " gumam William.
"Sheryl! "Seru Keyla yang keluar dari kamar mandi.
"Mommy!
Mommy,Tangan Daddy bergerak! "Ucap Sheryl dengan memeluk pinggang Keyla.
Keyla mengernyit, lalu dia melihat ke arah William dan Sheryl bergantian. William mengangguk.
"Benarkah itu Daddy?" tanya Keyla pada William.
"Sheryl melihat Rafa menggerakkan jari tangannya, dan aku tadi juga sempat melihatnya nak! "
Keyla melangkah bersama Sheryl mendekati Rafa,kembali Rafa menggerakkan jemari tangannya. Keyla melihat itu, air matanya menetes kembali tanpa seizinnya.
Perlahan tapi pasti Rafa membuka kelopak matanya,Rafa mengedip beberapa kali.dia benar benar membuka matanya, hal pertama yang Rafa lihat adalah wajah Keyla yang sudah basah air mata.
...
__ADS_1